Media Dinamika Global

Rabu, 04 Februari 2026

Bupati Bima Segera Panggil Kades Doridungga Terkait Ambruk Gedung Serbaguna di Wilayah Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Berdasarkan laporan terbaru, Gedung Serbaguna Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, dilaporkan ambruk akibat diterjang angin kencang pada Jumat, 23 Januari 2026. Bangunan yang baru berusia dua tahun tersebut roboh dan menimbulkan kerugian besar bagi Pemerintah Desa. 

Terkait insiden tersebut, berikut adalah poin-poin pentingnya:

Tuntutan Tanggung Jawab: Asosiasi Gerakan Pemuda Mandiri (AGPM) menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah desa terkait ambruknya gedung tersebut.

Inspektorat Turun Tangan: Inspektorat Kabupaten Bima dilaporkan sedang meninjau ambruknya Gedung Serbaguna milik pemerintah Desa Doridungga.

Penyebab: Gedung ambruk diterjang angin kencang, namun ada sorotan mengenai kualitas konstruksi mengingat bangunan tersebut tergolong baru dibangun (dua tahun). 

Hingga saat ini, pihak berwenang (Inspektorat/Bupati) dilaporkan sedang memproses laporan tersebut untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam pembangunan gedung tersebut.(Team)

HMI Selamat Milad Ke- 79 Himpunan Mahasiswa Islam


Bima, Media Dinamika Global.id.// ​Selamat Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan komitmen kita dalam menjaga marwah perjuangan, merawat keindonesiaan, dan memperkokoh keislaman.

​Semoga HMI terus melahirkan insan cita yang akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Mari terus berproses dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.


Massa Aksi Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa sedang Menggelar Demonstrasi di Depan Kantor Desa Doridungga Kec, Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.— Ambruknya Gedung Serba Guna Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, memantik sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Bangunan yang dibangun menggunakan anggaran negara senilai Rp229 juta kini rata dengan tanah, meninggalkan tanda tanya besar terkait kualitas perencanaa dan pembangunan serta tata kelola anggaran desa.

Gedung tersebut sebelumnya direncanakan sebagai fasilitas publik strategis guna menunjang berbagai kegiatan masyarakat Desa Doridungga, mulai dari kegiatan sosial, budaya, kepemudaan, hingga aktivitas ekonomi desa. Namun harapan masyarakat itu pupus setelah bangunan tersebut dilaporkan ambruk.

Peristiwa ini menuai reaksi keras dari Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (AGPM). Mereka menilai ambruknya gedung bukan sekadar faktor cuaca semata, melainkan indikasi kuat adanya persoalan serius dalam proses perencanaan maupun pengerjaannya.

AGPM menggelar aksi sebagai bentuk protes dan tuntutan pertanggungjawaban kepada pemerintah desa.

Menurut AGPM, sebuah bangunan dengan fungsi vital dan nilai anggaran yang tidak kecil semestinya memiliki kualitas konstruksi yang memadai dan mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem. Mereka menduga lemahnya pengawasan serta penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis menjadi penyebab utama runtuhnya gedung tersebut.

“Kami menduga ada kelalaian serius dalam pelaksanaan proyek ini. Gedung yang seharusnya menjadi kebanggaan desa justru ambruk sebelum benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Ini harus diusut tuntas,” tegas Owen salah satu massa aksi (5/1/2026), saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Massa Aksi mendesak pemerintah desa Doridungga untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga meminta instansi terkait dan aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap proyek pembangunan Gedung Serba Guna tersebut, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

Menurut AGPM, transparansi anggaran dan akuntabilitas pemerintah desa adalah hal mutlak. Apalagi, dana pembangunan bersumber dari keuangan negara yang sejatinya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan justru menimbulkan kerugian.

Ambruknya Gedung Serba Guna ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas sosial masyarakat. Fasilitas yang diharapkan menjadi ruang bersama untuk berbagai kegiatan desa kini tidak dapat difungsikan, sehingga menghambat program-program pemberdayaan masyarakat yang telah direncanakan.

Sementara itu, dalam keterangannya merespon masa aksi Pemerintah Desa Doridungga mengatakan bahwa ambruknya gedung tersebut karena faktor cuaca.

“Gedung Serba guna bisa ambruk atas dasar bencana” Ujar Kepala Desa Jubaid Awahab, S.pd.

Lebih lanjut, AGPM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan keadilan bagi masyarakat.

AGPM berharap kasus ini menjadi peringatan keras agar pembangunan desa tidak dilakukan secara asal-asalan. Mereka menuntut evaluasi total terhadap seluruh proyek desa demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(Sekjend MDG)

Aliansi Pemuda Desa Doridungga Lakukan Gelar Demonstrasi Depan Kantor Desa Setempat di Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Kamis, 05 Februari 09:00 WITA, Aliansi pemuda desa doridungga melakukan aksi demonstrasi secara damai di depan kantor desa doridungga dengan tuntutan :

1. Mendesak pemerintah desa dan BPD desa doridungga untuk segera mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan ambruknya gedung serbaguna desa doridungga (GSG)

2. Mendesak pemerintah desa dan BPD desa doridungga untuk melakukan transparansi peraturan desa (PERDES) terkait mobil siaga desa doridungga dan Motor pengangkut sampah.

3. Mendesak kepala desa dan ketua BPD untuk melakukan disiplinan struktur BPD. 

4. Mendesak ketua BUMDES Sejati desa doridungga agar segera transparansi anggaran tahun 2025.

Hasil pernyataan Pemerintah desa, BPD dan ketua BUMDES Sejati desa doridungga bahwa dari point tuntutan 1 sampai 4 ada hasil dan tanggapan yang bisa dipertanggungjawabkan: ujar PEMDES, BPD dan ketua BUMDES :

1. Gedung GSG bisa ambruk atas dasar bencana dan kelalaian pelaksana, pengawasan dari pemerintah desa dan BPD, dan GSG akan dibangun kembali ketika ada Aspirasi atau bantuan dari pihak pemerintah pusat.

2. PERDES dari akhir bulan mei 2025 yang di susun akan dibahas pada tanggal 09 Februari 2026.

3. Ketua BPD akan siap mendisiplinkan anggota dan kinerjanya seusai dengan amanat undang-undang dan masyarakat umumnya.

4. Anggaran BUMDES Sejati desa doridungga tahun 2025 melalui proposal, tentang ketahanan pangan akan segera di cairkan dengan syarat BUMDES segera membuat ulang proposal.

 


Dengan jawaban dan hasil itu, masa aksi telah sepakat bahwa apabila tanggapan tersebut tidak sesuai dengan tindakan pemerintah desa, BPD dan ketua BUMDES maka, kami dari aliansi pemuda desa doridungga siap kawal Masalah ini sampai ke inspektorat dan kejaksaan negeri raba bima (KEJARI) Ujarnya, tutup masa aksi.(Sekjend MDG)

Babinsa Rasabou Koramil 1608-03/Sape Pantau Progres Pengeboran Air Bersih di So Dadi Bajo


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id — Babinsa Desa Rasabou, Serda Abdul Hafid, anggota Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan monitoring kegiatan pengeboran air bersih di wilayah So Dadi Bajo, Kamis (5/2/2026).



Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan pada pukul 10.17 WITA. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, progres pengeboran pilot hole berdiameter 8 inci telah mencapai kedalaman 43 meter. Sementara itu, pengeboran direncanakan mencapai kedalaman 80 meter dan disesuaikan dengan target maksimal hingga 85 meter.

Serda Abdul Hafid memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan pengeboran berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

(Team.MDG.03)

Gaji PPPK Paruh Waktu Berada di Kisaran Rp. 300 Ribu hingga Rp. 2 Juta Per bulan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.//Ketua AHN Irfan dalam Perspektif nya mengatakan Bung Tomo Ambil Pelajaran dari Kasus Gaji PW NTB, Pemkab Bima Harus Evaluasi Kebijakan. Sehingga Sebanyak 14.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Bima telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Meski demikian, besaran gaji yang akan diterima belum bersifat final.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima memproyeksikan rentang gaji PPPK Paruh Waktu berada di kisaran Rp. 300 ribu hingga Rp. 2 juta per bulan. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Bima, Suryadin.

“Skema penggajian masih dibahas. Nanti setelah final akan disampaikan ke Bupati untuk disetujui. Proyeksi sementara, ada yang Rp. 300 ribu sampai Rp. 2 juta per bulan,” ujar Irfan beberapa hari yang lalu.

Ia menjelaskan, sumber anggaran gaji PPPK Paruh Waktu berbeda-beda, tergantung pada bidang dan status sebelumnya. PPPK yang sebelumnya berstatus tenaga pegawai tidak tetap (TPU) dengan SK Bupati akan digaji melalui APBD.

Sementara itu, gaji tenaga guru bersumber dari dana BOS, dan tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas akan digaji melalui dana BLUD. “Seperti itu skema penggajiannya,” jelas pria yang akrab disapa Imoenk tersebut.

Sebelumnya, Bupati Bima Ady Mahyudi melalui Kadis Dikbudpora Kab Bima mengapresiasi ribuan tenaga honorer yang kini resmi diangkat menjadi ASN PPPK Paruh Waktu. Menurutnya, pengangkatan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas pengabdian para honorer.

“Ini bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia. Negara melalui pemerintah daerah hadir memberikan pengakuan dan kepercayaan,” kata Bupati Ady di hadapan belasan ribu penerima SK.

Ia menegaskan, perubahan status ini bukan sekadar administratif, melainkan membawa tanggung jawab dan makna baru. “Dari menunggu menjadi dipercaya, dari berharap menjadi bertanggung jawab, dan dari mengabdi dalam senyap menjadi pengabdian dalam kehormatan,” ujarnya.

Bupati Ady melalui Kadis Dikbudpora Kab Bima juga berpesan agar seluruh PPPK Paruh Waktu dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan melayani masyarakat dengan hati nurani.

“Layani masyarakat dengan hati nurani,” tegasnya.

Berdasarkan data BKD dan Diklat Kabupaten Bima, jumlah awal penerima SK PPPK Paruh Waktu tercatat sebanyak 14.077 tenaga honorer, terdiri dari 7.007 guru, 5.672 tenaga teknis, dan 1.400 tenaga kesehatan.

Namun, setelah verifikasi akhir, 104 orang tidak mengisi daftar riwayat hidup (DRH) dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sehingga jumlah akhir tenaga honorer yang menerima SK PPPK Paruh Waktu menjadi 14.077 orang.(Tim MDG)

Dinas Perpustakaan Daerah dan Arsip Kota Bima, Menerima Kunjungan SDN 22


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menerima kunjungan dari SDN 22 Kota Bima

Kunjungan disambut hangat oleh Tim Perpustakaan Daerah Kota Bima dan jajarannya.

Kegiatan diawali dengan foto bersama di halaman Gedung layanan Perpustakaan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan fasilitas, tata tertib dan berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan, Kamis 05 February 2026.

Para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan, seperti Membaca bersama, Storytelling serta Tour Gedung Layanan Perpustakaan Kota Bima untuk mengenal lebih dekat dunia perpustakaan, terlihat wajah antusias dari para siswa yang hadir.

Tujuan kunjungan ini yaitu dalam rangka meningkatkan mutu proses dan hasil belajar serta semangat anak-anak dalam belajar dan pelaksanaan kegiatan Outing Class sebagai metode belajar di luar sekolah untuk menambah wawasan keilmuan siswa.

Menanamkan kebiasaan membaca sejak kecil adalah investasi besar untuk masa depan. Dengan membaca, anak-anak dapat membuka jendela pengetahuan, melatih daya pikir, sekaligus menumbuhkan karakter positif. Mari kita bersama-sama terus mendorong budaya literasi agar generasi muda tumbuh menjadi cerdas, kreatif, dan berwawasan luas, SalamLiterasi.(Sekjend MDG)

BAZNAS Kota Bima Terus Memberikan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Tidak Mampu


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Rumah Sehat Baznas (RSB) Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Sejak mulai beroperasi pada Februari 2025, RSB menjadi salah satu garda terdepan Baznas Kota Bima dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

RSB Kota Bima didukung oleh tenaga medis profesional dengan sistem dokter jaga, yakni dr. Nurfathonah Aryana sekaligus sebagai Direktur RSB dan dr. Neneng Miratunisa.

Pelayanan kesehatan umum dibuka setiap hari Senin hingga Jumat dan dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah. Selain layanan umum, RSB juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan ibu dan anak melalui layanan USG gratis bagi ibu hamil yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat, dengan persyaratan membawa KTP serta mengisi formulir pendaftaran.

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran RSB terus meningkat. Tidak hanya melayani pasien di dalam gedung, RSB juga aktif melakukan pelayanan jemput bola setiap hari Jumat dengan membagikan formulir pendaftaran dan melaksanakan pelayanan kesehatan terjadwal ke kelurahan-kelurahan, termasuk pengobatan di luar gedung untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

Dalam rangka mendukung program nasional pencegahan stunting, RSB Kota Bima di tahun 2025 telah melaksanakan pemberian makanan bergizi kepada anak selama tiga bulan, serta pemberian multivitamin bagi ibu hamil setiap minggu selama tiga bulan. Program ini diharapkan mampu membantu meningkatkan status gizi anak dan kesehatan ibu hamil di wilayah Kota Bima. Tidak hanya itu, RSB Kota Bima juga menyelenggarakan pemeriksaan mata gratis dan pembagian kacamata gratis kepada 200 siswa pesantren dengan menggandeng organisasi optik IROPIN Kota Bima.

Program kesehatan daerah lainnya yang turut dilaksanakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis bersamaan dengan moment program pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan oleh Baznas Kota Bima.

Melalui berbagai program tersebut, Rumah Sehat Baznas Kota Bima diharapkan dapat terus menjadi solusi nyata bagi kebutuhan kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.(Sekjend MDG)

Serma Syamsuriza Pimpin Apel pengecekan Personil Patroli Cipkon


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Babinsa Kelurahan Tanjung Serma Syamsurizal pimpin apel pengecekan Personil yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Rabu, (04/02/26)

Apel pengecekan Personil tersebut di hadiri oleh 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae yang sekaligus akan melaksanakan Patroli di sejumlah Kelurahan.

Ada enam Kelurahan yang menjadi sasaran Patroli Cipta Kondisi yang akan dilaksanakan yaitu :

1. Kelurahan kumbe 

2. Kelurahan Rabangodu Utara 

3. Kelurahan Penaraga 

4. Kelurahan Manggemaci 

5. Kelurahan paruga

6. Kelurahan Dara

Berdasarkan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kegiatan dimulai pada Pukul 20.30 Wita, personil patroli melaksanakan Apel pengecekan, dan tepat pada Pukul 20.45 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling, Star dari Kelurahan Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua"

Selang beberapa waktu sekitar Pukul 21.05 Wita' Anggota patroli memberikan himbauan kepada masyarakat, dalam himbauanya dijelaskan bahwa, Kami dari Koramil 01 Rasanae’ mengajak seluruh masyarakat yang berada di sepanjang Jalan Soekarno Hatta agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, ujar salah satu Personil.

Lanjutnya, Patroli ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, seperti balap liar, perkelahian, penggunaan knalpot racing, dan aktivitas yang dapat meresahkan warga.

Disisi lain dalam kegiatan tersebut Anggota juga berpesan kepada para orang tua agar mengawasi anak-anaknya, khususnya pada malam hari, supaya tidak berkeliaran tanpa tujuan yang jelas.

Juga disampaikan agar masyarakat dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman, dan pesan selanjutnya bahwa, apabila melihat hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau aparat setempat agar dapat segera dilakukan pencegahan atau penanganan.


Mari kita jaga bersama lingkungan kita agar tetap aman, nyaman, dan tertib masyarakat agar selalu menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Sekitar Pukul 21.15 Wita Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, 

Dan diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas. Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah melaksanakan Patroli keliling Pukul 20.30wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasana'e, dan Pukul 20.45 Wita' kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Pena Dan Buku, Tajam Pada Pikiran, Beban Bagi Hati 

Gambar Pixabay

Bima-Media Dinamika Global.Id.-Jangan menyalahgunakan pena dan buku, sebab ia bisa tajam melebih pedang dan lembut melebihi sutra 

Indonesia kembali di hebohkan dengan kabar duka dari seorang siswa SD inisial YBR di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang ditemukan meninggal dunia usai diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah, sebelum meninggal siswa tersebut menuliskan surat untuk ibunya. 

Adapun isi surat YBR kepada ibunya ialah sebagai berikut: 

"Surat untuk mama Reti, Mama pelit sekali, Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis. Mama saya meninggal, jangan menangis serta jangan cari saya. Selamat tinggal." 

"Kertas Tii Mama Reti, Mama Galo Zee, Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama. Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee. Molo Mama". 

Setelah Kita melihat kejadian tersebut, Mama Reti sebagai perwakilan orang tua yang hidup susah dan anak-anak Indonesia yang stres dan frustasi dikarenakan kebutuhan pendidikan baik berupa alat tulis maupun pembayaran sekolah, malah pemerintah memprioritaskan kebutuhan yang tidak pokok berupa Makanan Bergizi Gratis (MBG) 

Sedangkan kebutuhan pokok biaya pendidikan dan fasilitas sekolah malah dibebankan kepada orang tua dan siswa hal tesebut bertentangan dengan amanat konstitusi Amandemen Keempat UUD 1945 BAB XIII Mengenai Pendidikan dan Kebudayaan 

Pada Pasal 31 UUD 1945 tentang pendidikan mengatur sejumlah ketentuan berikut. 

Ayat (1) yang berbunyi: "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan". 

Ayat (2) yang berbunyi: "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya". 

Ayat (3) yang berbunyi: "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang". 

Ayat (4) yang berbunyi "Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan negara dan daerah". 

Ayat (5) yang berbunyi: "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia". 

Jika merujuk pada pasal dan bunyi ayat di atas maka kita bisa mengatakan bahwa pemerintah mulai dari pusat sampai ke desa telah gagal melaksanakan kewajibannya untuk memberikan keadilan dan kesejahteraan pada masyarakat. 

Dari pondasi awal sekolah dasar saja pemerintah belum mampu memberikan kenyamanan dan ketentraman, bagaimana mau membangun sumber daya manusia yang berkualitas sampai ke universitas dalam memajukan negeri ini. 

Harapan penulis kepada semua, jika pemerintah tidak mampu mendata angka kemiskinan dan tidak mau melihat kekurangan warganya, maka kita sesama masyarakat, warga sekitar atau setempat jika memiliki kelebihan maka bantulah semasih itu untuk kehidupan yang baik dan melangsungkan kehidupannya, itu adalah kewajiban manusia.

Yakinlah bahwa apa yang engkau berikan kepada orang lain akan kembali kepada anda atau keluarga anda nantinya, kalau bukan dari orang yang anda bantu dan kasihi datangnya pengembalian tersebut, mungkin akan ada orang lain yang akan membantu anda dan kalaupun tidak datang dari orang lain maka yakinlah bahwa Tuhan akan mengatikan berlipat ganda. 

Manusia hidupnya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, tidak akan mampu hidup menyediri dalam waktu lama, maka dari itu kita harus berlomba-lomba pada kebaikan. Oleh; Abd Khalik Syam.