Kamis, 09 April 2026
Kelurahan Rabangodu Utara Kota Bima : Pelaku Pembacokan di Jalan Pisang Masih Diburu, Polsek Rastim Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Pisang, Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 19.45 WITA, tepatnya di depan kios Kurniati.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T. Prakoso, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian pembacokan tersebut yang dilakukan oleh orang tak dikenal dan saat ini masih dalam penyelidikan.
Korban diketahui bernama Didi Awaludin (44), seorang pegawai SMAN 1 Kota Bima, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban selesai melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Baitul Hamid, Kelurahan Penaraga, kemudian pulang menggunakan sepeda motor Vespa menuju arah selatan melewati Jalan Pisang.
Di tengah perjalanan, korban berpapasan dengan seorang pria bertopi yang berboncengan dengan seorang wanita menggunakan sepeda motor jenis Scoopy warna merah. Saat berpapasan, terduga pelaku tiba-tiba menendang kaki kiri korban sehingga mengganggu laju kendaraan.
Merasa terganggu, korban menegur pelaku agar tidak melakukan tindakan tersebut karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun, pelaku tidak terima ditegur dan langsung berbalik arah, kemudian menghentikan laju kendaraan korban.
Tanpa banyak bicara, pelaku kemudian mengayunkan sebilah parang ke arah korban, masing-masing satu kali mengenai lengan kiri dan dua kali ke bagian punggung kanan korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami satu luka sayat pada lengan kiri serta dua luka sayat pada punggung kanan bagian atas dan bawah.
Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T. Prakoso, S.H., menambahkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan keterangan korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku berdasarkan petunjuk yang diperoleh dari korban.
Polres Bima Kota juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya ke pihak kepolisian guna mempercepat proses pengungkapan kasus.(Sekjend MDG)
Sekda Kota Bima Sambut Kedatangan Kepala Pusbindiklatren Bappenas
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME melaksanakan penjemputan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas, Bapak Wignyo Adiyoso, S.Sos., M.A., Ph.D., beserta tim di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Rabu, 8 April 2026.
Kedatangan Kepala Pusbindiklatren Bappenas tersebut merupakan bagian dari agenda strategis dalam rangka memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya aparatur perencana di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan arahan, pembinaan, serta penguatan kompetensi bagi para perencana daerah agar mampu menyusun perencanaan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Sekretaris Daerah Kota Bima menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan komitmen Bappenas dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui program pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas perencana menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Selain itu, momentum kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Bima dengan Bappenas dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang selaras dengan prioritas nasional, sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Rangkaian kunjungan Kepala Pusbindiklatren Bappenas di Kota Bima direncanakan akan diisi dengan sejumlah agenda penting, antara lain pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Bima, pemberian arahan kepada para perencana, serta diskusi strategis terkait peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah.(Sekjend MDG)
SIAPA DI BALIK PROYEK MOTOR MBG?
Nama itu akhirnya muncul. Bukan lagi sekadar isu, tapi sudah ada pemenangnya.
Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pengadaan motor trail listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan publik, kini terungkap bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.
Informasi ini mengacu pada penelusuran data pengadaan yang menunjukkan bahwa motor listrik jenis Emmo JVX GT menjadi bagian dari proyek tersebut.
Namun, alih-alih meredakan polemik, fakta ini justru memunculkan pertanyaan baru.
➡️ Siapa sebenarnya perusahaan ini?
➡️ Bagaimana proses penunjukannya?
➡️ Dan apakah ini sudah melalui mekanisme yang transparan?
Di tengah fokus pemerintah pada program gizi nasional, pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar dinilai sebagian pihak sebagai langkah yang perlu dikaji lebih dalam.
Pasalnya, kebutuhan utama program MBG adalah memastikan distribusi makanan bergizi berjalan optimal. Namun di sisi lain, publik juga mempertanyakan apakah pengadaan motor listrik menjadi prioritas yang paling mendesak saat ini.
Kritik pun mulai bermunculan.
Ada yang menilai ini sebagai langkah strategis untuk distribusi ke daerah sulit. Tapi tidak sedikit juga yang melihatnya sebagai potensi pemborosan anggaran jika tidak dikelola dengan tepat.
Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa pengadaan motor listrik memang sudah masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Namun hingga saat ini, distribusi belum dilakukan karena masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Artinya, proyek ini memang ada. Tapi implementasinya masih berjalan.
Yang menjadi sorotan bukan lagi “ada atau tidak”, melainkan:
➡️ Apakah ini tepat sasaran?
Di tengah berbagai kebutuhan mendesak—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat—setiap keputusan anggaran tentu akan selalu berada di bawah pengawasan publik.
Dan di era sekarang, satu hal yang pasti:
Transparansi bukan lagi pilihan. Tapi tuntutan.(Team)
72 Peserta Ikuti Seleksi Terbuka JPT Pemerintah Kabupaten Bima
Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Seleksi Terbuka (Selter) pengisian jabatan pimpinan tinggi Pratama (JPT) untuk mengisi kekosongan pada 14 perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2026.
Pelaksanaan tes seleksi terbuka tersebut merupakan kerjasama antara BKD dan Diklat Kabupaten Bima dengan UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali tersebut berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 9 sampai dengan 13 April 2026 di kantor BKD dan Diklat Provinsi NTB.
Plt. Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima Drs. Syahrul yang didampingi Kepala Bidang Mutasi BKD dan Diklat Kabupaten Bima Firdaus, S.Sos dalam pengantarnya di hadapan 72 peserta yang merupakan pejabat Eselon III dan Pejabat Fungsional pada sejumlah OPD tersebut mengharapkan agar para peserta mengikuti dengan baik dan mencermati dengan baik arahan dari tim penilai agar pelaksanaan tes dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang terbaik.
Syahrul menambahkan, dari 81 Peserta , 72 peserta mengikuti arahan dan mengisi daftar hadir, 9 orang tidak hadir.
Sementara itu, Koordinator Pelaksanaan Asesmen K. Resantika Prabawa P memaparkan, selama lima hari pelaksanaan asesmen, sebanyak 5 orang anggota tim memfasilitasi tes yang terdiri dari Computer Assisted Test (CAT) dan Competence Based Interview (CBI) yang mencakup seleksi kompetensi manajerial, psikotes, penulisan makalah, presentasi wawancara makalah dan wawancara personal, penelusuran rekam jejak peserta.
"Hasil tes atas 72 peserta tersebut selanjutnya akan dianalisis oleh Asesor yang berlatar belakang psikologi dan memiliki ijin praktek". Terang K. Resantika.
Berdasarkan hasil Seleksi Administrasi Panitia Seleksi Terbuka JPT, 9 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan lulus seleksi administrasi pada formasi jabatan Kepala Dinas Pariwisata, 6 orang pada formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, 5 orang pada Formasi Kepala Bappenda, 4 orang pada formasi Kepala Dinas Kesehatan, 4 orang pada formasi jabatan Kasat POLPP, 6 orang pada jabatan kepala DP3AP2KAB, 5 orang pada formasi jabatan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 3 orang pada formasi Kepala Bakesbangpol, 7 orang pada formasi kepala BKD dan Diklat, 10 orang pada formasi Kepala Dinas Peternakan dan Keswan, 6 orang pada formasi jabatan Kepala DPMPTSP, 3 orang pada formasi Kepala Bappeda dan Litbang, 8 orang pada jabatan Kadis Nakertran dan 5 orang pada formasi jabatan kepala BPBD. ( Red)
Pelajar Yang Surati Prabowo Tolak MBG Mengalami Intimidasi
Jawa Tengah, Media Dinamika Global.id.--Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto ihwal penolakan makan bergizi gratis (MBG), Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mendapat intimidasi. Rafif adalah siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus.
Informasi soal intimidasi yang dialami oleh Arsya dikonfirmasi oleh pendampingnya, yakni Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto. “Benar (ada intimidasi). Ada karyawan SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang memaki-maki Arsya,” kata Tiyo saat dikonfirmasi Selasa, 7 April 2026.
Tiyo memberikan tangkapan layar yang berisi pesan-pesan bernada makian yang dikirim pelaku kepada Arsya. Isi pesan itu dikirim dalam bahasa Jawa. Tiyo memberikan terjemahannya.
Berikut adalah isi pesan yang dikirim pelaku melalui direct message ke akun Instagram Arsya.
“Senggol di depanku sini. Berani DM aku apa tidak? Njing, an*ing?”
“Tidak pernah bicara backinganku siapa, tapi ya sepantasnya saja.”
Pelaku tidak hanya mengirimi pesan ke DM instagram Arsya saja. Tetapi juga meninggalkan komentar di unggahan Arsya. “Suruh bicara di depanku, biar kuludahi,” tulis dia.
Saat mendapatkan intimidasi itu, Tiyo mengatakan Arsya juga sempat mendapat tekanan dari sekolah. Tiyo bilang, Arsya sempat diminta untuk menghapus unggahan surat yang ditujukan kepada kepala negara.
Namun, Arsya menolak untuk menghapus unggahan tersebut. “Sempat ada permintaan untuk dihapus. Tapi Arsya menolak. Sesudahnya tidak ada lagi usaha untuk membungkam Arsya,” kata Tiyo.
Salah satu perwakilan dari sekolah mengatakan tak mengetahui detail kasus yang dialami Arsya. Salah satu guru mengatakan tak ada upaya dari sekolah untuk mengintimidasi atau meminta Arsya untuk menghapus unggahan tersebut.
Tempo masih masih berupaya mencari narahubung Kepala SMK NU Miftahul Falah Kudus untuk memastikan hal tersebut. Tempo juga sudah menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Nanik S, Deyang. Namun keduanya belum merespons.(Team)








