Sekda Kota Bima Akan Pantauan Langsung Rumah pasutri Tidak Layak Huni di Kelurahan paruga - Media Dinamika Global

Minggu, 22 Maret 2026

Sekda Kota Bima Akan Pantauan Langsung Rumah pasutri Tidak Layak Huni di Kelurahan paruga


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di sebuah kelurahan paruga, Kota Bima, sepasang suami istri bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh. Mereka adalah Siti Mariam, Jaharuddin

Dari luar, rumah itu tampak rapuh. Bagian atapnya bolong menganga. Saat hujan turun, air leluasa masuk ke dalam. Di bagian belakang, atap bangunan bahkan sudah ambruk, menyisakan kayu yang berserakan.

Di ruang yang mereka gunakan untuk tidur, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Tempat tidur mereka ditutup penutup seadanya agar tak langsung terkena air jika hujan turun.

Setiap kali hujan turun, rasa cemas ikut datang. Mereka khawatir rumah yang mereka tempati bisa roboh sewaktu-waktu.

Jaharuddin mengatakan kerusakan rumah itu sudah terjadi sejak belasan tahun lalu dan tak kunjung diperbaiki. "Mungkin sudah sekitar lima tahunan kondisi begini," kata dia.

Jaharuddin tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja jika ada yang menyuruh atau membutuhkan tenaganya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk membenahi rumahnya yang rusak.

"Saya kerjanya serabutan, kalau ada yang nyuruh. Buat makan sehari-hari ya cukup nggak cukup, kadang-kadang nyari yang ngadain bagi-bagi makan gratis juga," kata Jaharuddin.

Selama ini, ia mengaku belum menerima bantuan untuk perbaikan rumah. Ia berharap ada bantuan untuk perbaiki rumahnya dari Pemkot Bima.

"Ya pengennya sih rumah ini bisa diperbaiki. Karena ini kan bahaya juga," ucap dia.

Sementara itu, istrinya Siti Mariam mengaku tidurnya kerap dihantui rasa khawatir. Ia takut tertimpa material bangunan jika rumahnya ambruk secara tiba-tiba.

"Kalau tidur ngga tenang. Khawatir takut rumahnya rata dengan tanah dan ketindihan batu," kata dia

Sesekali, ia mengaku tak bisa menahan kesedihan ketika memandang atap rumah yang berlubang. Rasa sedih itu datang begitu saja, terutama saat hujan turun dan air kembali menetes ke dalam rumah.

Sepasang suami-istri di Kota Bima kelurahan paruga tinggal di rumah tidak layak huni.

"Kadang-kadang kalau memandang ke rumah, air mata tiba-tiba keluar," kata dia.

Sementara itu, Ketua RW setempat, mengatakan rumah tersebut sebenarnya sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan ke sejumlah pihak.

"Di tahun kemarin sudah diajukan ke dinas sosial, kemudian yang program rutilahu pun sudah diajukan, tapi terkendala terkait masalah sertifikat. Yang punya rumah sudah mencari dan ternyata suratnya rusak terkena banjir, terkena banjir," kata dia.

Melihat kondisi rumah yang kian memprihatinkan, pasutri berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan dalam hal ini Pemkot bima.

Ia khawatir, jika tidak segera diperbaiki, rumah tersebut bisa ambruk dan membahayakan penghuninya. "Saya berharap pemerintah daerah segera turun. Karena ini kondisinya hampir ambruk. Takutnya nanti lama-lama malah ada korban," kata dia.

Sekda Kota Bima, mengatakan akan pantauan langsung rumah pasutri ini yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni.(Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon