Media Dinamika Global

Selasa, 20 Januari 2026

Silaturahmi Dandim 1608/Bima Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan di Lingkungan Kampus Poltekes di Lewirato Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. — Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan membangun sinergi lintas sektor, Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kampus POLTEKES Kemenkes RI Prodi D3 Keperawatan Bima yang berlokasi Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Selasa (20/01/2026).

Kunjungan Dandim 1608/Bima didampingi oleh Pasi Persdim 1608/Bima Letda Inf. Tasrif dan disambut langsung oleh Ketua POLTEKES Bima beserta civitas akademika.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc, Ketua POLTEKES Kurniadi, M.Kes., Ners., S.Kep, Wakil Ketua Muhtar, M.Kes., Ners., M.Kep, H. Ahmad, S.H., S.Kep., Ns., M.Pd selaku dosen, serta perwakilan mahasiswi keperawatan POLTEKES Bima.

Dalam sambutannya, Ketua POLTEKES Bima menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Dandim 1608/Bima. Ia menjelaskan bahwa POLTEKES Bima memiliki dua kampus dengan jumlah mahasiswa sekitar 500 orang yang berasal dari berbagai daerah seperti Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, Kupang NTT, hingga Pulau Lombok, serta didukung oleh 25 orang dosen. Pihaknya berharap silaturahmi ini dapat terus berlanjut guna memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menciptakan Bima yang aman dan damai.

Sementara itu, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI AD dan institusi pendidikan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan civitas akademika dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, moderasi beragama, serta menjaga persatuan dan stabilitas keamanan.

Lebih lanjut, Dandim 1608/Bima menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam waktu dekat dan mengajak POLTEKES Bima untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah bangunan kampus serta mencoba kendaraan taktis Maung bersama pimpinan, dosen, dan mahasiswi, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.(Sekjend MDG)

Senin, 19 Januari 2026

Bhabinkamtibmas Kelurahan Rabadompu Timur, Sambang Duka Wujud Empati Atas Meninggalnya Warga Binaanya


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Sebagai wujud kepedulian dan kedekatan dengan warga binaan, Kelurahan Rabadompu Timur, Polsubsektor Raba, Polsek Rasanae Timur AIPDA MUS MULIADIN, melaksanakan kegiatan Sambang Duka, atas meninggalnya Warga Binaan Almarhum A. MALIK H.AHMAD (Orang Tua dari AIPDA MUSTAFA Personil Polres Bima), di RT. 008 RW 003 Kelurahan Rabadompu timur, Kecamatan Raba, Kota Bima yang meninggal karena sakit, dan di Makamkan di TPU Kelurahan Rabadompu Barat Kota Bima, Selasa (20/1/2026)

Kegiatan Sambang Duka ini menjadi salah satu wujud nyata peran humanis Polri dalam membina hubungan baik dengan masyarakat, tidak hanya dalam kondisi suka tetapi juga dalam duka,sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.

Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho Tomiek Prakoso, S.H., dan Jajaran Polsek Rasanae Timur juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya A. MALIK H. AHMAD, semoga Almarhum Husnul Khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan, Aamiin Ya Rabbal Alamiin 🤲🙏.(Sekjend MDG)



Perkuat Sinergi Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Rabangodu Selatan Jalin Koordinasi dengan Lurah dan Staf Kelurahan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, Bhabinkambtibmas Kelurahan Rabangodu Selatan, Polsubsektor Raba, Polsek Rasanae Timur, AIPTU ARIF melaksanakan kegiatan sambang dan tatap muka dengan Lurah serta staf Kelurahan Rabangodu Selatan, Kota Bima, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan Sambang ini bertujuan untuk mempererat koordinasi antara kepolisian dan pemerintah kelurahan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Dalam kegiatan Sambang tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pentingnya sinergi antara aparat kelurahan, masyarakat, dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Peran aparatur kelurahan dan Kepolisian sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas, Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Rabangodu Selatan juga melaksanakan Sosialisasi Call Center 110 Polres Bima Kota apabila terjadi gangguan kamtibmas atau permasalahan lainnya, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 110 Polres Bima Kota, maupun Bhabinkamtibmas setempat.

Kegiatan sambang dan tatap muka ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, serta membangun kemitraan yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat.(Sekjend MDG)



Pemkot Bima Gelar Operasi Pasar di Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Dara


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pemerintah Kota Bima menggelar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima. Selasa (20/01/2026).

Pelaksanaan kegiatan Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah tersebut dilaksanakan di dua lokasi. Lokasi pertama bertempat di Kantor Kelurahan Tanjung yang dihadiri oleh Asisten II Drs. Supratman, M.AP, didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Camat Rasanae Barat, serta Lurah Tanjung.

Sementara itu, lokasi kedua bertempat di Kelurahan Dara yang dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, A. Haris, SE, didampingi Camat Rasanae Barat dan Lurah Dara.

Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah Tahun 2026 ini merupakan perpanjangan waktu yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional, terkait realisasi pasokan dan harga beras di tingkat konsumen pada awal tahun 2026, dalam rangka menjaga stabilisasi pangan.

Penyaluran beras SPHP pada tingkat konsumen yang semula dilaksanakan pada periode Juli–Desember 2025, diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Pada kegiatan ini, sejumlah bahan pangan pokok disalurkan kepada masyarakat dengan rincian beras SPHP sebanyak 1,5 ton, beras Punokawan sebanyak 300 kilogram, minyak goreng sebanyak 100 liter, serta gula pasir sebanyak 100 kilogram.

Kegiatan Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus mendukung upaya stabilisasi pangan guna menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.(Sekjend MDG)

Cegah Kejahatan 3C, Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota Gelar Patroli Dini Hari


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan patroli antisipasi tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, (20/1/2026), pukul 01.00 WITA, dengan sasaran wilayah Kelurahan Rabadompu dan Kelurahan Sambinae, Kota Bima.

Patroli ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga selalu waspada serta berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjawali menyambangi pemukiman warga dan titik-titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, serta mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian atau melalui layanan Call Center Kepolisian 110 apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Melalui kegiatan patroli antisipasi 3C ini, Polres Bima Kota berharap terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.(Sekjend MDG)



Dandim 1608/Bima Siap Dukung Tugas Pengawasan BPOM di Wilayah Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Kunjungan silaturahmi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bima, Bapak Adjis Sandjaya S.S.I beserta anggota dengan Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc. bertempat di Ruang Kerja Dandim 1608/Bima Jalan Sukarno Hatta Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima, Senin (19/1/2026)

Kunjungan diawali dengan penyambutan oleh Dandim 1608/Bima kepada Kepala BPOM Bima dan anggota di Makodim. Selanjutnya, keduanya bersama anggota menuju ruang kerja Dandim untuk melakukan perkenalan dan diskusi singkat. Dandim 1608/Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang menjadi momentum komunikasi dan koordinasi positif antar pimpinan wilayah Kota dan Kabupaten Bima.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Kepala BPOM dan anggota di Kodim 1608/Bima. Silaturahmi seperti ini penting sebagai bentuk koordinasi dan pengenalan antar pimpinan di wilayah kami. Kodim siap mendukung sepenuhnya tugas BPOM dalam pengawasan obat dan makanan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan.

Sementara itu, Kepala BPOM Bima, Bapak Adjis Sandjaya, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Dandim 1608/Bima. “Kami sangat mengapresiasi kesiapan dan dukungan yang diberikan Kodim 1608/Bima. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin sinergi dan memperkuat tali silaturahmi demi tugas pengawasan obat dan makanan yang lebih optimal di wilayah Kota dan Kabupaten Bima,” ucapnya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan kesempatan bagi Kepala BPOM beserta anggota untuk mencoba mobil dinas Maung milik Kodim. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, menandai komitmen kedua institusi dalam menjalin kerjasama yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dandim 1608/Bima berharap sinergi ini terus terjaga dan semakin erat, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif. “Semoga komunikasi dan dukungan bersama ini dapat menjadi contoh bagi kerjasama antar instansi di wilayah kita,” pungkasnya. (Sekjend MDG/Kodim 1608/Bima)



Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Peduli Indonesia Mengucapkan


Media Dinamika Global.id.// Isra mi'raj mengajarkan kita tentang pentingnya menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup.

         Gampi NTB

Proyek Breakwater BBWS Way Mesuji Sekampung Senilai 27 Miliar Desa Banding Terlihat Rampung, Faktanya Masih Banyak Masalah yang Tersisa.

Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.id || Proyek lanjutan breakwater milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Mesuji Sekampung senilai 27 miliar rupiah kini sudah terlihat rampung sejak Desember 2025 kemarin, namun faktanya proyek tersebut masih meninggalkan sejumlah permasalahan yang belum diselesaikan oleh kontraktor pelaksana, yakni PT. Fata.

Dimana diketahui Proyek ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya akibat adanya masalah keuangan yang berakhir mangkrak, kini melalui PT Fata, proyek tersebut terlihat rampung dikerjakan namun banyak pihak yang merasa dirugikan oleh perusahaan tersebut.
 
Terkait isu permasalahan yang merasa dirugikan kini mulai muncul ke publik salah satunya datang dari kelompok masyarakat (pokmas) Desa Banding, dimana mereka terlibat langsung dalam pembangunan proyek. Seorang anggota pokmas yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini mereka masih menunggu pembayaran dari pihak PT. Fata.

"Sampai detik ini kami masih menunggu itikad baik untuk hak kami dari bos PT. Fata. Dimana beberapa item pengadaan yang telah kami sediakan. Sebagai penunjang pembangunan proyek masih belum dibayarkan, bagi kami banyaklah, seakan ia merinci, seperti Upah pekerja, ritase tanah urug sampai pengadaan untuk paving blok kami pun belum dibayarkan, padahal semua peralatan seperti alat berat sudah bersih dilapangan, dan saat kami menagih, mereka bilang sabar sabar saja, kantor sementara mereka dilokasi proyek juga sudah tidak ada, jadi sepertinya ada kesengajaan mereka enggan membayar, karna mungkin pekerjaan sudah rampung dan mereka tidak berdomisili di sini mungkin jadi itu alasan mereka ," ujarnya.
 
Saat dimintai tanggapan Kepala Desa Banding, Juherudin, mengungkapkan kekesalan ke pihak kontraktor dengan kondisi yang di alami pokmas nya saat. Menurutnya, perusahaan pemenang tender seharusnya segera menyelesaikan segala urusan dan kewajiban yang masih terhutang. "Proyek ini nilainya fantastis 27 miliar. 

Bila dikonversi dengan belanja pengeluaran proyek, tampaknya tidak sesuai. Semua bisa menghitung, saya diam bukan tidak tahu, ini kontraktor banyak janji yang diselesaikan, seperti mutu asal asalan, gajebo yang tidak dibangun, rumput yang tidak di tanam, dan masih banyak lah kalo kita mau sesuai prosedur mah, ujar nya dengan nada kesal.  

Lebih lanjut ujarnya, kami bukan tidak tau berapa biaya belanja kebutuhan seperti batu bolder, buis beton dan beberapa item yang saya nilai kalo kita hitung dengan rinci tidak habis 10 miliar rupiah, sebanding tidak dengan mutu nya apalagi ini sampai saat ini kontraktor masih belum membayar kewajiban yang terhutang di desanya. ungkapnya.
 
Juherudin juga menegaskan bahwa jika masalah tidak segera diselesaikan, pihak pemerintah desa akan mengirimkan laporan tertulis ke BBWS Way Mesuji Sekampung, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan Aparatur Penegak Hukum (APH) agar pekerjaan bisa diperiksa secara menyeluruh.

 "Semua pekerjaan di sub kontrak kan lagi, itu sudah menyalahi aturan kalo kita mau cari cari kesalahan. Jadi tidak ada alasan bagi PT. Fata jika mengaku rugi dan tidak membayar biaya yang terhutang ke pokmas. Ini proyek 27 miliar lebih, Kemana anggaran 27 miliar itu habis digunakan?, kecuali setoran proyek ke pihak balai terlalu besar.

Sehingga anggaran habis kesitu, poinnya saya berharap agar pejabat terkait dari balai besar way mesuji sekampung segera menegur PT. FATA agar segera menyelesaikan kewajiban nya di bawah, jadi jangan sampai ada pihak yang dirugikan ungkapnya dengan nada kesal. Ini Segera kami akan layangkan surat," tegasnya. (Fs/Red) 

Kantor Negara Tertutup untuk Pers? BPTD Kelas II NTB Abaikan Wartawan

Kantor BPTD) Kelas II NTB saat di kantor ditemui wartawan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global.Id – Sikap tertutup kembali dipertontonkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Nusa Tenggara Barat. Lembaga vertikal di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI ini diduga mengabaikan keberadaan wartawan yang datang ke kantor mereka untuk kepentingan peliputan dan konfirmasi.

Sejumlah wartawan dari berbagai media mendatangi kantor BPTD Kelas II NTB dengan maksud meminta klarifikasi terkait isu-isu transportasi darat yang menjadi perhatian publik. Namun, alih-alih mendapat penjelasan, para jurnalis justru tidak ditemui oleh pejabat berwenang. Tidak ada keterangan resmi, bahkan upaya konfirmasi melalui staf juga tak membuahkan hasil.

Kondisi ini memantik pertanyaan serius: apakah kantor negara kini tertutup bagi pers? Padahal, pers memiliki peran konstitusional sebagai pilar demokrasi dan mitra kritis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sikap menghindar tersebut dinilai bertolak belakang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Terlebih, BPTD Kelas II NTB mengelola sektor strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, mulai dari pengawasan angkutan darat, pengelolaan terminal, hingga keselamatan transportasi.

“Jika wartawan saja diabaikan, bagaimana dengan masyarakat biasa yang ingin mengadu atau meminta penjelasan?” kritik Syuryadin salah satu jurnalis yang berada di kantor BPTD Kelas II NTB. Selasa, (20/01/26).

Pengamat kebijakan publik di NTB menilai, ketertutupan semacam ini berpotensi melanggar semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin hak wartawan untuk mencari dan memperoleh informasi. Aparatur negara seharusnya memahami bahwa keterbukaan informasi bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Mereka mendesak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Kementerian Perhubungan RI untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja serta pola komunikasi BPTD Kelas II NTB. Pejabat publik yang alergi terhadap konfirmasi dan kritik dinilai tidak sejalan dengan semangat reformasi birokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPTD Kelas II NTB belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak ditemuinya para wartawan yang datang ke kantor mereka.

Redaksi ||

Pengangguran NTB Naik Turun, Ketua MIO NTB Kritik Kinerja Disnaker, Kadis Abaikan Wartawan Saat Konfirmasi

Mobil Kepala Disnakertrans NTB, saat ditemui di kantor, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global.Id — Persoalan pengangguran di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapat sorotan tajam dari Ketua DPW Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi NTB, Feryal MP, yang juga dikenal sebagai jurnalis dan pimpinan media.

Menurut Feryal, masalah pengangguran di NTB bukanlah isu baru. Namun hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum menunjukkan solusi nyata, meski program dan anggaran terus bergulir setiap tahun.

“Kalau dilihat sekilas, data memang terlihat membaik. Tapi kalau dibaca lebih jujur, masalah pengangguran di NTB sebenarnya belum pernah benar-benar selesai,” ujar Feryal.

Ia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dari ANTARA News Mataram. Secara jangka panjang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB memang sempat menurun, dari 3,01 persen pada 2021, menjadi 2,80 persen pada 2023, lalu 2,73 persen pada Agustus 2024.

Namun di sisi lain, dinamika terbaru justru menunjukkan gejala sebaliknya. BPS mencatat jumlah pengangguran di NTB mencapai sekitar 102,63 ribu orang pada Februari 2025, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, pada Agustus 2025, TPT kembali naik ke angka sekitar 3,06 persen, lebih tinggi dibanding Agustus 2024.

“Angka-angka ini memberi pesan ganda. Penurunan jangka panjang tidak otomatis berarti masalah selesai. Dan kenaikan pada periode tertentu menunjukkan pasar kerja NTB masih sangat rapuh,” tegasnya.

Feryal menilai, persoalan utamanya bukan pada kurangnya niat pemerintah, melainkan pada cara kerja dan arah kebijakan, khususnya di tubuh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB.

Selama ini, pelatihan kerja memang rutin dilaksanakan. Kegiatan berjalan, laporan tersusun rapi, dan anggaran terserap. Namun, setelah pelatihan selesai, banyak peserta kembali ke kondisi semula: menganggur.

“Ini bukan kesalahan peserta. Ini sinyal kuat bahwa pelatihan tidak dirancang berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja. Pelatihan berjalan sendiri, tanpa peta besar,” kata Feryal.

Ia menegaskan, Disnaker seharusnya berfungsi sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Sayangnya, jembatan itu dinilai masih rapuh, bahkan nyaris tidak terlihat.

Salah satu masalah mendasar yang disorot adalah ketiadaan database komprehensif terkait kebutuhan tenaga kerja perusahaan-perusahaan di NTB.

“Berapa kebutuhan tenaga kerja setiap tahun? Bidang apa yang paling dibutuhkan? Kompetensi apa yang dicari industri? Tanpa data ini, pelatihan hanya berisiko jadi rutinitas administratif, selesai di kelas, habis di laporan, rapi di SPJ,” ujarnya.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah akses sertifikasi kompetensi nasional. Saat ini, banyak pelatihan bersertifikat justru tersedia di luar NTB, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, hingga Medan. 

Akibatnya, pencari kerja NTB harus keluar daerah dengan biaya besar yang tidak semua orang mampu menanggung.

“Pertanyaannya sederhana, kenapa layanan dasar peningkatan kompetensi ini tidak dihadirkan di NTB sendiri?” sindirnya.

Padahal, Pemprov NTB memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) di Dasan Cermen. Namun, BLK tersebut masih terkendala persoalan klasik, mulai dari keterbatasan sarana-prasarana hingga belum adanya lisensi sertifikasi nasional.

Feryal mengapresiasi rencana pembentukan lembaga pelatihan bersertifikat melalui BLK yang mulai digagas. Ia menyebut, Plt Kepala Disnakertrans NTB H. Muslim sebelumnya telah menyampaikan bahwa proses pengurusan lisensi ke Badan Sertifikasi Nasional sedang dirancang, dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,25 miliar yang telah disetujui Gubernur NTB.

“Langkah ini patut diapresiasi. Tapi kritik tetap perlu disampaikan. Inisiatif strategis seperti ini seharusnya lahir dari kesadaran internal Disnaker, bukan semata dorongan pimpinan daerah,” tegasnya.

Menurutnya, Disnaker tidak cukup hanya menjadi pelaksana anggaran, melainkan harus berperan sebagai arsitek kebijakan ketenagakerjaan. 

Transformasi BLK menjadi UPT berstatus BLUD juga dinilai sebagai kebutuhan mendesak agar pengelolaan pelatihan dan sertifikasi lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Selain itu, Feryal mendorong Pemprov NTB untuk menghadirkan regulasi yang mewajibkan perusahaan, terutama di sektor industri strategis dan K3, melaporkan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara berkala.

“Tanpa data, ironi akan terus berulang, pemerintah sibuk melatih, sementara dunia usaha mengeluh kekurangan tenaga kerja yang sesuai,” ujarnya.

Ia juga menyinggung penunjukan H. Aidy Furqon sebagai Kepala Disnakertrans NTB yang berlatar belakang dunia pendidikan. Menurutnya, publik kini menunggu apakah penunjukan tersebut mampu menghadirkan terobosan nyata.

“Kita akan lihat apakah ini bisa menjadi angin segar atau justru mengulang pola lama. PR pengangguran ini terlalu besar untuk diselesaikan dengan pendekatan biasa,” kata Feryal.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan, melainkan sebagai pengingat keras bahwa persoalan pengangguran dan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan rutin dan administratif.

“Jika visi Gubernur NTB adalah ‘terampil dan tangkas’, maka Disnaker harus menerjemahkannya menjadi kerja nyata. Bukan sekadar program, tapi solusi yang benar-benar dirasakan pencari kerja,” pungkasnya.

“NTB tidak butuh Disnaker yang hanya hadir di struktur organisasi. NTB butuh Disnaker yang hadir dalam kehidupan warganya.”

Sementara, Kepala Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqan yang baru dilantik oleh gubernur NTB abaikan sejumlah wartawan saat dikonfirmasi langsung di kantor, Selasa (20/01/26) hingga berita ini dipublikasikan.

Redaksi ||