Media Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026

Tuan Yang Terasa Babu di Rumah Sendiri, Nasib Guru NonASN di Sekolah Swasta


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kalau gak salah tahun 2021 guru nonASN di sekolah swasta boleh mendaftar PPPK dengan syarat-syarat tertentu. Sayangnya harus ditempatkan di sekolah negeri. Akhirnya Sekolah swasta kehilangan banyak guru. Kepala sekolah dan yayasan komplain, akhirnya guru nonASN tidak bisa lagi daftar PPPK. 

Andaikan ada kebijakan langsung ditempatkan di sekolah swasta itu, mungkin gak ada kepala sekolah atau yayasan yang komplain. Alasannya sih PPPK itu pegawai pemerintah harus ditempatkan di institusi pemerintah yaitu sekolah negeri. Bisa ditempatkan di sekolah swasta tetapi harus "parkir" dulu di sekolah negeri, lalu diredistribusi ke sekolah swasta (permen 1/2025). Tapi ini tidak menyelesaikan masalah. Tahun 2025 guru nonASN di sekolah swasta gigit jari tidak bisa ikut seleksi PPPK. 

Sementara bila kita tengok di program MBG, seleksi ASN yang instansinya BGN bisa langsung ditempatkan (diperbantukan) di pihak swasta, dalam hal ini SPPG. Nah kalau sekolah kok gak bisa? 

Bertahan di sekolah swasta, masa depan tidak menjanjikan. Banyak kasus (tidak semua) guru yang sudah menerima TPG yang tidak seberapa (tidak sampai UMR), tidak menerima gaji dari yayasan. Ikut seleksi PPPK tidak bisa, bertahan di sekolah swasta masa depan tidak menjajikan.

Kita butuh kewajaran gaji bukan kekurang ajaran sistem. Kita butuh bayaran uang bukan pahala, Kita butuh kejelasan nasib bukan kejelasan nasab.(Sekjend MDG)

Memilih Mengisi Perut Rakyat, Bukan Memoles Wajah Kekuasaan


NTB, Media Dinamika Global.id.-- Kadang, Kebenaran Tertutup oleh Debu Demonstrasi yang Diarahkan untuk Mengaburkan Mata Hati kita. Kita sibuk Meributkan Pembaruan Armada yang mengikuti Instruksi Pusat, Namun kita Lupa Bersyukur atas Beban Ratusan Miliar Utang Masa Lalu yang kini Telah Lunas di Tangan Iqbal-Dinda

Iqbal-Dinda Datang bukan untuk Memamerkan Proyek Mercusuar dengan Dana APBD Nya, yang hanya Memanjakan Mata dan Kantong Segelintir Orang. Mereka Hadir untuk Membereskan "Rumah" Yang Berantakan. Biarlah loby dan Menyakinkan Pemerintah Pusat Pembangunan Infrastruktur di Bangun Dana APBN Untuk di Eksekusi di NTB 

Mereka Memilih Melunasi Tunggakan RSUD Sebesar 247 miliar Lebih agar Rakyat Kecil bisa Kembali Berobat dengan Tenang, Tanpa Bayang-bayang Kebangkrutan Layanan Kesehatan.

Mereka Memilih Menghidupkan Kembali Pabrik dan Perusda yang Mangkrak dan Tidak Beroperasi serta Menyuntikkan Dana Ratusan Miliar ke Pelosok Desa Dengan Bantuan Dana Desa Rp.300 Juta/Desa sebanyak 256 Desa Secara bertahap, 

Memastikan 7.250 Kepala Keluarga yang Terhimpit Kemiskinan Ekstrem Menerima Bantuan Dana Stimulan Rp 7 Juta/KK agar memiliki Harapan untuk Hari Esok. 

Bagi Mereka, Satu Piring Nasi di Meja Rakyat Jauh Lebih Berharga Daripada Satu Monumen Megah yang tak bisa Dimakan.

Jika Hari ini ada yang Bertanya Kenapa Jalanan Tidak Langsung Mulus dalam Semalam, lihatlah Bagaimana mereka Berjuang di Tengah APBD yang Nihil. Mereka tidak Diam ; Tahun 2025 dan 2026 Adalah bukti Komitmen Pembangunan di Pulau Sumbawa yang jauh Lebih Besar dari Sebelumnya.

Mari kita Sadar, bahwa Pemimpin yang Sungguh-sungguh Bekerja untuk Rakyat adalah Mereka yang Berani Tidak POPULER demi Menyelamatkan Masa Depan Daerahnya. 

Iqbal-Dinda TIDAK sedang Membangun CITRA, mereka sedang Membangun Fondasi agar Anak Cucu kita Tidak lagi Mewarisi Utang, Melainkan Mewarisi Kesejahteraan.(Tim)

Dr. Muhammad Hasyim Kadis Kominfo Kota Bima, Memberikan Klarifikasi Terkait Kupon Undian Hadiah Rimpu Mantika


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima melalui Juru Bicara resmi, Dr. Muhammad Hasyim, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan kisruh dalam pembagian hadiah bagi peserta Pawai Rimpu Mantika 2026. Sabtu, 25 April 2026.

Dalam keterangannya, Dr. Hasyim menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya ketidakjelasan atau penyelewengan hadiah tidaklah benar. Ia menjelaskan bahwa sejumlah hadiah yang belum sempat dibagikan bukan dibawa pulang oleh panitia atau pihak pemerintah, melainkan diamankan sementara.

“Perlu kami luruskan, tidak ada hadiah yang dibawa pulang. Semua hadiah yang tersisa telah diamankan oleh panitia secara resmi, walaupun pada akhirnya seluruh sisa hadiah diambil paksa oleh sejumlah peserta dari atas mobil bak terbuka” tegasnya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara proses undian doorprize terjadi akibat gangguan listrik dari PLN yang menyebabkan seluruh rangkaian pengundian tidak dapat dilanjutkan. Kondisi tersebut berada di luar kendali panitia penyelenggara.

“Situasi ini murni karena faktor teknis, yakni padamnya aliran listrik. Karena proses undian doreprize membutuhkan pengeras suara, maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan saat itu,” jelas Dr. Hasyim.

Pemkot Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami menjamin seluruh proses undian hadiah telah dilakukan secara transparan,” pungkasnya.

Pawai Rimpu Mantika sendiri merupakan bagian dari rangkaian festival budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bima, dengan partisipasi ribuan peserta dari berbagai kalangan.(Sekjend MDG)

KPK Soroti Gaji Naik Rp 100 Juta Kalau Masih Korupsi Itu Serakah


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sorotan tajam terhadap kenaikan gaji dan tunjangan hakim yang signifikan di tahun 2026. Dengan adanya penyesuaian penghasilan yang membuat hakim tinggi bisa menerima hingga Rp100 juta lebih per bulan, KPK menegaskan bahwa jika masih ada hakim yang melakukan korupsi, itu merupakan tindakan keserakahan. 

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa kenaikan gaji hingga 280% (berlaku mulai 2026) adalah karunia luar biasa yang seharusnya menjauhkan hakim dari praktik suap. Ibnu menegaskan, "Gaji Rp 70 juta, hakim tinggi Rp 100 juta, misal masih korupsi, itu namanya keserakahan".

Berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 2025 yang dieksekusi awal Februari 2026, total pendapatan (tunjangan dan gaji) ketua pengadilan negeri kelas 1A mencapai Rp70-80 juta, sedangkan ketua pengadilan tinggi mencapai Rp110,5 juta per bulan.

Kenaikan signifikan ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan, menciptakan independensi, dan reformasi peradilan, agar hakim tidak mudah disuap.

Meskipun gaji sudah dinaikkan secara drastis, KPK tetap menyoroti bahwa tindak korupsi masih berpotensi terjadi. Contohnya, KPK melakukan OTT terhadap hakim di Depok tak lama setelah kenaikan tunjangan di awal 2026, menegaskan bahwa integritas adalah kunci utama.(Sekjend MDG)

Punggawa LBC Gelar Kegiatan Kajian Budaya di Aula STIT Sunan Giri


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Punggawa LBC melaksanakan kegiatan terkait dengan "Kajian Kebudayaan." Dalam upaya memperkuat kesadaran identitas dan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai lokal

LBC STIT SUNAN GIRI BIMA menghadirkan kegiatan inspiratif berupa "Kajian Kebudayaan" menghadirkan narasumber yang luar biasa, Ayahanda N Marewo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga merenungi kembali makna kebudayaan sebagai fondasi kehidupan.

Bertempat di Aula kampus STIT Sunan Giri Bima, suasana kajian terasa begitu tenang. Para anggota LBC dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, ini menunjukkan semangat belajar yang tinggi terhadap warisan budaya yang kerap kali mulai tergerus oleh arus modernisasi. 

Kehadiran Ayahanda N. Marewo memberikan warna tersendiri, dengan gaya penyampaian yang tenang, dan mendalam. 

Di tengah derasnya globalisasi, mahasiswa dituntut untuk tetap berakar pada nilai-nilai lokal tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia. Melalui kegiatan ini.

 LBC STIT Sunan Giri Bima kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan jati diri mahasiswa.

 Inilah wajah kampus yang tidak hanya mencetak insan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai dan identitas.

Besar harapan, ilmu yang telah disampaikan oleh Ayahanda N. Marewo dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh mahasiswa LBC yang mengikuti kajian ini. 

Semoga setiap pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan tumbuh menjadi kesadaran dan diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Dengan semangat ini, 

STIT Sunan Giri Bima terus melangkah sebagai kampus yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghidupkan nilai menjadi tempat bertumbuhnya generasi yang berilmu, berbudaya, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” untuk Jaga Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli “kongkow-kongkow” di desa binaan masing-masing pada Sabtu malam, 25 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh sejumlah Babinsa dengan menyasar warga di berbagai desa guna mempererat hubungan sekaligus memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga stabilitas lingkungan.



Pada pukul 19.30 WITA, Serka Masykur selaku Babinsa Desa Soro, Kecamatan Lambu, melaksanakan patroli dialogis bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan gotong royong. Ia juga menekankan pentingnya menghindari hal-hal yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Selanjutnya, pukul 20.00 WITA, Sertu Wahyudin, Babinsa Desa Rato, melakukan kegiatan serupa dengan memastikan kondisi desa tetap aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang meresahkan maupun melanggar hukum.

Pada pukul 20.30 WITA, Serda Aladin, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, turut melaksanakan patroli bersama warga. Ia memberikan imbauan agar masyarakat menjaga ketertiban khususnya pada malam hari, guna mencegah timbulnya gangguan saat warga lain sedang beristirahat.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Serda Asnaidin, Babinsa Desa Boke, mengajak warga khususnya kalangan pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, serta mengimbau agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur yang tepat dengan melibatkan aparat setempat.

Kegiatan patroli “kongkow-kongkow” ini merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Babinsa kepada masyarakat, sekaligus langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah, Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif, bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Sabtu malam (25/4/2026) pukul 20.10 WITA. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya dua anggota Koramil, tiga aparat desa, serta enam warga setempat. Kehadiran unsur masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.20 WITA saat tim bergerak menuju Desa Naru. Setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA, anggota Koramil langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Selanjutnya, pada pukul 20.40 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Dalam imbauannya, Babinsa menekankan pentingnya menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, khususnya di kalangan generasi muda. Ia juga mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras yang kerap memicu tindakan emosional dan konflik. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ugal-ugalan saat berkendara demi keselamatan bersama di jalan raya.

Kegiatan patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga pukul 21.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan adanya patroli siskamling ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, serta mampu mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

EK LMND Kabupaten Bima, Mendesak LLDIKTI Wilayah VIII Memanggil Pihak Kampus STKIP Harapan Bima Terkait Persoalan Dugaan Pungli KIP dan Jual Beli Ijazah


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dugaan Praktik jual beli ijazah dan pungutan liar (pungli) KIP Kuliah di STKIP harapan bima EK LMND KAB BIMA mendesak LL DIKTI WILAYAH VIII untuk memanggil pihak kampus

1. Hentikan praktek Jual Beli Ijazah di Perguruan Tinggi STKIP HARAPAN BIMA 

Dalam 5 tahun terakhir banyak lulusan yang di wisudakan di kampus harapan bima tapi tidak pernah ikut kegiatan belajar mengajar, tersiar kabar ada dugaan banyak lulusan tersebut dengan modal bayar sampai puluhan juta bisa langsung wisuda jelas praktek ini mencederai institusi pendidikan di bima dan kredibilitas kampus STKIP harapan bima patut kita pertanyakan bahkan ada sanksi pidana ketika ada kampus yang melakukan praktek spt itu

2. Hentikan Pungli KIP Kuliah d STKIP harapan bima

Sejumlah Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa KIP si di kampus STKIP harapan bima mengaku kehilangan haknya karena uang saku KIP kuliah di potong oleh kampus, dana bantuan dipotong hingga jutaan rupiah, di kampus STKIP harapan bima dari Rp4,8 juta mahasiswa hanya menerima Rp1,8 juta ini sangat mencederai tujuan pemerintah untuk memberikan akses pendidikan kepada anak bangsa malah di jadikan sebagai ladang korupsi oleh kampus. Maka dengan ini EK LMND KAB. BIMA Mendesak LL DIKTI WILAYAH VIII untuk segera memanggil pihak kampus STKIP harapan bima.(Tim)

Pemerintah Siapkan 1000 Rumah Subsidi Untuk Pekerja MBG DP Hanya Rp1,8 Juta


Jakarta, Media Dinamika Global.id.--Pemerintah kembali menggulirkan kebijakan strategis yang menyasar kesejahteraan pekerja sektor layanan publik.

Kali ini, perhatian diberikan kepada tenaga dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan hunian layak dengan skema rumah subsidi.

Program ini secara khusus ditujukan bagi para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang selama ini berperan penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat berjalan optimal.

Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah menyiapkan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi yang dapat diakses oleh pekerja dapur MBG di berbagai daerah.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini tidak bersifat hibah atau pemberian rumah secara cuma-cuma.

Skema yang digunakan tetap berbasis pembiayaan, namun dengan persyaratan yang jauh lebih ringan dibandingkan kredit perumahan pada umumnya.

“Ini rumah subsidi, bukan gratis. Ada uang muka sekitar 1 persen atau kurang lebih Rp1,8 juta,” ujar Maruarar.

Dengan skema ini, para pekerja tetap memiliki tanggung jawab finansial, namun dengan beban yang lebih terjangkau.(Sekjend MDG)

Hari Keempat Pencarian, Polairud NTB Perluas Area Sisir Laut


Mataram, Media Dinamika Global — Seorang nelayan bernama Khairudin (60) dilaporkan hilang usai melaut dari Labuan Haji, Lombok Timur menuju Labuan Lalar, Sumbawa. Hingga hari keempat, tim gabungan terus menyisir perairan untuk menemukan korban.

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. menegaskan, jajarannya langsung bergerak begitu menerima laporan dari warga.

"Kami langsung kerahkan personel bersama tim SAR dan unsur terkait, untuk lakukan pencarian secara maksimal," ujarnya.

Dikatakan, peristiwa bermula saat korban berangkat memancing, pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Sampan yang digunakan Khairudin belum tiba di tujuan, hingga keluarga melapor melalui aparat setempat ke petugas SAR Mataram.

Memasuki hari keempat pencarian, Kamis (23/4/2026) pagi, kru KP XXI-2013 bersama TNI AL dan tim SAR menyisir perairan Tropical, Jelenga, hingga sekitar Labuan Lalar. Tim juga berkoordinasi dengan nelayan sekitar, guna menggali informasi tambahan terkait ciri-ciri korban.

"Upaya pencarian kami perluas dengan patroli laut, penyisiran titik-titik rawan, serta komunikasi aktif dengan masyarakat pesisir," kata Kombes Boyke Samola.

Dilaporkan, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah dengan angin dan gelombang laut yang cukup terasa. Meski begitu, tim tetap melanjutkan operasi menggunakan rubber boat, alat komunikasi, serta perlengkapan SAR air.

Unsur yang terlibat meliputi kru KP XXI-2013 Dit Polaorud Polda NTB, tim rescue Pos SAR Sumbawa, BPBD Sumbawa, hingga masyarakat setempat. Pencarian terus dilakukan guna mempercepat penemuan korban.

"Fokus kami saat ini menemukan korban secepat mungkin, semua potensi kami libatkan," tutup Kombes Boyke Samola.

Redaksi |