SIAPA DI BALIK PROYEK MOTOR MBG? - Media Dinamika Global

Kamis, 09 April 2026

SIAPA DI BALIK PROYEK MOTOR MBG?


Nama itu akhirnya muncul. Bukan lagi sekadar isu, tapi sudah ada pemenangnya.

Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pengadaan motor trail listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan publik, kini terungkap bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.

Informasi ini mengacu pada penelusuran data pengadaan yang menunjukkan bahwa motor listrik jenis Emmo JVX GT menjadi bagian dari proyek tersebut.

Namun, alih-alih meredakan polemik, fakta ini justru memunculkan pertanyaan baru.

➡️ Siapa sebenarnya perusahaan ini?

➡️ Bagaimana proses penunjukannya?

➡️ Dan apakah ini sudah melalui mekanisme yang transparan?

Di tengah fokus pemerintah pada program gizi nasional, pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar dinilai sebagian pihak sebagai langkah yang perlu dikaji lebih dalam.

Pasalnya, kebutuhan utama program MBG adalah memastikan distribusi makanan bergizi berjalan optimal. Namun di sisi lain, publik juga mempertanyakan apakah pengadaan motor listrik menjadi prioritas yang paling mendesak saat ini.

Kritik pun mulai bermunculan.

Ada yang menilai ini sebagai langkah strategis untuk distribusi ke daerah sulit. Tapi tidak sedikit juga yang melihatnya sebagai potensi pemborosan anggaran jika tidak dikelola dengan tepat.

Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa pengadaan motor listrik memang sudah masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Namun hingga saat ini, distribusi belum dilakukan karena masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Artinya, proyek ini memang ada. Tapi implementasinya masih berjalan.

Yang menjadi sorotan bukan lagi “ada atau tidak”, melainkan:

➡️ Apakah ini tepat sasaran?

Di tengah berbagai kebutuhan mendesak—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat—setiap keputusan anggaran tentu akan selalu berada di bawah pengawasan publik.

Dan di era sekarang, satu hal yang pasti:

Transparansi bukan lagi pilihan. Tapi tuntutan.(Team)

Comments