Media Dinamika Global

Kamis, 30 Juli 2026

Presiden Prabowo Menuju Batang dengan KA Nusantara Explorer, Dukung Inovasi Perkeretaapian dan Pariwisata Nasional


Jawa Tengah, Media Dinamika Global.id.-- Usai meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya menuju Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/07/2026). Berbeda dari biasanya, kali ini Kepala Negara memilih melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api, yakni KA Nusantara Explorer.

Rangkaian KA Nusantara Explorer membawa Presiden bersama rombongan terbatas menyusuri jalur pantai utara Jawa menuju Kabupaten Batang. Sepanjang perjalanan, hamparan sawah, kawasan permukiman, hingga aktivitas masyarakat di sepanjang lintasan menjadi pemandangan yang menemani perjalanan Kepala Negara.

Penggunaan KA Nusantara Explorer memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya mengedepankan konektivitas, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan mampu mendukung pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah.

Setibanya di Kabupaten Batang, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri Akad Massal 62 Ribu Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang. 

Sumber: BPMI Setpres

HUT Ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Ir || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan menuju terwujudnya Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) ke-27 Tahun 2026 di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Kamis 30 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa dari berbagai kunjungan yang dilakukannya ke kabupaten, kecamatan, hingga pelosok desa di Lampung, ia menangkap satu harapan yang sama dari masyarakat, yaitu hadirnya rasa aman dan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

"Masyarakat kita sebenarnya tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin pemerintah mampu menghadirkan rasa aman dan membuka lebih banyak harapan," ujarnya.

Menurutnya, rasa aman merupakan fondasi utama pembangunan dimana keamanan akan melahirkan kepercayaan masyarakat, mendorong investasi, menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengalaman para purnawirawan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk mendukung pembangunan daerah.

Ia menilai, meski telah memasuki masa purna tugas, semangat pengabdian para Bhayangkara tidak pernah berakhir.

"Pangkat boleh berakhir, tetapi saya yakin semangat mengabdi itu tidak pernah selesai. Karena sejak muda Bapak-Ibu telah dididik untuk mencintai negara, ingin negara ini aman, tenteram, dan masyarakatnya terlindungi," ungkapnya.

Gubernur Mirza juga mengajak seluruh keluarga besar PP Polri untuk bersama-sama mendukung visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah berfokus pada peningkatan investasi, penguatan ekonomi desa melalui koperasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan berkeadilan.

Seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para purnawirawan Polri yang memiliki pengalaman dan jejaring luas di tengah masyarakat.

"Lampung tidak bisa maju sendiri. Kita harus membangun dengan semangat bersama, gotong royong, kolaborasi, dan saling menguatkan," ujarnya.

Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa tantangan saat ini bukan hanya persoalan keamanan konvensional, tetapi juga penyebaran hoaks, provokasi, dan perpecahan di ruang digital.

Untuk itu, ia berharap para purnawirawan tetap hadir sebagai penyejuk dan penjaga persatuan di tengah masyarakat.

"Saya berharap Purnawirawan Polri terus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Pengalaman para purnawirawan akan menjadi bekal berharga dalam membangun kesadaran akan kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat," katanya.

Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh purnawirawan Polri yang tetap memilih mengabdi kepada bangsa meskipun telah menyelesaikan masa dinasnya.

"Bangsa ini tidak hanya dibangun oleh mereka yang masih bertugas. Bangsa ini berdiri kokoh karena mereka yang tetap memilih mengabdi bahkan setelah tugas selesai," tegasnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan masyarakat Lampung, Gubernur Mirza mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-27 kepada seluruh keluarga besar PP Polri.

"Semoga organisasi ini akan semakin solid, semakin bermanfaat, dan terus menjadi wadah pengabdian bagi para insan Bhayangkara yang telah menuntaskan tugas kedinasannya," pungkasnya..

Sementara itu, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto mengatakan tema HUT ke-27 PP Polri, "Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri Presisi",

Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun.

Pengalaman, integritas, dan keteladanan para purnawirawan tetap menjadi kekuatan moral yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

"Semangat 'Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara' adalah bukti bahwa pengabdian Bapak dan Ibu tidak berkurang sedikit pun, melainkan hadir dalam wujud yang lebih luas dan menyejukkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat," ujarnya.

Sumarto mengajak seluruh keluarga besar PP Polri Daerah Lampung untuk terus menjadi mitra strategis Polda Lampung dalam menjaga keamanan, mempererat persatuan, serta memberikan teladan bagi generasi penerus Polri.

Ketua PP Polri Daerah Lampung Brigjen Pol. (Purn.) Muhammad Ikhsan mengatakan bahwa para purnawirawan akan terus menjaga komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Pensiun hanyalah masalah administrasi. Namun tanggung jawab moral untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, mendukung stabilitas keamanan, serta mengawal setiap program pembangunan pemerintah daerah adalah kewajiban yang dibawa hingga akhir hayat," ujarnya.

Ikhsan menjelaskan bahwa PP Polri Daerah Lampung saat ini memiliki 2.745 anggota yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Untuk memperkuat pelayanan organisasi, Ikhsan berharap adanya dukungan pembangunan kantor sekretariat permanen yang dapat difungsikan sebagai pusat koordinasi, pelayanan purnawirawan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta simbol sinergi antara PP Polri, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Polda Lampung.

Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung dan Kapolda Lampung atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin selama ini.

Ia menegaskan komitmen PP Polri untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Lampung yang aman, maju, dan sejahtera.

"Kami siap berdiri bersama Bapak-Bapak sekalian demi mewujudkan Lampung yang aman, maju, dan sejahtera," pungkasnya.(Fs/Red) 

Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Pemusatan Pendidikan Dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Lampung Tahun 2026.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Lampung Tahun 2026 pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Teknis yang dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh, di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Kesbangpol Provinsi Lampung, Kamis 30 Juli 2026.

Rapat diikuti unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), perangkat daerah terkait, Dinas Kesehatan, Biro Umum, Satpol PP, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, serta perwakilan kabupaten/kota.

Dalam arahannya, Achmad Saefulloh menegaskan bahwa seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan Pusdiklat dan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan tertib, aman, dan khidmat. Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pengamanan, pelayanan kesehatan, dokumentasi, hingga kebutuhan teknis pelatihan.

Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar pelaksana upacara kenegaraan, melainkan simbol semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

"Jangan melihat kegiatan ini hanya sebagai sebuah upacara. Di balik setiap prosesi pengibaran bendera terdapat nilai perjuangan, pengorbanan, disiplin, dan kecintaan kepada bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," tegasnya.

Ia juga meminta agar pengelolaan perlengkapan Paskibraka dilakukan sesuai ketentuan administrasi barang milik daerah. Seluruh perlengkapan yang menjadi aset pemerintah tetap harus dijaga dengan baik melalui mekanisme peminjaman sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Pada aspek pelatihan, Achmad mengingatkan para pelatih untuk memaksimalkan waktu pembinaan mengingat masa pemusatan latihan tahun ini lebih singkat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, strategi latihan harus disusun secara efektif tanpa mengurangi kualitas pembentukan karakter, disiplin, maupun kemampuan teknis para anggota Paskibraka.

Ia juga meminta agar kondisi kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Mengingat cuaca yang cenderung panas dan berpotensi memengaruhi stamina peserta, pola latihan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pada beberapa hari pertama, sebagian materi pembinaan akan dilaksanakan di dalam ruangan sebelum latihan penuh dilakukan di lapangan terbuka.

"Kita tidak ingin memaksakan kondisi fisik peserta. Stamina mereka harus dijaga sehingga mampu mengikuti seluruh tahapan latihan hingga pelaksanaan pengibaran bendera," ujarnya.

Kesbangpol Provinsi Lampung juga menggandeng Dinas Kesehatan beserta rumah sakit mitra untuk memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung. Tim medis, ambulans, obat-obatan, vitamin, hingga pelayanan kesehatan selama masa pemusatan latihan akan disiapkan guna menjamin keselamatan seluruh peserta maupun pelatih.

Selain itu, pengamanan peserta selama berada di penginapan maupun lokasi latihan menjadi perhatian serius. Satpol PP bersama unsur pengamanan lainnya akan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, termasuk pengamanan bendera pusaka menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus.

Di bidang publikasi, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung diminta menyiapkan dokumentasi secara maksimal, baik berupa foto, video, maupun penggunaan wahana udara tanpa awak (drone). Dokumentasi tidak hanya difokuskan pada prosesi upacara, tetapi juga proses pembinaan, latihan, hingga aktivitas keseharian peserta sebagai bagian dari edukasi publik mengenai pembentukan karakter Paskibraka.

Achmad Saefulloh juga mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan peserta Paskibraka utusan daerah masing-masing berada dalam kondisi sehat, melengkapi seluruh administrasi yang dipersyaratkan, serta memberikan pendampingan sejak keberangkatan hingga kepulangan peserta.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung mengajak seluruh pihak memberikan dukungan dan doa kepada wakil Provinsi Lampung yang mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional agar mampu mengharumkan nama daerah pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XII/Raden Intan, Kolonel Infanteri Tryono menyampaikan sejumlah arahan dan masukan terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh panitia dalam mendukung kelancaran pemusatan pendidikan dan pelatihan maupun pelaksanaan upacara kenegaraan.

Melalui koordinasi yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pelaksanaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Tahun 2026 serta upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung sukses, khidmat, dan menjadi momentum penguatan semangat nasionalisme bagi generasi muda Lampung.
( Fs/Red) 

Sepuluh Pertanyaan Tak Dijawab, Plt Kadisdikbud Bandar Lampung Bungkam Soal Rangkap Bendahara BOS Dan Tiga Puluh Sekolah Dipimpin Plt.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Sorotan terhadap tata kelola pendidikan di Kota Bandar Lampung terus menguat. Setelah sebelumnya Pemerhati Pendidikan sekaligus Anggota Dewan Pakar Forum Literasi Lampung, Gunawan Handoko, serta Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan kritik dan meminta pembenahan terkait rangkap jabatan bendahara BOS serta masih banyaknya sekolah yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt), hingga kini Pemerintah Kota Bandar Lampung belum memberikan penjelasan resmi.

Bahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Dr. M. Nur Ramdhan, SE., M.Acc., AAP., AK., CA., belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan tim media ini.

Tim media ini mengirimkan 10 pertanyaan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (29/7/2026) terkait pengelolaan Dana BOS/BOSP, rangkap jabatan bendahara BOS oleh guru maupun kepala sekolah, hingga persoalan sekitar 30 SD dan SMP Negeri yang disebut masih dipimpin Plt kepala sekolah. Hingga Kamis (30/7/2026), pesan berstatus terkirim, namun belum memperoleh jawaban.

Sepuluh pertanyaan tersebut antara lain menyangkut apakah Dinas Pendidikan mengetahui adanya praktik rangkap jabatan bendahara BOS/BOSP, apakah praktik tersebut sesuai ketentuan, penyebab masih adanya sekolah yang belum memiliki bendahara khusus, langkah evaluasi yang akan dilakukan, hingga target pengangkatan kepala sekolah definitif di sekolah-sekolah yang masih dipimpin Plt.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan pendataan dan evaluasi terhadap sekolah yang masih menugaskan guru sebagai Bendahara BOS.

Menurut Asroni, guru seharusnya dapat lebih fokus menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik, sementara pengelolaan keuangan sekolah perlu dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar meminimalkan risiko administrasi maupun persoalan hukum.

Di sisi lain, Pemerhati Pendidikan Gunawan Handoko juga menyoroti masih adanya puluhan sekolah yang dipimpin Plt kepala sekolah. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian karena berkaitan dengan efektivitas tata kelola dan kepemimpinan di lingkungan sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung maupun Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan tim media ini.

Tim media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Apabila di kemudian hari terdapat penjelasan resmi atau klarifikasi, maka akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan lanjutan sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik. ( Fs/Red) 

Seleksi Paskibraka 2026, Siswa-Siswi SMKs Al-ikhlas Mbojo Putra-Putri Terbaik untuk Persiapan Upacara HUT Kemerdekaan RI Nanti


Donggo, Media Dinamika Global.id.– Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serka Sudirman dan Letu Syafrudin Koramil Donggo, menggelar kegiatan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Siswa siswi SMKs Al-Ikhlas Mbojo di Kecamatan Donggo Tahun 2026 pada Kamis (30/7/2026) bertempat di halaman sekolah setempat.


Kegiatan seleksi ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari SMKs Al-Ikhlas Mbojo yang ada di wilayah Kecamatan Donggo. Seluruh peserta hadir dengan penuh semangat dan antusias untuk mengikuti tahapan seleksi sebagai langkah awal menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Seleksi Paskibraka merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaring generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik yang baik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang tinggi. Selama proses seleksi, para peserta akan melalui berbagai tahapan penilaian, mulai dari pemeriksaan administrasi, penilaian postur tubuh, kesehatan, kemampuan dasar baris-berbaris, hingga aspek kedisiplinan dan sikap.

Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, nantinya akan dipilih siswa-siswi terbaik untuk menjadi anggota Paskibraka Kecamatan Donggo Tahun 2026. Mereka yang dinyatakan lolos akan mengikuti latihan secara intensif dan terjadwal sebagai persiapan sebelum menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Donggo.

Dalam sambutannya, Syarifudin Koramil Donggo, menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan Paskibraka tidak hanya bergantung pada peserta, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pihak sekolah.

“Kami berharap bapak dan ibu guru yang siswanya terpilih dapat terus berkoordinasi serta membantu menjaga kedisiplinan mereka selama proses latihan. Kami juga berharap sekolah SMKs Al-Ikhlas Mbojo, dapat memberikan dispensasi agar para peserta dapat mengikuti seluruh jadwal latihan dengan baik, sehingga mereka dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka secara maksimal pada peringatan 17 Agustus nanti,” ujarnya.


seleksi persiapan siswa siswi untuk persiapan menjadi anggota paskibraka tahun 2026. di Lapangan sepak bola Smks Al Ikhlas Mbojo, oleh pelatih dari Komando Rayon Militer (KORAMIL) 1608. Bima, Serka Sudirman dan Letu Syarifudin.

menyampaikan kepada calon peserta paskib untuk disiplin dan taat pada peraturan, serta menjaga kekompakan dalam menempuh latihan.


Melalui pelaksanaan seleksi ini, serka Sudirman dan letu Syarifudin Koramil Donggo berharap akan lahir Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi pelajar lainnya, serta turut menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda. Kehadiran Paskibraka diharapkan tidak hanya menyukseskan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi simbol semangat persatuan, kedisiplinan, dan pengabdian bagi bangsa dan negara.(Sekjend MDG)

SPPG Bima Sape Sangia Ambarata Sajikan Menu Bergizi pada Kamis, 30 Juli 2026


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Sangia Ambarata kembali menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat pada Kamis (30/7/2026). Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, ayam krispi, tahu goreng, sambal tomat, sayur sop berisi wortel, kentang, dan kol, serta pelengkap berupa buah apel dan susu.

Dalam pendistribusiannya, terdapat perbedaan pelengkap menu sesuai kelompok penerima manfaat. Porsi untuk guru dilengkapi dengan buah apel, sedangkan porsi untuk siswa dan penerima manfaat di Posyandu dilengkapi dengan susu.

Penyediaan menu tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi seluruh penerima manfaat. Kombinasi makanan pokok, lauk, sayuran, buah, dan susu diharapkan dapat mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta meningkatkan semangat belajar bagi siswa dan produktivitas para guru.

Melalui penyajian menu yang beragam dan bergizi setiap hari, SPPG Bima Sape Sangia Ambarata terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sesuai dengan sasaran program yang telah ditetapkan.(Team.MDG.03)

Abdul Rauf ST, M.M, DPRD: Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat


Wera NTB, Media Dinamika Global.id. – Abdul Rauf DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi maupun kelengkapan fasilitas, tetapi terutama oleh profesionalisme, integritas, dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat. Karena itu, setiap penyelenggara pelayanan publik dituntut menjadikan evaluasi sebagai instrumen perbaikan, bukan sesuatu yang ditakuti.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda saat membuka Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Abdul Rauf DPRD Perwakilan Provinsi NTB di Gedung Serbaguna Wera Sangiang Kabupaten Bima, (15-17 juli tahun 2026).

Menurut Abdul Rauf fraksi partai demokrat, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen terus membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Penilaian yang dilakukan Ombudsman harus dipandang sebagai cermin untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Evaluasi administrasi jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kualitas pelayanan publik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni profesionalisme, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Konsep pelayanan publik harus mengedepankan profesionalisme, integritas, serta mengutamakan nurani dan akal sehat dalam melayani masyarakat," katanya.

Menurut Abdul Rauf, transformasi digital dan kemajuan teknologi memang menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti pelayanan publik.

"Kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan sentuhan kemanusiaan. Senyuman, kesediaan mendengar, kemauan membantu, dan kemampuan memberikan kepastian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi," tegasnya.

Abdul Rauf DPRD provinsi NTB Fraksi Partai Demokrat, berharap seluruh perangkat daerah menjadikan hasil penilaian Ombudsman sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya praktik maladministrasi.

"Saya berharap melalui sosialisasi ini kualitas pelayanan publik di NTB semakin meningkat, bebas dari maladministrasi, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Rauf DPRD Provinsi NTB, menjelaskan bahwa penilaian penyelenggaraan pelayanan publik bertujuan mendorong setiap instansi pemerintah terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penilaian tidak hanya mengukur tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan, tetapi juga menilai kualitas proses pelayanan, persepsi masyarakat terhadap potensi maladministrasi, serta efektivitas pengelolaan pengaduan di setiap instansi.

"Penilaian ini merupakan instrumen untuk mendorong penyelenggara pelayanan publik terus melakukan perbaikan sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan memenuhi harapan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi diikuti sekitaran berbagai lembaga masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Abdul Rauf DPRD Provinsi NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, pelayanan sosialisasi publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar administrasi, tetapi juga dari hadirnya aparatur yang berintegritas, mampu memberikan kepastian, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap layanan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, evaluasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan birokrasi yang semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Apakah dibawah kepemimpinan ini, daerah provinsi NTB akan benar-benar berubah menjadi lebih baik, itulah perubahan yang sesungguhnya ditunggu dan dijanjikan kepada rakyat.(Sekjend MDG)

MURID SMAN 2 KOTA BIMA TERIMA BANTUAN ATK DARI DIKPORA NTB


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Murid SMAN 2 Kota Bima menerima bantuan Alat Tulis Kantor (ATK) dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam menunjang kebutuhan belajar murid. Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan dan membantu murid memperoleh sarana belajar yang memadai, rabu 29 juli 2026.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di lingkungan SMAN 2 Kota Bima dan diserahkan secara langsung kepada para siswa. Kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Hadijah, S.Pd, yang menyampaikan bantuan kepada murid penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Hadijah, S.Pd mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB melalui DIKPORA NTB atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan, khususnya kepada para murid SMAN 2 Kota Bima.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa untuk menunjang proses belajar mengajar. Semoga menjadi motivasi bagi mereka agar semakin semangat meraih prestasi,” ujarnya.

Para murid menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Selain meringankan kebutuhan perlengkapan belajar, bantuan ATK juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.

Melalui sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan, SMAN 2 Kota Bima terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkualitas, serta mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Sekjend MDG)

Empat Akun Facebook Dilaporkan Ke Polisi atas Dugaan Penghinaan terhadap Ulama di Sape


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Empat akun Facebook dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penghinaan terhadap ulama di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Kamis (30/7/2026). Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua Aliansi Masyarakat Sape Peduli Ulama, Mukhlis, sebagai bentuk respons atas dugaan unggahan yang dinilai mencemarkan kehormatan ulama.


Aliansi menyebut dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026). Dalam laporan yang disampaikan kepada kepolisian, empat akun Facebook, yakni Mery Beby Aleaka Midwifery, Viraz Bhawel, Roro Maharani, dan Salimah Herman, disebut sebagai pihak yang diduga mengunggah konten yang dianggap menghina ulama.

Selain melaporkan dugaan tersebut, aliansi juga mencantumkan sejumlah warga sebagai saksi untuk mendukung proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Kami melaporkan kasus ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat dan pemuda untuk menjaga nama baik, marwah, serta kehormatan ulama," ujar salah seorang perwakilan Aliansi di Mapolsek Sape.

Sebagai bentuk pengawalan terhadap proses penanganan laporan, Aliansi Masyarakat Sape Peduli Ulama berencana menggelar konvoi di wilayah Kecamatan Sape pada Sabtu mendatang. Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA dengan titik kumpul di depan Mapolsek Sape.

Koordinator Lapangan Abdul Munir dan Humas Aksi Aminullah menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan laporan yang telah diajukan. Mereka juga menyampaikan bahwa surat tembusan laporan telah dikirimkan kepada Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Kapolda Nusa Tenggara Barat, dan Danrem 162/Wira Bhakti.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. Sementara itu, pihak-pihak yang disebut dalam laporan juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas dugaan yang disampaikan oleh pelapor.

(Tim MDG.03)

Pengabdian Guru SMAN 2 Kota Bima Tanpa Batas


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di antara riuh pagi yang membangunkan harapan, hadirlah seorang guru dengan langkah penuh ketulusan. Tak berselimut kemewahan, tak berhias gemerlap penghargaan, namun jiwanya memancarkan cahaya yang tak pernah padam.

Ia datang membawa sekeping mimpi, dititipkan kepada anak-anak negeri. Dengan spidol yang tergenggam di jemari, ia menulis masa depan di atas papan kehidupan, huruf demi huruf, makna demi makna.

Guru adalah hujan yang tak pernah meminta langit mengingat namanya,

namun selalu rela membasahi bumi agar benih-benih tumbuh menjadi pohon kehidupan.Ia adalah lilin yang membakar dirinya sendiri, agar setiap anak menemukan jalan di tengah gelapnya zaman.

Betapa banyak peluh yang jatuh tanpa tepuk tangan, betapa banyak doa yang dipanjatkan tanpa seorang pun mendengarnya. Di balik senyumnya, tersimpan kelelahan.

Di balik ketegasannya, bersemayam kasih sayang. Di balik nasihatnya, mengalir cinta yang tak pernah meminta balasan.

Seorang guru mengajarkan lebih dari sekadar membaca dan berhitung.

Ia mengajarkan arti kejujuran ketika dunia mulai tergoda oleh kepalsuan.

Ia mengajarkan keberanian ketika banyak hati memilih menyerah.

Ia menanamkan akhlak ketika ilmu tanpa budi mulai kehilangan arah.

Tak semua jasa dapat dihitung dengan angka. Tak semua pengorbanan dapat dibalas dengan penghargaan. Sebab pengabdian seorang guru adalah ibadah yang melintasi batas ruang dan waktu.

Jejak langkahnya mungkin hilang diterpa hujan, namun jejak ilmunya akan tetap hidup dalam setiap keberhasilan murid-muridnya.

Ketika seorang dokter menyelamatkan kehidupan, di sana ada guru yang dahulu mengajarinya membaca. Ketika seorang pemimpin membawa perubahan, di sana ada guru yang pernah menanamkan keberanian. Ketika seorang anak menjadi manusia yang berakhlak mulia, di sanalah kemenangan terbesar seorang guru.

Wahai para guru, engkaulah penjaga nyala peradaban. Engkaulah pelita yang menerangi jalan bangsa.

Pengabdianmu tak pernah mengenal batas, karena yang engkau bangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan masa depan sebuah negeri.

Semoga setiap tetes keringatmu menjadi saksi di hadapan Tuhan.

Semoga setiap ilmu yang kau ajarkan menjelma amal yang tak pernah terputus. Dan semoga setiap murid yang berhasil kelak menjadi doa yang terus mengalir, mengiringi langkahmu menuju kemuliaan yang abadi.


Sebab selama masih ada guru yang mengajar dengan hati, selama itu pula harapan bangsa akan terus hidup. (Sekjend MDG)