Warga Blokade Jalan, Tuntut Kepastian Tukar Guling Lahan di Proyek Rumah relokasi Banjir


Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- lagi-lagi sejumlah warga yang memiliki lahan di  proyek rumah relokasi banjir bertempat di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima kerap menuai masalah,  Salah satunya persoalan lahan warga yang belum ada kepastian tukar guling yang dijanjikan selama ini tak terlelisakan hingga sampai sekarang.

Polemik lahan warga yang hingga kini belum ada solusi kongkrit dari pemangku kebijakan itu, terus mendapatkan sorotan keras dari pemilik lahan. Tak ayal gelombang aksi (blokade jalan) hingga berjilid jilid pun kerap mewarnai selama pembangunan proyek berlangsung. 

Untuk kesekian kalinya, sejumlah warga pemilik lahan proyek rumah relokasi kembali menggelar aksi blokade jalan, Rabu (2/2/22) sekira pukul 12:20 Wita. Aksi tersebut masih dalam tuntutan yang sama yakni meminta kejelasan dan solusi terkait proyek yang dibangun atas lahan warga tersebut.

"Kami sudah lama menunggu kejelasan dan solusi persoalan lahan warga ini, namun hingga kini belum ada jawaban pasti baik dari Pemerintah daerah maupun dari pelaksana proyek (PT.HK). Padahal proyeknya hampir selesai dikerjakan," ungkap salah satu warga.

Diketahui, pemilik lahan yang masih bermasalah di atas pembangunan proyek tersebut ada delapan orang. Masing-masing memiliki luas lahan yang variatif. Berdasarkan informasi, lahan warga itu dijanjikan akan ditukar guling dengan lahan milik Pemerintah Daerah. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan.

"Awalnya warga dijanjikan ada biaya pembebasan lahan. Tapi di tengah jalan, muncul penawaran baru, bahwa lahan warga itu akan ditukar guling dengan lahan milik pemerintah daerah sesuai luas tanah yang diambil. Namun hingga kini belum terealisasi. Ini namanya pembodohan terhadap warga," kata Chaca salah satu pemuda Tambe, di ltengah l-tengah aksi berlangsung. 

Merunut persolan ini, warga berharap pihak terkait terutama Pemerintah dan pelaksana proyek agar segera mencarikan solusi terbaik atas hak warga tersebut. "Polemik lahan warga ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai berlarut larut," pinta warga.

Pantauan di lapangan, aksi blokade jalan yang dimulai siang tadi hingga kini masih berlangsung. Sejumlah kendaraan mengantri menunggu jalan dibuka. Hingga arus lalulintas lumpuh total dan kemacetan mencapai ratusan meter.

Sementara pihak aparat yang dikerahkan di lokasi aksi berusaha melakukan upaya negosiasi yang akhirnya membuahkan hasil. Bahwa pemilik lahan akan dipertemukan dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membicarakan persolan lahan tersebut, agar segera dituntaskan.

Usai negosiasi berlangsung, jalan akhirnya kembali dibuka sekira pukul 13:40 wita dan arus lalulintas kembali normal. (MDG.**).

Load disqus comments

0 komentar