Media Dinamika Global

Selasa, 03 Februari 2026

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Bima Gelar Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Dalam upaya menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemerintah Kota Bima menggelar Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Lurah Rite. Kamis(29/01/26).

Operasi pasar murah ini dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Drs. Supratman, M.Ap dan didampingi oleh seluruh Tim Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima.

Kehadiran pemerintah daerah tersebut menunjukkan komitmen Pemkot Bima dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada sektor pangan strategis.

Pada kegiatan ini, sejumlah komoditas pangan disediakan dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Adapun komoditas yang dijual meliputi gula sebanyak 120 kilogram, beras SPHP sebanyak 1,5 ton, beras premium sebanyak 250 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 96 liter.

Sementara itu, harga yang ditawarkan kepada masyarakat antara lain beras SPHP seharga Rp57.000 per 5 kilogram, beras Setra Ramos Rp74.500 per 5 kilogram, beras Punokawan Rp74.500 per 5 kilogram, minyak goreng Rp19.500 per liter, serta gula Manis Kita seharga Rp17.500 per kilogram.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kota Bima berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjaga keterjangkauan harga di pasaran.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah dan memperkuat daya beli masyarakat, khususnya menjelang periode kebutuhan pangan yang meningkat.(Sekjend MDG)

Pimpin Apel Gabungan, Sekda Sampaikan Hal Ini


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (02/2/2026).

Apel Gabungan yang diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kota Bima tersebut dimulai pada pukul 07.30 WITA, dan berakhir pada pukul 08.30 WITA.

Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri) telah dijalankan hampir satu tahun, namun pelaksanaannya dinilai masih belum maksimal hingga saat ini.

Fakhrunraji menjelaskan bahwa filosofi Program BISA tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga nonfisik.

"Bersih bukan hanya bebas dari sampah, namun juga bersih dari perilaku menyimpang," ungkap Sekda.

Lebih jauh, ia menjelaskan, Indah tidak hanya terlihat dari wajah kota yang sejuk dan tertata, tetapi juga tercermin dari perilaku dan pribadi masyarakat yang menjunjung nilai Maja Labo Dahu. Sehat tidak hanya bebas dari penyakit, melainkan sehat dalam pikiran dan perilaku, khususnya dalam menyeimbangkan hak dan kewajiban.

Sementara Asri dimaknai sebagai kota yang nyaman, damai, serta kehidupan masyarakat yang penuh suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

“Oleh karena itu, untuk mewujudkan Kota Bima yang BISA, perubahan perilaku menjadi hal yang sangat penting. Pimpinan dan atasan harus menjadi teladan dalam memberikan contoh,” pungkasnya.(Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Pimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Wali Kota Bima memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Bima yang berlangsung di Kediaman Wali Kota Bima. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima serta jajaran perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Bima. Selasa, (03/02/2025)

Rapat koordinasi ini membahas penguatan kinerja pemerintahan, peningkatan sinergi antar perangkat daerah, serta percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Bima menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral agar seluruh agenda pemerintahan dapat berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, dibahas pula peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk respons cepat terhadap aduan masyarakat serta penguatan komunikasi publik di era digital. Seluruh perangkat daerah diharapkan semakin adaptif dan proaktif dalam menyikapi dinamika informasi di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima H. A Rahman SE menegaskan bahwa soliditas, tanggung jawab, dan kinerja aparatur menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung kemajuan daerah. Beliau mengajak seluruh jajaran untuk bekerja secara maksimal, menjaga komitmen, serta memastikan setiap program terlaksana sesuai dengan tujuan pembangunan Kota Bima.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.(Sekjend MDG)

Bupati Genjot Program Unggulan Ketahanan Pangan, Deli Serdang Raih Prestasi Inflasi Terendah Per Januari 2026



MEDAN. Media Dinamika Global.id. Upaya keras dan terorganisir Bupati dr. Asri Ludin Tambunan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Deli Serdang di sektor ketahanan pangan, menciptakan hasil memuaskan. Terbaru, Kabupaten ini berhasil menekan inflasi ke angka 3,80%. Bahkan, meraih prestasi sebagai inflasi terendah kelas menengah.

Selain itu, Kabupaten Deli Serdang sukses menjadi benteng stabilitas ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Sebagai mana diketahui, Deli Serdang menempati posisi tertinggi dengan inflasi Year-on-Year (y-on-y) mencapai 6,8% pada periode sebelumnya. Kini, Deli Serdang berhasil menekan laju inflasi menjadi hanya 3,80% per Januari 2026. 

Kerja keras Bupati yang hampir tiap hari turun ke lapangan bersama dinas terkait serta menerapkan strategi mumpuni dalam menggenjot hasil produksi pertanian, menempatkan Deli Serdang di urutan keenam terendah di tingkat provinsi. Bahkan unggul dari kota-kota besar seperti Pematangsiantar dan Padangsidimpuan.

Dikulik dari laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara per Januari 2026 mengonfirmasi pencapaian tersebut. Inflasi y-on-y Sumut secara keseluruhan tercatat 3,81%, dengan peringkat kabupaten/kota sebagai berikut: 

Kota Gunungsitoli: 8,68%

Kota Sibolga: 5,28%

Kota Padangsidimpuan: 4,99%

Kota Pematangsiantar: 4,70%

Kabupaten Deli Serdang: 3,80%

Kabupaten Labuhanbatu: 3,73% Kota Medan: 3,70%

Kabupaten Karo: 2,73%

Penurunan drastis ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari upaya terkoordinasi Pemkab Deli Serdang dalam menjaga pasokan pangan, mengendalikan harga bahan pokok, dan mendukung sektor UMKM.

Lebih menggembirakan lagi, Sumatera Utara mengalami deflasi Month-to-Month (m-to-m) sebesar 0,75% dan Year-to-Date (y-to-d) 0,75% pada Januari 2026. Ini menandakan harga-harga secara umum justru turun, meringankan beban masyarakat pasca-libur akhir tahun. 

Meski inflasi provinsi didorong oleh komoditas dominan seperti tarif listrik (kontribusi 1,13%), emas perhiasan (0,90%), beras (0,30%), ikan dencis (0,26%), dan daging ayam ras (0,20%), Deli Serdang berhasil meminimalkan dampaknya melalui intervensi lokal.

Bupati Deli Serdang, dalam keterangannya, menekankan peran tim Satuan Tugas (Satgas) Inflasi yang aktif memantau 156 komoditas penggerak inflasi. 

"Kami intensifkan operasi pasar murah, subsidi pupuk untuk petani, dan kolaborasi dengan Bulog untuk stabilisasi beras. Hasilnya, Deli Serdang lolos dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif," ujarnya. 

Kata Bupati, strategi ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, terutama di sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung daerah.


"Prestasi ini menjadi berkah bagi warga Deli Serdang, khususnya keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil. Dengan inflasi terkendali, harga sembako tetap terjangkau, memungkinkan masyarakat fokus pada produktivitas daripada kekhawatiran kenaikan harga," tegas Bupati Asri Ludin Tambunan. 

Di tengah tantangan global seperti gejolak energi dan pasokan pangan, Deli Serdang membuktikan bahwa good governance lokal mampu mengalahkan badai ekonomi.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga memuji capaian Sumut, termasuk Deli Serdang, sebagai contoh bagi daerah lain. 

"Ke depan, Pemkab berkomitmen pertahankan tren ini melalui program percepatan digitalisasi pasar dan peningkatan infrastruktur logistik. Dengan stabilisasi ini, Deli Serdang bukan hanya menjaga kocek warga, tapi juga membangun fondasi ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045," ujar Bupati.  (Tim)

Forum Mbolo Weki Dou Dompu Digelar di Mataram, Konsolidasi Besar Meneguhkan Kembali Entitas dan Identitas Suku Dompu


Mataram, Media Dinamika Global.Id. — Gelombang kebangkitan identitas budaya Dompu kini memasuki babak baru. Forum besar bertajuk Mbolo Weki Dou Dompu akan digelar di Kota Mataram dalam waktu dekat, sebagai momentum konsolidasi akbar warga Dompu di perantauan untuk meneguhkan kembali eksistensi, sejarah, dan jati diri Suku Dompu.

Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa. Ia menjadi ruang temu gagasan, ruang konsolidasi intelektual, sekaligus forum strategis membahas masa depan entitas budaya Dompu di tengah dinamika sosial dan geopolitik kebudayaan di Nusa Tenggara Barat.

Mengusung tema “Meneguhkan Identitas: Menelusuri Jejak Sejarah dan Eksistensi Budaya Suku Dompu”, forum ini akan dihadiri oleh tokoh adat dan budayawan Dompu, akademisi, sejarawan dan peneliti, komunitas organisasi mahasiswa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi NTB, serta Rukun Keluarga Dompu di Mataram.

Acara ini diselenggarakan oleh Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram bersama Yayasan Kesultanan Dompu. Panitia menyebut forum ini sebagai bagian dari gerakan kultural yang lebih luas untuk memperjelas penyebutan, pemahaman, serta pengakuan terhadap Suku Dompu sebagai entitas yang telah lama berdiri dan memiliki sejarah tersendiri.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. H. A. Farid Hemon, MSc, Guru Besar UNRAM, menegaskan bahwa forum ini lahir dari kesadaran historis dan akademik bahwa Dompu memiliki akar sejarah panjang yang tidak bisa direduksi.

“Dompu bukan sekadar wilayah administratif. Dompu memiliki sejarah kerajaan sejak abad ke-12, tercatat dalam Sumpah Palapa Gajah Mada tahun 1336 dan dalam Nagarakretagama tahun 1365. Ini bukti historis bahwa Dompu memiliki eksistensi yang kuat dan mandiri,” tegas Prof Farid.

Menurutnya, identitas Suku Dompu dibangun oleh kesamaan bahasa, nilai sosial, sistem budaya, serta warisan kearifan lokal seperti falsafah “Nggahi Rawi Pahu” setiap ucapan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Ia juga menyoroti sistem pertanian tradisional Dompu yang sudah berkembang sejak abad ke-14, keberadaan lumbung padi Uma Jompa, hingga sistem kepemimpinan lokal para Ncuhi sebagai fondasi sosial masyarakat Dompu.

“Warisan ini bukan romantisme masa lalu, tapi fondasi karakter masyarakat Dompu hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris RKD Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, menegaskan bahwa forum ini merupakan konsolidasi besar warga Dompu di Mataram yang selama ini merasa penting untuk duduk bersama membahas arah penguatan identitas budaya.

“Ini bukan gerakan memisahkan diri, bukan pula membangun sekat budaya. Justru ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah dan kontribusi Dompu dalam mozaik kebudayaan NTB dan Indonesia,” jelas Yeyen yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Kesultanan Dompu. 

Forum ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda untuk meneguhkan kembali entitas Suku Dompu secara ilmiah, kultural, dan sosial, yang tengah dirumuskan oleh Tim Persiapan bernama NGGUSU WARU.

Peneguhan ini diharapkan menjadi pijakan akademik dan kebudayaan dalam mempertegas identitas Suku Dompu sebagai entitas yang telah lama hidup dan berkontribusi dalam sejarah Nusantara.

Semangat forum ini selaras dengan ajakan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, yang sebelumnya menyerukan agar masyarakat bangga terhadap bahasa dan jati diri Dompu.

“Kita punya bahasa Dompu, kita punya asal usul yang jelas. Kita harus bangga dengan daerah kita. Dompu hebat, Dompu bisa dan Dompu maju,” tegas Bupati dalam sebuah video resmi.

Ajakan tersebut mendapat dukungan luas dari tokoh adat, akademisi, hingga tokoh perempuan Dompu. Ketua Yayasan Kesultanan Dompu, H. Syaiful Islam, menilai momentum ini sangat urgen.

“Selama ini banyak yang belum memahami bahwa Dompu memiliki etnis sendiri. Identitas ini harus ditegaskan secara ilmiah dan sosial,” katanya.

Tokoh perempuan Dompu, Hj. Hartina (Paca Tari), juga menyebut penguatan identitas bukanlah ancaman persatuan, melainkan bentuk memperkaya kebudayaan nasional.

“Dompu bukan bayang-bayang. Dompu punya kearifan lokal yang khas dan harus dikenali,” ujarnya.

Forum Mbolo Weki Dou Dompu diprediksi menjadi salah satu pertemuan budaya terbesar warga Dompu di perantauan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain membahas sejarah dan budaya, forum ini juga akan menyentuh isu-isu strategis seperti penguatan literasi sejarah, implementasi Muatan Lokal Dompu di sekolah, hingga posisi entitas budaya Dompu dalam dinamika kebijakan daerah.

Gerakan ini menegaskan satu pesan kuat, Dompu bukan sekadar nama daerah, tetapi identitas yang hidup, berakar, dan berdaulat secara budaya.

Di tengah arus globalisasi dan homogenisasi budaya, konsolidasi ini menjadi pengingat bahwa jati diri adalah fondasi kemajuan.

REDAKSI |

Babinsa Rasabou Koramil 1608-03/Sape Beri Pembinaan kepada Sejumlah Siswa SMP yang Kedapatan Bolos Sekolah


Sape, Bima, NTB | Media Dinamika Global.id – Babinsa Rasabou Koramil 1608-03/Sape, Serda Abdul Hafid, memberikan pembinaan kepada sejumlah siswa SMP yang kedapatan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Rabu (4/2/2026) pagi.


Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 WITA di depan Taman Lapangan Semangka, Desa Naru, Kecamatan Sape. Pada saat itu, Serda Abdul Hafid menemukan beberapa siswa SMP sedang nongkrong dan duduk di atas sepeda motor di jam sekolah.



Sebagai langkah pembinaan dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, para siswa tersebut dibawa ke Koramil 1608-03/Sape untuk diberikan himbauan serta arahan agar kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya. Setelah diberikan pembinaan awal, para siswa kemudian diantar dan diserahkan kembali kepada pihak sekolah untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Pada pukul 09.40 WITA para siswa dibawa ke Koramil untuk diberikan himbauan, selanjutnya pada pukul 10.15 WITA diserahkan kepada pihak sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.35 WITA.

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kedisiplinan serta masa depan generasi muda, khususnya dalam mendorong para pelajar agar tetap fokus pada pendidikan formal sebagai bekal masa depan bangsa. Kepedulian hari ini diharapkan dapat menjadi awal dari senyum dan masa depan yang cerah bagi generasi penerus.

(Team MDG.03)

Segera Tetapkan Eks Bupati Bima dan Mantan Sekda serta Eks Kadis Perkim sebagai Tersangka, " Jika Tidak", Kejati NTB akan Disomasi


Bima, Media Dinamika Global.id.// DPW LSM Kipang NTB Budiman SH, meminta Kepala kejati ntb agar kasus mesjid agung yang terletak di sebelah barat kantor bupati Bima tersebut. Guna dibuka kembali, karena masyarakat kabupaten Bima tanda tanya besar penanganan kasus dugaan Korupsi di Kejati Ntb harus transparan menjelaskan sehingga isu Surat Pemberhentian penyelidikan dan penyidikan (SP3) mencuat. 

Disisi lain, sangat berharap adanya suatu perkara dugaan korupsi Proyek pembangunan Mesjid Agung Bima di buka kembali dan harus di publikasikan ke publik. Agar masyarakt tau keberpihakan kejati ntb, menuntaskan kasus yang merugikan uang negara 8 miliar lebih dari hasil pajak rakyat. Ungkap Budiman SH 

Kami selaku lembaga Swadaya masyarakat LSM kipang ntb menduga adanya unsur pidana yang sangat lekat, maka perlu di atensi khusus oleh pihak kejati supaya kasus ini terungkap siapa saja yang terlibat skandal berjamaah ini. 

Lanjut dia. Sekian lama mandek kasus mesjid agung yang melibatkan mantan bupati Bima dan sekarang menjadi wakil gubernur ntb dan pihak kontraktor sama mantan kadis perkim kabupaten Bima yang menganggap diri kebal hukum. Cetus Budiman 

Pertanyaan masyarakat kabupaten hari ini dengan kehadiran bapak kepala kejati ntb di Bima, 'apakah hanya kunjungan kerja'?? Hal demikian kami tegaskan segera tetapkan tersangka semua pelaku begal uang negara dalam pembangunan mesjid agung merugikan negara 8 miliar lebih dari temuan BPK NTB.

Apa lagi beberapa tahun lalu pihak pejabat Kejati Ntb yang lama telah melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tersebut, tak lain. Eks Bupati Bima dan eks Kadis Perkim Kabupaten Bima setelah dilimpahkan oleh komisi pemberantasan korupsi KPK 

Jangan sampai kami menuding kepala kejaksaan tinggi provinsi NTB yang Baru menjabat, dengan kehadiran dalam rangka kunjungan kerja (KUNKER) di bima mencari moment Diduga ada unsur lain.

Jika memang tidak serius, maka yakin bahwa kami. Akan mensomasi KEJATI NTB di jakarta, terkait lambatnya penanganan perkara dugaan korupsi Proyek Mesjid Agung Bima, dan segera melakukan penangkapan terhadap kedua oknum tersebut serta wajib dikenakan sangsi pidana biar mereka bisa tidur nyenyak di ruangan hotel predeo. Tegas Budiman SH 

Dpw lsm kipang sangat apresiasi kpd Bpk kejati ntb karna udah mau hadir di wilayah hukum kabupaten Bima pada umumnya 

Semoga dengan kehadiran bapak kejati ntb ini mampu memecahkan persoalan yang dinilai sangat penting untuk di tuntaskan secara prioritas, karna kasus mesjid agung bima yang ada di kecamatan woha kabupaten bima, mendek karena ulah para oknum yang diduga menjual belikan Hukum mematahkan mata rantai proses. Sehingga para oknum pejabat lama yang terlibat, sekarang ini bebas berkeliaran tanpa ada sansi hukum yang serius. Pungkasnya Budiman SH.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung dilaporkan ke KPK, Juni tahun 2022 lalu. Terlapornya, mantan Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri.

Selain bupati, dua pejabat dan rekanan dilaporkan juga ke KPK. Mantan Sekda Pemkab Bima Taufik HAK, mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bima Taufik ST. M.T (saat ini menjabat Kepala Bappeda Bima). dan Direktur Utama (Dirut) PT Brahmakerta, Adiwira H Yufizar.

Sebagai aikon kabupaten bima, terkait Pembangunan Masjid Agung dengan menggunakan anggaran Rp 78 miliar ini menjadi temuan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB tahun 2022. Menurut hasil audit BPK atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Bima pada 2021, ada tiga temuan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah senilai Rp 8,4 miliar.

Dengan rincian, penyelesaian pekerjaan terlambat dan belum dikenakan sanksi denda senilai Rp 832.075.708,95; kekurangan volume pekerjaan konstruksi senilai Rp 497.481.748,58; dan kelebihan pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 7.092.727.273,00.

Namun, setelah jaksa melakukan pengecekan data dan meminta keterangan para pihak terkait, mereka menemukan hal yang berbeda. “Itu temuan BPK (potensi kerugian negara Rp 8,4 miliar),” terangnya.(Team)


 

Serka Adhar Gelar Patroli Keliling Bersama Enam Orang Anggotanya, Berikut Himbauanya


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kel. Lewirato Serka Adhar pimpin kegiatan apel pengecekan Personil dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Rabu, (04/02/26)

Selain Babinsa Kel. Lewirato Serka Adhar kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Anggota Koramil 1608-01/Rasanae sebanyak 6 orang  

Kegiatan ini, selain memberikan rasa aman terhadap warga masyarakat Kota Bima, juga dilakukan agar setiap tindakan kriminal, seperti pencurian, tindakan seksual, hingga kekerasan seperti perkelahian dan lain-lainnya bisa terdeteksi.

Sasaran Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae kali ini dilaksanakan di beberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Rabangodu Utara 

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kegiatan dimulai pada Pukul 21.00 Wita, personil patroli melaksanakan Apel pengecekan, dan tepat pada Pukul 20.15 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling, Star dari Kelurahan Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan Roda dua"

Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli memberikan imbauan kepada masyarakat, dalam himbauanya dijelaskan bahwa masyarakat agar selalu menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Pukul 21.15 Wita Anggota patroli memberikan himbauan kepada masyarakat.

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, pada malam hari kita melaksanakan patroli keliling guna menciptakan rasa aman dan kondusif disekitar wilayah Teritorial, maka di harapkan kepada warga untuk sama-sama menjaga kemanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Yang lebih penting lagi, jangan Konsumsi minuman keras dan narkoba apalagi Narkoba yang bisa merusak masa depan kalian dan fatalnya lagi akan merusak nama baik keluarga.

Kami juga berharap, apabila terjadi permasalahan segera melaporkan ke pihak aparat terkait yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan RT/RW.

Pukul 21.50 Wita, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot.

Setelah dicopot, diharapkan jangan di gunakan lagi Knalpot tersebut, karena bisa meresahkan dan menganggu warga yang sedang istirahat, atau tidur di malam hari.

Selain itu bagi setiap pengendara harus mentaati aturan lalu lintas di jalan sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Koramil 1608-01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah melaksanakan Patroli keliling Pukul 22.05 wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasana'e, dan Pukul 22.10 Wita' kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Polsek Dente Teladas Kawal Ketat SMANSA DELTA CUP 2026, Wujud Nyata Polri Hadir Jaga Generasi Muda.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Kepolisian Sektor (Polsek) Dente Teladas, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaksanakan pengamanan kegiatan SMANSA DELTA CUP 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Dente Teladas, Kampung Way Dente, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa 03 Februari 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh para pelajar dan masyarakat sekitar dengan berbagai perlombaan kreatif, edukatif, dan sportif. Pengamanan langsung dilaksanakan oleh personel Polsek Dente Teladas guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Dente Teladas, IPDA Nurkholik, S.H., melalui keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif generasi muda.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya dalam kegiatan kepemudaan dan pendidikan. Kami mendukung penuh event SMANSA DELTA CUP 2026 sebagai wadah penyaluran bakat, kreativitas, dan sportivitas pelajar,” tegas IPDA Nurkholik.

Personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan ini antara lain Aiptu Eko Sunaryo dan Aipda Misriyadi, yang secara aktif melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Adapun berbagai lomba yang digelar dalam SMANSA DELTA CUP 2026 meliputi: Lomba Voli Putra, Lomba Futsal Putra, Lomba Mobile Legend, Lomba Senam Udang Manis, Lomba Solo Song, Lomba Poster, Lomba Karya Wirausaha

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat apresiasi dari pihak sekolah maupun masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena berdampak positif bagi pelajar dan mampu menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” tambah Kapolsek.

Polsek Dente Teladas menegaskan akan terus bersinergi dengan dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. (Fs/Red) 

Jejak Hitam Bank BRI Cabang Bima Jilid (2) Dua.???


"Kota Bima, Media Dinamika global.id. Menindak lanjuti terkait perihal keterangan dari Narasumber (Bapak Bunyamin) tentang (4) empat Obyek Tanah beserta Bangunan Hak Milik nya itu, yang telah di Agunkan sebagai jaminan Kredit pada Bank BRI Cabang Bima yang telah di ekspos pemberitaan nya dengan judul berita yang sama. Selanjutnya awak media ini akan melakukan tugas jurnalistik untuk menyajikan Berita yang benar sehingga terkesan Baik dan profesional tanpa rekayasa demi mengimbangi apa yang telah disampaikan oleh Bapak Bunyamin dari beberapa keterangan yang akan diteruskan terhadap semua pihak yang terlibat pada saat itu. Rabu , (04/02/2026)

"Kemudian Langkah awal dalam tahap membuka kembali jejak Hitam terkait Pelelangan misterius Bank BRI Cabang Bima. Diduga kuat telah melanggar peraturan serta undang undang yang berlaku melibatkan beberapa pejabat Bank BRI Cabang Bima sehingga menyalahgunakan wewenang dan jabatan nya demi kepentingan pribadi atau kelompok, akibat ulah mereka Bapak Bunyamin mengalami kerugian yang sangat besar.

"Tekad dan semangat selalu menjadi patokan utama dalam menjalankan tugas, keyakinan akan kebenaran adalah bentuk perlawanan terhadap sesuatu yang salah sehingga keadilan akan muncul dengan sendirinya.

"Diawali dengan infestigasi dan wawancara eksklusif oleh awak media ini terhadap Bapak Farid (80) tahun, mantan pensiunan pegawai Bank BRI Cabang Bima pada saat itu menjabat sebagai analis kredit (credit Analisis) di bagian kredit, dirumah kediaman miliknya yang beralamat: jln. Kamboja sebelah timur masjid Raya kampung Paruga depan warung soto buntut Surabaya. Kota Bima. Senin 02/02/2026.

"Kepada awak media ini Bapak Farid memberikan beberapa keterangan yang berkaitan dengan masalah kredit nya bapak Bunyamin dirinya menjelaskan bahwa benar bapak Bunyamin pernah jadi nasabah dan menikmati kredit di Bank BRI Cabang Bima namun dirinya tidak ingat berapa jumlah kredit beserta jaminan yang diagunkan, tetapi sepengetahuan nya pada saat itu terjadi kredit macet namun segala bentuk berkas, administrasi maupun data tentang hal itu dia menegaskan ada tersimpan di Bank BRI kalau mau tanyakan langsung kesana. Bahkan seingat dirinya telah melakukan (LKN) Laporan Kunjungan Nasabah sesuai tugasnya. Mengenai Pelelangan Saya tidak tahu karena bukan wewenang saya ungkapnya. Namun ada bentuk pertanyaan yang diajukan oleh Bapak Farid terhadap awak media ini dan sedikit terkesan sangat signifikan sehingga tidak bisa dijawab. Adapun pertanyaan yang diajukan sebagai berikut:

"Kenapa kok baru sekarang dipersoalkan oleh Bapak Bunyamin tentang obyek nya yang sudah dilelang oleh Bank BRI Cabang Bima padahal persoalan ini sudah cukup lama??? Sejauh mana persoalan ini apabila diproses secara hukum oleh pihak yang berwenang pada diri saya agar tidak terjadi perihal yang tidak diinginkan yang harus saya lalui??? Namun setelah pertanyaan itu selesai awak media ini menjelaskan tentang topik pertanyaan nya dan menjawab,: Saya hanya melakukan wawancara eksklusif untuk kepentingan tugas jurnalistik sebagai Jurnalis, mengenai pertanyaan bapak Farid itu saya tidak bisa menjawab karena perihal tentang pelelangan Misterius yang tersebut diatas jelas Hak nya Bapak Bunyamin selaku pemilik yang Syah pada (4) sertifikat Hak Milik nya tertera nama Bapak Bunyamin sendiri. Mau sampai kapanpun waktunya selaku pemilik Obyek tersebut tetap akan menanyakan dan mempertahankan Haknya itu. Selanjutnya saya sarankan untuk konsultasi dengan pakar Hukum yang memahami persoalan nya itu. Karena saya bukan pakar Hukum.

"Namun setelah selesai wawancara eksklusif, awak media ini menjelaskan dan mengingatkan bapak Farid bahwa semua proses tugas jurnalistik yang dilakukan telah terpenuhi tanpa ada keberatan atas izin Bapak Farid. Sehingga bukti dokumentasi dan rekaman dari wawancara telah disimpan sebagai alat bukti apabila ada sanggahan atas pemberitaan nya nanti. Setelah itu awak media ini pamit untuk melanjutkan tugas nya.

"Tanpa Ada rasa lelah dengan harapan yang optimis dan keyakinan akan mengungkap rahasia dibalik misteri Pelelangan (4) aset pribadi milik Bapak Bunyamin oleh pejabat BRI Cabang Bima tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, terhadap bapak Bunyamin. diduga dilakukan secara sepihak oleh para Oknum nakal yang kerab disebut jaringan Mafia tanah tergabung dalam kelompok dan orang tertentu, melakukan aksi bejat tanpa berpikir akan tanggung jawab apabila ditemukan kebenaran atas semua hal yang dilakukan ternyata menyimpan bekas yang menjerat dalam urusan pelanggan hukum dan akhirnya mereka sadari bahwa semua ini salah dan berakhir pada penyelesaian yang teramat mendalam.

"Selanjutnya mengarah ke Obyek Tanah beserta Bangunan nya yang sekarang ditempati dan dikuasai oleh bapak Mas,ud, lokasi jln.Yosudarso RT 007/003 kelurahan Melayu kecamatan Asakota kota Bima. Yang mana obyek itu adalah salah satu obyek yang dilelang dan ironisnya lagi dari (4) empat Obyek Tanah beserta Bangunan yang dilelang oleh Bank BRI Cabang Bima ternyata Obyek yang ini tidak termasuk jaminan kredit melainkan tambahan untuk top up karena terjadi kredit macet sesuai cerita yang telah diberitakan secara online oleh media ini pada hari Senin 02/02/2026 dengan judul yang sama jilid (1) satu.

"Kemudian tahapan untuk mengimbangi dan mencari informasi tentang bagaimana Bapak Mas,ud menguasai serta menempati Obyek tersebut diatas??? Maka awak media ini lakukan komunikasi lewat via WhatsApp meminta waktu nya untuk perihal wawancara eksklusif. Jelang beberapa saat ada jawaban dari Pak mas,ud untuk datang selesai sholat magrib dirumah kediaman nya.

"Kemudian pada pukul 19:00 Senin 02/02/2026 dirumah kediaman nya Pak Mas,ud sesuai alamat tertera diatas, awak media ini menjelaskan apa maksud dan tujuan nya terhadap Pak mas,ud. Bahkan diawali dengan izin untuk merekam isi percakapan pada saat dilakukan wawancara eksklusif tanpa ada penolakan Pak mas,ud mengiyakan nya. Setelah itu???

"Dari keterangan yang diberikan oleh Pak mas,ud Bahwa Obyek yang saya tempati dan kuasai saat ini saya tidak tahu pemilik awal nya tapi seingat saya??? yang tinggal disini dulu nya aba Ahmad orang tente, dan Obyek Tanah ini aba saya ABDILLAH alias ABDILLAH BIN SALIM membeli tanah ini dari BRI Cabang Bima, bukan urusan nya aba nyame ungkapnya!!!! karena didalam sertifikat tidak ada nama Bapak Bunyamin alias  Aba nyame, 

Dan dirinya menegaskan bahwa Tanah ini milik BRI bukan milik nya bapak Bunyamin alias Aba nyame. dan yang saya lihat di sertifikat nya tertulis Milik BRI yang telah dicoret kemudian diganti dengan nama ABDILLAH SALIM setelah proses jual' beli dilakukan balik nama pemilik Awal BRI diganti dengan nama ABDILLAH SALIM. Pada saat awak media ini meminta untuk melihat Sertifikat nya itu dirinya menegaskan bahwa bisa dilihat saja tapi jangan di Dokumentasikan atau meminta salinan nya sebab saat saya di panggil menghadap ke polres Bima kota Pihak APH menanyakan sertifikat itu kemudian saya memberikan foto copy nya namun setelah proses itu selesai saya meminta untuk dikembalikan lagi.

"Pesan singkat jurnalis. Tidak ada kata lelah untuk mengungkap fakta yang sebenarnya namun semua nya butuh proses serta tahapan yang harus dilalui. Semua itu akan Indah pada saatnya nanti...!!! Selanjutnya Bersambung Jilid (3). Tiga. (MDG.006)