KKN-PAR IAIM Gelar Dialog Kerukunan, Kedamaian Umat Beragama


Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id --  Camping Mahasiswa Kuliah Kerja nyata (KKN)-PAR Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima menggelar kegiatan dialog dengan Tema "Kerukunan dan Kedamaian,", dihadiri oleh Tokoh Agama Islam, Khatolik, Protestan, Sekdes, masyarakat, Mahasiswa KKN, dan Mahasiswa dan Pemuda Setempat, kegiatan tersebut bertempat di dusun Gerekopa, desa Palama, kecamatan Donggo, kabupaten Bima-NTB, senin (9/8/21/021) sekitar Pukul 15.30 Wita.

Ketua Posko KKNIAI-PAR IAIM desa Palama, Abid Sukriana mengatakan, Alhamdulillah kegiatan yang kami berhasil mengadakan kegiatan Camping mahasiswa KKN dan mendapatkan aplus serta dukungan dari pemerintah Desa, masyarakat, mahasiswa dan pemuda yang berada di desa palama.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program KKN Desa Palama" ujar Ketua Posko pada awak media ini.

Sambungnya, Kegiatan ini tidak hanya di hadiri oleh masyarakat yang beragama Islam saja tetapi di hadiri juga oleh masyarakat yang beragama Katholik dan Protestan.

"Dirinya berharap untuk kedepannya ada sesuatu hal yang dilakukan oleh adik-adik untuk masyarakat desa palama," tuturnya.

Sementara, Ketua lembaga Adat menyampaikan, bahwa baru kali ini selama ada mahasiswa KKN di desa palama adanya kegiatan Camping Mahasiswa KKN.

"Desa ini tidak pernah terjadi  konflik sebab dalam Al-Qur'an di katakan untukmu agamamu dan untukku agamaku, kegiatan seperti ini juga untuk meningkatkan kualitas agama sesuai kepercayaan masing-masing," ucapnya.

Harapan dia, (1). Saya generasi Palama, pertama kalian sebagai mahasiswa harus punya keterampilan, karena pembangunan di zaman ini mempunyai keterampilan, percuma jika tidak ada keterampilan," harapnya. (2). Jiwa kepemimpinan harus tertanam dalam jiwa adik-adik sekarang karena kalian lah generasi penerus bangsa. (3). Kepribadian harus di pertahankan jangan sampai kepribadian kalian di ombang ambing oleh pengaruh jaman karena sekarang banyak yang terjerumus dalam mengkonsumsi narkoba. (4). Akhlak jadilah adik-adik yg punya ahklak yang sesuai dengan harapan bangsa dan negara," terangnya. 

Disisi lain, Tokoh Agama Islam Desa Palama, Isnain dalam pandangannya menyampaikan rasa bangga karena adik adek sudah mampu mengadakan kegiatan kerukunan.

"Menurut dia, kehidupan kerukunan hususnya di palama tidak pernah terjadi kegaduhan," tandanya.

Lanjutnya, Masjid yang berdampingan dengan gereja hal ini pernah ditanya oleh LSM Jakarta apakah tidak ada konflik? 

Dirinya menjawab, tidak ada konflik, seperti pernikahan agama katolik dengan Islam, tidak ada paksaan untuk menganut agama baik katolik protesta maupun Islam tapi yang sering terjadi banyak di antara mereka yg agama katolik protesta masuk ke agama Islam," Ceritanya.

Disisi lain, Tokoh Agama Katolik, Andrea spasa mengatakan jika tidak ada masalah maka tidak akan pernah tahu siapa lawan siapa kawan. Ini sebuah langkah maju, jujur saya hanya di datangi secara pribadi selama ada Mahasiswa KKN, kemarin ada mahasiswa KKN dari Mataram yang datangi saya itupun datang untuk penelitian.

"Saya selalu siap ikut partisipasi dalam kegiatan apapun dan mengapresiasi Mahasiswa KKN," jelasnya.

Sambungnya, program kerja kalian sebagai tombak dalam mempertahankan proklamasi, supaya ini lebih besar lagi saya akan tagih nanti apa nilai akhir dari program kerja KKN.

Sementara Tokoh Mewakili Agama Protestan, menyampaikan pesan untuk adik-adik Mahasiswa KKN permohonan maaf karena Pendeta tidak bisa hadir karena sedang mempersiapkan kebutuhan gereja.

"Beliau mengatakan berkaitan dengan kebersamaan kami disini sangat luar biasa, kehidupan kita yang beragama sangat penting dan jangan pernah membatasi pergaulan baik itu dengan Islam Kristen dan lain sebagainya," terangnya.

Sambungnya, Beliau berpesan kalo kalian membatasi pergaulan maka kalian tidak akan banyak teman, kita sebagai umat beragama saling toleransi,adik-adik  tingkatkan lagi kegiatan seperti ini.

Sekdes Palama Anhar Kasim, mengatakan selama ada Mahasiswa KKN tidak pernah ada kegiatan yang menyentuh agama lain, yang di sentuh hanya islam.

Lanjutnya, lewat KKN banyak pelajaran yang didapatkan seperti gotong royong, toleransi dan lain lain, antara umat beragama.

"Dalam menjaga kerukunan jika ada acara keagamaan menjadi panitia itu dari agama Islam, dan membuka secara resmi acara ini," pungkasnya. (MDG.**).  

Load disqus comments

0 komentar