Media Dinamika Global: Ketahanan
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketahanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Piala Kapolri 2026 Siap Digelar di Tangerang, Karateka Nasional Berebut Podium


Jakarta, Media Dinamika Global.Id.– Aroma persaingan panas bakal terasa di atas tatami, saat Kejuaraan Nasional Karate Piala Kapolri 2026 digelar pada 18–21 Juni 2026 mendatang. GOR Nambo Sport Center, Kota Tangerang-Banten, siap jadi saksi lahirnya juara-juara baru.

Ajang bergengsi itu masuk kalender penting pembinaan atlet nasional. Atmosfer kompetisi dipastikan ketat, penuh teknik, strategi, serta mental baja dari para karateka terbaik Tanah Air.

Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU., mengajak seluruh atlet memanfaatkan momentum itu untuk unjuk kualitas.

"Piala Kapolri 2026 bukan sekadar kejuaraan rutin. Ini panggung pembuktian diri bagi atlet yang ingin naik level, dan menatap jenjang lebih tinggi," ungkapnya.

Kejuaraan itu juga masuk dalam kurasi Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS). Setiap capaian atlet bakal masuk sistem pembinaan dan pendataan prestasi nasional. Jalur menuju kompetisi elite terbuka lebar bagi mereka yang tampil konsisten.

"Kami ingin melihat teknik terbaik, mental juara, dan sportivitas tinggi. Siapkan diri, karena kesempatan tidak datang dua kali," tegas Prof. Hermawan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Karate Piala Kapolri 2026, Kombes Pol. Dr. Dewa Wijaya, M.H., memastikan seluruh persiapan teknis terus dimatangkan. Panitia menyiapkan sistem pertandingan profesional, perangkat wasit bersertifikasi, serta pengamanan terpadu demi kelancaran event.

"Kami berkomitmen menghadirkan kejuaraan yang tertib, sportif, dan berstandar nasional. Semua aspek teknis hingga pelayanan peserta kami siapkan maksimal," ujar Dewa Wijaya.

Ia juga mengajak seluruh perguruan dan kontingen daerah, segera melakukan pendaftaran serta persiapan intensif.

"Ini momentum emas bagi atlet muda untuk mencuri perhatian. Tunjukkan performa terbaik dan jaga nama baik daerah masing-masing," tandasnya.

Selama empat hari pelaksanaan, GOR Nambo diprediksi dipadati atlet, pelatih, serta pendukung dari berbagai daerah. Energi tribun bakal menyatu dengan dentuman kiai di atas tatami.

Piala Kapolri 2026 tak cuma soal medali. Ini panggung lahirnya generasi baru karate Indonesia yang siap mengharumkan Merah Putih di level internasional.

Redaksi ||

Kapolda NTB Tuntaskan Sejumlah Agenda di Loteng, Bansos dan Sinergi Jadi Agenda Utama


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id— Usai memimpin konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika, hasil pengungkapan Ditresnarkoba serta Satresnarkoba jajaran di Tribun Bhara Daksa, Kamis (26/2/2026), Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. langsung melanjutkan rangkaian agenda di wilayah Lombok Tengah.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolda NTB meresmikan SPPG Polres Lombok Tengah di Polsek Kopang. Peresmian terebut diharapkan mendorong peningkatan pelayanan dan kesiapan operasional di tingkat kewilayahan.

“Fasilitas ini kami dorong untuk mendukung kinerja anggota, agar semakin optimal saat melayani masyarakat,” ungkap Irjen Pol. Edy Murbowo.

Satu jam berselang, Perwira Tinggi (Pati) Polri kelahiran Rembang itu menyerahkan bantuan sosial, kepada warga penerima manfaat di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Suasana akrab terlihat saat Jenderal bintang dua itu menyapa warga dan berdialog singkat.

Menjelang sore, Kapolda NTB menerima jajar kehormatan dari Kapolres Lombok Tengah. Agenda berlanjut dengan silaturahmi bersama Forkopimda Lombok Tengah pada pukul 16.30 Wita. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan sinergi menjaga stabilitas keamanan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan arahan Kapolda NTB, kepada seluruh personel Polres Lombok Tengah pukul 17.00 Wita. Ia menekankan disiplin, kekompakan, serta pelayanan humanis kepada masyarakat.

“Jaga integritas, tingkatkan profesionalisme, dan terus hadir memberi rasa aman di tengah masyarakat,” tegas Kapolda NTB.

Sehari penuh agenda ini memperlihatkan komitmen Polda NTB, dalam pemberantasan narkotika sekaligus penguatan pelayanan serta kolaborasi di tingkat daerah.

Redaksi ||

Ditpolairud Polda NTB Serahkan Kursi Roda kepada Warga Pesisir Sekotong


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.— Ditpolairud Polda NTB menyerahkan bantuan kursi roda kepada masyarakat pesisir di Dusun Batu Kijuk, Desa Tawun, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan alat bantu mobilitas.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K.,M.H. menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata perhatian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Bantuan ini berasal dari program Gerakan 1000 Rupiah yang dilaksanakan oleh personel setiap hari,” ujarnya.

Program Gerakan 1000 Rupiah merupakan inisiatif internal personel untuk menyisihkan sebagian rezeki secara rutin, yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk bantuan sosial.

Masyarakat setempat menyambut baik bantuan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membantu warga kurang mampu, khususnya yang memiliki keterbatasan fisik.

Dengan adanya bantuan kursi roda ini, diharapkan penerima dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat,” tutup Dirpolairud Polda NTB.

Redaksi ||

Polisi Sahabat Anak, Polda NTB Tanamkan Kesadaran Kamtibmas Sejak Dini di SDN 2 Gunungsari



Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Upaya membangun kesadaran keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak usia dini terus dilakukan Polda NTB. Melalui Subdit Bintibsos Direktorat Binmas, jajaran kepolisian menggelar sosialisasi kamtibmas di SDN 2 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak-anak sekolah dasar tentang pentingnya menjaga ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal masing-masing. 

Dengan pendekatan humanis dan bahasa yang mudah dipahami, petugas mengajak para siswa untuk melakukan aktivitas positif serta menjauhi perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi masyarakat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

“Ini bagian dari edukasi sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya menjaga ketertiban. Kami mengajak mereka untuk selalu tertib, terutama saat menjalankan ibadah di bulan puasa, seperti salat tarawih dan tadarus, serta tidak bermain-main di tempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga mengingatkan para siswa untuk tidak bermain petasan karena berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Pesan tersebut disampaikan dengan cara interaktif agar mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polda NTB berharap kesadaran tentang keamanan dan ketertiban dapat tumbuh sejak dini, sehingga kelak generasi muda mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis di tengah masyarakat.

Redaksi ||

Rabu, 25 Februari 2026

Pembangunan Koperasi Desa Lewintana Kec Soromandi Bermasalah, Pemilik Lahan Menghentikan Pekerjaannya




Bima NTB, Media Dinamika Global.Id -- Kasus penyerobotan lahan oleh pemerintah daerah di beberapa desa di Kabupaten Bima sering terjadi untuk pembangunan fasilitas. Kali ini, melalui kuasa hukumnya Hafid Musa, SH.MH menggugah hati pemerintah daerah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Ady-Irfan untuk membayarkan ganti rugi atas kliennya Pak Beddu Eks TNI dengan luas lahan lebih Kurang 74 are. 

Sebelumnya di Ruangan Kabag Tatapem beberapa waktu lalu, ada pertemuan pihaknya mewakili Klien (Pemilik lahan) dengan Camat, Kepala Desa dan beberapa warga lainnya, Kabag Hukum, Asisten dan Kabag saat itu dibawah Kendali Pak Yan sapaan Akrabnya.

"Alhasil, saat pertemuan itu tak ada hasil yang memuaskan, dan mewakili kliennya dirinya merasa kecewa sekali. Pasalnya, dengan bukti yang dimiliki oleh kliennya terkesan pihak pemerintah daerah acuh tak acuh," tutur Hafid Musa selaku pengacara pada media ini, Selasa (31/8).

Sambung dia, melalui Kabag Tatapem Pak Yan sapaan akrabnya berharap agar ini menjadi perhatian khusus. Apabila ini diabaikan, warga selaku pemilik lahan akan menyegel kantor desa Lewintana Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima,NTB, agar pihak pemda peduli," terang Hafid Musa.

Tak lupa dia juga menyampaikan, sebelum ini dirinya telah berkordinasi dengan camat Soromandi agar meminta pihaknya memfasilitasi pertemuan dengan kades Lewintana dan Sekretaris nya, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, akan tetapi gagal.

Disisi lain, lewat koordinasi via Whatshapp kades menuturkan tak ada kewenangan dirinya untuk menyelesaikan hal tersebut, silakan ke pemerintah daerah," cerita Hafid Musa.

Oleh karena mereka merasa memiliki hak atas Tanah tersebut, Pemilik Lahan menekan agar Pembangunan apa saja di atas Obyek Tanah tersebut tidak di Perbolehkan selama Proses Negosiasi belum Tuai Hasil. Bahkan Pemilik Lahan mengklaim adanya Dokumen Kepemilikan Awal yakni Kohir dari Desa yang ditulis tangan sejak Tahun 1972. Pungkasnya. (MDG.**). 

Selasa, 24 Februari 2026

Kapolsek Dompu Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat


Dompu, Media Dinamika Global.Id– Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H., bersama Bhayangkari dan anggota Polsek Dompu melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita di depan Mako Polsek Dompu.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Adapun takjil yang dibagikan terdiri dari 50 gelas es, 50 gelas kacang hijau, 50 gelas kolak pisang, dan 50 porsi buah salak.

Kapolsek Dompu IPTU Ade Helmi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu dan membawa keberkahan bagi kita semua. Ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polsek Dompu dan masyarakat,” ujar IPTU Helmi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial, mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, khususnya pengguna jalan saat menjelang waktu berbuka.

Kegiatan pembagian takjil berakhir sekitar pukul 17.00 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polsek Dompu dalam melaksanakan kegiatan sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil kepada pengguna jalan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka, juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial seperti ini terus dilaksanakan sebagai wujud Polri yang humanis dan peduli,” ungkap IPTU Nyoman.

Melalui kegiatan ini, Polsek Dompu berharap dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Dompu selama bulan Ramadan.

Redaksi ||

Jelang Buka Puasa, Biddokkes Polda NTB Tebar Takjil untuk Ojol


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Menjelang waktu berbuka puasa, suasana depan Mako Biddokkes Polda NTB, Ahad (23/2/2025) sore, tampak lebih ramai dari biasanya. Personel Biddokkes turun langsung membagikan takjil, kepada pengemudi ojek online serta pengendara yang melintas.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 17.00 Wita. Paket takjil dibagikan satu per satu, kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur tersebut. Senyum dan sapaan hangat mewarnai aksi sosial itu.

Pengendara yang menerima takjil tampak antusias. Sejumlah ojol bahkan menyempatkan diri mengucapkan terima kasih, sebelum kembali melanjutkan perjalanan mencari penumpang.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M., menyebut kegiatan berbagi tersebut jadi bentuk kepedulian di bulan Ramadhan.

“Momentum Ramadhan kami isi dengan aksi sederhana namun penuh makna. Berbagi takjil ini wujud kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat, khususnya rekan-rekan ojol dan pengguna jalan,” ujar Kombes Kholid.

Ia berharap kegiatan seperti itu mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kehadiran anggota di tengah masyarakat bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial, yang membawa manfaat langsung,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga menjelang berkumandangnya adzan Maghrib.

Redaksi |

Kapolda NTB Kunker ke Lombok Utara, Cek Pembangunan hingga Serahkan Bansos


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Memasuki hari ketujuh bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, Selasa (24/2/2026), Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Polres Lombok Utara. Tiba Gumi Tioq Tata Tunaq pukul 15.30 Wita, Kapolda menerima sambutan jajar kehormatan di halaman Mapolres Lombok Utara.

Agenda berikutnya, Kapolda NTB menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat, di sekitar wilayah hukum Polres Lombok Utara pada pukul 16.00 Wita. Warga tampak antusias menyambut kehadiran orang nomor satu di Polda NTB tersebut.

“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu masyarakat, dan mempererat kedekatan Polri dengan warga,” ungkap Irjen Pol. Edy Murbowo.

Sekitar pukul 16.20 Wita, Kapolda NTB melakukan pengecekan pembangunan Gedung Pamapta, serta sarana dan prasarana pendukung di Polres Lombok Utara. Peninjauan itu difokuskan pada kesiapan fasilitas, guna mendukung tugas personel di lapangan.

Kegiatan berlanjut dengan silaturahmi dan audiensi bersama Forkopimda Lombok Utara pada pukul 16.30 Wita. Pertemuan berlangsung hangat, membahas penguatan sinergi menjaga stabilitas keamanan daerah.

Menjelang pukul 17.00 Wita sore, Kapolda NTB memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Lombok Utara. Ia menekankan disiplin, soliditas, serta pelayanan humanis saat menjalankan tugas.

“Jaga profesionalisme, tingkatkan kekompakan, dan terus hadir memberi rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kapolda NTB.

Kunjungan tersebut memperlihatkan komitmen Polda NTB, dalam memperkuat pelayanan publik, pembangunan sarana pendukung, serta kolaborasi lintas sektor di kabupaten termuda tersebut.

Redaksi ||

Jumat, 20 Februari 2026

Tiga Pilar Strategis NTB 2026: Perangi Kemiskinan, Perkuat Pangan, Genjot Pariwisata


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan daerah berbasis tiga pilar utama yang sejalan dengan visi misi kepala daerah serta program nasional. Tiga pilar tersebut yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan hal tersebut dalam rapat pimpinan Polda NTB di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Jumat (20/2/2026).

Menurut Miq Iqbal sapaan orang nomor satu di NTB ini, bahwa Gubernur dan Bupati selain sebagai kepala daerah, juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan program daerah harus selaras dan mendukung agenda nasional.

Pilar pertama dengan menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di NTB mendekati angka 12 persen, dengan kemiskinan ekstrem sekitar 2 persen. Dari estimasi jumlah penduduk hampir 6 juta jiwa, sekitar 720 ribu orang masih berada dalam kategori miskin.

Tercatat terdapat 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Bahkan di lebih dari 300 desa lainnya masih terdapat kantong-kantong kemiskinan ekstrem, yakni desa dengan lebih dari 20 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Berbagai persoalan sosial seperti stunting, pernikahan dini, narkoba hingga perdagangan manusia dinilai berakar dari kemiskinan. “The mother of all social problems is poverty. Ibu dari semua masalah sosial adalah kemiskinan. Maka penyelesaiannya harus dimulai dari sana,” tegas Gubernur Iqbal.

Salah satu program unggulan dalam pengentasan kemiskinan adalah Desa Berdaya. Dari total 106 desa kategori miskin ekstrem dan absolut, penanganan dilakukan bertahap sebanyak 40 desa per tahun.

Pendekatannya langsung menyasar kepala keluarga miskin ekstrem. Tahun ini, sekitar 7.000 kepala keluarga di 40 desa menjadi prioritas intervensi.

Langkah pertama adalah verifikasi dan validasi data penerima agar bantuan tepat sasaran. Selanjutnya, dilakukan identifikasi potensi penghidupan yang memungkinkan setiap kepala keluarga memperoleh penghasilan minimal Rp1 juta per bulan, sehingga mampu keluar dari garis kemiskinan.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah mendorong setiap desa memiliki minimal satu greenhouse untuk memastikan produksi sayur dan cabai dapat berlangsung sepanjang tahun. Langkah ini juga sebagai respons atas tingginya permintaan pasar yang kerap memicu lonjakan harga komoditas.

Pemprov NTB mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, perguruan tinggi, TNI-Polri hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi menyukseskan program Desa Berdaya.

Dengan konstruksi tiga pilar yang saling terintegrasi, pengentasan kemiskinan sebagai tujuan utama serta ketahanan pangan dan pariwisata sebagai solusi, maka NTB optimistis mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan mewujudkan desa-desa yang berdaya serta mandiri.

Untuk mengatasi kemiskinan, Pemprov NTB mengoptimalkan pilar kedua dan ketiga, yakni ketahanan pangan dan pariwisata. Sektor pertanian, peternakan, agroforestri hingga agro maritim dipandang sebagai kekuatan historis NTB. Begitu pula pariwisata yang telah lama menjadi andalan daerah.

Pendekatan ini juga diselaraskan dengan program nasional seperti MBG yang mengedepankan penciptaan permintaan (demand) sebelum meningkatkan produksi (supply). Jika sebelumnya pemerintah fokus pada produksi lalu mencari pasar, kini permintaan lebih dulu dipastikan agar petani tidak kesulitan menjual hasil panen.

Fenomena anjloknya harga saat panen raya menjadi pelajaran penting. Melalui pendekatan baru, pemerintah daerah didorong meningkatkan produksi sekaligus memastikan pasar tersedia, guna mencegah gejolak harga dan inflasi.

Pemprov NTB menargetkan pada Juli mendatang suplai kebutuhan pokok strategis seperti sayur, telur, dan ikan telah terpenuhi 100 persen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Pemprov NTB mengakui tantangan terbesar ada pada komoditas susu. Pengembangan sapi perah dinilai tidak mudah karena membutuhkan kawasan dataran tinggi dan prosesnya memakan waktu hingga dua tahun. Karena itu, fokus percepatan saat ini diarahkan pada komoditas telur, ikan, dan sayur.

“Kita dikejar waktu. Juli harus sudah 100 persen suplai aman, maka percepatan jadi kunci”, tegasnya.

Upaya percepatan ini diintegrasikan dengan skema pembiayaan melalui Bank NTB Syariah. Penerima bantuan produktif akan dievaluasi per siklus usaha dengan sistem kategorisasi merah, kuning, dan hijau.

Kelompok hijau yang dinilai berhasil dan produktif dapat langsung mengakses pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Saat ini Bank NTB telah menyiapkan dana awal KUR sebesar Rp30 miliar untuk kredit sektor produktif/UMKM, serta tengah diajukan tambahan Rp20 miliar untuk PMI dan buruh migran. Dukungan pembiayaan untuk sektor peternakan juga akan menyusul dengan nilai lebih besar yaitu 3 persen.

Skema ini diharapkan memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan, sehingga intervensi pemerintah tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut pada pembiayaan usaha mandiri.

Selain ketahanan pangan, pariwisata menjadi pilar ketiga dalam strategi pembangunan NTB. Daerah ini dinilai memiliki potensi alam kelas dunia yang menjadi daya tarik utama.

Pemerintah daerah mencatat peningkatan konektivitas udara dengan dibukanya tujuh rute domestik baru. Dalam waktu dekat, NTB juga menargetkan pembukaan rute internasional menuju Darwin, Perth dan Bangkok, serta penjajakan ke sejumlah kota lain di kawasan Asia dan Australia.

Strategi utama yang diperkuat adalah pengembangan Meeting, Incentive, Convention, and Event (MICE) melalui penyelenggaraan event berskala besar. Pengalaman penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) sebelumnya menunjukkan dampak signifikan. Kehadiran sekitar 22 ribu wisawatan mampu mendorong kenaikan kunjungan wisata dari 9,9 persen menjadi 12 persen pada bulan berikutnya.

Pemerintah menilai wisatawan domestik memberikan dampak belanja (spending) yang lebih besar bagi ekonomi lokal dibanding wisatawan internasional, karena konsumsi mereka langsung menyentuh UMKM, kuliner, dan sektor informal.

Tahun ini, sejumlah event besar telah disiapkan termasuk penyelenggaraan Pocari Sweat Run, MotoGP dan beberapa agenda nasional lainnya. Pemerintah juga mendorong lebih banyak kementerian dan lembaga menggelar kegiatannya di NTB.

Salah satu tantangan dalam pengembangan event adalah proses perizinan keamanan yang dinilai masih rumit dan memakan waktu, bahkan untuk event berskala besar harus melalui Mabes Polri.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Polda untuk menyusun sistem perizinan yang lebih sederhana, transparan, dan memiliki kepastian biaya. Model indeks biaya berdasarkan skala kegiatan tengah dirumuskan agar pelaku usaha mendapatkan kepastian prosedur dan kepastian anggaran.

“Bagi pelaku usaha, yang terpenting adalah kepastian prosedur dan kepastian biaya. Kalau itu jelas, mereka bisa memasukkannya dalam perencanaan usaha,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan integrasi ketahanan pangan, pembiayaan produktif, penguatan konektivitas serta strategi event pariwisata, Pemprov NTB optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026.

Pemprov NTB menyoroti pentingnya penguatan keamanan destinasi wisata seiring meningkatnya kunjungan dan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sejumlah kasus pencurian infrastruktur seperti kabel lampu jalan, baterai, hingga komponen penerangan di kawasan wisata selatan NTB menjadi perhatian serius. Bahkan, infrastruktur yang baru dipasang kerap hilang dalam hitungan hari.

“Kalau hari ini kita pasang lampu, besok kabelnya sudah tidak ada atau baterainya hilang. Ini jadi tantangan serius, terutama di wilayah selatan,” ungkapnya.

Berbeda dengan wilayah utara yang relatif aman, kawasan selatan masih menghadapi gangguan keamanan berulang. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan serta merusak citra daerah.

Sebagai langkah strategis, Pemprov NTB mengusulkan pembentukan Polisi Pariwisata untuk memperkuat pengamanan objek wisata dan infrastruktur pendukungnya. Pemprov siap mendukung peningkatan kapasitas personel, termasuk penyediaan peralatan dan penguatan infrastruktur bagi satuan yang ditugaskan khusus di sektor pariwisata. Koordinasi dengan jajaran kepolisian daerah terus dilakukan guna merumuskan skema terbaik.

“Kami ingin ada kepastian sistem pengamanan destinasi. Pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa rasa aman,” tegasnya.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa keberhasilan tiga pilar pembangunan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh aparat keamanan.

Selain isu keamanan pariwisata, pemerintah daerah juga menyoroti perkembangan kebijakan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sejak 2024, pemerintah pusat mendelegasikan sebagian kewenangan pengelolaan IPR kepada pemerintah provinsi, sebuah langkah yang dinilai jarang terjadi dalam pola hubungan pusat-daerah.

Pemprov NTB menegaskan tidak ingin kewenangan tersebut disalahgunakan. Spirit utama pengelolaan IPR adalah menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai kita dikenang sebagai generasi yang mewariskan lingkungan rusak kepada anak cucu kita”, ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur pengawasan serta regulasi lingkungan sebelum implementasi berjalan optimal. Saat ini, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) terkait IPR tengah dipercepat bersama DPRD.

Perda induk dan aturan turunannya ditargetkan menjadi landasan praktik pertambangan rakyat yang tertib, berkelanjutan, serta berpihak pada masyarakat. Bahkan sejumlah daerah lain disebut mulai mempelajari langkah NTB dalam merancang tata kelola IPR.

Pemprov NTB menegaskan seluruh agenda pembangunan baik penguatan ketahanan pangan, percepatan pariwisata, maupun tata kelola pertambangan rakyat memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, DPRD, dan masyarakat. Ke depan, NTB menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjamin kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

“Apapun keberhasilan yang kita capai nanti, itu adalah keberhasilan kita bersama”, tutupnya.

Redaksi ||