Media Dinamika Global

Minggu, 19 April 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Tekankan Kamtibmas dan Keselamatan Warga


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah desa binaan masing-masing pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keselamatan warga.

Pada pukul 08.30 WITA, Serka Masykur selaku Babinsa Desa Soro, Kecamatan Lambu, melaksanakan komsos bersama warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga kamtibmas melalui saling mengingatkan antarwarga serta membangun komunikasi yang baik. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak yang mulai beranjak remaja agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.




Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, Serka Sahrul yang bertugas sebagai Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarwarga, menghindari perselisihan, serta tidak bertindak main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan, melainkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Pada pukul 09.30 WITA, Sertu Wahyudin Babinsa Desa Rato turut melaksanakan kegiatan komsos dengan mengajak masyarakat untuk hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga demi terciptanya suasana yang damai.

Sementara itu, pada pukul 10.00 WITA, Serda Ikhsan Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, memberikan perhatian khusus terkait faktor keselamatan nelayan. Ia mengimbau warga agar berhati-hati saat melaut mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Warga disarankan untuk menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca membaik guna menghindari risiko kecelakaan.

Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pembinaan serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.(Team.MDG.03)

Sekda Dampingi Wali Kota Bima Pimpin Rapat Persiapan Festival Rimpu Mantika 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri rapat persiapan Festival Rimpu Mantika 2026 yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu. Senin (20/04/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, seluruh Staf Ahli, seluruh Asisten, seluruh Kepala OPD, seluruh Kepala Bagian, Camat dan Lurah se-Kota Bima, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika 2026, serta Kepala Kementerian Agama Kota Bima.

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menyukseskan Festival Rimpu Mantika 2026. Selain itu, rapat ini juga merupakan tindak lanjut dari sejumlah rapat sebelumnya guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.

Dalam pemaparan panitia, disampaikan bahwa pada pelaksanaan tahun sebelumnya, jumlah peserta mencapai sekitar 80 ribu orang. Pada tahun ini, ditargetkan jumlah peserta meningkat hingga 85 ribu orang. Berbagai upaya promosi telah dilakukan serta pengalaman pelaksanaan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menyukseskan pawai rimpu tahun ini.

Pemerintah Kota Bima juga telah mengundang Pemerintah Kabupaten Bima untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rencananya, pawai rimpu akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, dengan rute start dari Lapangan Manggemaci dan finish di Serasuba, tepatnya di kawasan Museum Asi Mbojo. Selain itu, kehadiran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah dikonfirmasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa progres persiapan Festival Rimpu Mantika 2026 telah mencapai sekitar 90 persen. Ia menegaskan bahwa festival ini telah beberapa kali sukses dilaksanakan dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat.

"Jika kita bisa berjalan bersama, insyaallah apa yang kita inginkan akan tercapai. Saya memahami kondisi OPD di tengah berbagai keterbatasan, namun saya meminta satu dukungan penuh untuk menyukseskan Festival Rimpu Mantika ini," ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh perangkat daerah hingga tingkat kelurahan. Ia meminta agar setiap kelurahan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, sejalan dengan sinergi dari OPD.

Selain itu, konsep Eco Green diangkat dalam pelaksanaan festival tahun ini. Setiap rombongan atau peserta diimbau untuk membawa kantong plastik guna menampung sampah masing-masing, sehingga kebersihan selama dan setelah kegiatan festival tetap terjaga.

"Kita ingin menunjukkan dan memberikan yang terbaik dari tahun sebelumnya. Festival ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang kebersihan, kebersamaan, dan citra Kota Bima," tutupnya.(Sekjend MDG)

Persiapan Rimpu Mantika : Penataan Lapangan Serasuba Tidak Menjadi Urusan Teknis Lapak, Tetapi Juga Bagian dari Strategi Komunikasi Publik


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Menjelang pelaksanaan Festival Rimpu Mantika pada 25 April 2026, penataan kawasan Serasuba tidak hanya menjadi urusan teknis lapak, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim menyikapi kesiapan pemerintah daerah menghadapi lonjakan pengunjung pada Festival Rimpu Mantika, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, keberhasilan festival Rimpu Mantika tidak semata ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh keteraturan informasi dan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.

“Penataan lapak ini harus dipahami sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib. Informasi yang jelas harus sampai ke seluruh pedagang agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima telah menetapkan zona berjualan secara spesifik, yakni di bagian utara Lapangan Serasuba (sebelah kanan jalan, tidak termasuk area depan BRI dan Pendopo) serta di sisi timur lapangan, berhadapan dengan Asi Mbojo. Penentuan lokasi ini, kata dia, telah melalui pertimbangan matang demi menjaga kelancaran arus pengunjung.

Juru bicara Pemkot Bima ini juga mengingatkan bahwa larangan berjualan di dalam Lapangan Serasuba harus dipatuhi sepenuhnya, mengingat kawasan tersebut masih dalam tahap pengerjaan lanjutan.

“Kami mendorong semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang keliru terkait lokasi berjualan. Semua sudah diatur dan harus diikuti,” tegasnya.

Selain itu, pembukaan pagar seng di sekitar lapangan disebut sebagai bagian dari skenario besar untuk mendukung kelancaran arus massa, khususnya di titik akhir pawai Rimpu Mantika yang berakhir di Asi Mbojo. Kawasan Serasuba sendiri disiapkan sebagai buffer zone guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.

“Pesannya sederhana: patuhi aturan, pahami informasi resmi, dan bersama-sama kita sukseskan festival ini tanpa gangguan,” tutupnya.(Sekjend MDG)

Polres Bima Kota Intensifkan Patroli SPBU Pasca Kenaikan BBM, Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Jajaran Polres Bima Kota terus meningkatkan kegiatan patroli pasca kenaikan harga BBM dengan menyasar sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya, Sabtu (18/04/2026).

Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lokasi-lokasi yang dianggap rawan seperti objek vital SPBU, baik pada siang maupun malam hari.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan patroli tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus memantau situasi serta kondisi di sekitar SPBU pasca kenaikan harga BBM.

“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di sekitar SPBU,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Bima Kota juga memberikan imbauan kepada para pembeli maupun karyawan SPBU agar tetap tertib, tidak melakukan penimbunan BBM, serta selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain itu, jajaran Polsek di bawah Polres Bima Kota secara rutin melaksanakan patroli dengan sasaran SPBU yang berada di wilayah hukumnya masing-masing.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi karyawan SPBU maupun masyarakat sekitar, sehingga aktivitas dapat berjalan dengan lancar.


Dengan patroli yang terus ditingkatkan, Polres Bima Kota berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas tetap kondusif di tengah dinamika pasca kenaikan harga BBM.(Sekjend MDG)

Presiden Prabowo Ogah Dana MBG di Usik "2029 Saya Pertaruhkan Kepemimpinan"


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG) meski di tengah ancaman krisis akibat perang yang berlangsung di Timur Tengah.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan."

la bahkan menyatakan siap mempertaruhkan kepemimpinannya demi keberlanjutan program tersebut. Pernyataan itu juga disampaikan Prabowo untuk merespons pertanyaan terkait berbagai keluhan terhadap pelaksanaan MBG-mulai dari dugaan mark up bahan baku hingga persoalan kualitas distribusi makanan selama Ramadan.

"Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun, badannya anak 4 tahun.

Saya haqqul yaqin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat."

Prabowo menuturkan, MBG sangat penting untuk mengatasi persoalan stunting yang ia temui diberbagai daerah. la juga tak khawatir dengan besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut.(Redaksi Sekjend MDG)

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku dan Barang Bukti Motor Curian Diamankan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota yang dipimpin Katim AIPTU Hero Suharjo, S.H., berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan mengamankan seorang terduga pelaku beserta barang bukti, pada Rabu (15/4/2026).

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa terduga pelaku yang berhasil diamankan berinisial MS (30), warga Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Rontu, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, serta pengamanan barang bukti di Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam dengan nomor polisi EA 6743 YC, nomor rangka MH3SG5620NJ522043, dan nomor mesin G3LBE-1048485.

Kasus ini bermula dari laporan korban, M. Iqranul Iman (27), seorang mahasiswa, warga Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Dalam laporannya, korban menjelaskan bahwa sepeda motornya hilang pada Selasa malam (14/4/2026) setelah diparkir di rumah sekitar pukul 23.00 Wita.

“Korban sempat keluar rumah dan kembali untuk beristirahat. Namun sekitar pukul 04.20 Wita, korban dibangunkan oleh ibunya yang mendapati pintu pagar rumah terbuka dan sepeda motor sudah tidak berada di tempat,” jelas Kasat Reskrim.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp25 juta dan langsung melaporkannya ke Polsek Rasanae Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 00.30 Wita, tim memperoleh informasi akurat (A1) terkait identitas dan keberadaan pelaku.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi di Kelurahan Rontu dan berhasil mengamankan terduga pelaku MS. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian bersama seorang rekannya yang berinisial P, yang saat ini masih dalam pengejaran.

Berdasarkan pengakuan pelaku, sepeda motor hasil curian tersebut telah dijual di wilayah Kecamatan Sape. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menemukan barang bukti yang ditinggalkan di pinggir jalan dekat rumah pembeli terakhir di Desa Sangia.

“Saat ditemukan, motor tersebut dalam kondisi terparkir dan ditinggalkan oleh pemegang terakhir, Tim langsung mengamankan barang bukti tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mako Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima Kota masih terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang telah dikantongi identitasnya.

Polres Bima Kota mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.(Sekjend MDG)


Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo Kab, Bima Dirancang Sebagai Bagian dari (MBG) Makan Bergizi Gratis Untuk Meningkatkan Nutrisi




Bima, Media Dinamika Global.id.-- Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo di Kabupaten Bima (20 April 2026) difokuskan pada gizi seimbang, mencakup nasi kuning, telur rendang, tahu, sayuran, serta variasi keringan seperti roti, abon sapi, dan susu UHT. Menu ini dirancang sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan nutrisi. 

Rincian Menu B3 SPPG Uma Lengge Wawo:

Menu Utama: Nasi Kuning

Protein Hewani: Telur Rendang

Protein Nabati: Tahu

Sayuran: Variasi Sayur

Tambahan/Keringan: Roti, Abon Sapi, dan Susu UHT.

Menu ini adalah contoh variasi menu yang diterapkan untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi bagi penerima manfaat di wilayah Wawo, Bima. 

Untuk informasi lebih lanjut, saya bisa membantu:

Mencarikan jadwal menu mingguan lainnya.

Detail gizi dari menu tersebut.



Informasi penerima manfaat (ibu hamil, ibu menyusui, balita /SDN hingga SMA).

         Penulis : Sekjend MDG 

Rakor Haji 2026 NTB Tuntas, Polisi Siapkan Skema Zero Accident


Mataram, Media Dinamika Global — Persiapan pengamanan haji 1447 H/2026 M di NTB makin matang. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Bir Ali 2, Asrama Haji Embarkasi NTB, Sabtu (18/4/2026), mengunci kesiapan lintas instansi jelang operasional penuh.

Seluruh unsur terlibat mulai PPIH, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan sudah satu frekuensi. Status kesiapan kini masuk tahap ready to deploy dengan indikator kesiapan personel dan sistem pengamanan.

Fokus utama mengarah pada sterilisasi area Asrama Haji. Alur keluar masuk diperketat, guna menghindari penumpukan pengantar. Langkah tersebut sekaligus menjaga kenyamanan jemaah saat proses keberangkatan.

Simulasi alur juga telah diuji lewat gladi bersih. Pemeriksaan dokumen hingga kondisi kesehatan jemaah disiapkan, dalam skema cepat tanpa mengurangi ketelitian. Jalur dari Asrama Haji Embarkasi NTB, Jalan Lingkar Selatan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid ikut dipetakan, untuk mengantisipasi titik rawan hambatan.

Operasi pengawalan dijadwalkan mulai 21 April 2026. Kloter pertama bergerak dari Lombok Timur pukul 03.00 Wita menuju Asrama Haji dan tiba sekitar pukul 06.00 Wita. Skema pengawalan dilakukan secara estafet melibatkan Satuan PJR Ditlantas Polda NTB.

Target besar langsung dipatok, perjalanan aman tanpa kecelakaan serta tanpa keterlambatan, hingga jadwal penerbangan di bandara pada 22 April 2026 pukul 02.05 Wita.

Penguatan personel dilakukan di sejumlah titik penting. Penempatan difokuskan pada ring 1, 2, dan 3 guna memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar. Dukungan komunikasi juga diperkuat lewat aktivasi Satgas Banops, termasuk tim teknologi informasi dan kesehatan.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M. melalui siaran pers, menegaskan kesiapan aparat dalam mengawal seluruh proses keberangkatan jemaah.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal. Sinergi antarinstansi sudah solid, sehingga pelaksanaan pengamanan haji tahun ini bisa berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan jajaran di lapangan terus diperkuat, untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Pengamanan rute, pengawalan jemaah, hingga pengaturan lalu lintas kami siapkan secara maksimal, demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah,” katanya.

Situasi secara umum terpantau aman dan terkendali. Sistem pengamanan siap dijalankan penuh mulai pekan depan, seiring dimulainya pergerakan kloter pertama dari NTB.

Redaksi |

LMND‎ Siap Turun Audensi, Aksi Kebijakan Mutasi 16 Orang Kepsek Oleh Pemkot Bima Pada Februari 2026 Menuai Polemik Serius


Audensi Hingga Rencana Turun Aksi

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kebijakan mutasi dan pemberhentian kepala sekolah (Kepsek) oleh Pemerintah Kota Bima pada Februari 2026 menuai polemik serius. Tak sekadar rotasi jabatan, keputusan ini kini disorot sebagai dugaan bentuk ketidakadilan administratif hingga indikasi intervensi dalam sistem penilaian kinerja ASN.

‎Berdasarkan Keputusan Wali Kota Bima Nomor 800.1.3.3/4/BKPSDM/II/2026, sedikitnya 8 kepala SD resmi diberhentikan dari jabatan struktural dan dialihkan menjadi guru ahli muda per 12 Februari 2026. 

‎Namun perkembangan terbaru menyebutkan jumlah total mencapai 16 orang, termasuk kepala sekolah tingkat SMP.

Nama-nama yang terdampak di antaranya: Yuliansyah, S.Pd; Tuti Haryati, S.Pd; Sri Wahyuni, S.Pd; Siti Suryani, S.Pd; Satrullah, S.Pd; Nasarulhadi, S.Pd; Junaidin, S.Pd; Emi Suriani, S.Pd.

Sementara itu, terdapat pula Kepsek definitif bersertifikat Cakep yang ikut “diturunkan”, seperti: Sri Wahyunungsih, S.Pd; Emy Suryani, S.Pd; Yuliyansyah, S.Pd; Junaidin, S.Pd; Suhardin, S.Pd., MM; Muhtar, S.Pd; Muh. Ali, S.Pd; Maria Ulfah, ST.

1. ‎Indikator Kinerja Dipertanyakan

Secara resmi, pemerintah berdalih bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil evaluasi kinerja dan kebutuhan penataan manajemen pendidikan. Namun, publik menilai alasan tersebut tidak cukup transparan.

Sumber internal pendidikan mengungkap adanya kejanggalan serius. Penilaian kinerja para Kepsek diduga “diatur” agar berada di bawah ekspektasi sebagai dasar administratif penurunan jabatan.

“Ada pengakuan dari pengawas pembina senior, penilaian itu diarahkan agar bisa jadi dasar penurunan,” ungkap ketua LMND mahasiswa Unmbo itu.

Yang lebih mencolok, terjadi ketidaksinkronan antara dua sistem penilaian:

PMM (Platform Merdeka Mengajar): dinilai di bawah ekspektasi

e-Kinerja (SKP ASN): justru tercatat sangat baik

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait validitas dan integritas sistem penilaian ASN di daerah.

2. ‎Diduga Sarat Muatan Non-Teknis

Isu lain yang menguat adalah dugaan bahwa penurunan jabatan berkaitan dengan label “tidak loyal” hingga faktor kedekatan politik. Beberapa Kepsek disebut menjadi target karena dianggap tidak sejalan dengan pihak tertentu.

Ironisnya, sejumlah kepala sekolah yang diturunkan:

- Baru menjabat sekitar 5 tahun

-‎ Ada yang masih berstatus Plt di awal masa jabatan

- ‎Telah mengantongi sertifikat Cakep (Calon Kepala Sekolah)

Padahal, sesuai aturan:

‎Penurunan jabatan seharusnya berdasarkan dua tahun berturut-turut kinerja di bawah ekspektasi, bukan satu periode

Regulasi seperti Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dan Perdirjen GTK Nomor 26017 Tahun 2023 menegaskan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam pengangkatan kepala sekolah.

3. Ancaman Sertifikasi dan Nasib Guru

‎Masalah tak berhenti pada penurunan jabatan. ‎Keadaan guru yang sebelumnya Kepsek kini dipindahkan ke sekolah lain dengan kekurangan jam mengajar, sehingga berpotensi:

Tidak memenuhi syarat 24 jam mengajar. Tentu akan ‎terancam kehilangan sertifikasi ke depan

“Ini bukan sekadar mutasi. Ini sudah pendzoliman,” tegas sumber.

4. LMND Siap Turun Aksi

Menanggapi polemik ini, LMND Kota Bima menyatakan akan:

- Menggelar audiensi dengan Dinas Dikpora dan BKPSDM maupun pihak terkait dalam kasus ini

- Mendorong Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Bima

- Bahkan aksi turun ke jalan jika tuntutan transparansi tidak diindahkan

5. LMND‎ Nilai Bukan Mutasi Biasa

‎Ketua Eksekutif LMND Kota Bima Rahmat Ardiansyah menilai, persoalan ini telah melampaui sekadar kebijakan rotasi. Ini menyangkut:

‎- Integritas sistem penilaian ASN

‎- Netralitas birokrasi pendidikan

‎- Prinsip meritokrasi dalam tata kelola pemerintahan.

Jika dugaan intervensi, manipulasi penilaian, hingga ketidaksinkronan sistem benar terjadi, maka ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di daerah.

‎"Kami nanti ingin mendengar klarifikasi resmi dan terbuka dari Dinas Dikpora dan BKPSDM Kota Bima," terang Rahmat, Minggu, 19 April 2026.

‎"Transparansi 

bukan pilihan. Ini kewajiban," tutup mahasiswa Unmbo Bima itu. ‎(Tim MDG)

Bupati dan Wakil Bupati Bima Turut Mengucapkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Semoga berfokus pada kemajuan wilayah, kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik yang lebih baik, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat selalu terjalin. (Tim)