Media Dinamika Global

Rabu, 13 Mei 2026

Gaji P3K Kabupaten Bima Mulai Dicairkan, Segini Besarannya!


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Kabupaten Bima resmi mulai mencairkan gaji bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K/PPPK) paruh waktu tahun anggaran 2026, mulai Rabu (13/5/2026). Pembayaran ini mencakup rapelan gaji sejak Januari 2026, setelah sebelumnya sempat tertunda akibat penyelesaian administrasi dan penyusunan kontrak kerja.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Suryadin, mengonfirmasi pencairan tersebut. Ia menjelaskan pembayaran dilakukan bertahap, dengan prioritas utama pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tugasnya langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Instansi yang sudah menerima pembayaran antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran, sementara dinas lain termasuk pendidikan dan kesehatan akan menyusul dalam 3–5 hari ke depan setelah data dan dokumen dinyatakan lengkap.

“Anggaran sebesar Rp 63 miliar sudah tersedia dan masuk dalam APBD 2026, tidak ada kendala dana. Keterlambatan hanya soal administrasi, sekarang sudah selesai dan kami pastikan semua P3K akan menerima haknya tanpa ada yang tertinggal,” tegas Suryadin.

Besaran gaji yang dibayarkan sesuai aturan: Tenaga Penunjang Utama (TPU) menerima Rp. 700.000 per bulan, sedangkan tenaga non-TPU sebesar Rp. 300.000 per bulan. Semua pembayaran disetorkan langsung ke rekening masing-masing pegawai melalui Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat.

Salah satu P3K di Dinas Lingkungan Hidup mengaku lega setelah uang gaji masuk pagi ini. “Sudah hampir 4 bulan menunggu, sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Terima kasih Pemkab Bima yang akhirnya menuntaskan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Bima menambahkan, proses pencairan berjalan lancar dan seluruh tunjangan yang melekat juga akan dibayarkan bersamaan dengan gaji pokok. Ia mengimbau seluruh P3K yang belum menerima agar bersabar, karena hanya menunggu jadwal giliran verifikasi dari instansi masing-masing.

DPRD Kabupaten Bima sebelumnya juga menegaskan agar tidak ada penundaan lagi, mengingat hak pegawai adalah prioritas utama pelayanan publik. “Sekarang sudah terbayar, ini langkah tepat. Kami akan terus awasi agar proses selanjutnya berjalan tepat waktu,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bima, Supardin.

Pemkab Bima berkomitmen mulai bulan Juni 2026 pembayaran gaji P3K akan berjalan rutin setiap awal bulan, sesuai jadwal seperti ASN lainnya. (Tim)

Integritas Jaksa Penuntut Umum Kembali Jadi Sorotan Setelah Tuntut 1 Tahun Kasus Penganiayaan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Kasus Penganiayaan 3 Korban di Bima Picu Kemarahan, Jaksa Tuntut Terdakwa Hanya 1 Tahun. Dalam persidangan kasus dugaan penganiayaan berat terhadap tiga orang korban di antaranya dua orang anak di bawah umur, setelah membacakan surat sebagai administrasi perkara oleh jaksa penuntut umum. Seperti dikutip dari Media bumigora.com

Menyampaikan tuntutan kepada majelis hakim 1 tahun dan kemudian menanyakan pada terdakwa terduga pelaku seorang ibu rumah tangga (IRT) apakah terdakwa keberatan atas tuntutan nya, ucap salah satu oknum jaksa saat sidang berlangsung singkat di pengadilan negeri raba bima pada Selasa tanggal 12 mei 2026.

Pantauan Sejumlah media online saat persidangan, terlihat hanya 1 orang yang disidangkan. Menjadi sorotan publik tidak sesuai dengan yang dilaporkan oleh pihak keluarga dan ayah kandung ketiga korban, terduga pelaku merupakan 2 (dua orang) adalah ibu dan anaknya berinisial (SD) perempuan dan (AA) perempuan. 

Adapun pihak keluarga melakukan keberatan kepada Majelis Hakim PN Raba Bima. Ada apa dan kenapa disidangkan, cuman 1. Sedangkan terduga pelaku jumlah 2 orang, tuntutan jaksa penuntut umum 1 tahun. Hakimpun begitu cepat merespon. ” Ini baru tuntutan belum sidang putusan," ungkap Majelis Hakim.

Saat diwawancarai wartawan, “Safruddin”. Ayah kandung tiga korban tersebut, menyampaikan. Kami sekeluarga sangat kecewa atas proses hukum yang menuntut ringan dan patut diduga menghilangkan satu orang terduga pelaku sampai tidak di persidangkan.

Oleh karena demikian, kami sekeluarga menuntut keadilan meminta dengan segala sesuatu. Untuk mempertimbangkan dan tidak mengurangi rasa hormatnya Majelis Hakim, memberikan putusan kepada kedua orang Terduga Pelaku agar memberatkan hukumnya sesuai amal perbuatan, mengingat korban sejumlah tiga orang atas Nama 1. Fahkriaty lahir pada tanggal (03-07-2006) 2. Suharni (23-06-2008) 3. Firmansyah (17-08-2014)," ungkap Ayah Kandung Ketiga Korban, Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Setelah keluar ruangan persidangan, ayah 3 orang korban. Sempat mengamuk dan mencecar pada salah satu Oknum Lawyer sebagai kuasa hukumnya. Setelah mendengar tuntutan jaksa, mempertanyakan. Kemana saja selama ini, apakah dari awal proses tidak menanyakan kepada pihak penyidik Polres Bima dan kejaksaan negeri raba bima kenapa 1 orang terduga pelaku hilang ditengah proses hukum hingga sedang berjalannya persidangan tidak terlihat.

Kemarahan ayah korban kepada oknum Lawyer tersebut, selama persidangan tidak pernah dia hadir atau melakukan konsultasi dan koordinasi. Kami sudah membayarkan jasanya untuk mendampingi selama proses sampai pelaku itu masuk penjara, kita sesama manusia saling menghargai satu sama lainnya.

Aktivis kemanusiaan Ipul Timur memberikan pandangan, mengatakan bahwa ini merupakan perbuatan biadab dalam rangka melakukan dugaan kekerasan fisik terhadap anak.

Kini Menjadi Sorotan Publik yang serius, jika memang mengacu pada pasal 80 ayat 2. Terkait Kekerasan fisik terhadap anak dibawah umur, menyebabkan luka berat ancaman 5 sampai 15 tahun penjara dengan denda 3 Miliar. Semoga dengan senantiasa para majelis hakim yang mulia memberikan atau menjatuhkan hukuman di atas 10 tahun penjara dalam putusannya Amin Ya Rabbal Alamin. Ungkap singkat Ipul Timur.(Team).

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bima Dikebut, Tekankan Percepatan Fisik

BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Guna mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Rabu (13/05/26) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada peningkatan produktivitas, nilai tambah, akses pasar, pembiayaan, hingga restrukturisasi usaha koperasi di wilayah Kabupaten Bima.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Afifudin, SE., MM., menyoroti urgensi kesiapan infrastruktur sebagai fondasi penguatan ekonomi desa.

"Berdasarkan laporan perkembangan dari total 191 lokasi rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, data menunjukkan sebaran progres sebagai berikut: 81 Lokasi Sedang dalam proses pembangunan fisik. 96 Desa Lahan sudah tersedia, namun belum memulai proses konstruksi. 19 Lokasi Belum memiliki lahan pembangunan. 76 Lokasi Masuk dalam kategori pengawasan/perhatian khusus."

‎Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, Muhammad Tohir, SE., mengungkapkan bahwa dari 81 lokasi yang tengah berjalan, baru 4 desa yang progres pembangunannya telah mencapai 100 persen.

‎"Untuk 19 desa yang belum memiliki lokasi, kendala utama yang dihadapi adalah masalah pembebasan lahan. Ini menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan," ujar Muhammad Tohir dalam laporannya.

‎Dalam arahannya, Afifudin menekankan kepada Tim Teknis agar memberikan atensi penuh pada percepatan pembangunan fisik, mulai dari gerai, pergudangan, hingga kelengkapan fasilitas pendukung lainnya. Menurutnya, penataan manajemen dan standarisasi koperasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni.

“Tim teknis harus bergerak cepat memastikan pembangunan fisik gerai dan gudang berjalan sesuai jadwal. Koordinasi antar-lini adalah kunci agar hambatan di lapangan, terutama soal lahan, bisa segera teratasi,” tegas Afifudin.

‎Guna memastikan program ini berjalan komprehensif, Rakor ini juga melibatkan berbagai instansi terkait. Kehadiran perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bima, Bidang Aset BPKAD, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bima, hingga Bagian Hukum Setda menunjukkan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih merupakan kerja kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat Bima (MDG05)

Wabup Bima Tutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026, Dorong SDM Siap Kerja

BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026 yang bersumber dari Dana DIPA BPVP Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi dunia kerja dan wirausaha.

Penutupan kegiatan pelatihan yang berlangsung selama satu bulan di UPTD Loka Latihan Kerja ( LLK ), Disnakertrans Kab. Bima, tersebut secara resmi dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. 

Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026 ini diharapkan dapat lahir sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bima menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pelatihan vokasi yang dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Pelatihan vokasi ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha". Ujar Wakil Bupati. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, H.M.Syaeful Bahri, ST menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026 ini diikuti oleh sebanyak 48 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan mengikuti beberapa kejuruan pelatihan, antara lain Operator Komputer, Teknisi Handphone (HP), dan Pembuatan Kue. 

Seluruh peserta akan mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung yang dibimbing oleh instruktur profesional dan berpengalaman sesuai bidang masing-masing. Jelasnya.

Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga dibekali wawasan kewirausahaan guna mendorong terciptanya usaha mandiri dan lapangan kerja baru di tengah masyarakat. (MDG05)

Almarhum Kades Taropo Dimakamkan, Kades Bumi Pajo dan Taloko Sampaikan Duka Mendalam

Prosesi pemakaman almarhum Kades Taropo, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global – Suasana haru dan duka menyelimuti Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, setelah Kepala Desa Taropo, Abdurahman Bin Mahdon, meninggal dunia pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat, serta para kepala desa di wilayah Dompu dan Bima.

Prosesi pemakaman almarhum berlangsung khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Taloko pada pukul 17.20 Wita. Sejumlah pejabat pemerintah daerah, Camat Kilo serta jajaran, tokoh masyarakat, hingga para kepala desa turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran para kepala desa dari berbagai wilayah menjadi bukti kedekatan dan penghormatan terhadap sosok almarhum yang dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta berkomitmen memajukan Desa Taropo.

Kepala Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Syarifudin, turut hadir dalam prosesi pemakaman dan menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum.

“Innalillahi wainnailaihi raji’un. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian saudara kami, almarhum Abdurahman Bin Mahdon. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Syarifudin.

Kades Bumi Pajo saat hadiri pemakaman
almarhum Kades Taropo, (Ist/Surya)

Ucapan duka juga disampaikan Kepala Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Kasim Ja’e. Ia mengaku sangat kehilangan sosok pemimpin desa yang dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya almarhum Kades Taropo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.

Kepergian almarhum Abdurahman Bin Mahdon menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Desa Taropo. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, terbuka, dan aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat desa.

Doa serta ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Redaksi |

Guna Penanganan Infrastruktur dan Sampah Di Kecamatan Woha, Pemda Siapkan Rp. 1,2 Miliar


Kabupaten Bima, Media  Dinamika Global.id. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), membangun kesepakatan dengan Persatuan Mahasiswa Woha (PMW) terkait penanganan persoalan sampah dan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Woha.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam audiensi antara PMW dan jajaran Pemda Bima yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemda Bima menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti sejumlah tuntutan yang disampaikan PMW, terutama terkait persoalan pengelolaan sampah dan kondisi infrastruktur di sekitar wilayah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Oi U’a, Desa Waduwani.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima Sukarman, Kabid Penataan Lingkungan Arifurrahman, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bima Muhammad Farid Wajdi, serta Sekda Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi.

Sekda Bima Adel Linggi Ardi mengatakan, Pemda Bima telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penanganan sampah dan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Woha.

“Program ini akan dikerjakan pada tahun 2026 melalui anggaran perubahan,” ujar Adel saat audiensi berlangsung.

Ia menjelaskan, Pemda Bima tengah merancang anggaran sebesar Rp. 1,2 miliar untuk pembangunan gardu listrik yang akan menunjang operasional mesin pengolahan sampah di wilayah tersebut.

Menurutnya, proses perencanaan anggaran saat ini sedang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima sebelum dieksekusi pada tahun berjalan.

“Bappeda sedang merancang anggaran pembangunan gardu listrik dan akan dieksekusi pada tahun 2026,” katanya.

Selain itu, Pemda Bima juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perawatan jalan lintas menuju lokasi Tempat Pembuangan Sampah Oi U’a di Desa Waduwani.

Perbaikan akses jalan tersebut dinilai penting guna mendukung kelancaran aktivitas pengangkutan dan pengelolaan sampah di kawasan itu.

“Insyaallah perawatan jalan ini akan dieksekusi tahun ini,” tambah Adel. (Tim)

Faisal Manui (Ecal) Siap Bertarung di Pilkades Anggai, Usung Misi Optimalisasi Potensi Desa


Mediadinamikaglobal.id|OBI – (14_05_2026) Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Anggai, Kecamatan Obi, mulai menghangat. Salah satu putra daerah, Faisal Manui, yang lebih akrab disapa Ecal, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di desa tersebut.

Membawa semangat perubahan, Ecal menekankan bahwa motivasi utamanya maju adalah untuk membenahi tata kelola sumber daya yang ada. Menurutnya, Desa Anggai memiliki kekayaan potensi yang luar biasa, namun memerlukan tangan dingin untuk mengelolanya agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

"Desa Anggai ini punya potensi yang sangat besar. Bagi saya, adalah kewajiban yang bersifat mutlak atau 'wajib hukumnya' bagi pemerintah desa ke depan untuk mengelola potensi tersebut dengan manajemen yang baik dan transparan," ujar Ecal saat memberikan keterangannya.

Ecal menilai, selama ini masih ada celah dalam pemanfaatan aset dan potensi desa yang belum maksimal. Jika diberikan mandat oleh masyarakat, ia berkomitmen untuk fokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan dan memastikan pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.

"Potensi yang ada tidak boleh disia-siakan. Pengelolaan yang profesional dan berpihak pada rakyat adalah kunci agar Anggai bisa menjadi desa yang lebih mandiri dan maju di wilayah Kecamatan Obi," tambahnya.

Dukungan dari kerabat dan tokoh pemuda mulai mengalir kepada sosok yang dikenal rendah hati ini. Nama sapaan "Ecal" yang sudah melekat di telinga warga menjadi modal sosial yang kuat baginya untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Pilkades Desa Anggai kali ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dinantikan, mengingat banyaknya harapan masyarakat akan munculnya pemimpin yang mampu membawa terobosan baru bagi masa depan desa.

Tim/////

BERITA HANGAT: KPK Datangi Kepala SMAN 1 Lambu, Terkait Dugaan Pemotongan Dana PIP Tanpa Dasar Hukum


Kabupaten Bima Media Dinamika Global.id. Tim Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) melakukan kunjungan resmi ke SMAN 1 Lambu dan mendatangi Kepala Sekolah, Bapak Muhammad Ali, SE, pada. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang menuding adanya dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di lembaga pendidikan tersebut.  Rabu (13/5/2026)

 Berdasarkan informasi yang dihimpun, masyarakat melaporkan bahwa pihak sekolah telah melakukan pemotongan dana bantuan PIP yang diterima siswa, dengan alasan akan dialokasikan untuk kegiatan pembangunan sarana sekolah. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti fisik maupun realisasi pembangunan yang dapat ditunjukkan, padahal dana tersebut sudah lama dipotong dari hak siswa.

 Pemotongan dana ini dinilai sangat melanggar aturan yang berlaku. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2021, dana PIP adalah bantuan murni bagi peserta didik dan dilarang keras dipotong, dikurangi, atau dialihkan dalam bentuk dan keperluan apa pun, tanpa pengecualian.

 Fakta yang lebih memiriskan terungkap dari keterangan para pihak. Tindakan pemotongan dan pengumpulan uang tersebut diketahui dilakukan langsung di bawah arahan Kepala Sekolah, tanpa melalui rapat atau persetujuan terlebih dahulu bersama anggota Komite Sekolah. Padahal, pengelolaan keuangan sekolah wajib melibatkan komite sebagai mitra pengawas.

 Berdasarkan berita acara serah terima uang yang ada, seluruh dana hasil pemotongan dari hak siswa tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada Bapak Kepala Sekolah. Bahkan, Bendahara Komite Sekolah dalam pengakuannya menegaskan telah menyerahkan seluruh dokumen, catatan, dan bukti administrasi pengumpulan dana tersebut kepada pihak terkait sebagai bukti nyata transaksi yang terjadi.

 Menurut pengamat pendidikan dan hukum administrasi, dalam kasus ini Kepala Sekolah memegang tanggung jawab utama atas seluruh perbuatan tersebut, baik dari sisi pelanggaran peraturan pendidikan maupun potensi tindak pidana penyalahgunaan keuangan negara/dana bantuan sosial.

 Hingga berita ini diturunkan, tim KPK masih melakukan pemeriksaan awal dan pengumpulan barang bukti lengkap. Masyarakat berharap kasus ini ditangani secara transparan dan tegas, agar hak siswa kembali utuh dan aturan hukum ditegakkan sepenuhnya. Kami akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini. (Tim)


Pelepasan Kelas XII SMAN 2 Wawo: Penuh Haru dan Sedih

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Suasana haru bercampur sedih menyelimuti seluruh halaman SMAN 2 Wawo saat digelarnya acara pelepasan siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026, hari ini. Ratusan siswa, guru, serta orang tua berkumpul dalam acara yang menjadi momen bersejarah sekaligus titik perpisahan antara para siswa dengan almamater yang telah membesarkan mereka selama tiga tahun terakhir.

Tak ada wajah yang terlihat biasa saja. Mulai dari awal acara, rasa kebersamaan yang telah terjalin erat selama masa pendidikan itu terasa begitu kental. Di sela-sela prosesi, banyak mata yang berkaca-kaca, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata, baik dari kalangan siswa maupun para pendidik yang selama ini sabar membimbing dan mengarahkan mereka.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAN 2 Wawo, Muhtar, S. Pd, menyampaikan rasa bangga sekaligus rasa sedih harus melepas putra-putri didikannya melangkah pergi. Ia mengenang perjuangan, canda tawa, hingga kerja keras yang ditunjukkan para siswa mulai dari hari pertama masuk gerbang sekolah hingga kini siap menjadi alumni.

“Rasanya berat sekali harus melepas kalian hari ini. Selama tiga tahun, kalian bukan sekadar siswa bagi kami, tapi sudah seperti anak, seperti keluarga sendiri. Kami melihat kalian tumbuh, berubah, dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yang hebat. Hari ini kami bangga karena kalian sudah lulus dan siap melangkah ke jenjang lebih tinggi, tapi di sisi lain hati kami terasa sedih karena harus berpisah,” ujar Kepsek

Momen paling mengharukan terjadi saat sesi penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan siswa. Dengan suara yang tercekat, perwakilan tersebut menceritakan kenangan indah, pelajaran berharga, serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru yang telah sabar menghadapi berbagai karakter siswa. Ia juga meminta maaf atas segala kesalahan, baik sengaja maupun tidak, yang pernah dilakukan selama menempuh pendidikan.

“Terima kasih Bapak dan Ibu Guru, terima kasih sekolahku tercinta. Maafkan kami yang sering membuat capek, sering membuat marah, atau mungkin mengecewakan. Tiga tahun ini adalah masa paling indah dalam hidup kami. Berpisah itu memang berat dan menyedihkan, tapi kami janji akan membawa nama baik SMAN 2 Wawo ke mana pun kami berada,” ucapnya membuat suasana semakin terasa menyentuh hati.

Para guru pun tak kuasa menahan haru. Banyak dari mereka yang mendekat, memeluk satu per satu siswa, memberikan doa, semangat, dan pesan terakhir agar tetap rendah hati, terus belajar, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan masa depan. Bagi para pendidik, perpisahan ini adalah momen paling sulit namun harus terjadi, sebagai bukti keberhasilan tugas mereka mendidik generasi penerus.

Di akhir acara, prosesi pelepasan peserta didik sebanyak 90 siswa dan didampingi para orangtua masing-masing memberikan salam dengan penuh haru dan mengurai airmatanya sehingga membuat suasana menyentuh hati serta di iringi lagu pelepasan menjadi penutup yang tak terlupakan. Suara lagu perpisahan yang dikumumkan semakin melengkapi suasana, membuat siapa saja yang hadir turut merasakan getaran emosi yang mendalam.

Meski perpisahan ini meninggalkan rasa sedih yang mendalam, namun di balik itu terselip harapan besar. Baik pihak sekolah maupun orang tua meyakini bahwa lulusan SMAN 2 Wawo akan mampu bersaing, meraih cita-cita, dan menjadi orang-orang berguna bagi nusa, bangsa, maupun agama.

“Sedihnya hari ini adalah harga dari indahnya kebersamaan yang sudah kita bangun. Jangan lupakan sekolah ini, jangan lupakan kami. Pintu SMAN 2 Wawo akan selalu terbuka lebar kapan pun kalian ingin pulang,” pungkas Muhtar, S. Pd mengakhiri acara yang penuh kenangan ini.(MDG05) 

 

Ketua Tim Penggerak PKK (TP.PKK) Kabupaten Bima