Do'a 100 Hari atas Wafatnya Almarhum Ayahanda Umi Dinda berlangsung Khidmat di Dompu


Dompu NTB. Media Dinamika Global. Id Dalam rangka mengenang Arwah dan jasad dari Ayahanda orang Nomor Satu di Kabupaten Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE atau yang akrab di sapa Umi Dinda. Do'a 100 Hari atas Wafatnya Almarhum Ayahanda Umi Dinda berlangsung Khidmat di Dompu. Dihadiri oleh Masyarakat sekitar, para Instansi-instansi dari Prokopim Kabupaten Bima, Para Kepala Sekolah dan jajarannya, insan Pers lainnya seperti para sesepuh dan Anggota DPRD Kabupaten Bima. Hajatan tersebut dilakukan sejak pukul 01.00 Wita hingga selesai pada Rabu, 02/06/2021.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Seluruh Jajaran Prokopimda,Para Kepala Dinas dan jajarannya, Para Camat, Para Kades, Para Kepala Sekolah, dan seluruh jajaran masing-masing. Dan yang lebih penting lagi hadirnya para tetangga disamping kiri dan kanannya serta masyarakat umunya turut mendengarkan Ceramah Agama secara singkat oleh Ustadz Subhan, S. Pdi. 

Dalam acara tersebut yang dimulai sejak pukul 02.00 wita oleh Protokol dengan lincahnya membacakan rangkaian acara yang sudah disusun secara sistematis yang di mulai dari acara Pembukaan hingga Doa agar arwahnya almarhum ayahanda Umi Dinda dapat di Terima disisinya dan dilapangkan Kubur baginya hingga hari kiamat nanti. Kemudian acara sambutan Umi Dinda dalam mengenang Arwah Ayahandanya. 

Dalam sambutannya dengan wajah berseri di campur Sedih ini Umi Dinda tetap tersenyum dan menyapa para Audiensnya atas kehadiran dari Sahabat, Teman Karib, Kerabat, dan para Kepala-kepala Dinas, Camat, Kades, Prokopimda se-Kabupaten Bima dan juga kepada Sahabatku di Kabupaten Dompu terutama para kerabat, tetangga yang ada di sekelilingnya. 

Dalam kesempatan itu, Umi Dinda mengucapkan rasa Haru,Bangga, Dan sedikit Bahagia atas Do'a dan Dukungan, Kehadiran nya yang menurutnya sangat jauh dari Bima ke Dompu dengan jalan yang penuh Lika liku, demi memenuhi Undangan kami untuk menghadiri acara hajatan keluarga kami yang ada di Dompu. 

Kehadiran dari Bapak dan Ibu sungguh tidak dapat kami bayar dengan Nilai Mata Uang atau Rupiah tetapi kami hanya bisa melalui Lisan dengan bibir yang tak bertulang ini. Namun juga kami bersyukur kepada Allah SWT atas segalanya sehingga Almarhum Ayahanda kami dilapangkan kuburnya dan diampuni dosa-dosanya. 

Demikian juga kami atas nama keluarga besar disini mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bilamana ada hal-hal yang kurang berkenan terutama Pelayanan, Konsumsi, tempat duduk yang tidak sesuai dengan status Sosialnya. Juga yang paling urgen adalah iringilah Doa dari Bapak/Ibu semoga Almarhum tenang di alam sana, di jauhkan dari siksa dan ajab Kubur hingga hari kiamat nanti. Amin ya rabbal alamin. Tutupnya. 

Sementara itu, Ustadz Subhan, S. Pdi dalam ceramahnya dalam rangka mengenang arwah Almarhum Ayahanda Umi Dinda dan keluarganya mengatakan bahwa setiap kita harus mengingat akan kematian. Kematian ini tidak mengenal siapa saja, tidak karena pangkat, jabatan, profesor, Doktor atau apa saja yang namanya Manusia Ciptakan Allah SWT pasti akan mati. 

Sebagaimana dalam Nas Al-Qur'an dan Hadiah Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa " Ainama Takuunu Yudrikumullahu Maura, walau kuntum di Burujim Musyadatin" Yang artinya Dimanapun kita Berada, kita Tinggal, meskipun kita berada di benteng yang kokoh sekalipun, atau di langit 7 Lapis untuk menghindari Kematian niscaya Kematian ini akan tetap menjemput kita".

Menurut Ustadz Kondang ini oleh karena kematian akan selalu menghampiri kita, maka sudah tentu kita harus banyak bersyukur dengan terus menjalankan Shalat 5 Waktu, dengan cara ini bisa dan dapat menyelamatkan diri kita dari siksaan Allah SWT pada hari akhirat nantinya. Tetapi juga perlu disadari bagaimana pentingnya hati kita di instrospeksi diri agar kita selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. 

Bayangkan saja Saat ini Keluarga besar kita Umi Dinda sudah sekian lama ditinggal suaminya lalu kemudian ditinggal pergi pula oleh ayahandanya yang menjadi Inspirasi dalam melakukan langkahnya. Namun jika Allah SWT mengatakan sesuatu cukup mengucapkan " Kun fayakun " Yang artinya Jadilah maka jadilah Dia. 

Untuk itu, Ustadz di akhir Ceramahnya berharap agar kita kembali ke kit'ah dan kefitratan kita sehingga kita di akhirat kelak akan mendapatkan Naungan dimana Naungan ini tidak dapat diperoleh oleh siapa pun kecuali menurut ketentuan bdan kehendak dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin. Pungkasnya


Dibagian lainnya, awak Media ini mencoba mengambil dan mewawancarai Bapak Camat Soromandi yang hadir tepat pada Waktu sebagaimana undangan itu mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Almarhum Dae Ferry yang merupakan Suami dari Beliau dan juga pada hari tepatnya di 100 hari pascabayar wafatnya Ayahanda tercintanya Umi Dinda. 

Kami hanya mendoakan keduanya, semoga Arwah keduanya dapat diterima di sisi Allah SWT. Juga kami tak lupa menyampaikan doa dengan menengadahkan tangan memohon kehadirat ilahi Rabbi semoga keluarga yang ditinggalkannya mendapatkan kekuatan, lahir maupun bathin. Tandasnya.(MDG 025).

Load disqus comments

0 komentar