Media Dinamika Global

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Dianiaya dan Dikeroyok Sat Pol PP Provinsi Lampung, Warga Way Jepara Lampung Timur Lapor ke Poltabes.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami seorang warga Desa Jepara, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, kini resmi bergulir di ranah hukum. Seorang pria muda bernama Harry Permana Agung (24) melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Bandar Lampung pada 10 Januari 2026.

Laporan tersebut telah diterima dan teregister dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/40/I/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.

Dalam surat laporan tersebut, dugaan tindak pidana yang dilaporkan mengacu pada Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur mengenai kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di wilayah Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan uraian dalam laporan polisi, kejadian bermula dari Pelapor mengembalikan kendaraan roda empat yang sebelumnya disewa atau dirental dari Terlapor.

Menurut keterangannya, administrasi dan pembayaran telah diselesaikan. Namun, ketika hendak memulangkan kendaraan tersebut, terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan sejumlah orang di lokasi.

Dalam situasi yang memanas itu, Harry mengaku tiba-tiba dipukul dari arah belakang. Selanjutnya, ia menyebut dirinya diduga dikeroyok oleh beberapa orang.

Dalam laporan resminya, Harry menyebut nama Reihan Dkk sebagai pihak yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.

Akibat kejadian tersebut, pelapor mengaku mengalami; Luka pada ibu jari tangan kiri, 
benjolan di bagian kepala, nyeri pada bagian punggung, memar pada bagian dada.

Merasa dirugikan dan mengalami luka fisik, Harry kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bandar Lampung guna mendapatkan kepastian hukum.

Dalam Surat Laporan yang diterbitkan oleh pihak kepolisian, dugaan perbuatan tersebut dikategorikan sebagai tindak pidana kekerasan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal tersebut pada prinsipnya mengatur bahwa setiap orang yang secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain dapat dipidana sesuai ketentuan yang berlaku, terlebih apabila mengakibatkan luka.

Penggunaan pasal dalam KUHP baru menunjukkan bahwa aparat penegak hukum telah menyesuaikan dasar hukum dengan regulasi terbaru yang berlaku secara nasional.

Polresta Bandar Lampung juga telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Perkara (SP2HP) tertanggal 14 Januari 2026.

Dalam surat bernomor B/63/I/2026/Reskrim tersebut, disebutkan bahwa laporan pengaduan telah diterima dan sedang dalam proses penyelidikan.

Penyidik yang ditunjuk dalam perkara ini adalah IPDA Muhammad Yani, S.H., M.H., dengan didampingi penyidik pembantu Bripol Riza Sanrego. Pihak kepolisian menyatakan bahwa setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai prosedur hukum dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Berdasarkan keterangan keluarga pelapor, pihak yang disebut dalam laporan diduga merupakan oknum Sat Pol PP Provinsi Lampung.

Namun demikian, dalam dokumen resmi laporan kepolisian, yang tertulis secara eksplisit adalah nama Reihan dan beberapa orang lainnya tanpa mencantumkan jabatan atau institusi.

Apabila dalam proses penyelidikan nantinya terbukti ada keterlibatan aparat, maka mekanisme penanganannya dapat mencakup proses pidana umum serta mekanisme etik atau disiplin internal sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sat Pol PP Provinsi Lampung terkait dugaan tersebut.

Upaya Konfirmasi kepada Reihan
Sebagai bentuk keberimbangan informasi, redaksi telah berupaya menghubungi pihak yang disebut dalam laporan, yakni Rehan.

Konfirmasi dilakukan melalui nomor WhatsApp 0831 91xx x981 yang diduga milik yang bersangkutan. Namun, saat dihubungi, nomor tersebut menjawab “salah sambung pak”.

Tidak ada penjelasan lanjutan terkait dugaan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Harry Permana Agung.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak Rehan dan kawan-kawan untuk memberikan klarifikasi atau bantahan atas laporan tersebut.

Keluarga pelapor berharap agar proses hukum berjalan secara profesional dan tanpa intervensi. Mereka menegaskan bahwa pelaporan ini murni untuk mencari keadilan dan perlindungan hukum atas peristiwa yang dialami.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga Way Jepara, Lampung Timur, dan masyarakat Bandar Lampung yang menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut.

Penyebutan nama dalam pemberitaan ini berdasarkan dokumen resmi laporan kepolisian yang telah diterima secara sah. 

Seluruh pihak yang disebutkan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Redaksi akan terus memantau perkembangan perkara ini dan menyajikan informasi terbaru sesuai fakta yang terkonfirmasi. (Fs/Red) 

Rabat Beton TMMD Ke-127: Ketika Keringat Menjadi Jalan Masa Depan.


Pesawaran - Mediadinamikaglobal.Id || Pagi belum sepenuhnya tinggi ketika deru molen mulai memecah keheningan di Desa Tanjung Rejo. Asap tipis mengepul dari mesin pengaduk. Cangkul menghantam campuran semen, pasir, dan split. Hari itu, tanah desa yang dulu becek saat hujan dan berdebu saat kemarau, bersiap berubah menjadi jalan kokoh melalui program TMMD Ke-127 yang digelar Kodim 0421/Lampung Selatan.
Air semen dituang. Cetakan dipasang. Ratakan. Padatkan. Ulangi.

Gerakan itu bukan sekadar teknis pembangunan — itu adalah ritme pengabdian.
Seorang warga berseru di sela kerja, “Dulu kalau hujan turun, motor sering tergelincir, Pak!”
Seorang prajurit, wajahnya penuh peluh, menjawab sambil tersenyum, “InsyaAllah setelah ini, jalan ini kuat. Anak-anak sekolah tidak akan takut jatuh lagi.”

Keringat bercucuran, membasahi seragam loreng milik prajurit Tentara Nasional Indonesia. Tangan-tangan kokoh meratakan permukaan beton dengan roskam panjang. Setiap tarikan alat perata seperti menghapus kesulitan lama yang selama ini membelenggu mobilitas warga.
Di bawah terik matahari, tidak ada keluhan. Yang ada hanya semangat.

Tidak ada jarak antara TNI dan rakyat. Yang ada hanya satu barisan — barisan pembangunan.

Rabat beton itu menghampar perlahan. Abu-abu, keras, dan tegas.

Namun di balik warna sederhana itu, tersimpan cerita besar:
tentang anak-anak yang akan berlari tanpa takut terjatuh,
tentang hasil panen yang lebih mudah diangkut, tentang ibu-ibu yang tak lagi khawatir saat membawa dagangan ke pasar.

Karena rabat beton TMMD ke-127 bukan sekadar lapisan semen di atas tanah.
Ia adalah jalur harapan.
Ia adalah urat nadi ekonomi desa.

Ia adalah bukti nyata bahwa negara hadir bukan dengan janji, tetapi dengan karya.
Dan ketika senja menyentuh permukaan beton yang masih basah, pantulannya seperti berkata, disinilah masa depan sedang dicor. disinilah pengabdian ditorehkan. disinilah TMMD ke-127 menuliskan sejarahnya.(Fs/Red) 

HMI MPO Komsat Bulan Sabit dan Komsat Hijau Hitam Bagi-bagi Takjil di Bulan Ramadhan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh kader Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) melalui Komisariat (Komsat) Bulan Sabit dan Komsat Hijau Hitam cabang Mataram. Keduanya turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan.

Aksi keperdulian ini bertempat di simpang empat, tempatnya di depan kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat). Minggu, (22/2/26).

Kegiatan sosial tersebut menyasar pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat adzan Maghrib berkumandang.

Ketua HMI Komisariat Bulan Sabit, M. Adam Ikbal menyampaikan bahwa pembagian takjil ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen kader HMI MPO untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Ramadhan adalah momentum memperkuat solidaritas dan nilai kemanusiaan. Kami ingin berbagi kebahagiaan, walau sederhana,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, para pengguna jalan tampak antusias menerima takjil yang dibagikan. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para kader yang terlibat.

Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kader Komsat Bulan Sabit dan Komsat Hijau Hitam. Mereka berharap, aksi sosial seperti ini dapat memperkuat citra mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Sementara, Ketua HMI Komisariat Hijau Hitam, Yakin Nur Imam, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial kader HMI kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Momentum bulan suci Ramadhan mengajarkan kita tentang arti berbagi, solidaritas, dan kepekaan terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Berbagi takjil bukan sekadar memberikan makanan untuk berbuka, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa HMI hadir di tengah-tengah masyarakat, membawa nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan pengabdian.

Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi ladang amal, memperkuat ukhuwah, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menebar kebaikan di bulan yang penuh berkah ini.

Dengan semangat hijau hitam yang membara, HMI MPO Komsat Bulan Sabit dan Komsat Hijau Hitam berkomitmen untuk terus menebar manfaat, menjadikan Ramadhan sebagai ruang pengabdian dan ladang amal bagi seluruh kader.

Redaksi ||

Apel Siaga Kamtibmas, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Masyarakat


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal bertindak sebagai  Inspektur upacara pada Apel Siaga Kamtibmas Bulan Ramadhan 1446 H/ 2026 M di Lapangan Baradaksa Mapolda Nusa Tenggara Barat. Senin, (23/2/2036)

Dalam amanatnya, Gubernur Iqbal menekankan, pentingnya keamanan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan, dan perlu meningkatkan kewaspadaan terjadinya gangguan keamanan di titik rawan di berbagai titik keramaian masyarakat. 

"Alhamdulillah satu hal yang patut kita syukuri bahwa hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Nusa Tenggara Barat secara umum terpantau kondusif. Namun memang masih terdapat isu penting yang menjadi fokus utama kita, khusunya memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M," ujarnya

Dijelaskan, bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, bulan kedamaian dan bulan penguatan nilai-nilai kebersamaan, pemerintah provinsi NTB ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat NTB dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk.

"Untuk itu ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama saat ini, pertama terkait keamanan di titik-titik rawan, seperti pusat keramaian pasar, terminal, tempat ibadah dan lokasi kegiatan masyarakat malam hari," jelasnya.

Selanjutnya kata Gubernur yang biasa disapa Miq Iqbal ini menyebutkan, perlu diantisipasi potensi ganguan keamanan lainnya seperti balapan liar, petasan berbahaya, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba serta potensi konflik sosial yang harus ditindak cepat, tegas namun tetap humanis.

Demikian juga stabilitas harga dan ketersediaan bahan-bahan pokok selama bulan Ramadhan tidak boleh menjadi momentum menaikan harga yang memberatkan rakyat.

Terakhir harus memperkuat sinergi. Tidak ada instansi yang bekerja sendiri-sendiri. Saat ini eranya kolaborasi bukan kompetisi. Kolaborasi TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan daerah.

Bagi Gubernur Iqbal peran Babinkantibmas, Babinsa, SatpolPP serta aparat Kelurahan dan Desa menjadi sangat strategis sebagai garda terdepan deteksi dini dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

"Kehadiran mereka ditengah masyarakat sebagai pengawas, tetapi juga menjadi pengayom, mediator sosial dan penguat kohesi sosial," tuturnya. 

Selain itu, seluruh unsur tersebut meningkatkan kepekaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas, memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, kelompok agama serta mendorong partispasi masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman dan harmonis. 

"Apel siaga ini menunjukkan komitmen bahwa negara hadir, menjaga masjid-masjid tetap khusyuk, jalanan tetap aman, ruang digital tetap aman dan generasi muda terlindungi," pesannya. 

Miq Iqbal mengajak  untuk memperkuat sinergitas. Di bulan Ramadan ini momentum memperkuat keamanan baik secara fisik, moral dan sosial. 

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo menjelaskan, bahwa Apel Siaga Kambtibmas Ramadhan 1447 H ini untuk memastikan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum, tempat aktifitas remaja harus aman. 

Selain itu ia berpesan kepada generasi muda, di tengah bulan suci Ramadhan untuk mengisi berbagai kegiatan yang positif. 

"Jangan balap liar, ganti dengan kegiatan keagamaan yang lebih produktif,' tukasnya.

Redaksi ||

Kepala SPPG Dapur Panda Lakukan Pemecatan Karyawan Secara Sepihak, Tidak Ada Pemberitahuan Terdahulu

Keterangan : Gambar Ilustrasi

Bima,Mediadinamikaglobal.id – Sebuah kasus pemecatan karyawan secara sepihak terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Panda, yang terletak di Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Karyawan yang terkena dampak mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan atau penjelasan resmi terkait keputusan tersebut.

Menurut salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, pemecatan dilakukan langsung oleh Kepala SPPG Dapur Panda pada hari Senin (19/2) kemarin. Terdapat tiga karyawan yang dinyatakan tidak lagi boleh melaksanakan tugas tanpa pemberitahuan sebelumnya maupun klarifikasi mengenai alasan pemecatan.

"Kita sedang bekerja seperti biasa, tiba-tiba ada pesan masuk notifikasi whatsapp terdapat surat pemecatan dalam bentuk PDF, langsung diberitahu tidak perlu datang kerja lagi mulai hari itu. Tidak ada surat resmi, tidak ada pembahasan, bahkan tidak ada penjelasan mengapa ini terjadi," ujar salah satu karyawan yang terkena pemecatan saat dihubungi.Sabtu (21/2). 

Lanjutnya, karyawan bersama beberapa temannya akan melakukan langsung ke SPPG Dapur Panda dan meminta penjelasan serta verifikasi kepada manajemen SPPG Dapur Panda terkait kasus pemecatan ini . 

"Kami akan mengecek apakah keputusan pemecatan tersebut sesuai dengan peraturan perburuhan yang berlaku. Setiap karyawan memiliki hak untuk mendapatkan pemberitahuan dan alasan yang jelas terkait pemecatan. Apabila tanggapan ini tidak diindahkan oleh mereka, maka kami akan melakukan pelaporan ke pihak berwajib bersama masyarakat setempat," ujarnya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media ini, pihak manajemen Dapur Panda dan Kepala SPPG belum memberikan komentar resmi mengenai kasus pemecatan sepihak ini. 

Pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat.(MDG05) 

Satu Tahun Iqbal–Dinda: Peternakan NTB Bertransformasi, Surplus Terjaga, Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Sub sektor peternakan memegang peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia bukan hanya penyedia utama protein hewani, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat, pencipta lapangan kerja, penopang pertanian berkelanjutan, sekaligus instrumen pengurangan kemiskinan.

Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat, permintaan produk peternakan terus bergerak naik. Dalam dinamika tersebut, peternakan tampil sebagai garda terdepan penyedia pangan berkualitas dan terjangkau.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati posisi penting dalam peta peternakan nasional. Populasi sapi potong berada di urutan keempat nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Kerbau menempati urutan keempat, kuda urutan ketiga, kambing urutan ketujuh, ayam kampung urutan ke-12 dari 38 provinsi, serta itik berada di peringkat ke-13 nasional.

Keunggulan ini diperkuat oleh ketersediaan lahan sumber pakan ruminansia/herbivora seluas 1.692.694 hektare, terdiri atas 353.025 hektare (20,85%) di Pulau Lombok dan 1.339.669 hektare (79,15%) di Pulau Sumbawa.

Daya tampung ternak herbivora NTB mencapai 1.585.103 UT atau setara 2.219.144 ekor, dengan potensi pengembangan tambahan sebesar 419.640 UT atau setara 587.496 ekor, yang sebagian besar berada di Pulau Sumbawa.

Modal ekologis inilah yang menjadi fondasi kuat transformasi peternakan NTB selama satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda.

*Produksi Meningkat, NTB Catat Surplus Daging dan Telur*

Sepanjang tahun 2025, kinerja produksi peternakan menunjukkan tren positif.

Produksi daging ruminansia mencapai 15.366,1 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 13.687,8 ton. Artinya, NTB mengalami surplus 1.678,32 ton. Dibandingkan produksi tahun 2024 sebesar 14.537 ton, terjadi kenaikan 5,7 persen.

Pada sektor unggas, produksi daging unggas tahun 2025 sebesar 57.998,4 ton, melampaui kebutuhan masyarakat sebesar 55.553 ton, dengan surplus 1.860,27 ton. Angka ini meningkat 3,3 persen dibanding produksi tahun 2024 sebesar 56.138,1 ton.

Sementara itu, produksi telur tahun 2025 mencapai 57.506,44 ton, naik 1,86 persen dari tahun 2024 sebesar 56.434,86 ton.

Peningkatan produksi telur ditopang oleh:

- Populasi ayam buras tahun 2025 sebanyak 5.303.821 ekor, naik 4 persen dari 2024 (5.118.430 ekor)

- Populasi itik meningkat 4 persen menjadi 444.410 ekor

- Kontribusi telur puyuh sebesar 227,83 ton, dengan populasi puyuh 131.389 ekor, meningkat 14 persen dibanding 2024

Capaian ini memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat NTB tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan.

*Hilirisasi Ayam Terintegrasi: Lompatan Besar Menuju Industri Peternakan Modern*

Memasuki 2026, tantangan baru muncul seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi NTB dan berkembangnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pendukung program MBG. Sub sektor peternakan dituntut menyediakan pasokan protein dalam skala besar, mulai dari telur, ayam, susu hingga daging.

Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia meluncurkan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi.

Program ini mengintegrasikan seluruh rantai produksi dalam satu klaster, meliputi:

- Breeding ayam ras pedaging

- Breeding ayam ras petelur

- Industri pakan ayam

- Budidaya ayam pedaging

- Budidaya ayam petelur

- Rumah potong unggas

- Pengolahan daging ayam (karkas, sosis, nugget)

- Pengolahan telur (tepung telur)

Setiap klaster diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja, sekaligus memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

Lokasi program ditetapkan di Kabupaten Sumbawa, karena tersedianya lahan milik pemerintah yang sesuai, lokasi relatif jauh dari permukiman, serta dukungan penuh pemerintah provinsi dan kabupaten.

Hilirisasi ini menandai perubahan arah pembangunan peternakan NTB: dari sekedar produksi primer menuju industri berbasis nilai tambah.

*100 Persen Wilayah Terkendali PHMS*

Pada 2025, NTB berhasil mencapai target 100 persen wilayah terkendali dari Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) di seluruh 10 kabupaten/kota.

Sepanjang tahun 2025 tercatat 914 kasus PHMS yang meliputi Anthrax, Septichaemia Epizootica, Surra, Rabies, Avian Influenza, dan PMK dan seluruhnya tertangani.

Penguatan sistem kesehatan hewan dilakukan melalui pengadaan alat PCR, sehingga pemeriksaan PMK kini dapat dilakukan langsung di NTB tanpa harus mengirim sampel ke provinsi lain. Selain itu, pemerintah pusat mengalokasikan APBN untuk vaksin dan operasional vaksinasi PMK di seluruh kabupaten/kota.

Langkah ini menjaga keamanan lalu lintas ternak sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar.

*Tata Niaga Menguat, Kapal Ternak Dorong Lonjakan Distribusi*

Indikator tata niaga sub sektor peternakan tahun 2025 mencapai 77,85 persen, melampaui target 75 persen dengan capaian kinerja 103,80 persen. Persentase produk peternakan yang dipasarkan meningkat 9,22 persen dibanding 2024.

Capaian ini diperkuat dukungan Kementerian Perhubungan melalui transportasi Tol Laut. Sepanjang 2025 tercatat 17 voyage kapal ternak dengan rute:

- Bima – Tanjung Priok (3 voyage)

- Bima – Kwandang Gorontalo (2 voyage)

- Bima – Basirih (4 voyage)

- Bima – Trisakti Kalimantan Selatan (8 voyage)

Pemanfaatan angkutan khusus ternak melonjak 455,95 persen dibanding 2024, setelah NTB memiliki kapal sendiri tanpa mekanisme deviasi/omisi.

*Populasi Sapi Naik, Betina Produktif Nol Kasus*

Sebagai lumbung sapi nasional, populasi sapi NTB tahun 2025 mencapai 1.340.130 ekor, meningkat 2,44 persen dari 2024 sebesar 1.308.204 ekor.

Peningkatan ini didorong oleh keberhasilan inseminasi buatan, transfer embrio, vaksinasi PMK, terkendalinya PHMS, serta pencapaian penting berupa nol kasus pemotongan betina produktif sepanjang 2025.

Satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda telah menghadirkan transformasi nyata pada wajah peternakan NTB: produksi meningkat, penyakit strategis terkendali, tata niaga menguat, dan hilirisasi ayam terintegrasi mulai dibangun.

Peternakan hari ini tidak lagi sekedar soal kandang dan populasi ternak, tetapi tentang industri, lapangan kerja, dan ketahanan pangan rakyat.

Redaksi ||

Plh Kapolres Bima Kota AKBP Hariyanto Ajak Masyarakat Bersinergi Perang Lawan Narkoba


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sehari tiba di Kota Bima, Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota yang baru, AKBP Hariyanto ajak masyarakat bersinergi perang lawan pemberantasan narkoba.

Penegasan komitmen Plh Kapolres Bima Kota disampaikan Sabtu (21/2/2026) saat acara buka puasa bersama di kantornya.

AKBP Hariyanto menyampaikan bahwa upaya memerangi peredaran narkotika bukanlah tugas yang mudah karena melibatkan jaringan yang terorganisir. Ia menekankan bahwa aparat kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari masyarakat.

“Pemberantasan narkoba ini tidak mudah karena melibatkan jaringan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap kasus dan menangkap pelaku.

Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam setiap penindakan hukum. AKBP Hariyanto menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk harus ditindaklanjuti berdasarkan bukti yang sah agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Apabila kita menuduh seseorang, tetapi saat dilakukan penangkapan tidak ditemukan barang bukti, maka tidak bisa ditindaklanjuti. Kasus narkoba berbeda dengan perkara lain, harus ada barang bukti,” jelasnya.

Plh Kapolres Bima Kota pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

“Saya mohon masyarakat bekerja sama. Jika ada informasi, sampaikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” tutupnya.


Bagaimana masyarakat mau lapor perihal kasus narkoba, sedangkan yang terlibat itu justru didalam institusi kepolisian sendiri? Sudahlah, kami tunggu gebrakan dan kinerja Bapak Plh Kapolres untuk segera menangkap Bandar Narkoba Koko Erwin dan Inisial B yang sedang buron alias DPO.(Sekjend MDG)


Jajaran Koramil 1608-01/Rasanae Ajak Warga Jaga Kamtibmas Saat Bulan Suci Ramadhan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Jati baru Serka Mustamin pimpin apel pengecekan yang Personil bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' timur Kota Bima, dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Minggu, (22/02/26)

Patroli tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Jati baru Serka Mustamin dengan dihadiri 6 Anggota Koramil 1608-01/Rasana'e. Sasaran Patroli Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin adalah.

1. Kelurahan kumbe 

2. Kelurahan Rabangodu Utara  

3. Kelurahan Jatiwangi 

Sekitar Pukul 21.00 Wita, usai melaksanakan Apel, Personil Patroli bergerak menuju sasaran dengan star dari Kelurahan Kumbe menujun sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam kegiatan ini, Personil Patroli tidak hanya sekedar melaksanakan Patroli dengan mengendarai sepeda motor saja, namun juga memberikan imbauan kepada masyarakat.

Himbauan diberikan terutama anak-anak muda agar senantiasa bersinergi dengan baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di sepanjang jalan Sukarno Hatta.

Adapun upaya yang diharapkan dalam hal ini, tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum' menghindari perkelahian, balap liar, dan penggunaan knalpot bising, tidak mengonsumsi minuman keras maupun narkoba.

Juga mengajak masyarakat, khususnya agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan ibadahnya Shalat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan. 

Ditekankan agar tidak ada yang bermain petasan, membuat keributan, atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. 

Selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas, dan segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Dalam kegiatan tersebut Anggota juga menemukan sekelompok warga Kellurahan Jatiwangi yang melaksanakan lomba lari pada saat Bulan Suci Ramadan, agar segera membubarkan diri, demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta menghormati suasana ibadah di Bulan Ramadan. Selain itu, diimbau kepada para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang menjalankan Ibadah.

Setelah itu, pada Pukul 21.50 Wita Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot.

Sekaligus dihimbau agar diharapkan dapat mematuhi aturan lalu lintas. Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan Patroli dan memberikan himbauan kepada Warga masyarakat, seluruh Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae, dan kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Kerusakan Jalan dan Jembatan di Desa Campa Akan Segera Ditangani


Madapangga NTB, Media Dinamika Global.id.-- Wakil Bupati Bima turun di desa campa kec.madapangga Melihat jembatan yg rusak

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, meninjau langsung kerusakan jembatan dan jalan di So Rawu, Desa Campa, Kecamatan Madapangga pada Rabu (11/2/2026). Beliau menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan teknis guna memulihkan jalur ekonomi vital warga. 

Kerusakan jalan dan jembatan di So Rawu Desa Campa, Kecamatan Madapangga ditinjau Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Rabu 11 Februari 2026. Wabup didampingi Kepala Dinas PUPR Taufik , ST MT, BPBD, Sekcam Madapangga dan Kepala Desa Campa, M. Taufik, SH.

Langkah ini ditujukan untuk melihat dari dekat tingkat kerusakan dan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan. Agar jalan dan jembatan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat yang menghubungkan Desa Campa dan wilayah lainnya tersebut dapat kembali berfungsi optimal.

Pada pertemuan dengan warga, Wakil Bupati secara khusus menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan lahan untuk mobilisasi alat berat yang melakukan perbaikan kerusakan drainase dan jalan.

Wabup langsung menginstruksikan Kepala Dinas PUPR Taufik , ST, MT untuk segera melakukan penanganan, mempercepat penyelesaian administrasi penganggaran agar pengerjaan fisik dapat segera direalisasikan.

Terkait rencana jangka panjang penanganan kerusakan infrastruktur, Wabup meminta kepada Camat dan kepala desa untuk menyelesaikan permasalahan sosial seperti penyediaan lahan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menerima dengan baik. 

"Pastikan tidak ada keluhan dan tuntutan warga pemilik lahan," ujarnya.


Wakil Bupati juga mengharapkan agar masyarakat menjaga lingkungan dan mengurangi alih fungsi lahan dari menanam jagung ke tanaman produksi untuk mengurangi potensi terjadinya banjir.(Sekjend MDG)

Rekap Safari Ramadhan 1447 H Universitas Muhammadiyah Bima di Kecamatan Asakota Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Kegiatan Safari Ramadhan tersebut merupakan salah satu agenda tahunan yang dilaksanakan oleh UM Bima dengan tujuan untuk memperluas tali silaturahmi antar sesama sekaligus mendekatkan masyarakat kecamatan Asakota kota Bima khususnya  Disisi lain, kegiatan Safari Ramadhan ini pun dalam rangka mengajak berbuat kebaikan, Sabtu 21 Februari 2026.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membuka jalannya komunikasi antara UM bima dengan masyarakat Asoka kota bima, organisasi keagamaan, para ulama dan seluruh khalayak masyarakat Asakota kota Bima untuk dapat saling silaturahmi membangun dan memperkuat sinergitas kolaborasi melaksanakan berbuat kebaikan dan kemajuan di wilayah Asakota kota Bima serta masyarakat dapat mengambil makna positif di bulan yang penuh keberkahan ini untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan kepada sesama insan khususnya bagi masyarakat kecamatan Asakota kota Bima.

Kegiatan safari Ramadhan UM Bima berjalan dengan lancar di kecamatan Asakota kota Bima terimakasih kepada tim safari, dekan FAI dan jajaran staf prodi dan mahasiswanya yang senantiasa mendampingin kegiatan safari Ramadhan tersebut.(Sekjend MDG)