Media Dinamika Global

Sabtu, 08 Agustus 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli “Kongkow-Kongkow”, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli dan kegiatan komunikasi sosial bersama masyarakat melalui kegiatan “kongkow-kongkow” di sejumlah desa binaan, Sabtu (8/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.




Di Desa Sari, Kecamatan Sape, Serda Junaidin selaku Babinsa melaksanakan patroli dan berdialog bersama warga sekitar pukul 19.30 WITA. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kamtibmas serta mempererat silaturahmi antarwarga agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.

Serda Junaidin juga mengingatkan warga agar menjauhi barang-barang terlarang, termasuk narkoba jenis sabu-sabu dan minuman beralkohol, karena dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Sementara itu, di Desa Naru, Kecamatan Sape, Sertu Syarif Hidayat melaksanakan patroli “kongkow-kongkow” sekitar pukul 20.00 WITA. Babinsa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan.

Perhatian khusus juga disampaikan kepada kalangan remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kegiatan negatif, seperti mengonsumsi minuman keras dan narkoba, yang tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga dapat berdampak terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan serupa dilaksanakan Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, sekitar pukul 20.30 WITA. Dalam pertemuan bersama para pemuda desa binaan, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, khususnya pada malam hari.

Sertu Jafar mengingatkan para pemuda agar menghindari konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu terjadinya berbagai persoalan dan mengganggu kenyamanan serta ketertiban masyarakat.

Kemudian, di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat sekaligus anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan patroli dan komunikasi bersama warga sekitar pukul 20.50 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Sahlan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kamtibmas. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan lingkungan pada malam hari guna mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi pencurian.

Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan atau mengalami permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kegiatan “kongkow-kongkow” yang dilaksanakan para Babinsa tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kepedulian bersama sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung dan humanis, Babinsa mengajak masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah berbagai bentuk kenakalan dan gangguan sosial sejak dini.(Team.MDG.03)

Momen H. Rifky Hermansyah Pimpin Upacara Pembukaan Diklat Laskar Gerindra Provinsi Banten


Banten, Media Dinamika Global.id.-- Anggota DPRD Provinsi Banten, H. Rifky Hermiansyah mewakili Ketua DPD Gerindra Banten Andra soni, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Banten yang digelar di Padepokan Garudayaksa Banten. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian para kader Gerindra kepada masyarakat.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Seluruh peserta menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk mengikuti rangkaian pendidikan yang dirancang sebagai bekal dalam membangun karakter kepemimpinan, loyalitas, serta jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Dalam amanatnya, H. Rifky Hermiansyah menegaskan bahwa Laskar Gerindra bukan sekadar organisasi kader, melainkan garda terdepan yang harus selalu hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap kader harus memiliki integritas, disiplin, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.

“Diklat ini bukan hanya melatih kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga membentuk karakter kader yang tangguh, berintegritas, serta siap mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Laskar Gerindra harus menjadi teladan dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Rifky, Jumat (3/7/2026).

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi dan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar nilai-nilai perjuangan Partai Gerindra dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Diklat Laskar Gerindra Provinsi Banten diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki loyalitas tinggi, jiwa kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Selain pembinaan mental dan ideologi, peserta juga akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, DPD Partai Gerindra Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus mencetak kader-kader yang berkualitas, militan, dan siap menjadi pelopor dalam membantu masyarakat serta mengawal perjuangan Partai Gerindra demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju.(Sekjend MDG)

DPD Gerindra NTB Gelar Rapat Panitia Persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global.id.--DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat panitia persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai, Sabtu (8/2), di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat.

Rencananya, DPD Partai Gerindra NTB akan merekrut ratusan Laskar Partai dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Para peserta nantinya akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan kader Laskar Partai Gerindra.

Diklat tersebut dirancang sebagai bekal bagi para kader untuk membangun karakter kepemimpinan, memperkuat loyalitas, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Laskar Gerindra, menurut jajaran DPD, bukan sekadar organisasi kader, tetapi juga menjadi garda terdepan partai yang harus senantiasa hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap kader Laskar Gerindra diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.

Melalui pelaksanaan Diklat ini, DPD Partai Gerindra NTB berharap lahir kader-kader Laskar Partai yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian yang kuat, sekaligus mampu menjadi bagian dari kekuatan partai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.(Sekjend MDG)

Perkuat Wawasan Kepecintaalaman, Kopa Mbojo Gelar Materi Ruang Bersama Sispala SMAN 1 Woha


WOHA, Media Dinamika Global.id. — Dalam upaya membangun generasi muda yang tangguh, terstruktur, dan berwawasan lingkungan, Komunitas Pecinta Alam (Kopa) Mbojo menggelar kegiatan pembekalan "Materi Ruang" bagi para anggota Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMAN 1 Woha pada Sabtu (8/8/2026).

Berlangsung di kompleks SMAN 1 Woha, kegiatan ini menjadi wadah edukasi krusial sebelum para anggota Sispala terjun langsung ke lapangan. Pembekalan dirancang komprehensif, mencakup landasan manajerial hingga pemahaman teknis giat alam bebas.

Fondasi Keorganisasian dan Kesadaran Lingkungan

Sesosok figur senior, Bang Fauzi, membuka sesi dengan pemaparan mendalam mengenai Keorganisasian. Beliau menekankan pentingnya struktur, tata kelola giat, serta soliditas tim sebagai pondasi utama sebelum menjalankan misi-misi kepecintaalaman.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh Kak Elsa & Bang Ocim yang membawakan materi seputar Kepecintaalaman, PPAT, serta SOSPED. Melalui pemaparan yang interaktif, keduanya mengajak peserta untuk memahami hakikat hubungan manusia dengan alam, etika petualangan, hingga pendekatan sosial-masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas alam bebas.

> "Menjadi pecinta alam bukan sekadar menaklukkan medan, melainkan bagaimana menjaga etika, memahami tata kelola organisasi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar."

Pendalaman Teknis: Rock Climbing & Caving

Tidak hanya berfokus pada ranah teoretis dan manajerial, Kopa Mbojo juga membekali peserta dengan pengetahuan teknis tingkat lanjut:

 * Rock Climbing (Panjat Tebing): Dipandu oleh Bang Rifky, peserta diajak memahami prinsip dasar keselamatan, penguasaan jalur, serta manajemen risiko saat beraktivitas di tebing terjal.

 * Caving (Penelusuran Gua): Disampaikan oleh Dae Zombi dan Bang Gin, materi ini mengupas tuntas karakteristik medan bawah tanah, etika penelusuran gua, hingga prosedur keselamatan kegelapan total (total darkness).

Selain pemaparan teori, para pemateri juga mengenalkan secara langsung berbagai alat-alat panjat tebing dan caving. Peserta diajarkan fungsi spesifik dari tiap instrumen keselamatan, tata cara perawatan alat, hingga peragaan teknik-teknik dasar pengoperasiannya.

Menyiapkan Generasi Petualang Terpelajar

Melalui kolaborasi edukatif ini, Sispala SMAN 1 Woha diharapkan tidak hanya memiliki keberanian fisik di lapangan, namun juga dibekali dengan naluri keselamatan yang kuat, pemahaman teknis yang presisi, serta jiwa kepemimpinan yang matang.

Kegiatan materi ruang ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, menegaskan komitmen Kopa Mbojo dalam mendampingi tumbuh kembang kader-kader pecinta alam muda di Bima.

~Oriza Sativa Nabatiyah

Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota Amankan Empat Pemuda diduga Terlibat Tindak Pidana Curat


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota mengamankan empat pemuda yang diduga terlibat tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Keempatnya masing-masing berinisial MF (15) dan RS (21), yang diduga melakukan pencurian. Sementara FE (22) dan DS (15) diduga membantu menjual barang hasil pencurian. Mereka sebelumnya diamankan di Polsek Ambalawi sebelum dijemput Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 bungkus rokok Age, 10 Raptor, 8 Dji Sam Soe, 3 Urban Mild, 2 Clas Mild, 1 Sampoerna Evolution, 1 Marlboro Merah, serta 10 saset susu Frisian Flag.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Mochamad Fikri Dafa Alfarez menjelaskan, pengamanan bermula dari koordinasi dengan Polsek Ambalawi terkait keberadaan para terduga pelaku dan barang bukti dugaan Curat.

Dalam interogasi awal, MF dan RS mengakui melakukan pencurian. Sementara FE dan DS mengakui membantu menjual barang yang diduga berasal dari hasil pencurian.

Keempat terduga bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mako Polres Bima Kota untuk menjalani penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Polres Bima Kota menegaskan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

DPD Gerindra NTB Persiapkan Diklat Laskar Partai


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global.id.--DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat panitia persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai, Sabtu (8/2), di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat.

Rencananya, DPD Partai Gerindra NTB akan merekrut ratusan Laskar Partai dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Para peserta nantinya akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan kader Laskar Partai Gerindra.

Diklat tersebut dirancang sebagai bekal bagi para kader untuk membangun karakter kepemimpinan, memperkuat loyalitas, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Laskar Gerindra, menurut jajaran DPD, bukan sekadar organisasi kader, tetapi juga menjadi garda terdepan partai yang harus senantiasa hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap kader Laskar Gerindra diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.

Melalui pelaksanaan Diklat ini, DPD Partai Gerindra NTB berharap lahir kader-kader Laskar Partai yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian yang kuat, sekaligus mampu menjadi bagian dari kekuatan partai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.(Sekjend MDG)

DPD Gerindra NTB Matangkan Persiapan Diklat Laskar Partai


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global.id.--DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat panitia persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai, Sabtu (8/2), di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat.

Rencananya, DPD Partai Gerindra NTB akan merekrut ratusan Laskar Partai dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Para peserta nantinya akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan kader Laskar Partai Gerindra.

Diklat tersebut dirancang sebagai bekal bagi para kader untuk membangun karakter kepemimpinan, memperkuat loyalitas, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Laskar Gerindra, menurut jajaran DPD, bukan sekadar organisasi kader, tetapi juga menjadi garda terdepan partai yang harus senantiasa hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap kader Laskar Gerindra diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.


Melalui pelaksanaan Diklat ini, DPD Partai Gerindra NTB berharap lahir kader-kader Laskar Partai yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian yang kuat, sekaligus mampu menjadi bagian dari kekuatan partai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.(Sekjend MDG)

Police Go To School, Polsek Asakota Berikan Edukasi Bahaya Narkoba, Tertib Berlalu Lintas dan Anti-Bullying di SMA Muhammadiyah.


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang disiplin, taat hukum, dan berakhlak baik, Polsek Asakota Polres Bima Kota kembali melaksanakan program Police Go To School di SMA Muhammadiyah Kota Bima, Jumat (7/8/2026) pukul 08.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah Kota Bima tersebut diikuti oleh para siswa-siswi dan dewan guru. Program ini menjadi sarana edukasi bagi pelajar dalam meningkatkan kesadaran hukum serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan pembinaan kepada para siswa mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi kalangan remaja.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Asakota mengimbau seluruh siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba karena selain melanggar hukum, juga dapat merusak kesehatan dan menghancurkan masa depan. Ia juga mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam membantu kepolisian dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Selain itu, Kapolsek memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Para siswa yang telah menggunakan kendaraan bermotor diminta untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara, serta menghindari penggunaan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama saat beristirahat maupun beribadah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial. Siswa diimbau untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau belum diketahui sumbernya, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun penyebaran hoaks di tengah masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., berharap kegiatan Police Go To School dapat meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.

Melalui kegiatan ini, Polres Bima Kota ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi agar mereka menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, tertib berlalu lintas, bijak bermedia sosial, bebas narkoba, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.(Sekjend MDG)

Jadi Pemimpin Harus Melewati Keseriusan dan Khidmat Dalam Keyakinan


Ditulis: Heru Subagia Pengamat Politik 

Jawa barat, Media Dinamika Global.id.-- Usulan sayembara menangkap koruptor yang sebelumnya dilontarkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini bergeser menjadi ujian atas keberanian politiknya.

Pengamat Politik Heru Subagia menilai, isu tersebut tidak lagi sekadar kritik terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi, tetapi telah menjadi momentum untuk menguji sejauh mana Dedi Mulyadi berani mengambil sikap ketika persoalan korupsi bersinggungan dengan kekuasaan dan aparat penegak hukum.

Keberanian Dedi Mulyadi selama ini dalam merespons berbagai persoalan publik semestinya juga ditunjukkan ketika berhadapan dengan persoalan korupsi yang dinilai jauh lebih serius dibanding kejahatan jalanan.

Nyali Berantas Korupsi Gadjah

Pemberantasan korupsi tidak bisa hanya diarahkan kepada pelaku kejahatan kelas teri, sementara korupsi yang merampas uang rakyat dalam jumlah besar justru tidak mendapatkan perhatian yang sama.

Nyali dan keputusan besar Kang Dedi untuk merespon apa yang menjadi kehendak masyarakat, khususnya isu korupsi, saat ini sudah menyangkut penegak hukum itu sendiri sebagai pemain dan juga penerima dari korupsi itu sendiri.

Setidaknya warga masih menunggu respons konkret dari Dedi Mulyadi. Pasalnya, hingga saat ini belum ada jawaban tegas dari orang nomor satu di Jawa Barat itu terhadap tantangan yang diajukan.

Rakyat bahkan mempertanyakan apakah Dedi Mulyadi benar-benar bersedia mengambil posisi berhadapan dengan koruptor kelas kakap, bukan sekadar tampil keras dalam persoalan yang menyentuh masyarakat kecil.

Pertanyaannya, Apakah KDM berani atau tidak berhadapan dengan koruptor kelas kakap yang nyata-nyata saat ini menjadi perhatian masyarakat, bukan hanya masyarakat Jawa Barat.

Mempertahankan Kredibilitas dan Elektabilitas 

Pertanyaan tersebut terdai berat dan menjebak bagi siapapun yang hanya coba -coba bermain Pencitraan di permukaan saja. Menjadi penting karena Dedi Mulyadi tidak hanya memiliki posisi sebagai kepala daerah, tetapi juga figur politik dengan tingkat popularitas dan elektabilitas yang disebut-sebut tinggi untuk kontestasi politik nasional.

Berdasarkan data survei SMRC terbaru, menilai angka elektabilitas 35 persen yang dikaitkan dengan peluang Dedi Mulyadi menuju Pilpres 2029 tidak semestinya menjadi sekadar modal politik, melainkan harus diikuti tanggung jawab moral dan keberanian mengambil sikap atas persoalan publik.

Apabila Dedi Mulyadi ingin mempertahankan citra sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan berani mengambil tindakan, maka isu pemberantasan korupsi harus menjadi salah satu medan pembuktian.

Apakah KDM mau 

mempertanggungjawabkan elektabilitas 35 persen sebagai Capres 2029 sebagai bagian tanggung jawab moral politik, etika, dan konsekuensi logis dari kerja-kerja yang mungkin bisa dikatakan sebagai kerja pencitraan?

Sasaran Kelas Teri' 

Kritik keras berangkat dari ketimpangan yang selama ini kerap terlihat dalam penanganan kejahatan. Masyarakat kecil dapat dengan mudah menjadi sasaran penindakan ketika melakukan pencurian, mengedarkan obat terlarang, atau melakukan kejahatan jalanan. 

Namun, ia menekankan, persoalan menjadi berbeda ketika berhadapan dengan korupsi yang melibatkan kekuasaan, anggaran, dan kepentingan besar.

Padahal, korupsi memiliki dampak yang jauh lebih luas. Uang yang dikorupsi bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan anggaran yang seharusnya kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, maupun program sosial.

Koorupsi menjadi momok, sebuah tindakan yang menghina sehina-hinanya masyarakat hingga melumpuhkan serta merampas hak-hak dari dana, anggaran, dan berbagai program kebijakan yang seharusnya dibiayai oleh uang rakyat melalui multi pajak yang dibayarkan.

Fokus Persoalkan Fundamental 

Lebih lanjut, ia menuturkan, berbagai aksi Dedi Mulyadi yang kerap mendapat perhatian luas publik menunjukkan kapasitasnya untuk membangun komunikasi politik yang kuat. Namun, popularitas dan keberanian tampil di ruang publik harus dibuktikan pula melalui keberanian menghadapi persoalan yang lebih fundamental.

Tidak mempersoalkan kewenangan Dedi Mulyadi sebagai gubernur yang memiliki batas-batas tugas dan fungsi. Namun, ketika seorang kepala daerah memilih masuk ke berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, dirinya menilai publik juga berhak meminta konsistensi.

Memang KDM saat ini mengemban amanat sebagai Gubernur Jawa Barat dan menjalankan kerja sesuai tupoksinya. Tetapi ada juga tindakan-tindakan yang dirasakan sebenarnya tidak berada dalam koridor posisinya sebagai gubernur.

Kesempatan Pembuktian 

Keberanian Dedi Mulyadi menyentuh berbagai persoalan sosial selama ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Karena itu, ketika isu korupsi mencuat sebagai persoalan yang lebih besar dan menyangkut kepentingan publik, publik dinilai memiliki alasan untuk menuntut keberanian yang sama.

Rakyat masih sabar dan toleran hingga memberikan kesempatan kepada Dedi Mulyadi untuk menjawab tantangan tersebut.

Bukan sekadar apakah gubernur mau ikut dalam pemberantasan korupsi, tetapi apakah ia berani menunjukkan keberpihakan ketika yang dihadapi koruptor kelas kakap.

Diamnya seorang figur politik terhadap isu besar yang sudah menjadi perhatian publik pada akhirnya dapat menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi antara citra politik, keberanian, dan tindakan nyata.

Kalau akhirnya KDM tidak mampu berkata satu patah kata pun berkaitan dengan urusan pemberantasan korupsi, masyarakat tentu akan menilai sendiri.

Melampaui Ekspetasi 

Isu sayembara menangkap koruptor kini telah berkembang melampaui sekadar wacana atau letupan kritik dari masyarakat. Persoalan tersebut telah menjadi semacam tuntutan moral agar figur yang memiliki kekuatan politik menunjukkan keberpihakan terhadap agenda pemberantasan korupsi.

Publik tidak cukup hanya disuguhi kerja-kerja yang viral. Masyarakat membutuhkan bukt, popularitas politik juga memiliki konsekuensi berupa keberanian mengambil sikap terhadap persoalan yang menyentuh kepentingan rakyat.

Viralnya himbauan Dedi Mulyadi tanggap Koruptor kelas kakap i bukan hanya sebatas partisipasi wong cilik di media, bukan hanya sebatas keprihatinan warga Jabar, tetapi menjadi sebuah mandat moral seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Jawa Barat,

Bukan Kucing Garong 

Dalam diksi terakhir,polemik ini menempatkan Dedi Mulyadi pada satu pertanyaan sederhana namun berat: apakah keberanian politiknya berhenti pada isu-isu yang mudah mendapatkan sorotan publik, atau benar-benar diuji ketika harus berhadapan dengan korupsi dan kekuatan yang berada di belakangnya?

Pasalnya, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah berbagai citra keberanian yang selama ini melekat pada Dedi Mulyadi benar-benar memiliki fondasi integritas dan komitmen politik. 

Dedy Mulyadi tentunya akan menolak disebutkan aksi -akao viral selama ini tidak lebih persis yang dilakukan oleh "Kucing Garong ''. Representasi kondisi Dedi Mulyadi yang lebih banyak bersensasi dan bersandiwara di atA panggung jogetan.

Diakhir tulisan ini ditekankan bola bemberantasan korupsi bukan hanya persoalan hukum. Menjadi ukuran keberpihakan kekuasaan terhadap uang rakyat.

Ketika seorang pemimpin dituntut memilih, diam atau berdiri di garis depan pemberantasan korupsi, publik pada akhirnya akan mencatat pilihan politik Tersebut.(Sekjend MDG)

Proses Pengambilan Keputusan Berjalan Lancar Wahrul Fauzi Silalahi, Pimpin Karang Taruna Provinsi Lampung Priode 2026-2031.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Melalui kesepakatan bersama yang disyahkan secara aklamasi oleh seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H. resmi dipercaya menduduki kursi Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung untuk masa bakti 2026–2031, Sabtu 08 Agustus 2026.
 
Keputusan tersebut diambil sebagai wujud persatuan dan kesepahaman seluruh elemen pemuda di Lampung, dengan harapan kepemimpinan baru mampu membawa Karang Taruna semakin kokoh, mandiri, dan semakin bermanfaat hingga ke tingkat desa dan dusun.
 
Di sahkan Secara Aklamasi, Wujud Persatuan Pemuda Lampung
 
Proses pengambilan keputusan berjalan lancar dan penuh semangat. Seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung secara bulat menyepakati dan menyatakan secara aklamasi pencalonan Wahrul Fauzi Silalahi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung periode mendatang. Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan persatuan menjadi modal utama untuk membangun organisasi ke depan.
 
Dalam sambutannya setelah disyahkan, Wahrul Fauzi Silalahi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan.
 
"Terima kasih saya ucapkan atas segala doa dan dukungan dari para Ketua Kabupaten/Kota, para mantan pemimpin, para senior, dan seluruh kawan-kawan aktivis. Amanah ini tidak pernah terpikirkan oleh saya, namun karena kebersamaan dan keyakinan kita bersama, maka saya siap mengembannya," ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
 
Komitmen Turun ke Bawah, Sentuh Pemuda di Desa-desa
 
Ketua terpilih menegaskan visi dan arah pergerakan ke depan: Karang Taruna harus kembali ke akarnya.
 
"Kita sadari bersama, Karang Taruna tumbuh secara organik di setiap RT, di setiap dusun, di setiap kampung. Maka tidak ada jalan lain mari kita turun ke bawah. Kita sentuh mereka, kita dengar aspirasi mereka, kita berjuang bersama kawan-kawan kita di desa-desa," tegas Wahrul.
 
Ia juga menyampaikan rencana silaturahmi menyeluruh ke seluruh wilayah Lampung. Tak lama setelah pelantikan, ia akan berkeliling menyambangi Karang Taruna Kabupaten/Kota satu per satu mulai dari Lampung Barat, Mesuji, Way Kanan, Tanggamus, Pringsewu, Kota Metro, hingga Lampung Selatan guna menyatukan langkah dan menyusun program kerja yang nyata dan menyentuh masyarakat. 
 
Amanah Bersama, Kejayaan Karang Taruna Adalah Milik Kita Semua
 
Wahrul menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah, bukan kekuasaan semata. Oleh karena itu, perjuangan dan kemajuan organisasi tidak bisa dijalankan sendirian melainkan harus diperjuangkan secara bersama-sama oleh seluruh jajaran.
 
"Mari kita bangun bersama, kita perkuat bersama, dan kita kembalikan kejayaan Karang Taruna di Provinsi Lampung ini. Dengan niat yang sama, semangat yang sama, jiwa yang sama Insya Allah Karang Taruna Lampung akan semakin baik dan semakin hebat," tandasnya.
(Fs/Red)