Media Dinamika Global

Kamis, 09 April 2026

Serda Aladin Babinsa Parangina Koramil 1608-03/Sape Kawal Pembelian Gabah Petani oleh Bulog


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id , Babinsa Desa Parangina Koramil 1608-03/Sape, Serda Aladin, melaksanakan pengawalan dan pendampingan dalam kegiatan pembelian gabah petani oleh Bulog di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Kamis (9/4/2026) pukul 15.00 Wita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelompok Tani So Tolo Mba'a, dengan harga pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Total gabah yang berhasil diserap dalam kegiatan ini mencapai 1.232,1 kilogram.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Gudang Bulog, Babinsa Desa Parangina, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sangia, serta anggota Kelompok Tani So Tolo Mba'a.

Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan proses pembelian berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan jaminan kepada petani terkait stabilitas harga hasil panen mereka.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan dalam kondisi aman. Diharapkan kegiatan ini dapat terus mendukung penyerapan hasil panen petani serta memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

(Team.MDG.03)

Sentuhan Kapolda Riau: Personel Brimob Rayakan Ulang Tahun dengan Menanam Harapan


Pekanbaru – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan apel gabungan yang dilaksanakan oleh personel Satuan Brimob Polda Riau, Kamis (09/04/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Lapangan Hijau Satuan Brimob Polda Riau dan dihadiri oleh Danyon A Pelopor AKBP Jhon Firdaus, A.Mk., S.H., Danden Gegana AKBP Franky Tambunan, S.T., para Kasi serta seluruh personel.


Apel gabungan ini dipimpin oleh Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., yang diwakili oleh Kabag Ops Satbrimob Polda Riau, AKBP Rivana Wahdi, S.H., yang dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas, disiplin, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program inovatif dari Kapolda Riau, yakni pemberian bibit pohon kepada personel yang sedang berulang tahun. Program ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian institusi kepada anggotanya, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.


Dalam suasana penuh kehangatan, para personel yang berulang tahun menerima bibit pohon sebagai simbol harapan, pertumbuhan, dan kontribusi positif bagi alam. Diharapkan, bibit tersebut dapat ditanam dan dirawat sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.


AKBP Rivana Wahdi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Program Green Policing ini merupakan wujud nyata kepedulian pimpinan terhadap personel sekaligus mengajak seluruh anggota untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.


“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kebersamaan yang lebih erat sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan. Setiap personel memiliki peran penting, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat jiwa korsa serta meningkatkan motivasi personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, sekaligus menjadi inspirasi dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan lestari

Rabu, 08 April 2026

Babinsa Desa Soro Koramil 1608-03/Sape Gelar Sosialisasi dan Pemasangan Bendera Merah Putih Bersama Warga


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaan di RT 008 RW 004, Dusun Panta Paju, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Kamis (9/4) pukul 09.00 WITA.



Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat juang serta memperkuat rasa cinta tanah air dan nasionalisme masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pelaksanaannya, Serka Masykur mengajak warga untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menghormati simbol negara sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan.

Warga setempat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, termasuk dalam pemasangan Bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial guna mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa semakin meningkat, serta semangat nasionalisme terus terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat. (Team.MDG.03)

Babinsa Kowo Koramil 1608-03/Sape Hadiri Penyaluran Bantuan Sembako untuk Penurunan Stunting


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa Desa Kowo, Sertu Sahfundi yang merupakan anggota Koramil 1608-03/Sape, menghadiri kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada warga penerima manfaat dalam rangka mendukung program penurunan angka stunting di Desa Kowo, Kecamatan Sape, Kamis (9/4).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini diselenggarakan oleh kader Posyandu sebagai upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.



Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kowo, Babinsa Desa Kowo, pendamping kesehatan Kecamatan Sape, Ketua PKK Desa Kowo, serta para pengurus Posyandu Desa Kowo. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan aparat kewilayahan dalam menangani persoalan stunting.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Acara kemudian selesai pada pukul 10.23 WITA.

Partisipasi Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan serta percepatan penurunan angka stunting di wilayah.

(Team.MDG.03)

Sertu Jafar Koramil 1608-03/Sape Sosialisasikan Pemasangan Bendera Merah Putih di Desa Binaan


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, Sertu Jafar dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan Bendera Merah Putih bersama warga binaannya.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (9/4) pukul 09.00 WITA di RT 06 RW 03 Dusun Singi, Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Sosialisasi ini bertujuan untuk memupuk semangat juang masyarakat serta meningkatkan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



Dalam kegiatan tersebut, Sertu Jafar mengajak masyarakat untuk selalu menghormati simbol negara serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Warga setempat tampak antusias mengikuti kegiatan dan turut berpartisipasi dalam pemasangan bendera di lingkungan masing-masing.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. (Team.MDG.03)

Nama Sekda Lotim Terseret di Sidang Tipikor Mataram, Aktivis NTB Desak Semua Aktor Diungkap

Aktivis NTB saat Gelar Aksi Simbolik, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Gelombang tuntutan keadilan terkait skandal korupsi di Lombok Timur terus menguat. Hari ini, Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) NTB menggelar aksi simbolik di depan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram. Massa menuntut pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya atas dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur dalam proyek bermasalah.

Koordinator Konsorsium Aktivis NTB, Fidar Khairul Diaz, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook dan proyek Dermaga Labuhan Haji tidak boleh berhenti pada pejabat teknis semata.

​"Hukum harus menyentuh akar masalah. Jangan sampai yang ditindak hanya pelaksana lapangan atau 'bidak kecil', sementara otak dari dugaan korupsi ini masih bebas tidak tersentuh. Kami meminta Jaksa tidak ragu mengejar aktor intelektualnya," tegas Fidar di sela-sela aksi.

Di tempat yang sama, Direktur ALPA NTB, Herman, secara khusus menyoroti integritas jalannya persidangan. Ia mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap majelis hakim yang menangani perkara ini.

​"Mengingat besarnya kerugian negara yang mencapai miliaran dan keterlibatan banyak pihak, kami meminta Komisi Yudisial (KY) melalui Penghubung KY wilayah NTB untuk memantau sidang ini secara langsung. Ini penting untuk memastikan hakim tetap independen dan tidak terintervensi oleh kekuatan politik mana pun," ujar Herman.

Kasus korupsi pengadaan Chromebook di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur tahun anggaran 2022 ini telah menyeret enam orang terdakwa ke meja hijau. Mereka terdiri dari mantan Sekretaris Dikbud (AS), Pejabat Pembuat Komitmen (A), serta empat orang dari pihak rekanan swasta (S, MJ, LH, dan rekan).

​Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), proyek senilai lebih dari Rp32 miliar tersebut diduga direkayasa melalui sistem e-katalog, yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir sebesar Rp9,27 miliar.

Nama Sekda Lombok Timur sendiri mulai mencuat secara spesifik dalam fakta persidangan akhir tahun 2025 lalu. Hal inilah yang memicu desakan publik agar aparat penegak hukum segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk mendalami peran sang pejabat tinggi tersebut.

​"Kami tidak akan berhenti mengawal kasus ini. Publik berhak tahu siapa saja yang menikmati uang rakyat secara ilegal. Jika fakta persidangan sudah menyebut nama, maka tidak ada alasan bagi aparat untuk menunda pengembangan perkara, semua aktor harus di hukum" tutup Fidar.

Redaksi |

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Sape Masih Berkeliaran, Orang Tua Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Utama


Bima, Media Dinamika Global – Kasus dugaan pemerkosaan keji yang menimpa seorang mahasiswi lulusan keperawatan berinisial R (17) di wilayah Kecamatan Sape, kini memasuki babak baru. Pihak keluarga korban secara tegas mendesak pihak Kepolisian (APH) untuk bertindak lebih agresif dan segera meringkus pelaku utama yang hingga kini masih berkeliaran. Rabu (08/04/26).

Berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: STTLP / K / 333 / III / 2026 / NTB / Res Bima Kota, peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam, 21 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WITA (dan berlanjut hingga larut malam). Korban yang saat itu sedang berboncengan dengan pacarnya dicegat oleh sekelompok pemuda di jalan lintas Dusun Gusung menuju Desa Sangiang. Para pelaku yang diduga dalam pengaruh alkohol tidak hanya melakukan tindakan asusila secara paksa (pemerkosaan), tetapi juga merampas telepon genggam (HP) milik saksi.

Keluarga korban menaruh kecurigaan besar terhadap saksi kunci, yakni pacar korban yang bernama Reden Gifar Al Rasid, warga Desa Soro, Kecamatan Lambu. Saksi tersebut dinilai memberikan keterangan yang berubah-ubah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan diduga kuat mencoba menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Hal inilah yang ditengarai menghambat kepolisian dalam menetapkan status hukum pelaku utama.

Hingga saat ini, pihak keluarga menuntut keadilan atas beberapa poin krusial:

Identitas Pelaku Utama: Terduga pelaku utama berinisial RENO asal Sape, statusnya masih misterius dan belum diamankan.

Tiga Pelaku Lainnya: Masih ada tiga orang terduga pelaku yang hingga kini belum tersentuh hukum.

Keadilan untuk Korban: Orang tua korban, Amiruddin (Rudi), mendesak Polres Bima Kota untuk tidak memberi ruang bagi para pelaku.

"Kami minta polisi tegas! Jangan biarkan pelaku utama berkeliaran. Anak kami mengalami trauma berat, sementara saksi kunci terlihat tidak jujur. Kami ingin semua yang terlibat diseret ke penjara tanpa pengecualian," tegas pihak keluarga korban.

Saat ini, korban mengalami trauma psikis yang sangat mendalam. Pihak APH diharapkan tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi korban. 

Kasus ini telah menjadi atensi publik di wilayah Bima, dan masyarakat menunggu keberanian Polres Bima Kota untuk segera menangkap Reno dan rekan-rekannya yang masih buron. (RED).

Sertu Buyung Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling di Desa Buncu, Situasi Wilayah Aman dan Kondusif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Sertu Buyung yang bertugas sebagai Babinsa Desa Buncu, Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan patroli siskamling di wilayah desa binaannya pada Rabu (8/4/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan guna memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 19.50 WITA tersebut melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, serta delapan orang masyarakat setempat. Sasaran patroli difokuskan pada pemukiman warga dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak muda.

Sekitar pukul 20.00 WITA, tim bergerak menuju Desa Buncu dan tiba pada pukul 20.10 WITA. Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.



Dalam patroli tersebut, Sertu Buyung bersama anggota turut memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan lingkungan serta menghindari perselisihan yang dapat memicu konflik. Ia juga menyoroti maraknya perkelahian di kalangan remaja yang dipicu oleh konsumsi minuman keras dan ketidakmampuan mengontrol emosi.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjauhi narkoba dan barang terlarang lainnya, serta menghindari pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda. Dalam hal ketertiban berlalu lintas, warga juga diimbau agar selalu membawa identitas diri seperti SIM dan tidak berkendara secara ugal-ugalan demi keselamatan bersama.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga pukul 20.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.10 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” di Desa Binaan Masing-masing

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus mengintensifkan patroli dialogis melalui kegiatan “kongkow-kongkow” bersama warga di desa binaan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu malam (8/4/2026) sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah.

Patroli diawali oleh Serka Sahrul, Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, pada pukul 19.30 WITA. Ia melaksanakan patroli sambil berinteraksi dengan warga dan memberikan imbauan agar selalu menjaga situasi kamtibmas. Selain itu, warga diminta tidak bertindak main hakim sendiri jika terjadi permasalahan, melainkan segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 WITA, Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu yang juga anggota Posramil Lambu, melaksanakan patroli serupa. Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras yang dapat merusak masa depan serta mengganggu ketertiban lingkungan. Ia juga mengajak warga untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat.




Pada pukul 20.30 WITA, Serka Khairuddin, Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, turut melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga. Ia mengimbau masyarakat agar terus bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban lingkungan. Selain itu, warga diharapkan tetap menjalin komunikasi yang baik, saling menghormati, menghargai, serta segera melaporkan setiap permasalahan agar dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah desa.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Serda Ikhsan, Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, juga melaksanakan patroli dialogis. Ia mengajak warga, khususnya para remaja, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta menghindari kegiatan yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan patroli “kongkow-kongkow” ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. (Team.MDG.03)

BPD Desa Laju Kecamatan Langgudu Kab, Bima Segel Kantor Atas Dugaan Ketidaktertiban Dalam Beberapa Tahun Terakhir


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Ketegangan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintah Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, memuncak. BPD setempat menyegel kantor desa sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktertiban dalam perencanaan dan pelaporan pemerintahan desa yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah penyegelan itu dilakukan setelah BPD menilai sejumlah kegiatan desa sejak 2023 hingga 2025 tidak melalui mekanisme perencanaan sebagaimana mestinya.

Beberapa program disebut tidak tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) maupun tidak terakomodasi secara jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Anggota BPD Desa Laju, Haerudin, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan permintaan klarifikasi dan rekomendasi kepada pemerintah desa. Namun, respons yang diharapkan belum juga diterima.

“Ada tahapan kegiatan yang tidak melalui proses perencanaan sesuai ketentuan,” kata Haerudin kepada media ini, Rabu (8 April 2026).

Senada dengan itu, anggota BPD lainnya, Jufri, S.Sos, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut prinsip transparansi pemerintahan desa.

“Kami melihat ada ketidaktertiban yang perlu segera diluruskan. BPD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tata kelola desa berjalan sesuai aturan,” ujar Jufri.

Selain itu, pemerintah desa juga disebut belum secara rutin menyampaikan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPDes) pada akhir tahun anggaran. Padahal, laporan tersebut merupakan instrumen penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sebagai bentuk tekanan sekaligus dorongan agar ada kejelasan, BPD kemudian mengambil langkah penyegelan kantor desa. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dasar hukum maupun mekanisme internal yang melandasi tindakan tersebut.

Sejumlah pihak menilai, situasi ini memerlukan penanganan segera melalui pembinaan dan mediasi oleh pemerintah daerah agar tidak mengganggu pelayanan publik di tingkat desa.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Laju belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.(Team MDG)