Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di antara riuh pagi yang membangunkan harapan, hadirlah seorang guru dengan langkah penuh ketulusan. Tak berselimut kemewahan, tak berhias gemerlap penghargaan, namun jiwanya memancarkan cahaya yang tak pernah padam.
Ia datang membawa sekeping mimpi, dititipkan kepada anak-anak negeri. Dengan spidol yang tergenggam di jemari, ia menulis masa depan di atas papan kehidupan, huruf demi huruf, makna demi makna.
Guru adalah hujan yang tak pernah meminta langit mengingat namanya,
namun selalu rela membasahi bumi agar benih-benih tumbuh menjadi pohon kehidupan.Ia adalah lilin yang membakar dirinya sendiri, agar setiap anak menemukan jalan di tengah gelapnya zaman.
Betapa banyak peluh yang jatuh tanpa tepuk tangan, betapa banyak doa yang dipanjatkan tanpa seorang pun mendengarnya. Di balik senyumnya, tersimpan kelelahan.
Di balik ketegasannya, bersemayam kasih sayang. Di balik nasihatnya, mengalir cinta yang tak pernah meminta balasan.
Seorang guru mengajarkan lebih dari sekadar membaca dan berhitung.
Ia mengajarkan arti kejujuran ketika dunia mulai tergoda oleh kepalsuan.
Ia mengajarkan keberanian ketika banyak hati memilih menyerah.
Ia menanamkan akhlak ketika ilmu tanpa budi mulai kehilangan arah.
Tak semua jasa dapat dihitung dengan angka. Tak semua pengorbanan dapat dibalas dengan penghargaan. Sebab pengabdian seorang guru adalah ibadah yang melintasi batas ruang dan waktu.
Jejak langkahnya mungkin hilang diterpa hujan, namun jejak ilmunya akan tetap hidup dalam setiap keberhasilan murid-muridnya.
Ketika seorang dokter menyelamatkan kehidupan, di sana ada guru yang dahulu mengajarinya membaca. Ketika seorang pemimpin membawa perubahan, di sana ada guru yang pernah menanamkan keberanian. Ketika seorang anak menjadi manusia yang berakhlak mulia, di sanalah kemenangan terbesar seorang guru.
Wahai para guru, engkaulah penjaga nyala peradaban. Engkaulah pelita yang menerangi jalan bangsa.
Pengabdianmu tak pernah mengenal batas, karena yang engkau bangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan masa depan sebuah negeri.
Semoga setiap tetes keringatmu menjadi saksi di hadapan Tuhan.
Semoga setiap ilmu yang kau ajarkan menjelma amal yang tak pernah terputus. Dan semoga setiap murid yang berhasil kelak menjadi doa yang terus mengalir, mengiringi langkahmu menuju kemuliaan yang abadi.
Sebab selama masih ada guru yang mengajar dengan hati, selama itu pula harapan bangsa akan terus hidup. (Sekjend MDG)

