Oknum Wartawan Pelaksana Proyek tak Terima Lahannya disentuh oleh Awak Media


BIMA-NTB, Media Dinamika Global.id - Tak menerima ‘lahannya’ disentuh dan diawasi oleh sejumlah awak media di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, oknum wartawan yang juga sebagai pelaksana lapangan pada proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bontokape, akhirnya keluar dari ‘sarang’ hingga angkat bicara setelah adanya pemberitaan dari sejumlah media massa terkait dugaan bahwa kegiatan proyek tersebut ditemukan banyak kejanggalan dari fakta yang ada di lapangan.

Ibarat ‘Tupai’ - Oknum wartawan yang hanya memiliki batasan ilmu jurnalis ini justru membuka kedok persembunyian ditengah kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi yang sedang dikerjakan oleh PT Graha Bima Konstruksi. Hal itu pun dikuatkan lagi setelah oknum tersebut tiba-tiba merilis berita bantahan hingga menuding balik bahwa pemberitaan media massa dari hasil fakta lapangan itu dianggap bohong.

Baca Juga : https://www.mediadinamikaglobal.id/2021/05/pt-graha-bima-konstruksi-laksanakan.html

Sebelumnya, oknum wartawan tersebut sempat dikonfirmasi bersama oleh awak media via WhatsApp, namun dijawab dengan tulisan enteng agar dimuat sehingga enak dibaca. Setelah awak media memberitakan atas fakta yang terjadi di lapangan, justru oknum wartawan tersebut mulai kepanasan ‘jenggot’.

Baca Juga : https://www.mediadinamikaglobal.id/2021/05/kades-timu-tuding-pelaksana-proyek.html

Sementara sejumlah foto yang di dokumentasi oleh awak media dari hasil pantauan langsung pada hari Minggu, (30/5/2021) pagi, adalah salah satu bukti dan fakta di lapangan yang tak terbantahkan. Lebih fatal lagi, bahwa ditengah kegiatan pelaksanaan mega proyek senilai Rp.3,4 miliyar tersebut, tak satu pun pihak petugas pengawas yang mengawasi jalannya pekerjaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut. 

Baca Juga : https://www.mediadinamikaglobal.id/2021/05/diduga-oknum-pemred-media-pelaksana.html

Artinya, ada indikasi kuat kongkalikong dengan oknum pengawas, lebih-lebih Pemerintah Daerah Kabupaten Bima sendiri yang terkesan tutup mata atas fakta yang terjadi di lapangan pada mega proyek Rp.3,4 miliyar tersebut. 

Hingga berita ini dipublish, pelaksana PT Graha Bima Konstruksi masih belum memberikan jawaban dan tanggapan resmi atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan saat ini.(Pimred MDG). 

Load disqus comments

0 komentar