Media Dinamika Global

Kamis, 23 Juli 2026

Porprov ke-XII 2026 Jadi Ajang Konflik, EW-LMND NTB Desak Gubernur Evaluasi Koni NTB

Ketua EW-LMND NTB dan Gubernur, KONI saat peresmian Porpov, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026 yang seharusnya menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik daerah justru menuai kritik keras. Rentetan sengketa, protes kontingen, persoalan administrasi atlet hingga konflik antarcabang olahraga membuat ajang olahraga terbesar di NTB itu dinilai kehilangan esensi sportivitas dan prestasi.

Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (EW-LMND) NTB menilai kekisruhan yang terjadi selama PORPROV XII bukan persoalan teknis, melainkan cerminan buruknya tata kelola olahraga di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.

Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, menyebut PORPROV XII telah berubah dari pesta olahraga rakyat menjadi arena konflik yang mempermalukan dunia olahraga NTB di hadapan publik.

“PORPROV seharusnya menjadi ruang kompetisi yang sehat dan bermartabat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Hampir setiap hari publik disuguhi sengketa, protes, dan kontroversi. Ini bukan lagi pesta olahraga, tetapi panggung konflik yang mencederai marwah olahraga NTB,” tegas Arif, Jumat (24/7/2026).

Menurut Arif, banyaknya polemik yang muncul menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan penyelenggara. Ia menilai KONI NTB harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi karena gagal memastikan pelaksanaan PORPROV berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Kalau pada level PORPROV saja penyelenggaraan masih carut-marut, lalu dengan dasar apa NTB meyakinkan publik bahwa daerah ini siap menjadi tuan rumah PON 2028? Jangan sampai ambisi besar hanya menjadi slogan tanpa kesiapan yang nyata,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa atlet tidak boleh menjadi korban dari buruknya tata kelola organisasi olahraga. Ia meminta seluruh proses seleksi, pembinaan, hingga penentuan peserta dilakukan secara objektif berdasarkan prestasi, bukan karena kedekatan, kepentingan kelompok, atau intervensi pihak tertentu.

“Olahraga harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan atlet. Putra-putri terbaik NTB berhak mendapatkan kesempatan yang adil tanpa harus berhadapan dengan kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan prestasi,” katanya.

EW-LMND NTB juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret di tengah berbagai polemik yang terus bermunculan. Menurut mereka, diamnya pemerintah hanya akan memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap sistem pembinaan olahraga daerah.

Karena itu, EW-LMND mendesak Gubernur NTB segera turun tangan dengan membentuk tim evaluasi independen untuk mengaudit seluruh proses penyelenggaraan PORPROV XII sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KONI NTB.

“Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton. Gubernur harus hadir, mengambil sikap tegas, dan membersihkan persoalan yang selama ini menjadi sumber konflik dalam olahraga NTB,” tegas Arif.

Arif memperingatkan bahwa kegagalan melakukan pembenahan akan menjadi ancaman serius bagi masa depan olahraga NTB, termasuk terhadap persiapan menuju PON 2028.

“Jangan sampai PORPROV XII dikenang sebagai bukti kegagalan tata kelola olahraga NTB. Jika tidak ada evaluasi dan perbaikan yang serius, maka publik berhak mempertanyakan kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON 2028 dan kami menolak PON 2028,” pungkasnya.

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Keamanan Lingkungan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 24 Juli 2026 – Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah desa binaan masing-masing pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di Desa Jia, Kecamatan Sape, pada pukul 09.00 WITA, Babinsa Serma Nasruddin menggelar Komsos bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, menjaga komunikasi yang baik, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan maupun pertengkaran. Ia juga mengingatkan agar setiap permasalahan yang muncul segera dilaporkan kepada aparat atau pemerintah desa untuk diselesaikan secara baik dan sesuai aturan.

Sementara itu, di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, pukul 09.30 WITA, Babinsa Sertu Jafar mengajak warga untuk saling menghargai dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga. Ia juga mengimbau para orang tua agar terus membimbing dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.




Pada pukul 09.40 WITA, Babinsa Desa Lanta Barat, Serka Sahlan yang bertugas di Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan Komsos dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak warga untuk memperkuat semangat gotong royong, saling membantu dalam setiap kegiatan, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan.

Selanjutnya, pukul 10.00 WITA, Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, melaksanakan Komsos dengan warga sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat memperkuat rasa kebersamaan, saling menghormati, serta menciptakan kehidupan yang rukun di tengah lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial yang dilaksanakan secara rutin, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Babinsa dan masyarakat, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Realisasi PAD Kota Bima Tumbuh 17 Persen, Pemkot Minta OPD Genjot Pendapatan Semester II


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama 2026 mencapai Rp. 47,636 miliar atau 44,66 persen dari target tahunan sebesar Rp. 106,654 miliar. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target semester pertama yang dipatok sekitar 40 persen, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan penerimaan sebesar 17,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, mengatakan capaian itu menjadi indikator positif bahwa kinerja pengelolaan pendapatan daerah bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar untuk memenuhi target hingga akhir tahun.

"Realisasi semester pertama menunjukkan tren yang menggembirakan. Dibandingkan semester pertama 2025, penerimaan PAD meningkat sekitar Rp6,942 miliar atau 17,06 persen. Ini menjadi modal penting, tetapi belum cukup. Masih diperlukan kerja yang lebih intensif agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai," kata Muhammad Hasyim, pada Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, hingga akhir Juni 2026 pemerintah daerah masih harus mengejar penerimaan sekitar Rp59,018 miliar, atau sekitar 60 persen dari target tahunan.

Data Pemerintah Kota Bima menunjukkan, dua sumber pendapatan terbesar masih berasal dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Realisasi Pajak Daerah mencapai Rp19,369 miliar atau 48,50 persen dari target Rp39,934 miliar. Angka tersebut tumbuh sekitar 24,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan dari Retribusi Daerah mencapai Rp25,823 miliar atau 45,40 persen dari target Rp56,877 miliar. Secara nominal, sektor ini menjadi penyumbang terbesar PAD semester pertama dengan kontribusi sekitar 54,21 persen terhadap total penerimaan dan mengalami pertumbuhan 38,34 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Muhammad Hasyim menilai peningkatan tersebut mencerminkan semakin optimalnya pengelolaan potensi pendapatan daerah oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pekerjaan sesungguhnya berada pada semester kedua.

"Pemerintah Kota Bima meminta seluruh OPD pengampu pendapatan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan inovasi pelayanan, serta mengoptimalkan seluruh potensi objek dan subjek pendapatan daerah. Setiap peluang penerimaan harus dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas," ujarnya.

Adapun penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru terealisasi sekitar Rp4,47 juta, sedangkan kelompok Lain-lain PAD yang Sah mencapai Rp2,438 miliar atau 31,09 persen dari target.

Secara keseluruhan, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendominasi penerimaan PAD Kota Bima dengan nilai kumulatif Rp45,193 miliar, atau sekitar 94,87 persen dari total realisasi PAD hingga 30 Juni 2026.

Muhammad Hasyim menegaskan optimalisasi PAD memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Menurut dia, meningkatnya pendapatan daerah akan memperkuat kemampuan fiskal Pemerintah Kota Bima dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

"Optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar angka target. Pendapatan daerah yang meningkat akan memperkuat kemandirian fiskal Kota Bima, mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai rencana," pungkas dia.(Sekjend MDG)

Sekda Kota Bima Pimpin Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Disposal Material Galian Proyek Kolam Retensi Taman Ria dan Amahami


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., memimpin rapat koordinasi terkait penggunaan lahan untuk disposal material hasil galian proyek pembangunan Kolam Retensi Taman Ria dan Amahami. Kamis (23/7/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekda dan dihadiri oleh Asisten III, Plt. Inspektur, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kasat Pol PP, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, Kabag Umum, Plt. Kabid BMD BPKAD, Camat Mpunda, serta lurah terkait.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima pada prinsipnya mendukung pelaksanaan proyek strategis tersebut. Namun, penggunaan lahan sebagai lokasi disposal material hasil galian harus melalui kajian yang matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kita sebagai pemerintah daerah tidak ada masalah, tetapi persoalan ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Saat ini banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai lokasi pembuangan, bagaimana mekanisme pembuangannya, serta berapa volume material yang akan ditimbun. Karena itu perlu dilakukan pemetaan risiko secara menyeluruh," ujar Sekda.

Dalam rapat tersebut dibahas rencana lokasi disposal yang berada di kawasan eks Kantor Bupati dan eks Peternakan. Sekda menekankan bahwa sebelum lokasi ditetapkan, harus dipastikan terlebih dahulu aspek perizinan dan kesesuaiannya dengan rencana tata ruang.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan karakteristik lahan agar lokasi disposal tidak berada di kawasan rawan bencana maupun kawasan lindung. Upaya pengendalian lingkungan juga harus menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan sistem drainase yang memadai, penerapan standar keselamatan kerja, serta penataan akhir lahan bekas disposal agar rapi, dipadatkan, dan dapat kembali menyatu dengan bentang alam.

"Semua langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan dan menjaga kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

Sekda juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi disposal sehingga warga memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut dan memahami manfaat maupun langkah-langkah mitigasi yang dilakukan.

Dalam rapat turut disampaikan permintaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I agar proses penimbunan material dilakukan di kawasan eks Kantor Bupati karena lokasinya lebih dekat dengan area pembangunan Kolam Retensi Taman Ria sehingga dinilai lebih efektif dari sisi operasional.

Rapat koordinasi berlangsung dengan pembahasan lanjutan yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait guna memastikan lokasi disposal yang dipilih memenuhi aspek teknis, hukum, lingkungan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan Kota Bima.(Sekjend MDG)

Selamatkan Generasi, Jaga Moralitas, Tolak Maksiat: Ketua LDNS Kecamatan Sape Tolak Kehadiran Pasar Malam


Sape, Bima, NTB.Media Dinamika Global.id – Ketua Lembaga Dakwah Nurul Sirad (LDNS) Kecamatan Sape, Ustadz Zauhar, menyatakan sikap tegas menolak rencana penyelenggaraan pasar malam di wilayah Kecamatan Sape. Penolakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga moralitas masyarakat dan melindungi generasi muda dari aktivitas yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Menurut Ustadz Zauhar, keberadaan pasar malam dikhawatirkan membuka ruang bagi aktivitas yang diduga mengandung unsur perjudian serta praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial.

"Pasar malam yang di dalamnya terdapat permainan yang mengandung unsur perjudian dapat merusak moral masyarakat, melemahkan kondisi ekonomi keluarga, serta memberikan dampak buruk terhadap generasi muda," ujar Ustadz Zauhar.

Ia menegaskan bahwa apabila dalam penyelenggaraan pasar malam ditemukan aktivitas yang melanggar norma agama maupun ketentuan hukum yang berlaku, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, LDNS Kecamatan Sape mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai keagamaan, ketertiban, dan keamanan, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga moralitas, ketertiban, dan keamanan lingkungan. Mari kita selamatkan generasi muda dari berbagai bentuk aktivitas yang dapat merusak akhlak dan masa depan mereka," tambahnya.

LDNS juga berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebelum memberikan izin terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara pasar malam maupun pemerintah setempat terkait pernyataan penolakan yang disampaikan oleh LDNS Kecamatan Sape. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

(Tim MDG.03)

Komisi V DPR RI Bersama Tim Kunker Kawasan Wisata Pulau Rinca NTT


Komodo, Media Dinamika Global.id.-- Menelusuri jalur tracking hingga mengamati langsung komodo di habitatnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI meninjau fasilitas penunjang kawasan wisata Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Roberth menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur dan pengelolaan kawasan wisata agar sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Menurutnya, fasilitas yang memadai, pengelolaan yang profesional, serta kenyamanan pengunjung menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Melalui fungsi pengawasan, Komisi V DPR RI terus mendorong pembangunan infrastruktur dan penataan destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta tetap menjaga kelestarian habitat komodo sebagai ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur.(Sekjend MDG)

Dapur UD. Lilis SPPG Bima Sape Naru Sajikan Hidangan Sehat dengan Menu Lengkap Penuh Gizi


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Jumat 24 Juli 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui Dapur UD. Lilis terus berkomitmen menghadirkan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat. Pada Jumat (24/7/2026), dapur tersebut kembali menyajikan menu lengkap dengan kandungan gizi seimbang untuk mendukung kebutuhan energi penerima manfaat.

Menu yang disiapkan kali ini terdiri atas nasi putih sebagai sumber karbohidrat, telur rebus kecap sebagai sumber protein, perkedel jagung, sayur santan tahu, serta jeruk wogan sebagai pelengkap vitamin.

Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memberikan asupan nutrisi yang beragam, mulai dari karbohidrat, protein, hingga vitamin yang dibutuhkan tubuh. Melalui penyediaan makanan bergizi ini, SPPG Bima Sape Naru berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan serta memiliki energi yang cukup dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pengelola Dapur UD. Lilis menyampaikan bahwa setiap menu yang disajikan diupayakan memenuhi kebutuhan gizi dengan tetap memperhatikan variasi dan kualitas makanan.

“Kami berharap menu hari ini dapat memberikan asupan gizi yang baik dan menambah semangat dalam beraktivitas,” ujar pihak pengelola.

SPPG Bima Sape Naru juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya penyediaan makanan bergizi tersebut. Program ini diharapkan terus berjalan secara konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.(Team.MDG.03)

Dukung Generasi Sehat, Dapur Ambarata Hadirkan Menu Bergizi Gratis di SPPG Bima Sape Sangia 2


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 24 Juli 2026 – Komitmen mendukung terwujudnya generasi sehat terus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Sangia 2 melalui Dapur Ambarata. Pada Jumat (24/7), program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada para penerima manfaat dengan menghadirkan menu yang mengutamakan keseimbangan gizi.

Menu MBG yang disajikan kali ini terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, nugget bola ayam dengan selada sebagai sumber protein, saus black pepper sebagai pelengkap cita rasa, tumis sayur yang berisi wortel, kacang panjang, labu siam, jagung manis, dan tahu, serta buah apel Fuji sebagai sumber vitamin.

Penyusunan menu tersebut memperhatikan kebutuhan gizi harian dengan mengombinasikan berbagai unsur penting, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga serat. Hidangan bergizi ini diharapkan mampu membantu menjaga kesehatan, meningkatkan energi, serta mendukung semangat belajar dan aktivitas para penerima manfaat.

Melalui program Makan Bergizi Gratis, SPPG Bima Sape Sangia 2 bersama Dapur Ambarata terus berupaya menghadirkan makanan yang berkualitas, aman, dan bernutrisi bagi masyarakat. Kehadiran program ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung peningkatan kualitas gizi serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di wilayah Bima.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina 1,Dapur Adiba Sajikan Menu Bergizi untuk Dukung Aktivitas Belajar Peserta


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 24 Juli 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 1 melalui Dapur Adiba kembali menyalurkan menu makan bergizi kepada para peserta pada Jumat (24/7). Program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus mendukung kesehatan dan semangat belajar peserta.

Menu yang disajikan hari ini terdiri atas nasi putih, telur pindang, tempe balado, capcay, serta susu. Kombinasi menu tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan kandungan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan kalsium yang dibutuhkan tubuh.

Penyediaan menu bergizi secara rutin menjadi salah satu bentuk komitmen SPPG Bima Sape Parangina 1 dalam mendukung tumbuh kembang peserta sekaligus meningkatkan konsentrasi dan produktivitas selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Melalui program makan bergizi, diharapkan para peserta dapat memperoleh asupan nutrisi yang cukup sehingga mampu menjalani aktivitas belajar dengan kondisi tubuh yang sehat, bugar, dan penuh semangat.(Team.MDG.03)

Ayam Bumbu Bali dan Sayur Sop Lengkapi Menu Bergizi Di Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina 2


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 24 Juli 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyajikan menu makanan bergizi bagi para penerima manfaat pada Jumat (24/7). Penyediaan menu harian ini merupakan bagian dari komitmen SPPG dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Menu yang disajikan hari ini meliputi nasi putih, ayam bumbu Bali, tempe krispi, sayur sop, serta buah jeruk. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan mengandung sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Melalui penyajian menu yang bervariasi setiap hari, SPPG Bima Sape Parangina 2 berupaya menghadirkan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi tinggi guna menunjang kesehatan dan aktivitas para penerima manfaat.

Program penyediaan makanan bergizi yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif.(Team.MDG.03)