Aktivis Bima Makassar Sorot Proyek di Desa Woro, Diduga Abal-abal

 

Aktivis Bima Makassar dan Lokasi Proyek
Foto : Pimred MDG

Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.id -- Pekerjaan proyek tanggap darurat bencana banjir, yang berlokasi di Desa Woro, Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB. Senin, (12/07/2021) sekitar Pukul 16.10 Wita.

Aktivis Bima Makasar asal Desa Woro Agus Setiawan menyampaikan Proyek ini diduga kuat abal-abal alias proyek siluman yang beroperasi tanpa ada papan informasi dan melanggar prosedur.

"Ironisnya, pengerjaan proyek ini sudah jelas melanggar prosedur karena papan informasi tak ada diarea sekitar lokasi proyek sedangkan papan informasi itu sangat perlu untuk keterbukaan informasi publik agar Masyarakat mengetahui bahwa ada proyek," ucap Agus Aktivis Bima Makassar. 

Lokasi Proyek
Foto : Pimred

Sambungnya, Proyek tersebut dari BWS, apa ia, sekelas proyek provinsi tidak memiliki papan informasi, maka dari itu siapa yang pemenang tender proyek, baik PT maupun CV, lalu siapa Konsultan, pengawas dan pelaksana proyek tersebut.

"Saya menduga kuat Proyek Bencana banjir ini terjadi kongkalikong," ujar Agus.

Dirinya menegaskan pihak-pihak tertentu harus  transparansi keberadaan sumber anggaran proyek ini.

"Ia, jikalau tidak ada keterbukaan informasi publik maka jangan heran proyek ini akan  kami hentikan perkerjaannya," tegas Agus Aktivis Bima Makassar. 

Terpisah, Konsultan proyek tersebut yang berada di lokasi saat di wawancara oleh beberapa media.

Ia, Saya menyampaikan proyek ini tanggap darurat bencana banjir dan saya secara pribadi tidak punya hak dalam menjelaskan proyek ini. 

"Lebih jelasnya tanyakan ke BWS 1 (Satu) kota Bima karna sebagai BPK berkaitan dengan struktur proyek," jelas dia tidak mau sebut namanya.

Kalau papan informasi proyek ini silahkan tanyakan ke BWS untuk secara detailnya dan tidak bisa memberikan komentar jauh.

Demikian pantau langsung media ini dan Pihak terkait belum bisa dikonfirmasi awak media ini, hingga berita ini dipublikasikan. (Pemred MDG).

Load disqus comments

0 komentar