Media Dinamika Global

Minggu, 22 Maret 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Kamtibmas Lewat Duduk Santai Bersama Warga


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial melalui “duduk santai” bersama warga binaan di sejumlah desa, Minggu (22/3/2026) malam.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di beberapa wilayah dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Meski berlangsung santai, kegiatan tersebut sarat dengan penyampaian pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).



Pada pukul 19.30 WITA, Babinsa Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Sertu Abdul Hafit melaksanakan pertemuan bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antarwarga serta menghindari tindakan yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan agar setiap permasalahan yang muncul tidak diselesaikan secara sepihak, melainkan segera dilaporkan kepada aparat terkait.

Kemudian pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Rasabou, Serda Abdul Hafid, melaksanakan patroli dialogis dengan warga. Ia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga situasi kamtibmas serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika terjadi permasalahan.

Hal serupa dilakukan oleh Serda Irfan, Babinsa Desa Bugis, Kecamatan Sape, pada pukul 20.30 WITA. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, mempererat silaturahmi, serta segera melaporkan setiap persoalan kepada aparat guna mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.

Sementara itu, pada pukul 21.00 WITA, Serka Ridwan, Babinsa Desa Sumi, Kecamatan Lambu, yang juga anggota Posramil Lambu, memberikan imbauan tambahan terkait kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia mengingatkan warga agar memastikan kondisi dapur dan instalasi listrik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara aparat dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis di wilayah binaan Koramil 1608-03/Sape.

Sekda Kota Bima Akan Pantauan Langsung Rumah pasutri Tidak Layak Huni di Kelurahan paruga


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di sebuah kelurahan paruga, Kota Bima, sepasang suami istri bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh. Mereka adalah Siti Mariam, Jaharuddin

Dari luar, rumah itu tampak rapuh. Bagian atapnya bolong menganga. Saat hujan turun, air leluasa masuk ke dalam. Di bagian belakang, atap bangunan bahkan sudah ambruk, menyisakan kayu yang berserakan.

Di ruang yang mereka gunakan untuk tidur, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Tempat tidur mereka ditutup penutup seadanya agar tak langsung terkena air jika hujan turun.

Setiap kali hujan turun, rasa cemas ikut datang. Mereka khawatir rumah yang mereka tempati bisa roboh sewaktu-waktu.

Jaharuddin mengatakan kerusakan rumah itu sudah terjadi sejak belasan tahun lalu dan tak kunjung diperbaiki. "Mungkin sudah sekitar lima tahunan kondisi begini," kata dia.

Jaharuddin tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja jika ada yang menyuruh atau membutuhkan tenaganya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk membenahi rumahnya yang rusak.

"Saya kerjanya serabutan, kalau ada yang nyuruh. Buat makan sehari-hari ya cukup nggak cukup, kadang-kadang nyari yang ngadain bagi-bagi makan gratis juga," kata Jaharuddin.

Selama ini, ia mengaku belum menerima bantuan untuk perbaikan rumah. Ia berharap ada bantuan untuk perbaiki rumahnya dari Pemkot Bima.

"Ya pengennya sih rumah ini bisa diperbaiki. Karena ini kan bahaya juga," ucap dia.

Sementara itu, istrinya Siti Mariam mengaku tidurnya kerap dihantui rasa khawatir. Ia takut tertimpa material bangunan jika rumahnya ambruk secara tiba-tiba.

"Kalau tidur ngga tenang. Khawatir takut rumahnya rata dengan tanah dan ketindihan batu," kata dia

Sesekali, ia mengaku tak bisa menahan kesedihan ketika memandang atap rumah yang berlubang. Rasa sedih itu datang begitu saja, terutama saat hujan turun dan air kembali menetes ke dalam rumah.

Sepasang suami-istri di Kota Bima kelurahan paruga tinggal di rumah tidak layak huni.

"Kadang-kadang kalau memandang ke rumah, air mata tiba-tiba keluar," kata dia.

Sementara itu, Ketua RW setempat, mengatakan rumah tersebut sebenarnya sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan ke sejumlah pihak.

"Di tahun kemarin sudah diajukan ke dinas sosial, kemudian yang program rutilahu pun sudah diajukan, tapi terkendala terkait masalah sertifikat. Yang punya rumah sudah mencari dan ternyata suratnya rusak terkena banjir, terkena banjir," kata dia.

Melihat kondisi rumah yang kian memprihatinkan, pasutri berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan dalam hal ini Pemkot bima.

Ia khawatir, jika tidak segera diperbaiki, rumah tersebut bisa ambruk dan membahayakan penghuninya. "Saya berharap pemerintah daerah segera turun. Karena ini kondisinya hampir ambruk. Takutnya nanti lama-lama malah ada korban," kata dia.

Sekda Kota Bima, mengatakan akan pantauan langsung rumah pasutri ini yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni.(Sekjend MDG)

Babinsa Parangina Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Keamanan dan Cuaca Ekstrem


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 22 Maret 2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, anggota Koramil 1608-03/Sape bersama aparat desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Minggu malam (22/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.20 WITA ini dipimpin oleh Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, bersama satu orang anggota Koramil. Patroli dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dua orang anggota Koramil, satu aparat desa, tujuh orang masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan lokasi tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan ketertiban.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.30 WITA dengan pergerakan anggota Koramil menuju Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu. Sekitar pukul 20.50 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Selanjutnya, pada pukul 21.00 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diingatkan untuk menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan negatif, serta menjauhi narkoba dan barang terlarang lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah perbukitan diminta waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan turun pada malam hari. Orang tua juga diharapkan dapat mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam perkelahian atau keributan.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga pukul 21.30 WITA. Seluruh rangkaian patroli siskamling berakhir pada pukul 22.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta meningkatkan kesadaran warga terhadap potensi gangguan keamanan dan bencana alam.

(Team.MDG.03)

Nihil Kejadian Menonjol, Posyan KM 208 Tunjukkan Kesiapsiagaan Maksimal.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Kesiapsiagaan maksimal ditunjukkan oleh personel Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area Km 208 dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, Minggu (22/03/2026) pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, seluruh personel telah siaga penuh guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga.

Sebanyak 11 personel Polri yang dipimpin langsung oleh Wakaposyan, IPDA Kiki Octora, S.E., hadir lengkap dan langsung melaksanakan apel pagi dalam kondisi cuaca cerah. Kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan intensif di kawasan rest area serta pelaksanaan live report terkait situasi arus kendaraan.

Selain itu, dukungan dari tenaga kesehatan dan Satpol PP turut memperkuat pelayanan kepada masyarakat yang memanfaatkan rest area Km 208 sebagai titik istirahat.

Dalam keterangannya, IPDA Kiki Octora menegaskan bahwa situasi hingga saat ini berada dalam kondisi kondusif tanpa adanya gangguan menonjol.

“Sampai dengan saat ini, situasi di Posyan Rest Area Km 208 terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol. Seluruh personel terus siaga untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran petugas di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjamin keamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi tubuh, serta memanfaatkan fasilitas rest area dengan bijak demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, Posyan Rest Area Km 208 menjadi salah satu titik strategis dalam mendukung kelancaran arus dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Hingga laporan ini disampaikan, situasi tetap dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali.
(Fs/Red) 

H. Maman DPRD NTB Siap Turun Tangan, Pasutri di Kota Bima Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Anggota DPRD NTB, H. Muhamad Aminurlah, S.E
Rumah Pasutri di Kota Bima Nyaris Roboh, (Ist/Surya)

Kota Bima, Media Dinamika Global -- Kondisi memprihatinkan dialami pasangan suami-istri Siti Mariam dan Jaharudin, warga Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Selama puluhan tahun, keduanya terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni yang kondisinya nyaris roboh, tanpa pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Ironisnya, meski rumah mereka telah berulang kali didata dan difoto oleh petugas, nama pasangan ini tak kunjung masuk dalam daftar penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Fakta ini memunculkan tanda tanya besar terhadap akurasi pendataan dan keseriusan pemerintah dalam menangani warga miskin ekstrem.

“Kami sudah lama sekali tinggal di sini. Rumah ini sudah sering didata, tapi tidak pernah dapat bantuan,” ungkap Siti Mariam dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Program bantuan yang seharusnya menyasar warga paling membutuhkan justru terkesan tidak tepat sasaran.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD NTB, H. Muhamad Aminurlah, S.E atau yang akrab disapa H. Maman, menyatakan keprihatinannya sekaligus mengkritisi kinerja pihak terkait.

“Ini tidak boleh terus terjadi. Kalau sudah didata berkali-kali tapi tidak pernah terealisasi, berarti ada yang salah dalam sistem. Pemerintah harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Rumah Pasutri di Kota Bima Nyaris Roboh, (Ist/Surya)

Ia menegaskan akan segera turun langsung untuk memastikan pasangan tersebut mendapatkan bantuan. H. Maman juga berjanji akan mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

“InsyaAllah saya akan bantu dan kawal. Ini bukan hanya soal satu keluarga, tapi soal keadilan sosial. Jangan sampai warga miskin ekstrem terus terabaikan,” tambahnya.

Selain berharap kepada pemerintah, Siti Mariam dan Jaharudin juga menggantungkan harapan kepada Baznas Kota Bima agar dapat mengakomodir mereka dalam program bedah rumah.

Diketahui, pasangan ini hidup dalam kondisi serba kekurangan dan masuk kategori miskin ekstrem. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak menentu.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah, khususnya dalam hal validasi data dan distribusi bantuan sosial. Diperlukan evaluasi menyeluruh agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar formalitas pendataan semata.

Redaksi: Surya Ghempar

Ahyansyah S.pd,, M.pd Ketua Prodi PGSD Universitas Nggusuwaru Bima Mengucapkan


Media Dinamika Global.id.-- Selamat hari raya idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026, taqabalallahu minna wa minkum mohon maaf lahir dan bathin.

Suasana Kepadatan Penumpang pada H+1 Lebaran 2026 di Pelabuhan Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- H+1 atau satu hari setelah Hari Raya Idulfitri, Minggu (22/3/2026), arus balik sudah terlihat di Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekitar 800 penumpang meninggalkan Bima menggunakan kapal Pelni.

"Ada peningkatan jumlah penumpang pada H+1 Lebaran 2026 di Pelabuhan Bima hari ini," kata Kepala PT Pelni Cabang Bima, Budiarto.

Budiarto mengatakan lonjakan penumpang itu merupakan bagian dari arus balik Lebaran 2026. Menurutnya, para pemudik memilih lebih awal kembali ke daerah perantauannya setelah merayakan Idul Fitri 1447 H di kampung halaman.

"Arus balik lebih cepat kemungkinan menyesuaikan dengan jadwal kapal," katanya.

Budiarto mengungkapkan penumpang akan diberangkatkan menggunakan KM Binaiya. Adapun rute pelayaran berbagai tujuan di kawasan Indonesia Timur, seperti Labuan Bajo, Makassar, Parepare dan Bontang.

"KM Binaiya ini adalah salah satu armada kapal Pelni yang disiapkan untuk mengangkut pemudik arus balik Lebaran 2026," katanya.

Budiarto menambahkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus balik Lebaran 2026 via Pelabuhan Bima, Pelni menyiapkan beberapa armada kapal dengan berbagai rute dan tujuan. Seperti Bali, Lombok, Surabaya, Makassar, hingga Sumba.

"Ada sekitar lima dan enam kapal dengan berbagai rute dan tujuan yang disiapkan Pelni untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat melalui Pelabuhan Bima," jelas dia.

Staf Operasional dan Pelayanan Pelni Bima, Abdul Aziz Ramadhani, membeberkan jumlah pemudik yang diberangkatkan menggunakan KM Binaiya pada H+1 mencapai lebih dari 800 penumpang.

"Jumlah penumpang yang berangkat via Pelabuhan Bima hari ini kurang lebih 800 orang. Tujuannya beragam ada yang ke Labuan Bajo, Makassar, Parepare hingga Bontang," katanya.

Abdul Aziz memperkirakan lonjakan penumpang akan terus ramai dan padat dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya masa libur cuti Lebaran 2026.

"Kami mengimbau untuk para calon penumpang agar datang lebih awal ke Pelabuhan Bima. Memastikan tiket perjalanan telah sesuai jadwal untuk menghindari kepadatan dan keterlambatan," tandasnya.(Sekjend MDG)

Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima Mengucapkan


Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Memprihatinkan ! Puluhan Tahun Pasutri di Lingk. Sigi Paruga Kota Bima Tinggal di Rumah Roboh, Pemerintah Jangan Apatis


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id.- Sungguh miris, sudah hampir puluhan tahun Pasangan Suami-Istri (Pasutri) Siti Mariam - Jaharudin warga Lingkungan Sigi RT 10 Rw. 03 Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima tinggal di rumah reot yang hampir roboh. Mereka mengaku tidak pernah tersentuh bantuan bedah rumah dari pemerintah. Seperti dikutip dari Media SorotNTB.com

Menurut Siti Mariam, rumah mereka sudah beberapa kali difoto dan didata, tapi nama mereka tidak pernah keluar sebagai penerima manfaat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah. "Sudah lama kami tinggal di sini, tapi belum pernah dapat bantuan apa-apa," ujarnya.

Mariam dan Jaharudin berharap semoga pemerintah dapat memperhatikan kondisi mereka dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. 

Selain ke pemerintah, Pasutri ini juga sungguh berharap kepada Baznas Kota Bima untuk di akomodir pada program bedah rumah Baznas. 


Perlu diketahui pasutri ini merupakan warga katagori miskin ekstrem tak punya apa-apa sama sekali. Kesehariannya hanya kerja serabutan untuk menyambung Hidup.

Sementara itu, Pihak Lurah Paruga Kota Bima belum dapat di Konfirmasi hingga Berita ini di Turunkan.(Team)

Momentum Salat ID, Wali Kota Ajak Masyarakat Lebih Bijak Gunakan Media Sosial


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri dan mengikuti salat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, di Halaman Kantor Wali Kota, Sabtu pagi (21/3/2026).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH melaksanakan salat Hari Raya Idulfitri di Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima, serta Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. Muhammad Fakhrunraji, ME dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan Raba.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin menyampaikan rasa syukurnya setelah sebulan penuh kita ditempa oleh Ramadhan, menahan diri, memperbanyak ibadah, serta memperkuat kepedulian kepada sesama, hari ini kita dipertemukan dengan Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan yang penuh berkah.

"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bima, saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh masyarakat Kota Bima di manapun berada," ungkapnya.

Wali Kota menegaskan Idul Fitri bukan sekadar perayaan. Ia adalah momen refleksi untuk kembali kepada fitrah. Ramadhan telah mengajarkan kita kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Karena itu, di hari kemenangan ini marilah kita membuka hati untuk saling memaafkan, mempererat silaturahim, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Kota Bima yang kita cintai ini, agar selalu diberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, serta kemajuan pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warga," ujar Wali Kota.

H. A. Rahman menambahkan, Pemerintah Kota Bima terus berikhtiar menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dibidang kesehatan. Saat ini, sambungnya, kami tengah berjuang meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima. Pemerintah Kota Bima tengah membangun fasilitas rawat inap baru dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.

"Insyaallah dalam waktu dekat akan segera dilakukan proses pemindahan layanan dari RSUD lama yang berada di Ranggo ke gedung RSUD yang baru, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal, nyaman, dan representatif bagi masyarakat," ucapnya.

Kedepan, kata Wali Kota, RSUD Kota Bima diproyeksikan menjadi rumah sakit pusat layanan KJSU-KIA. Program ini merupakan layanan kesehatan prioritas dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berfokus pada penanganan penyakit berat, meliputi Kanker, Jantung dan pembuluh darah, Stroke, Uronefrologi (penyakit ginjal dan saluran kemih), serta Kesehatan Ibu dan Anak.

Melalui penguatan fasilitas, sumberdaya, dan dukungan pemerintah pusat, diharapkan masyarakat Kota Bima dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, lebih lengkap, dan semakin berkualitas di daerah sendiri. Sehingga jumlah pasien yang perlu dirujuk ke Rumah Sakit di luar daerah semakin berkurang.

Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bima terus berjuang sekuat tenaga meminta dukungan pemerintah pusat agar pembangunan dan pemenuhan fasilitas layanan Kesehatan maupun pelayanan dasar lainnya di Kota Bima, dapat terus ditingkatkan.

Namun di sisi lain, Wali Kota Bima mengakui bahwa daerah kita masih menghadapi keterbatasan kemampuan fiskal dan anggaran. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersikap positif, optimis, dan terus berjuang bersama membangun perekonomian daerah.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kemajuan Kota Bima membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, sesuai dengan peran dan tanggungjawab masing-masing. Para pelaku usaha terus menggerakkan ekonomi, para pemuda mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta masyarakat secara umum menjaga semangat gotong royong dilingkungan masing-masing," tegasnya.

Lebih jauh, Wali Kota juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus mengambil peran penting dalam membimbing dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Saat ini kita dihadapkan pada berbagai tantangan sosial seperti narkoba, judi online, kenakalan remaja, serta berbagai persoalan sosial lainnya yang dapat merusak masa depan generasi kita.

Ia menegaskan, bimbingan moral, keteladanan, dan nasihat yang baik dari para tokoh sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap berada pada jalan yang benar.

"Di era digital saat ini, saya juga mengajak kita semua untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai ruang digital justru dipenuhi dengan kegaduhan, prasangka, dan perdebatan yang tidak produktif. Mari kita kurangi energi untuk hal-hal yang tidak membawa manfaat," pesan Wali Kota.

Sebaliknya, Wali Kota juga berpesan salurkan energi kita untuk berbuat nyata bagi lingkungan, membangun kebersamaan, membantu sesama, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat persaudaraan ditengah masyarakat.

Momentum Idul Fitri ini hendaknya menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar sebuah daerah adalah persatuan dan kebersamaan masyarakatnya. Jika kita mampu menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan terus bekerja bersama, insya Allah Kota Bima akan mampu melewati berbagai tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

"Akhirnya, mari kita berdoa semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Ramadhan, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan Idul Fitri ini sebagai awal kehidupan yang lebih baik bagi kita semua," imbuhnya.(Sekjend MDG)