Media Dinamika Global

Rabu, 06 Mei 2026

Selisih Data PAD Kabupaten Bima, Beda Basis Data



BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena adanya perbedaan basis data yang digunakan. 

Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.

Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja.(MDG05) 

Misteri Selisih PAD Bima Rp 28 Miliar, Siapa Salah Hitung ?


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena adanya perbedaan basis data yang digunakan. 

Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.


Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja. (Tim/ADV)

Korwil Monta Bahtiar, Ambil Alih Jadi Pemimpin Upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Bima


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan Upacara di halaman Kantor Bupati Bima yang di hadiri oleh ribuan Guru dan pegawai Se-Kabupaten Bima. Kamis, (07/05/26)

Pada Upacara yang digelar ini, memiliki keunikan tersendiri, dimana para peserta Upacara, mengenakan busana adat Bima, sehingga terlihat begitu anggun dan bersemangat dalam mengikuti jalannya pelaksanaan Upacara dalam rangka memperingati Hardiknas tahun 2026.

Pemandangan serupa juga terlihat pada pemimpin upacara yang diambil alih oleh Korwil Kecamatan Monta Bahtiar, S.Pd, yang begitu gagah mengenakan baju tenun lengkap dengan hiasan kepala "sambolo"khas adat Bima. 

Bahtiar yang bertindak sebagai pemimpin nampak begitu semangat, dengan suaranya yang begitu lantang, dihadapan Bupati Bima Ady Mahyudi, Ia menyiapkan seluruh peserta Upacara. Maka dalam hal ini pemilihan Korwil Monta Bahtiar, S.Pd sebagai pemimpin Upacara Hardiknas merupakan langkah tepat yang diambil oleh panitia pelaksana, dalam mamastikan kelancaran kegiatan.


Semangat ini tentunya bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan nasionalisme kepada seluruh peserta yang hadir. 

Usai pelaksanaan Upacara, Korwil Monta Bahtiar, S.Pd, dihampiri oleh beberapa Kepala Sekolah dan Korwil lainnya beserta guru-guru, guna memberikan semangat dan apresiasi yang luar biasa atas penampilannya saat bertugas sebagai pemimpin Upacara, bahkan tak sedikit yang meminta untuk berfoto bersama dengan beliau, karena mereka merasa terharu dan terpukau peada penampilannya. (Tim MDG)

Direktur RSUP NTB Sambut Audiensi RKC, Perbaikan RS Jadi Prioritas Bersama

Direktur RSUP NTB Sambut Audiensi RKC, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global – Direktur RSUP NTB menerima audiensi dari Ruangan Kita Center (RKC) dalam rangka membahas berbagai persoalan terkait sistem manajemen, tata kelola keuangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan RSUP NTB. Pertemuan berlangsung di Ruangan Media Center RSUP NTB. Kamis, (7/5/26).

Pertemuan ini penuh dengan semangat perbaikan demi mendorong rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB menjadi lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Audiensi ini menjadi perhatian penting di tengah berkembangnya sejumlah isu di masyarakat terkait kondisi manajemen RSUP NTB, khususnya menyangkut pengelolaan anggaran APBD, Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga kewajiban pembayaran rumah sakit kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Koordinator RKC, Juraedi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan terkait kondisi keuangan aktual RSUP NTB. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting agar publik dapat mengetahui secara jelas kondisi riil rumah sakit daerah tersebut.

“Berapa total utang RSUP NTB per hari ini dan apa saja rinciannya berdasarkan jenis utang? Kemudian mengapa angka utang berubah dari sekitar Rp91 miliar menjadi sekitar Rp41 miliar, serta dari mana sumber pembayaran sehingga terjadi penurunan tersebut,” ujar Juwaedin.

Selain itu, Ketua Umum RKC, Is Karyanto, juga mempertanyakan total piutang RSUP NTB sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan keuangan rumah sakit.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes menegaskan bahwa pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan RKC sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan RSUP NTB.

“Kami menerima semua aspirasi teman-teman RKC dan kami akan terus memperbaiki, baik manajemen pelayanan, PAD, maupun sarana dan prasarana di RSUP NTB,” tegasnya.

Ia menilai audiensi ini sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi dan sinergi antara masyarakat sipil dengan pihak rumah sakit, sehingga ke depan tidak terjadi kesalahpahaman maupun miskomunikasi.

“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang tentunya harus kita tingkatkan sehingga tidak terjadi miskomunikasi di antara kita,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, drg. H. Asrul Sani juga menerangkan bahwa status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang melekat pada RSUP NTB merupakan bentuk pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas kepada rumah sakit dalam menjalankan pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, sistem BLUD berbeda dengan organisasi perangkat daerah (OPD) biasa, karena rumah sakit memiliki kewenangan untuk mengelola langsung pendapatan yang diperoleh dari pelayanan tanpa harus menunggu seluruh proses birokrasi APBD seperti pada sistem pemerintahan umum.

“BLUD ini memberikan ruang gerak yang lebih cepat dalam pelayanan. Rumah sakit bisa langsung menggunakan pendapatan dari pelayanan pasien, klaim BPJS Kesehatan, dan sumber lainnya untuk kebutuhan operasional, tentu tetap sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya saat audiensi bersama RKC.

Ia menegaskan bahwa fleksibilitas tersebut bukan berarti tanpa pengawasan. Seluruh penggunaan anggaran tetap harus berdasarkan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), serta diawasi oleh pemerintah daerah, dewan pengawas, inspektorat, hingga Badan Pemeriksa Keuangan.

Direktur juga menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan BLUD kerap muncul akibat keterlambatan pembayaran klaim BPJS, meningkatnya beban operasional rumah sakit, hingga kewajiban pembayaran utang kepada pihak ketiga seperti penyedia obat dan alat kesehatan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas keuangan rumah sakit, termasuk pembayaran jasa pelayanan (jaspel), pengadaan sarana prasarana, dan berbagai kewajiban lainnya.

“Kadang masyarakat melihat rumah sakit memiliki pendapatan besar, tetapi tidak melihat beban yang juga sangat besar. Ada operasional harian, pembayaran obat, alat kesehatan, jasa pelayanan tenaga medis, dan kewajiban lainnya yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, manajemen RSUP NTB saat ini terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar sistem pengelolaan BLUD berjalan lebih sehat, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, tujuan utama bukan hanya menjaga stabilitas keuangan rumah sakit, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal serta hak tenaga kesehatan tetap terpenuhi.

“Tujuan kita sama, yaitu memperbaiki RSUP NTB. Baik dari sisi pelayanan, tata kelola keuangan, maupun sarana dan prasarana, semuanya harus berjalan seimbang,” pungkasnya.

Redaksi |

Transparansi Pengawasan Keuangan LPK RI DPD NTB Resmi Laporkan OJK ke Ombudsman RI MATARAM –


Mataram. Media Dinamika Global 7 mei 2026- Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Dewan Pimpinan Daerah Nusa Tenggara Barat secara resmi melayangkan surat aduan kepada Ombudsman Republik Indonesia. Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas dugaan minimnya transparansi serta adanya pembatasan akses informasi komunikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menangani berbagai pengaduan konsumen di wilayah NTB

.Ketua LPK RI DPD NTB  Ahmad Dimiati Hamzar S,H.,menegaskan bahwa sebagai lembaga regulator, OJK memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjamin keterbukaan proses bagi masyarakat yang mencari keadilan.

"Kami memandang adanya disparitas informasi yang tajam dalam penanganan aduan. Pembatasan komunikasi yang dilakukan oknum otoritas tidak hanya mencederai hak konsumen, tetapi juga menghambat efektivitas penyelesaian sengketa perbankan dan pembiayaan," ungkapnya dalam keterangan pers.Aduan ini berfokus pada beberapa poin krusial:  Restitusi Informasi: Menuntut OJK untuk membuka progres penanganan aduan nasabah secara berkala dan akuntabel.  Aksesibilitas Komunikasi: Mengkritik kebijakan birokrasi yang dianggap menutup ruang dialog interaktif antara konsumen dan pihak pengawas.  Kepatuhan Regulasi: Mengingatkan kembali mandat OJK sesuai denganPOJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.Melalui laporan ke Ombudsman ini, LPK RI DPD NTB berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan konsumen di internal OJK. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat  ekosistem keuangan yang sehat, di mana konsumen tidak lagi berada pada posisi yang rentan  akibat minimnya akses terhadap informasi publik. Perlindungan Konsumen Republik Indonesia. By, tim LPK-RI/MDG,. 

 ( Penang . E H)


Dapur Aji Irwan SPPG Bima Sape Sangia 03 Sajikan Menu Paket Basah Sehat dan Bergizi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Senin (7 Mei 2026) – Dapur Aji Irwan, SPPG Bima Sape Sangia 03, kembali menyajikan menu paket makan sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat.

Menu yang disiapkan pada hari ini terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama, ayam crispy sebagai lauk berprotein, serta tahu balado yang menambah variasi protein nabati dengan cita rasa pedas khas. Selain itu, disajikan pula tumis sayur sebagai pelengkap serat dan vitamin, serta buah semangka sebagai pencuci mulut yang menyegarkan.

Sebagai pelengkap rasa, sambal turut disediakan untuk menambah cita rasa hidangan.

Pihak dapur menyampaikan bahwa penyajian menu ini merupakan bagian dari komitmen untuk menyediakan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi harian.

“Terima kasih,” demikian keterangan singkat yang disampaikan dalam konfirmasi penyajian menu tersebut.(Team.MDG.03)

Dapur Adiba,SPPG Bima Sape Parangina 1 Sajikan Menu Makanan Sehat dan Bergizi Bagi PM


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan menyajikan makanan sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat pada Kamis (07/05/2026).

Menu yang disediakan kali ini terdiri dari nasi putih, tuna suwir, sayur tumis, tahu goreng, serta buah apel merah. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.


Penyediaan makanan bergizi ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan para penerima manfaat sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui program ini, SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba terus berupaya berkontribusi dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat di wilayah setempat.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina 2 CV.Istiqomah Bagikan Paket Makanan Basah Bergizi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Bima Sape Parangina 2 CV.Istiqomah kembali menyalurkan paket makanan basah kepada masyarakat pada Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyediaan konsumsi bergizi dan dukungan pelayanan kepada warga.

Paket makanan yang dibagikan hari ini terdiri dari nasi, opor ayam, stik tempe, tumis sayur, serta buah pear sebagai pelengkap menu sehat dan seimbang.

Pihak penyelenggara menyampaikan harapan agar bantuan makanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima serta mendukung kebutuhan gizi harian masyarakat.

“Terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujar perwakilan SPPG Bima Sape Parangina 2.

Kegiatan pembagian paket makanan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. (Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Naru UD Lilis Salurkan Menu Harian dan Rapelan Gizi bagi Balita serta Bumil-Busui


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— SPPG Bima Sape Naru UD Lilis kembali menyalurkan menu makanan harian sekaligus rapelan tambahan gizi bagi balita serta ibu hamil dan menyusui untuk periode 7–9 Mei 2026.

Pada Kamis, 7 Mei 2026, penerima manfaat mendapatkan menu harian berupa nasi putih, udang bakar, sayur sop, sambal, dan buah jeruk. Menu tersebut disiapkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Bima Sape Naru.

Selain menu harian, SPPG Bima Sape Naru UD Lilis juga membagikan rapelan tambahan gizi selama tiga hari. Untuk balita, paket bantuan berisi apel, pir, susu, dan telur puyuh.

Sementara bagi ibu hamil dan ibu menyusui, paket rapelan yang diberikan terdiri dari apel, pir, jeruk, susu, serta telur puyuh guna mendukung kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui.

Penyaluran program gizi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat, khususnya bagi balita serta ibu hamil dan menyusui, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(Team.MDG.03)

Polda Sumbar Tanam Lebih dari Seribu Pohon di Momen Hardiknas 2026, Biro SDM: Wujud Nyata Pendidikan Berbasis Lingkungan



Padang — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan sumber daya manusia terus ditunjukkan oleh Polda Sumatera Barat. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Polda Sumbar bersama seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Sumatera Barat melaksanakan gerakan penanaman pohon secara masif di berbagai kabupaten dan kota.

Kegiatan ini merupakan lanjutan sekaligus implementasi nyata dari kuliah umum Kapolda Sumbar yang sebelumnya digelar di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Pembentukan Cinta Lingkungan di Sumatera Barat.”

Melalui koordinasi Biro SDM Polda Sumbar, gerakan penghijauan ini berhasil mencatat penanaman sebanyak lebih dari seribu pohon yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda Sumbar. Total pohon yang ditanam mencapai lebih dari 1.100 batang dengan beragam jenis tanaman produktif dan pelindung lingkungan.

Penanaman pohon dilakukan secara serentak oleh jajaran Polres dan Polresta, dengan jumlah yang bervariasi di tiap daerah. Polresta Padang menjadi wilayah dengan jumlah penanaman terbanyak yakni 325 pohon, disusul Polres Solok Kota sebanyak 175 pohon, serta sejumlah wilayah lain seperti Polres Pesisir Selatan, Polres Pasaman, hingga Polres Kepulauan Mentawai.

Langkah ini menunjukkan keterlibatan aktif seluruh jajaran kepolisian dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Menariknya, jenis pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Beberapa di antaranya seperti durian, alpukat, jambu, manggis, hingga matoa mendominasi jumlah penanaman.

Selain itu, terdapat pula tanaman keras dan pelindung seperti mahoni, cemara laut, serta ketapang yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Keberagaman jenis pohon ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga dapat menjadi sumber ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Kepala Biro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, SIK., SH., MH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan SDM Polri yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung pendidikan karakter yang berkelanjutan. Lingkungan adalah bagian penting dari proses pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan Kapolda dalam kuliah umum sebelumnya, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Gerakan penanaman pohon ini sekaligus menjadi refleksi semangat Polri Presisi dalam mendukung visi Indonesia Maju, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di era Police 4.0.

Dengan melibatkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah, Polda Sumbar menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam isu-isu strategis seperti pendidikan dan lingkungan hidup.

Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Gerakan ini pun menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan dan bangsa.