Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- H+1 atau satu hari setelah Hari Raya Idulfitri, Minggu (22/3/2026), arus balik sudah terlihat di Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekitar 800 penumpang meninggalkan Bima menggunakan kapal Pelni.
"Ada peningkatan jumlah penumpang pada H+1 Lebaran 2026 di Pelabuhan Bima hari ini," kata Kepala PT Pelni Cabang Bima, Budiarto.
Budiarto mengatakan lonjakan penumpang itu merupakan bagian dari arus balik Lebaran 2026. Menurutnya, para pemudik memilih lebih awal kembali ke daerah perantauannya setelah merayakan Idul Fitri 1447 H di kampung halaman.
"Arus balik lebih cepat kemungkinan menyesuaikan dengan jadwal kapal," katanya.
Budiarto mengungkapkan penumpang akan diberangkatkan menggunakan KM Binaiya. Adapun rute pelayaran berbagai tujuan di kawasan Indonesia Timur, seperti Labuan Bajo, Makassar, Parepare dan Bontang.
"KM Binaiya ini adalah salah satu armada kapal Pelni yang disiapkan untuk mengangkut pemudik arus balik Lebaran 2026," katanya.
Budiarto menambahkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus balik Lebaran 2026 via Pelabuhan Bima, Pelni menyiapkan beberapa armada kapal dengan berbagai rute dan tujuan. Seperti Bali, Lombok, Surabaya, Makassar, hingga Sumba.
"Ada sekitar lima dan enam kapal dengan berbagai rute dan tujuan yang disiapkan Pelni untuk melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat melalui Pelabuhan Bima," jelas dia.
Staf Operasional dan Pelayanan Pelni Bima, Abdul Aziz Ramadhani, membeberkan jumlah pemudik yang diberangkatkan menggunakan KM Binaiya pada H+1 mencapai lebih dari 800 penumpang.
"Jumlah penumpang yang berangkat via Pelabuhan Bima hari ini kurang lebih 800 orang. Tujuannya beragam ada yang ke Labuan Bajo, Makassar, Parepare hingga Bontang," katanya.
Abdul Aziz memperkirakan lonjakan penumpang akan terus ramai dan padat dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya masa libur cuti Lebaran 2026.
"Kami mengimbau untuk para calon penumpang agar datang lebih awal ke Pelabuhan Bima. Memastikan tiket perjalanan telah sesuai jadwal untuk menghindari kepadatan dan keterlambatan," tandasnya.(Sekjend MDG)
