Panitia Turnamen di Desa Tonda Tak Komitmen, Club Arema FC Unggul 1 Gol dan digugurkan


Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Panitia Turnamen sepak bola mini cup khusus kecamatan Madapangga, tepatnya di desa Tonda, kecamatan Madapangga, kabupaten Bima yang tak paham aturan dan tidak komitmen. Hal ini disampaikan Club Arema Madawau diwakilian oleh Pelatih Arema Madawau FC. Jum'at (17/09/2021).

Kata dia, pada hari kamis kemarin, tanggal 16-09-2021 Club Arema Madewau FC dari desa Madawau Vs Anak Bengkel selaku tuan rumah desa Tonda sedang berlaga, dimana babak pertama masih  imbang 0-0," ungkapan Pelatih Madawau.

Firdaus menceritakan, baba kedua pertandingan masih berjalan, pasca itu tendangan salah pemain dari tuan rumah membentur tiang kanan gawang Arema hingga bola pun menuju ke tiang kiri gawang, akhirnya bola pun mampu diselamatkan oleh Beck handal yang dimiliki oleh Arema, yakni ardian. Para pemain tuan tuan rumah mengatakan Gol dan wasit utama bunyikan pluit.

"Pada hal hakim garis kirim lapangan mengangkat bendera, mengatakan bola belum gol, dan akan bolapun yang berdiri di belakang jaring bawang mengatakan bola belum masuk. Akhirnya wasit utama, Panitia memanggil hakim garis dan anak bola tersebut," ceritanya.

Hasil keputusan wasit bahwa bola tersebut tidak gol, pertandingan kembali dilanjutkan permainan, hal itu yang yang memicu persoalan, selang 5 menit berlangsung Arema FC menjebol gayang tuan rumah.

"Kini Arema FC unggul sementara dengan skor 1-0 lewat tendangan kaki kanan Ryan Hidayat selaku ujung tombak Arema," ujarnya.

Lebih lanjut Pelatih, detik-detik terakhir pertandingan, muncul persoalan, salah pemain tuan rumah mencoba memukul salah satu pemain Madawau namun mampu dihadang oleh rekannya.

"Secara tiba-tiba Pemain tuan rumah memukul Hakim garis lapangan, hingga terjadi saling memukul dan ofisial tuan rumah cencong mulut dengan para penitia, hingga pertandingan diberhentikan," tuturnya.

Pelatih dan Club Arema Madawau FC sangat kecewa sikap dan kebijakan panitia, kok Arema Madawau digugurkan, padahal Ofisial dan para pemain tuan menerima kekalahan dan menyetujui Arema FC lolos di putaran kedua," Sesalnya.

Sementara Irfan Ofisial Club tuan rumah mewakilkan Ofisial Club tuan rumah, Irfan mengatakan Madawau harus lolos, masalahnya bukan dengan club Arema tapi masalahnya dengan wasit dan Panitia yang tak kosieten dan melanggar aturan yang dibuat oleh panitia sendiri.

"Madawau tak ada masalah dengan kami, kenapa Arema Madawau digugurkan padahal kami persoalankan wasit dan panitia yang tak kosieten, kembali saya mengatakan Tak ada masalah dengan club Arema Madawaus. Sesuai dengan peraturan panitia ketika pemain saling bentrok dengan pemain baru itu digugurkan, kami tak ada masalah dengan  Arema tapi kami persoalankan wasit dan panitia," ujarnya.

Pemuda Desa Mpuri, Imam Juardin mengatakan Turnamen sepak bola di desa tidak ada ijin dari pihak kepolisian dan turnamen tersebut mengundang kerumunan, kita ketahui bersama sekarang masih dihadapkan dengan pandemi covid-19.

"Ketua Panitia harus bertanggung jawab telah melanggar Protokol Kesehatan," ucap Aktivis Muda.

Kata Imam Juardin,  kemarin club desa Woro VS desa Rade bentrok pemain dengan pemain, kedua club digugurkan menunjukkan bahwa panitia tak mampu memberikan keamanan hingga terjadi hal-hal demikian.

"Kuat dugaan Panitia teruma Ketua panitia sengaja mengundang orang untuk bentrok alias saling Adu jotos," tandasnya.

Dia menegaskan, Panitia harus bijak dong jangan dengar kata orang diluar pantia, salah satunya adalah komentar, dia bukan anggota pantia, jelas Panitia  tak kosieten dengan aturan yang dibuatnya.

"Seharusnya bijak dalam mengambil keputusan tak boleh gitu, kok Arema Madawau FC digugurkan, pantia tak komparatif dalam menyikapi persoalan," tegasnya.

Kembali Pelatih Arema, tuding sikap   pantia tak komitmen, seharusnya panitia bijak dengan adanya pernyataan sikap ofisial dan para pemain tuan rumah yang menerima kekalahan dan digigurkan jangan semuanya digugurkan. Buka kembali tehnikal clasmeting.

"Dia meminta pertimbangankan hal ini, jika tidak, kami akan melakukan aksi blokade jalan atas hal itu," tutupnya.(MDG.**).

Load disqus comments

0 komentar