Media Dinamika Global

Rabu, 22 Juli 2026

Koramil 03/Sape Laksanakan Pengamanan Pasca Penyegelan SDN 4 Sape untuk Jaga Kondusivitas Proses Belajar Mengajar


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 23 Juli 2026 — Anggota Koramil 03/Sape melaksanakan pengamanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sape, Kabupaten Bima, sebagai langkah menjaga keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar (PBM) serta mengantisipasi adanya aksi lanjutan pasca penyegelan sekolah oleh sekelompok warga yang mengatasnamakan ahli waris.

Kegiatan pengamanan dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) mulai pukul 07.15 Wita, dipimpin oleh Peltu Indarawan, S.H. Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari enam anggota Koramil/Babinsa, tiga anggota Polsek Sape, serta satu personel Unit Intel.





Dalam pelaksanaan pengamanan, personel gabungan melakukan penjagaan di sekitar lokasi SDN 4 Sape guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Selain itu, petugas juga melaksanakan pemantauan serta monitoring perkembangan situasi pasca penyegelan sekolah.

Personel Koramil bersama Polsek, Unit Intel, pemerintah desa, dan pihak sekolah terus menjalin koordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Imbauan juga diberikan kepada pihak-pihak yang berada di lokasi agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik serta mengedepankan penyelesaian sesuai aturan hukum yang berlaku.

Selain pengamanan, dilakukan pula pendekatan secara persuasif kepada pihak yang mengatasnamakan ahli waris guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong penyelesaian permasalahan secara damai.

Hasil pemantauan menunjukkan kegiatan pengamanan berjalan tertib, lancar, dan aman. Pada pukul 10.20 Wita, kegiatan pengamanan selesai dilaksanakan dengan situasi tetap kondusif.

Aparat terkait akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak-pihak terkait untuk mendorong penyelesaian permasalahan melalui jalur hukum dan musyawarah.(Team.MDG.03)

Wujud Apresiasi, Staf dan Karyawan SPPG Bima Sape Naru UD. Lilis Beri Ucapan Selamat Hari Lahir ke-47 kepada Mitra


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 23 Juli 2026 – Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik, seluruh staf dan karyawan SPPG Bima Sape Naru UD. Lilis menyampaikan ucapan selamat atas hari lahir ke-47 kepada mitra mereka, Bapak Romansyah, yang akrab disapa Bang Ades.

Ucapan tersebut merupakan wujud penghargaan dan rasa terima kasih atas dedikasi, dukungan, serta sinergi yang telah terjalin selama ini dalam membangun hubungan kemitraan yang harmonis dan saling menguatkan.





Pada momentum yang berbahagia ini, keluarga besar SPPG Bima Sape Naru UD. Lilis mendoakan agar Bapak Romansyah (Bang Ades) senantiasa diberikan kesehatan, umur yang panjang dan penuh berkah, kebahagiaan bersama keluarga, serta kesuksesan dalam setiap langkah dan pengabdiannya.

"Selamat ulang tahun ke-47 kepada Bapak Romansyah (Bang Ades). Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, serta kesuksesan. Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Semoga silaturahmi dan kemitraan ini terus terjaga, semakin erat, dan membawa manfaat bagi kita semua," demikian pesan yang disampaikan keluarga besar SPPG Bima Sape Naru UD. Lilis.

Momentum ulang tahun ke-47 ini menjadi pengingat bahwa hubungan kemitraan tidak hanya dibangun atas dasar profesionalisme, tetapi juga dilandasi nilai-nilai kekeluargaan, saling menghargai, dan saling mendoakan. Keluarga besar SPPG Bima Sape Naru UD. Lilis berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan semakin kuat di masa mendatang demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi semua pihak.(Team.MDG.03)

Resmi Dilantik, Pengurus DPC PKB Kabupaten Bima Siap Mengabdi untuk Umat dan Daerah


Jakarta, Media Dinamika Global.id. – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bima masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam rangkaian Pelantikan Pengurus DPC PKB Se-Indonesia yang diselenggarakan di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 yang berlangsung semarak dengan menampilkan keberagaman budaya Nusantara. Seluruh pengurus dari berbagai daerah hadir mengenakan pakaian adat khas masing-masing sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi PKB di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen partai dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kehadiran para pengurus dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota menunjukkan soliditas PKB dalam menyongsong agenda perjuangan lima tahun ke depan.

Adapun susunan Pengurus DPC PKB Kabupaten Bima yang resmi dilantik adalah Dewan Tanfidz dengan Ketua Hj. Mahdalena, S.S., M.M., Sekretaris H. Imran, S.Pd.I., S.H., dan Bendahara Nurdin, S.E. Sementara itu, Dewan Syura dipimpin oleh Ketua H. Amar Ma'ruf, S.H. dengan Sekretaris Rusdin, S.H.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bima, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk terus hadir di tengah masyarakat.

"Amanah ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Kami berkomitmen menjadikan PKB Kabupaten Bima sebagai rumah perjuangan rakyat, memperkuat pelayanan kepada umat, mengawal aspirasi masyarakat, serta menghadirkan politik yang beretika, berpihak kepada kepentingan rakyat, dan membawa kemaslahatan bagi daerah."

Ia juga mengajak seluruh kader PKB Kabupaten Bima untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat kerja kolektif, serta terus mengedepankan semangat pengabdian dalam setiap langkah perjuangan.

Dengan pelantikan ini, DPC PKB Kabupaten Bima diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsi politik, sosial, dan kemasyarakatan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bima dan kemajuan Indonesia melalui semangat "Mengabdi untuk Umat, Bekerja untuk Rakyat."(Sekjend MDG)

Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Bima tahun 2026


SOROMANDI, Media Dinamika Global.id.-- Perpustakaan Desa lewintana, Kecamatan soromandi, Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2026. Keberhasilan tersebut diumumkan setelah melalui rangkaian seleksi administrasi hingga penilaian lapangan oleh tim juri, Rabu 22 juli 2026.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bima, mengatakan lomba ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan desa.

Sebanyak 191 desa dan satu yang telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) menjadi sasaran pembinaan. perpustakaan desa lewintana Kecamatan soromandi memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti seluruh tahapan lomba.

"Awalnya kami membuka pendaftaran melalui sistem daring, namun responsnya belum maksimal. Karena itu kami melakukan kunjungan langsung ke desa-desa untuk mengajak mereka mengikuti lomba sekaligus melakukan pembinaan," kata Tim penilai.

Penilaian kemudian dilanjutkan melalui visitasi lapangan untuk melihat langsung kondisi perpustakaan, tata kelola, inovasi layanan, koleksi, hingga dampak kegiatan literasi bagi masyarakat desa lewintana Kecamatan soromandi.


Abdul Kadir S.sos Pj Kades lewintana Kecamatan soromandi,  menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi pusat belajar masyarakat melalui berbagai program literasi yang mampu meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan warga.

"Perpustakaan harus mampu mengubah masyarakat yang belum memiliki pengetahuan menjadi masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan," tegas PJ lewintana.

Menurutnya, berbagai kegiatan literasi dapat dikembangkan melalui perpustakaan, mulai dari pelatihan keterampilan, kerajinan tangan, hingga pengembangan usaha masyarakat berbasis pengetahuan.

Ia juga menekankan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar sehingga tidak mudah terpengaruh berita hoax.

"Perpustakaan menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi yang benar, memiliki sumber yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak mudah terpengaruh hoaks," ujarnya.


Dia juga berharap prestasi yang diraih Desa Ponggeok menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan.

 "Saya berharap desa-desa yang belum mampu mengelola perpustakaan dapat datang belajar ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Kami siap mendampingi agar seluruh desa memiliki perpustakaan yang dikelola dengan baik," katanya.

Sementara itu, Pengelola Perpustakaan Desa lewintana Kecamatan soromandi yang juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, dewan juri, dan seluruh peserta. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan agar semakin bermanfaat bagi masyarakat," ujar Abdul Kadir.


Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menghadirkan berbagai inovasi literasi di desa masing-masing dan berharap kompetisi tersebut semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah desa lewintana, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bima dalam membangun budaya literasi di daerah.(Sekjend MDG)

LDNS Kecamatan Sape Tolak Kehadiran Pasar Malam, Sebut Berpotensi Merusak Moral dan Ekonomi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Lembaga Dakwah Nurul Sirad (LDNS) Kecamatan Sape menyatakan penolakan keras terhadap rencana kehadiran pasar malam di wilayah Kecamatan Sape. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan organisasi terhadap dampak yang dinilai dapat ditimbulkan dari aktivitas pasar malam.

Pihak dari LDNS Kecamatan Sape, Ustadz Edy Kurniawan, M.Pd.I., mengatakan pihaknya mengutuk dan menolak penyelenggaraan pasar malam karena menurutnya di dalamnya terdapat aktivitas yang mengandung unsur perjudian dan praktik maksiat yang dilakukan secara terbuka.

"Pasar malam yang di dalamnya terdapat permainan judi dapat merusak moral masyarakat, melemahkan kondisi ekonomi keluarga, serta memberikan dampak buruk terhadap generasi muda," ujar Ustadz Edy Kurniawan.

LDNS menilai bahwa apabila terdapat aktivitas yang melanggar norma agama maupun ketentuan hukum, maka hal tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat yang berwenang. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai keagamaan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan Kecamatan Sape.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara pasar malam maupun pemerintah setempat terkait pernyataan penolakan yang disampaikan oleh LDNS.(Team.MDG.03)

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sape Tolak Kehadiran Pasar Malam, Soroti Dugaan Unsur Perjudian dan Maksiat


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sape menyatakan sikap menolak kehadiran pasar malam yang akan beroperasi di wilayah Kecamatan Sape. Penolakan tersebut didasarkan pada dugaan adanya unsur perjudian serta aktivitas yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral masyarakat.

Sekretaris PCM Sape, Ustadz Salmanan, S.Pd.I., M.M., menegaskan bahwa pihaknya mengutuk dan menolak penyelenggaraan pasar malam apabila di dalamnya terdapat praktik perjudian maupun bentuk kemaksiatan yang dilakukan secara terbuka.

"Kami menolak kehadiran pasar malam yang mengandung unsur perjudian dan aktivitas yang merusak moral masyarakat. Sape merupakan daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya, sehingga kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga moral serta melindungi generasi muda dari berbagai bentuk pengaruh negatif," ujar Ustadz Salmanan.

PCM Sape juga mengimbau pihak penyelenggara dan pemerintah terkait untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta memastikan setiap bentuk kegiatan hiburan tidak bertentangan dengan norma agama, hukum, dan nilai-nilai sosial yang berlaku.

Melalui pernyataan sikap tersebut, PCM Sape berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kemaslahatan masyarakat serta menjaga lingkungan yang kondusif bagi pembinaan akhlak dan karakter generasi muda.(Team.MDG.03)

GPM Hadir di Kebon Sari, Pemprov NTB Jaga Daya Beli Warga dengan Pangan Murah


Mataram, Media Dinamika Global -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang menjadi titik pelaksanaan ke-11 sepanjang tahun 2026 ini disambut antusias masyarakat karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B, SP., MM., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.

"Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

Menurut Mirza, lokasi pelaksanaan GPM diprioritaskan pada wilayah yang mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok dan memiliki jumlah penduduk yang padat. Hal itu dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Kami melihat daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga. Di situlah pemerintah akan hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Ia mengungkapkan tingginya antusiasme warga terlihat dari ramainya pembelian berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, hingga lainnya. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang paling banyak dicari masyarakat.

"Pak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal selalu mengingatkan kami agar terus hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah," tambahnya.

Mirza memastikan kegiatan GPM akan terus dilaksanakan hingga Desember 2026. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan lokasi-lokasi yang membutuhkan intervensi pemerintah.

"Kami akan terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah sampai Desember. Daerah yang mengalami lonjakan harga dan memiliki kebutuhan tinggi akan menjadi prioritas pelaksanaan berikutnya," jelasnya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan memanfaatkan kebutuhan pokok sesuai keperluan.

Sementara itu, Lurah Kebun Sari, Drs. H. Mustaal, mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan GPM. Menurutnya, Kebun Sari merupakan salah satu kelurahan dengan jumlah penduduk yang cukup padat sehingga program tersebut sangat dibutuhkan.

"Alhamdulillah, ada program ini dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Penunjukan Kebun Sari sangat tepat karena menyasar wilayah dengan jumlah penduduk yang padat," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kelurahan Kebun Sari saat ini dihuni sekitar 2.300 kepala keluarga atau sekitar 8.000 jiwa. Karena itu, keberadaan GPM dinilai mampu membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Menurut Mustaal, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Salah satunya bahan pokok yang dijual seharga Rp16.000, sementara di pasar mencapai sekitar Rp20.000.

"Selisih harga ini sangat membantu masyarakat. Warga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan pengeluaran yang lebih ringan," katanya.

Pihaknya berharap Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan lebih sering di wilayah Kebun Sari.

"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekali atau dua kali. Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditambah menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tutupnya.

Redaksi |

Hadiri Hut Ke 18 KLU, Wagub NTB Ingatkan Warisan Budaya Terus di Lestarikan


Lombok Utara, Media Dinamika Global - Keterbukaan masyarakat terhadap hadirnya pariwisata sangat diutamakan. Tetapi juga tidak melupakan adat dan budaya yang telah diwariskan.

Penegasan itu diungkapkan Wakil gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri perayaan hari jadi ke 18 Kabupaten Lombok Utara, yang diselenggarakan di halaman kantor bupati pada Selasa, (21/7/2026).

Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda dalam amanatnya juga menyampaikan bahwa Lombok Utara memiliki keistimewaan dan modal besar dengan memiliki gili yang menjadi ikon dunia, yang menjadi magnet bagi semua orang untuk datang dan melihat Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, pemerintah, masyarakat untuk terus bahu-membahu menjaga alam dan melestarikan budaya yang ada.

“Karena semua budaya dan alam yang indah, menjadi warisan yang paling berharga bagi anak cucu kita ke depan,” ujarnya.

Wagub juga mengibaratkan bahwa di Usia 18 tahun adalah tanda kedewasaan. Ibarat seorang pemuda, Lombok Utara kini sedang berada di usia yang paling bertenaga, penuh semangat dan siap berlari kencang. Istilah semangat “keruan bagus”, semangat kolektif untuk berbuat yang terbaik bagi Gumi Paer harus dirawat.

“Kita semua harus menjadi saksi bagaimana Gumi Dayan Gunung ini bangkit dari segala ujian, tegak berdiri dengan fondasi gotong royong,” terangnya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi tasyakuran yang dilaksanakan karena dirangkai dengan begitu indah dengan hadirnya parade budaya dan parade desa. Wagub menilai Parade ini adalah cerminan dari jiwa kita, ketika alat musik gendang belek bertalu-talu, ketika kain tenun sesek bermotif indah dipakai dengan bangga, dan pada saat yang sama, setiap desa unjuk kebolehan, disitulah kita melihat jati diri Lombok Utara yang sesungguhnya.

Di balik kebudayaan Dayan Gunung yang kaya nilai-nilai luhur, kearifan lokal dalam menjaga alam, serta yang paling membanggakan bagi masyarakat Lombok Utara, tersimpan keharmonisan antara umat beragama, menjadi modal sosial terbesar yang tidak ternilai harganya.

“Desa-desa di Lombok Utara adalah ujung tombak pembangunan jika desanya mandiri, budayanya lestari, maka daerahnya Insya Allah akan mancapai kemakmuran,” jelas Wagub Ummi Dinda.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan, bahwa 18 tahun bukan sekedar perjalanan usia Melainkan perjalanan tentang mimpi, harapan serta perjuangan yang harus terus di bangun bersama. Oleh karena itu, peringatan hari jadi ini bukan hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui, tapi juga menjadi momentum Untuk memperteguh tekat melanjutkan pembangunan demi kabupaten Lombok Utara yang semakin sejahtera.

“Ini menjadi momentum dan semangat inilah yang harus kita rawat sebagai landasan kita Menuju kabupaten Lombok utara yang terus berkembang mandiri dan sejahtera, tegas Najmul.

Untuk diketahui, perayaan hari jadi ke 18 kabupaten Lombok Utara tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tahun ini Pemkab KLU menghadirkan Parade Budaya Parade Desa dengan berbagai produk unggulan serta kerajinan lokal dari Gumi Tata Tioq Tunaq.

Redaksi |

Gubernur NTB: Bangun Sistem, Bukan Ketergantungan pada Pemimpin


Mataram, Media Dinamika Global – Keberhasilan sebuah pemerintahan tidak boleh bergantung pada sosok pemimpinnya, melainkan pada sistem yang mampu menjaga kesinambungan pelayanan publik, bekerja secara efektif, dan terus berkembang meski kepemimpinan berganti. Pesan itu ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Senin (20/7).

Di hadapan 60 peserta PKN yang diproyeksikan menjadi pemimpin birokrasi masa depan, Gubernur menekankan bahwa tantangan terbesar birokrasi saat ini bukan sekadar melahirkan program-program yang populer, melainkan membangun tata kelola pemerintahan yang kuat, berkelanjutan, serta mampu tetap berjalan tanpa bergantung pada figur tertentu.

Menurutnya, pergantian kepala daerah merupakan konsekuensi yang melekat dalam sistem demokrasi. Namun, perubahan kepemimpinan tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

"Sistem yang baik adalah sistem yang tetap berjalan meskipun pemimpinnya berganti. Kalau pemerintahan masih bergantung pada satu orang, berarti itu belum bisa disebut sistem," tegas Gubernur.

Berbekal pengalaman hampir tiga dekade sebagai diplomat, Gubernur menilai salah satu tantangan mendasar yang masih dihadapi Indonesia adalah belum kokohnya sistem tata kelola pemerintahan. Akibatnya, tidak sedikit proses pembangunan berjalan secara alamiah atau autopilot, tanpa didukung perencanaan jangka panjang yang terintegrasi.

Ia mencontohkan pengelolaan sampah yang selama ini lebih banyak berorientasi pada penanganan limbah, tetapi belum membangun sistem pengelolaan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal serupa juga terjadi pada pengembangan sektor pariwisata di sejumlah daerah yang berkembang pesat, namun belum sepenuhnya ditopang oleh master plan yang komprehensif.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan agar transformasi digital tidak dipandang sebagai solusi atas seluruh persoalan birokrasi. Menurutnya, digitalisasi hanya akan menghasilkan perubahan apabila didahului dengan pembenahan sistem yang benar.

"Benahi sistem terlebih dahulu, baru lakukan digitalisasi. Kalau sistemnya masih buruk lalu didigitalisasi, yang terjadi justru mempercepat kesalahan," ujarnya.

Iqbal menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memegang peran strategis sebagai penjaga memori kelembagaan (institutional memory) yang memastikan roda pemerintahan tetap berjalan lintas pergantian kepemimpinan. Karena itu, ASN dituntut menjaga profesionalisme, menjunjung integritas, dan tidak terjebak dalam kepentingan politik jangka pendek.

"Politisi datang dan pergi setiap lima tahun. Tetapi birokrasi tetap ada. Karena itu, tanggung jawab terbesar ASN adalah menjaga keberlanjutan sistem," katanya.

Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa sistem demokrasi sering kali mendorong lahirnya kebijakan yang bersifat populis karena hasilnya cepat terlihat dan memberikan keuntungan politik dalam jangka pendek. Sebaliknya, membangun sistem membutuhkan keberanian, konsistensi, serta komitmen jangka panjang yang hasilnya mungkin baru dirasakan oleh generasi berikutnya.

Selain membahas reformasi birokrasi, Gubernur juga mengajak para peserta memahami bahwa kepemimpinan saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global. Pandemi, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi harga komoditas dunia memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi daerah. Oleh karena itu, seorang pemimpin birokrasi harus mampu membaca keterkaitan antara dinamika global, nasional, dan daerah dalam setiap pengambilan kebijakan.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan penguasaan rantai nilai (value chain) agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen komoditas, tetapi juga memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam percaturan ekonomi global.

Menutup pemaparannya, Gubernur kembali menegaskan bahwa kualitas pemerintahan pada akhirnya tidak ditentukan oleh kehebatan individu, melainkan oleh kekuatan sistem yang dibangun.

"Orang hebat dalam sistem yang buruk hasilnya akan tetap buruk. Sebaliknya, orang biasa dalam sistem yang baik dapat menghasilkan kinerja yang baik. Kalau harus memilih, saya lebih memilih sistem yang baik," ujarnya.

Gubernur kemudian mengajak seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II menjadikan pembangunan sistem sebagai warisan terbaik yang dapat ditinggalkan birokrasi bagi generasi mendatang.

"Politisi memberikan visi, tetapi birokrasi membangun sistem. Bangunlah sistem yang berkelanjutan dan tinggalkan tata kelola yang baik, karena itulah amal jariyah birokrasi yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat jauh setelah kita tidak lagi menjabat," pungkasnya.

Redaksi |

Propov ke-XII, GAKADA BIDOM: Atlet Dompu Saat Prestasi Tersingkir, Politik Diduga Menguasai Arena Olahraga


MATARAM, Media Dinamika Global - Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB yang semestinya menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan olahraga daerah, justru memunculkan potret buram yang menyelimuti dunia olahraga Kabupaten Dompu. Di tengah semangat kompetisi dan perebutan prestasi, publik dikejutkan oleh fenomena eksodus atlet-atlet berprestasi asal Bumi Nggahi Rawi Pahu yang memilih membela daerah lain.

Gabungan Kalawu Muda Bima Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok menilai fenomena tersebut bukan sekadar perpindahan atlet biasa. Gelombang hengkangnya para atlet dinilai menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam tata kelola olahraga daerah yang selama ini luput dari perhatian.

Koordinator Kabupaten Dompu GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Aba Toi, menyebut keberhasilan para atlet Dompu di daerah lain seharusnya menjadi bahan evaluasi besar bagi seluruh pemangku kebijakan olahraga di Dompu.

"Ketika atlet-atlet yang tidak mendapat ruang di daerah sendiri justru mampu meraih prestasi dan menyumbangkan medali emas untuk daerah lain, maka ada yang salah dengan sistem yang berjalan. Ini bukan lagi soal kalah atau menang, tetapi soal bagaimana atlet diperlakukan," ujarnya.

Fenomena ini semakin ironis ketika sejumlah atlet yang kini menjadi andalan daerah lain sebelumnya dikabarkan tidak memperoleh kepastian pembinaan, kesejahteraan, maupun dukungan yang memadai. Namun setelah bergabung dengan daerah baru, mereka justru menjelma menjadi mesin prestasi dan naik ke podium tertinggi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar. Mengapa atlet yang dianggap biasa di rumah sendiri justru mampu menjadi juara di tempat lain? Jawaban yang berkembang di tengah masyarakat mengarah pada dugaan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kualitas atlet, melainkan pada sistem yang dinilai tidak sepenuhnya berpihak pada prestasi.

Sorotan semakin menguat setelah mencuatnya polemik yang menimpa atlet Wushu Dompu, Dika Ardiansyah. Atlet kelas 52 kilogram itu disebut telah tercantum dalam Surat Keputusan resmi sebagai peserta Porprov. Namun setelah proses penimbangan berat badan dan Technical Meeting berlangsung, namanya dikabarkan dicoret dari daftar pertandingan.

Peristiwa tersebut memicu perdebatan di internal olahraga Dompu dan menimbulkan kekecewaan mendalam dari keluarga atlet. Mereka mengaku telah mengeluarkan biaya pribadi, bahkan berutang, demi mendukung keberangkatan dan kebutuhan atlet selama mengikuti agenda Porprov di Mataram.

Kasus ini kemudian menjadi simbol keresahan yang lebih luas. Di kalangan atlet dan pemerhati olahraga, muncul pertanyaan mengenai transparansi, objektivitas, dan konsistensi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut nasib atlet.

Jika dugaan adanya intervensi kepentingan non-teknis dalam proses pembinaan dan seleksi benar terjadi, maka yang menjadi korban bukan hanya satu atau dua atlet. Yang dipertaruhkan adalah masa depan olahraga Dompu secara keseluruhan.

Sementara itu, daerah-daerah lain justru menikmati hasil dari talenta-talenta yang lahir dan dibesarkan melalui proses pembinaan di Dompu. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, kepastian program latihan, dan lingkungan yang lebih kondusif, para atlet mampu menunjukkan kapasitas terbaik mereka tanpa dibayangi konflik internal maupun ketidakpastian kebijakan.

Keberhasilan mereka menjadi tamparan keras bagi tata kelola olahraga daerah. Sebab setiap medali emas yang diraih atlet asal Dompu di bawah bendera daerah lain sesungguhnya menyimpan pesan yang tidak bisa diabaikan: talenta tidak pernah kurang, tetapi ruang untuk berkembang diduga semakin sempit.

Porprov XII NTB pada akhirnya bukan hanya menjadi ajang perebutan medali. Perhelatan ini juga membuka tabir persoalan yang selama ini beredar di kalangan atlet dan masyarakat. Ketika prestasi tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran, maka kepercayaan terhadap sistem akan perlahan runtuh.

Kini publik menunggu langkah konkret dari para pemangku kepentingan olahraga di Dompu. Sebab jika pembenahan tidak segera dilakukan, Kabupaten Dompu berisiko terus kehilangan atlet-atlet terbaiknya dan hanya menjadi tempat lahirnya juara yang kemudian mengharumkan nama daerah lain.

Redaksi |