Media Dinamika Global

Rabu, 01 Juli 2026

Liburan Sekolah Penuh Inspirasi, Siswi SDN 1 Taliwang Jelajahi Wisata NTB hingga Bertemu Gubernur


MATARAM, Media Dinamika Global – Liburan sekolah tidak selalu identik dengan menghabiskan waktu di rumah atau bermain gawai. Bagi Felisia Zakira Nazafarin, siswi SDN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, masa liburan justru dimanfaatkan untuk belajar langsung mengenal kekayaan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada Sabtu (27/6/2026), Felisia bersama kakak-kakaknya melakukan perjalanan mengelilingi sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan tentang potensi wisata yang dimiliki daerahnya sendiri.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Lombok Wildlife Park. Di tempat ini, Felisia melihat secara langsung berbagai satwa dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Pengalaman berinteraksi dengan satwa menjadi momen yang sangat berkesan baginya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sirkuit Mandalika, salah satu ikon sport tourism Indonesia yang telah dikenal hingga tingkat internasional. 

Di kawasan tersebut, Felisia dapat menyaksikan secara langsung megahnya sirkuit yang selama ini hanya dilihat melalui televisi dan media sosial.

Tidak berhenti di sana, perjalanan edukatif tersebut juga membawanya ke Kota Mataram. Momen yang paling berkesan adalah ketika Felisia berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan dengan orang nomor satu di NTB itu menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan oleh siswi sekolah dasar tersebut.

Baginya, kesempatan bertemu pemimpin daerah merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Felisia mengaku sangat bersyukur dapat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat bersama kakak-kakaknya.

"Saya senang sekali dan bersyukur bisa keliling Lombok bersama kakak-kakak. Saya jadi tahu banyak tempat wisata yang indah di NTB. Yang paling membuat saya bahagia adalah bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur NTB. Ini menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan," ujar Felisia.

Menurutnya, perjalanan tersebut membuat dirinya semakin bangga menjadi bagian dari NTB yang memiliki banyak destinasi wisata menarik, mulai dari wisata alam, edukasi, hingga kawasan olahraga bertaraf internasional.

Sementara itu, kakak perempuan Felisia, Ferisya, mengatakan bahwa perjalanan tersebut memang sengaja dirancang sebagai liburan yang memiliki nilai edukasi.

Menurutnya, masa liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk mengajak anak-anak mengenal daerahnya sendiri agar tumbuh rasa cinta terhadap potensi yang dimiliki NTB.

"Kami ingin mengisi liburan dengan sesuatu yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga mengenalkan adik kami tentang destinasi wisata, kekayaan alam, dan berbagai ikon kebanggaan NTB. Harapannya, anak-anak semakin mencintai daerahnya dan termotivasi untuk ikut menjaga serta mempromosikan pariwisata NTB," kata Ferisya.

Ia menambahkan, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Menurutnya, mengenalkan anak pada destinasi wisata lokal merupakan bagian dari pendidikan karakter agar mereka lebih mengenal sejarah, budaya, lingkungan, dan potensi daerah sendiri.

Liburan edukatif seperti yang dilakukan Felisia menjadi contoh bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara positif. Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut juga mampu menumbuhkan rasa syukur, kecintaan terhadap daerah, serta memperluas wawasan anak-anak sejak dini.

Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki beragam destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, hingga wisata edukasi yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Dengan mengenal daerahnya secara langsung, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap identitas daerah sekaligus siap menjadi duta wisata di masa depan.

Perjalanan Felisia Zakira Nazafarin menjadi pengingat bahwa liburan sekolah bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan emas untuk belajar di luar kelas.

Melalui eksplorasi pariwisata NTB, setiap perjalanan dapat menjadi pengalaman berharga yang menginspirasi, menumbuhkan rasa cinta tanah kelahiran, serta memotivasi anak-anak untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red).

Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati SBD Sampaikan Amanat Presiden: POLRI Harus Responsif dan Berorientasi pada Masyarakat


TAMBOLAKA, Media Dinamika Global.id. – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat di lapangan Markas Komando (Mako) Polres SBD pada Selasa (1/7/2026).

Peringatan HUT POLRI tahun 2026 ini mengusung tema besar "80 Tahun Mengabdi, POLRI untuk Masyarakat". Tema ini menegaskan kembali komitmen institusi kepolisian untuk menempatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai muara dari seluruh roda pengabdiannya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati, Dominikus Alphawan R. Kaka, SP., Kapolres SBD beserta seluruh jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para purnawirawan POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Bupati Ratu Ngadu B. Wulla,ST menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 mengandung arti mendalam mengenai jati diri POLRI. Seluruh perjalanan pengabdian kepolisian harus bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Fokus utama pelayanan POLRI saat ini dan ke depan adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Bupati Ratu Wulla saat membacakan amanat Presiden.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan bahwa tantangan tugas POLRI ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensi, POLRI juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh sebagai wujud nyata pelayanan publik, terlebih dengan telah disahkannya Undang-Undang POLRI yang baru.

Menghadapi tantangan yang kian dinamis, Presiden melalui Bupati menekankan lima poin penting yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran POLRI dalam mempersiapkan diri ke depan:

1. Perkuat reformasi kelembagaan POLRI.

2. Tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

3. Perkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kompleksitas ancaman.

4. Tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis dan dinamis.

5. Penguatan legitimasi institusi POLRI di mata publik.

Mengakhiri amanatnya, Bupati Ratu Wulla mengingatkan bahwa tugas pokok POLRI bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, melainkan juga menjaga kepercayaan publik.

POLRI diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif, dengan selalu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri yang utama.(Sekjend MDG)


Pelayanan Tertib dan Ramah, Panitia Pasar Malam Bintang Andalas di Desa Sumi Tuai Apresiasi Pengunjung


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global id– Pelayanan panitia penyelenggara Pasar Malam Bintang Andalas yang berlangsung di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, mendapat apresiasi dari para pengunjung. Mereka menilai pelayanan yang diberikan panitia berjalan tertib, ramah, dan mampu menciptakan suasana yang aman serta nyaman selama kegiatan berlangsung.(Rabu.01 Juli 2026)

Sejak memasuki kawasan pasar malam, pengunjung disambut dengan sistem pelayanan yang tertata. Panitia melakukan pengaturan di pintu masuk, area parkir kendaraan, hingga proses pembelian dan pemeriksaan karcis secara teratur. Pengelolaan tersebut dinilai mampu memperlancar arus keluar-masuk pengunjung sehingga aktivitas di dalam area pasar malam berlangsung dengan tertib.





Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, panitia juga secara aktif mengimbau pengunjung agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Masyarakat diingatkan untuk tidak membawa senjata tajam maupun minuman beralkohol ke dalam kawasan pasar malam guna menjaga situasi tetap kondusif.

Upaya pengamanan juga diperkuat melalui sinergi berbagai unsur. Personel dari Polsek Lambu, Koramil 1608-03/Sape, Satpol PP, serta Pemerintah Desa Sumi tampak berjaga di pintu masuk utama dan sejumlah titik strategis untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pengunjung serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kolaborasi antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan Pemerintah Desa Sumi dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pasar malam yang aman, tertib, dan kondusif. Sejumlah pengunjung berharap kualitas pelayanan serta sistem pengamanan yang telah diterapkan dapat terus dipertahankan hingga berakhirnya penyelenggaraan Pasar Malam Bintang Andalas.(Team.MDG.03)

Malam Kelima, Pasar Malam Bintang Andalas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Diserbu Ribuan Pengunjung


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id
– Memasuki malam kelima penyelenggaraan, Pasar Malam Bintang Andalas yang berlokasi di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dipadati ribuan pengunjung, Rabu (1/7/2026) malam.

Antusiasme masyarakat yang datang dari Kecamatan Lambu, Kecamatan Sape, hingga sejumlah wilayah lainnya terlihat semakin tinggi sejak pasar malam tersebut resmi dibuka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang. Keramaian tampak memenuhi area wahana permainan, stan kuliner, hingga panggung hiburan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Koordinator Umum Area Parkir Pasar Malam Bintang Andalas, Askardin, S.Pd,Saat di Wawancarai oleh awak media ini"mengatakan tingginya jumlah pengunjung setiap malam menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap hiburan rakyat yang digelar di Desa Sumi.

"Alhamdulillah, setiap malam pengunjung terus bertambah. Malam ini diperkirakan lebih dari lima ribu orang hadir menikmati berbagai wahana dan hiburan yang tersedia," ujarnya kepada awak media.

Menurut Askardin, Pasar Malam Bintang Andalas dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Selama pelaksanaannya, masyarakat dapat menikmati berbagai wahana permainan, aneka kuliner, serta hiburan musik yang menampilkan penyanyi-penyanyi terbaik dari Kabupaten Bima dan Kota Bima.





Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, pasar malam ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Ramainya pengunjung membuat aktivitas para pedagang dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi mengalami peningkatan.

Dengan tingginya minat masyarakat yang terus berdatangan setiap malam, Pasar Malam Bintang Andalas diharapkan mampu menjadi salah satu agenda hiburan rakyat yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat kebersamaan warga di Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Polres Bima Kota Borong Prestasi di Polda NTB, Raih Juara 1 Ketahanan Pangan hingga Juara Lomba Siskamling


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- Polres Bima Kota kembali menorehkan prestasi membanggakan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Dalam ajang perlombaan tingkat Polda NTB, Polres Bima Kota berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi yang diserahkan pada Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WITA di Lapangan Baradaksa Polda NTB.

Penerimaan piagam penghargaan tersebut dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Bima Kota IPTU Agus Supriyanto, Kanit Binkamsa AIPTU Mulyadin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rabangodu Utara AIPDA Muslim, S.H., bersama Ketua Satkamling Desa Pesa, Kecamatan Wawo, yang menerima penghargaan mewakili Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Bima Kota, Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa Polres Bima Kota berhasil meraih tiga penghargaan pada lomba yang diselenggarakan Polda NTB dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80.

Polres Bima Kota berhasil meraih Juara 1 Lomba Ketahanan Pangan kategori lahan luas produktivitas jagung, Juara 2 Lomba Siskamling, serta Juara 3 Lomba Tiga Pilar tingkat Polda NTB. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Bima Kota dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, mengoptimalkan pemberdayaan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), serta memperkuat sinergitas Tiga Pilar yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah kelurahan/desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keberhasilan meraih Juara 1 pada kategori Ketahanan Pangan menunjukkan komitmen Polres Bima Kota dalam mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya jagung yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, prestasi pada Lomba Siskamling dan Lomba Tiga Pilar menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Bima Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, Bhabinkamtibmas, Satkamling, serta masyarakat yang telah berkontribusi sehingga Polres Bima Kota mampu mengharumkan nama institusi di tingkat Polda NTB.(Sekjend MDG)

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 1 Juli 2026 – Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Rabu (1/7/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 Wita ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan kondisi di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, serta lima orang warga masyarakat. Sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga dan lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan personel Koramil menuju Desa Naru pada pukul 20.10 Wita. Lima menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap kondusif.



Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, terutama yang dipicu oleh konsumsi minuman keras dan ketidakmampuan mengendalikan emosi.

Selain itu, masyarakat, khususnya kalangan pemuda, diingatkan untuk tidak melakukan aksi ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan, personel Koramil melanjutkan pemantauan di desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan patroli berakhir pada pukul 21.15 Wita.

Secara keseluruhan, kegiatan Patroli Siskamling berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan terus terjalin demi menciptakan situasi wilayah yang aman dan nyaman.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Kongkow-Kongkow Bersama Warga, Perkuat Kamtibmas di Wilayah Binaan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow di desa binaan masing-masing pada Rabu malam (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana komunikasi sosial antara Babinsa dengan warga guna menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan lingkungan, memperkuat silaturahmi, serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban di tengah masyarakat.


Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga pada pukul 19.30 Wita. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan para pemuda agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, pendekatan komunikasi secara langsung menjadi salah satu upaya efektif dalam menjaga stabilitas wilayah binaan.

Sementara itu, pada pukul 19.45 Wita, Babinsa Desa Naru Barat, Koptu Mahru, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga. Dalam dialog tersebut, ia mengimbau masyarakat agar terus menjaga keamanan lingkungan, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.


Di Kecamatan Lambu, Babinsa Desa Lambu, Serka Bambang, menggelar kegiatan serupa bersama para pemuda desa pada pukul 20.00 Wita. Ia memberikan pembinaan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang mengarah pada tindakan negatif atau melanggar hukum. Selain itu, para pemuda diajak untuk saling mengingatkan dan membiasakan diri melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya, pada pukul 20.30 Wita, Babinsa Desa Mangge, Koptu Makmun, berdiskusi dengan warga mengenai situasi Kamtibmas di lingkungan setempat. Ia menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat serta menghindari tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan akan menjaga keharmonisan dan mempererat hubungan antarwarga.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)

SDN 21 Tolomundu Kota Bima Gelar Uji Coba Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi OSN-P Mata Pelajaran IPS dan Matematika


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pelaksanaan uji coba Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) untuk mata pelajaran IPS dan Matematika sebagai bagian dari persiapan peserta didik dalam menghadapi kompetisi di tingkat provinsi NTB, rabu 1 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, melatih ketelitian, meningkatkan kepercayaan diri, serta membiasakan peserta dengan suasana dan pola soal yang akan dihadapi pada pelaksanaan OSN-P. Melalui uji coba ini, guru pembimbing juga dapat melakukan evaluasi dan memberikan penguatan pada materi yang masih perlu ditingkatkan.


Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta untuk meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama sekolah pada ajang OSN-P Tahun 2026. Terima kasih kepada para guru pembimbing atas dedikasi dan bimbingan yang terus diberikan kepada para peserta. Tetap semangat, terus belajar, dan raih prestasi terbaik.(Sekjend MDG)

5 NYAWA TUMBAL KOPERASI MERAH PUTIH


Ketika Bendera Menjadi Kain Kafan

Opini, Media Dinamika Global.id.-- Merah Putih seharusnya menjadi lambang kehidupan, harapan, dan pengabdian kepada bangsa. Namun pada Juni 2026, warna yang sama mengiringi kepulangan lima peti jenazah. Mereka berangkat sebagai peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia untuk Koperasi Merah Putih. Mereka pulang sebagai kabar duka. Di hadapan keluarga, bendera yang selama ini dihormati menjadi penutup terakhir perjalanan hidup mereka.

Lima Nama, Bukan Sekadar Statistik

Yonanda. Anisa. Novia. Rifki. Nola.

Lima nama yang tidak pantas larut menjadi angka dalam laporan evaluasi. Masing-masing memiliki keluarga, cita-cita, dan masa depan yang belum sempat dijalani. Ada yang tumbang karena kelelahan, ada yang tidak mampu bertahan menghadapi panas, ada yang memiliki kondisi kesehatan yang semestinya menjadi perhatian sejak awal. Di balik setiap nama, ada rumah yang kini kehilangan suara paling akrab.

Mereka Berangkat untuk Mengabdi, Bukan Mengorbankan Diri

Tidak satu pun dari mereka mendaftarkan diri untuk menghadapi risiko kehilangan nyawa. Mereka adalah para sarjana yang berharap memperoleh pekerjaan, mengelola koperasi desa, menyusun pembukuan, mengembangkan usaha masyarakat, serta membantu menggerakkan ekonomi lokal. Cita-cita mereka sederhana: bekerja dengan terhormat dan membahagiakan keluarga. Namun perjalanan menuju tugas itu justru melewati medan yang tidak pernah mereka bayangkan.

Ketika Pelatihan Kehilangan Relevansi

Manajemen koperasi membutuhkan kemampuan memimpin, mengelola keuangan, memahami akuntansi, digitalisasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Yang kemudian dipersoalkan publik adalah mengapa sebagian materi justru berorientasi pada latihan bergaya kemiliteran. Disiplin tentu penting. Ketahanan fisik juga memiliki tempatnya. Namun setiap bentuk pelatihan semestinya proporsional dengan kompetensi jabatan yang akan dijalankan. Ketika tujuan dan metode tidak lagi saling bertemu, pertanyaan menjadi sesuatu yang wajar.

Biaya yang Tercatat, Kehilangan yang Tak Terhitung

Anggaran pelatihan dapat dihitung hingga rupiah terakhir. Laporan pertanggungjawaban dapat diaudit. Setiap pengeluaran memiliki dokumen. Namun tidak ada satu pun kolom anggaran yang mampu menghitung harga sebuah kehilangan. Tidak ada rumus yang dapat mengonversi air mata orang tua menjadi angka. Tidak ada nota yang dapat mengganti anak yang tak lagi pulang.

Evaluasi yang Selalu Datang Sesudah Duka

Setelah korban berjatuhan, muncullah evaluasi. Materi akan disederhanakan. Beberapa kegiatan akan dikurangi. Sebagian metode akan diperbaiki. Langkah itu patut diapresiasi apabila benar-benar dijalankan. Namun evaluasi selalu menyisakan pertanyaan yang sunyi: mengapa kebijaksanaan baru hadir setelah nyawa melayang? Bukankah tujuan evaluasi adalah mencegah kehilangan, bukan sekadar meresponsnya?

Bukan Pahlawan Perang, Melainkan Korban Sebuah Kekeliruan

Mereka tidak gugur di garis depan peperangan. Mereka bukan sedang mempertahankan wilayah negara dari serangan musuh. Mereka adalah warga negara yang sedang mengikuti proses pelatihan menuju pekerjaan sipil. Karena itu, kematian mereka menghadirkan pertanyaan moral yang jauh lebih berat. Jangan sampai kehilangan ini dipandang sebagai konsekuensi biasa. Setiap nyawa yang hilang dalam sebuah program publik adalah alarm bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa secara jujur.

Rumah-Rumah yang Kini Berubah Sunyi

Di suatu rumah ada kursi yang tak lagi terisi. Di rumah lain ada piring yang tetap disiapkan meski pemiliknya tak pernah kembali. Ada ijazah yang belum sempat dipajang. Ada orang tua yang setiap malam masih memandang pintu, seolah berharap anaknya pulang seperti biasa. Negara mungkin melanjutkan program. Namun bagi keluarga, waktu seakan berhenti pada hari kabar duka itu datang.

Administrasi Dapat Ditutup, Duka Tidak

Berkas dapat diselesaikan. Rapat dapat dituntaskan. Laporan dapat dicetak. Bahkan nama program dapat diperbaiki. Namun tidak ada administrasi yang mampu menutup luka sebuah keluarga. Birokrasi mengenal tenggat waktu. Kesedihan tidak mengenal batas akhir.

Pertanyaan yang Layak Dijawab

Untuk apa seorang calon pengelola koperasi harus menghadapi risiko yang begitu besar dalam pelatihan? Apakah seluruh metode yang dipilih benar-benar memiliki hubungan langsung dengan tugas yang akan mereka emban? Apakah setiap risiko telah dihitung secara matang? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan bentuk penolakan terhadap disiplin, melainkan bagian dari tanggung jawab publik agar kebijakan selalu berpijak pada akal sehat.

Ketika Simbol Terlalu Berat Memikul Kesalahan

Program ini membawa nama "Merah Putih", sebuah simbol yang seharusnya menyatukan seluruh rakyat. Justru karena itulah, simbol negara tidak boleh dijadikan tameng untuk menutup ruang kritik. Mengoreksi sebuah kebijakan bukan berarti mengurangi rasa cinta kepada bangsa. Sebaliknya, kritik yang jujur adalah bentuk kepedulian agar simbol negara tidak kehilangan kemuliaannya akibat kesalahan manusia.

Luka yang Tidak Dapat Direvisi

SOP dapat diperbarui. Modul pelatihan dapat ditulis ulang. Struktur organisasi dapat diubah. Namun tidak ada revisi yang mampu mengembalikan tawa lima keluarga yang telah kehilangan anak mereka. Ada luka yang tidak selesai hanya dengan perubahan prosedur. Luka itu hanya dapat dihormati melalui keberanian mengakui kekeliruan dan kesungguhan untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang.

Refleksi yang Seharusnya Hadir Sejak Awal

Barangkali pelatihan yang lebih relevan dengan dunia koperasi akan menghasilkan manfaat yang lebih besar. Barangkali pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat mampu mencegah risiko yang tidak perlu. Barangkali setiap keputusan yang diambil dengan kehati-hatian akan menyelamatkan lebih banyak kehidupan. Dalam kebijakan publik, sering kali kata "seandainya" adalah kata yang paling menyakitkan, karena selalu datang setelah semuanya terlambat.

Kepada Para Pengambil Kebijakan

Jadikan tragedi ini sebagai pelajaran, bukan sekadar catatan. Jangan biarkan tubuh rakyat menjadi ruang uji coba bagi kebijakan yang belum matang. Setiap program pemerintah boleh memiliki target yang tinggi, tetapi tidak boleh kehilangan kompas kemanusiaannya. Sebab ukuran keberhasilan sebuah negara bukan hanya banyaknya program yang selesai, melainkan juga banyaknya warga yang pulang dengan selamat.

Doa untuk Mereka yang Telah Pergi

Untuk Yonanda, Anisa, Novia, Rifki, dan Nola.

Semoga seluruh pengabdian yang kalian niatkan dicatat sebagai kebaikan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dan semoga bangsa ini belajar dengan sungguh-sungguh bahwa setiap kebijakan selalu menyangkut kehidupan manusia, bukan sekadar angka di atas kertas.

Cukup Sampai di Sini

Lima nyawa sudah terlalu banyak untuk sebuah pelajaran yang seharusnya dapat dipetik tanpa kehilangan.

Tidak ada koperasi yang akan menjadi lebih kuat karena warganya meninggal dalam pelatihan. Tidak ada program yang menjadi lebih mulia apabila dibayar dengan air mata keluarga. Dan tidak ada anggaran, sebesar apa pun nilainya, yang dapat menebus satu kehidupan yang telah hilang.

Karena pada akhirnya, ukuran paling sederhana dari sebuah negara yang baik bukanlah seberapa banyak program yang mampu dijalankan, melainkan seberapa sungguh ia menjaga setiap nyawa yang dipercayakan kepadanya.

Lima nyawa telah pergi. Semoga menjadi yang terakhir. Dan semoga bangsa ini memilih belajar sebelum kehilangan, bukan sesudahnya.(Sekjend MDG)

Lobi Pemprov NTB Berbuah, Jatah BSPS Naik Jadi 10 Ribu Unit


Jakarta, Media Dinamika Global.id. – Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperjuangkan tambahan bantuan rumah layak huni dari pemerintah pusat membuahkan hasil. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan NTB memperoleh alokasi 10.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri PKP di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (30/6), dan dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama sejumlah gubernur dan perwakilan pemerintah provinsi dari berbagai daerah.

Tambahan alokasi tersebut menjadi capaian penting bagi NTB. Pada tahun 2025, pemerintah pusat hanya mengalokasikan 1.610 unit BSPS untuk NTB. Memasuki tahun 2026, alokasi awal meningkat menjadi 6.418 unit. Namun, setelah pembahasan bersama Kementerian PKP, jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 10.000 unit, atau meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan alokasi ini menjadi angin segar bagi percepatan penanganan rumah tidak layak huni di NTB sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian yang layak, sehat, dan aman.

Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program BSPS tidak boleh dipandang hanya sebagai program pembangunan rumah. Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi bagian dari strategi besar pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sehingga manfaat yang diterima masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Karena itu, Menteri PKP meminta agar pelaksanaan BSPS di daerah diintegrasikan dengan program sertifikasi tanah gratis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dukungan permodalan usaha mikro melalui Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui pola tersebut, penerima BSPS tidak hanya memperoleh rumah yang lebih layak, tetapi juga mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan aset serta akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Barat, Gubernur Papua Barat Daya, Gubernur Gorontalo, Gubernur Riau, serta perwakilan pemerintah provinsi lainnya. Pertemuan itu menjadi forum sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

 Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Barat, Gubernur Papua Barat Daya, Gubernur Gorontalo, Gubernur Riau, serta perwakilan pemerintah provinsi lainnya. Pertemuan itu menjadi forum sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif keputusan pemerintah pusat tersebut dan siap menindaklanjuti arahan Menteri PKP dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota serta kementerian dan lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan Program BSPS secara tepat sasaran sekaligus mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat daerah.

Tambahan alokasi menjadi 10.000 unit merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan penyediaan rumah layak huni di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan menjadi pengungkit lahirnya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang memadukan penyediaan hunian, legalitas aset, akses permodalan, dan penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.(Sekjend MDG)