Media Dinamika Global

Rabu, 18 Maret 2026

Kapolda NTB Hadiri Parade Ogoh-ogoh Nyepi 2026, Simbol Toleransi di Tengah Momentum Lebaran


Mataram, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo SIK., menghadiri pelepasan sekaligus menyaksikan Parade Ogoh-ogoh yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (18/03/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah di depan Kantor Lurah Cakranegara Barat, Jalan Pejanggik, Kota Mataram, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram, unsur TNI dari Korem 162/WB dan Kodim 1606/Mataram, Kapolresta Mataram, serta berbagai elemen masyarakat.

Parade Ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh 105 peserta ogoh-ogoh, dengan masing-masing kelompok diiringi sekitar 100 hingga 250 orang. Iring-iringan budaya tersebut melintasi Jalan Pejanggik, dimulai dari depan Kantor Lurah Cakranegara Barat dan berakhir di kawasan Mayura, Cakranegara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB turut menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri:

Juara I diraih STT Banjar Negara Sakah Cakranegara

Juara II diraih STT Banjar Sasana Dharma Laksana, Turide

Juara III diraih STT Banjar Gajah Mada Pagesangan, Mataram

Kabid Humas Polda NTB Mohammad Kholid menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Nyepi.

Menurutnya, parade ogoh-ogoh tidak hanya menjadi ajang kreativitas seni budaya, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan makna kehidupan bagi umat Hindu.

“Parade ogoh-ogoh bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi serta menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan parade yang berdekatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi bukti kuat terjaganya kerukunan dan toleransi di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kota Mataram.

“Ini adalah bukti nyata toleransi beragama di NTB. Dua momentum besar keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan aman dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.

Redaksi |

Kapolda NTB Pimpin Anev Kesiapan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri 2026, Tekankan Kolaborasi Lintas Sektoral


Mataram, Media Dinamika Global – Kapolda NTB Edy Murbowo didampingi Wakapolda memimpin Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Minggu I terkait kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Gedung Presisi Polda NTB, Selasa (17/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda NTB, pimpinan masing-masing Satgas Operasi Ketupat Rinjani 2026, serta diikuti secara virtual oleh seluruh Kapolres/ta jajaran dari wilayah masing-masing.

Dalam rapat tersebut, Kapolda NTB memberikan sejumlah arahan strategis setelah mendengarkan paparan dari para Kasatgas dan Kapolres/ta terkait kesiapan pengamanan dua momentum besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yakni Nyepi dan Idul Fitri.

Kapolda menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan di lapangan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait harus benar-benar diimplementasikan secara nyata.

“Strategi kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan pengamanan. Apa yang sudah direncanakan dalam rapat harus benar-benar dilaksanakan di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya strategi toleransi dalam menjaga stabilitas keamanan, mengingat pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Kapolda juga menginstruksikan kepada seluruh Kapolres/ta agar lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan intelijen di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Seluruh Kapolres harus segera mengeksekusi setiap laporan intelijen sebagai langkah cepat dalam mengantisipasi permasalahan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jajaran dapat bekerja maksimal sehingga rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

“Intinya, bagaimana kedua perayaan ini dapat berjalan berdampingan dengan aman dan lancar,” tutup Kapolda.

Redaksi |

Ops Ketupat Rinjani 2026, Polairud Polda NTB Intensifkan Patroli di Pelabuhan Gili Mas dan Kayangan


Mataram, Media Dinamika Global – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momentum mudik dan libur hari raya, Polda NTB melalui Subsatgas Polairud Ops Ketupat Rinjani 2026 mengintensifkan patroli dialogis di kawasan pelabuhan.

Kegiatan tersebut menyasar dua titik strategis, yakni Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Kayangan, Selasa (17/03/2026), yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat pengguna transportasi laut di Nusa Tenggara Barat.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang, tetapi juga aktif berdialog secara humanis dengan petugas pelabuhan, penumpang, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar area pelabuhan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani 2026 yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Patroli ini dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, sekaligus memantau seluruh kegiatan yang berlangsung,” ujarnya.

Selain memantau arus penumpang, petugas juga melakukan pengawasan terhadap proses bongkar muat barang serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi aturan keselamatan selama menggunakan transportasi laut.

Kehadiran personel Polairud di tengah aktivitas pelabuhan diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya selama berlangsungnya Operasi Ketupat Rinjani 2026.

Redaksi |

Diduga Pelaku Pemanahan Dikepung Ratusan Warga, Polisi Sigap Evakuasi


Dompu, Media Dinamika Global — Aparat kepolisian dari jajaran Polres Dompu berhasil mengevakuasi seorang terduga pelaku pemanahan yang sempat dikepung ratusan warga di Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Selasa (18/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Sejumlah terduga pelaku, inisial 

M (18 Thn), Asal Kel. Montabaru Kec. Woja, inisial A, (23 thn), Asal Desa Nowa Kec, dan inasial F, (18 Thn), Asal Desa Nowa Kec. Woja Kab. Dompu.

Terduga pelaku berinisial M (18) diketahui mengamankan diri di salah satu rumah warga setelah diduga terlibat dalam aksi pemanahan yang dipicu persoalan pribadi. Situasi di lokasi sempat memanas karena banyaknya massa yang berkumpul dan berupaya melakukan aksi main hakim sendiri.

Peristiwa bermula dari pertemuan antara M(18) dengan dua rekannya, F(18) dan A(23), di Lapangan Woro, Desa Bakajaya. Berdasarkan informasi, aksi pemanahan dilakukan oleh F yang diduga dilatarbelakangi rasa cemburu setelah melihat pacarnya bersama pria lain.

Setelah kejadian, ketiganya melarikan diri. Dalam di pelarian tersebut,saudara (M) terpisah dan dikejar warga hingga akhirnya berlindung di salah satu rumah warga. Situasi semakin memanas karena ratusan warga mengepung lokasi persembunyian.

Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, S.H. bersama anggota segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Dompu. Melihat eskalasi massa yang meningkat, dilakukan penambahan kekuatan dari Sat Samapta serta Polsek Dompu untuk membantu pengamanan dan evakuasi.

Dengan strategi yang terukur, aparat gabungan melakukan sterilisasi lokasi dan pengalihan perhatian massa. Meski sempat mendapat perlawanan dari warga yang berupaya menghalangi, petugas berhasil mengevakuasi saudara (M) dengan aman dan membawanya ke Mapolres Dompu beserta barang bukti berupa satu busur panah.

Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan langkah persuasif dan terukur dalam menangani situasi tersebut.

“Kami mengutamakan keselamatan semua pihak, baik masyarakat maupun terduga pelaku. Situasi di lapangan cukup dinamis karena banyaknya massa, sehingga kami lakukan koordinasi dan penguatan personel agar evakuasi dapat berjalan aman tanpa menimbulkan konflik lanjutan,” ungkap IPTU Kurniawan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

Di tempat terpisah Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi sinergi dan kolaborasi lintas fungsi dalam penanganan kejadian tersebut.

“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara fungsi Intelkam, Samapta, serta jajaran Polsek. Kolaborasi lintas sektoral ini sangat penting dalam mengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelas IPTU Nyoman.

Ia menambahkan bahwa langkah cepat dan terukur yang dilakukan anggota di lapangan berhasil mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri serta menjaga situasi tetap kondusif.

Polres Dompu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan setiap permasalahan hukum kepada aparat yang berwenang.

Redaksi |

Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota Ringkus Pelaku Curanmor, Dua Motor Diamankan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id-- Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua beserta barang bukti, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Pelapor diketahui bernama Siti Hajar (41), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Sementara itu, terduga pelaku yang berhasil diamankan berinisial AS alias Eno (21), laki-laki, yang tidak memiliki pekerjaan tetap, warga Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima tim terkait telah diamankannya terduga pelaku oleh anggota Polsek Monta dalam kasus pencurian sepeda motor.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima Kota segera mengamankan terduga pelaku AS alias Eno beserta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang diduga merupakan hasil kejahatan.

Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui telah menjual satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih kepada seseorang bernama Rangga di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu.

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih dari tangan saudara Rangga, yang bersangkutan bersikap kooperatif dan menyerahkan barang bukti tersebut kepada petugas.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa dua unit sepeda motor Honda Beat, masing-masing berwarna hitam dan putih, dengan nomor polisi EA-4279-YI, nomor rangka MH1JMF111SK343551, serta nomor mesin JMF1E-1341893.

Selanjutnya, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan ke Mako Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut dan diserahkan kepada piket Satreskrim.

Polres Bima Kota mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.(Sekjend MDG)


Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota Kembali Amankan Terduga Pengedar Sabu di Lambu


Bima, Media Dinamika Global.id.--Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial SU (44), yang berprofesi sebagai petani, diamankan di Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M melalui Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Jahyadi Sibawaih, S.H menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Desa Rato, Kecamatan Lambu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima Kota melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi yang akurat (A1), kemudian langsung melakukan upaya paksa di dua lokasi berbeda di wilayah Lambu.

Adapun lokasi pertama (TKP I) berada di rumah terduga pelaku SU, yang beralamat di RT 007 RW 002 Desa Rato, Kecamatan Lambu. Di lokasi ini, petugas berhasil mengamankan SU beserta sejumlah barang bukti.

Dalam proses penggeledahan yang disaksikan oleh warga setempat, petugas menemukan 2 (dua) bungkus plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 0,61 gram, yang ditemukan di belakang rumah pelaku.

Selain itu, turut diamankan barang bukti lainnya berupa 2 (dua) lembar plastik klip kosong, 1 (satu) buah korek api, 1 (satu) buah sumbu, 1 (satu) buah alat hisap (bong), 1 (satu) buah dompet warna hitam, 2 unit handphone masing-masing merek Realme warna biru dan Vivo warna ungu, serta uang tunai sebesar Rp300.000.

Dari hasil interogasi awal, terduga pelaku SU mengakui bahwa barang bukti sabu tersebut adalah miliknya dan diperoleh dari seseorang berinisial AN.

Selanjutnya, Tim Opsnal bergerak menuju TKP II yang berada di rumah AN di RT 007 RW 003 Desa Rato, Kecamatan Lambu. Namun, saat dilakukan penggeledahan, yang bersangkutan tidak berada di tempat dan petugas juga tidak menemukan barang bukti terkait.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, terduga pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke Mako Polres Bima Kota guna proses hukum lebih lanjut.

Polres Bima Kota mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait peredaran narkotika demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.(Sekjend MDG)

Tiga Ratus Lima Puluh Umat Hindu Padati Gedung Aji, Pawai Ogoh - Ogoh Bergemuruh, Suasana Mencekam Berubah Khidmat


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Suasana tak biasa mengguncang Kampung Aji Permai Talang Buah, Kecamatan Gedung Aji, Rabu sore. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Dentuman semangat, iring-iringan sakral, hingga prosesi pembakaran Ogoh-Ogoh menciptakan atmosfer dramatis yang memikat perhatian, Rabu 18 Maret 2026.

Sekitar pukul 15.30 WIB, arak-arakan Ogoh-Ogoh mulai bergerak dari pertigaan kampung, menyusuri Dusun I hingga Dusun II, sebelum akhirnya kembali menuju lokasi pemakaman untuk prosesi puncak. Tak kurang dari 350 umat Hindu turut ambil bagian dalam kegiatan penuh makna ini.

Ketua adat Bali Kampung Aji Permai, Yuli Salam, bersama Mangku Rian dan delapan Pecalang tampak memimpin jalannya prosesi dengan penuh khidmat. Kehadiran aparat dari Polsek Gedung Aji turut memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Kapolsek Gedung Aji, Ipda Sahmin, SH, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal demi menjaga ketertiban masyarakat.

“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh toleransi. Ini adalah wujud nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” tegas Kapolsek.

Personel pengamanan yang diterjunkan di antaranya Aiptu Rudiansyah, Bripka I Putu Artika, SH, dan Brigpol Agus Supriyadi yang sigap mengawal jalannya acara hingga selesai.

Setibanya di titik akhir, umat Hindu melaksanakan persembahyangan di Prapatan Agung, dilanjutkan dengan prosesi pembakaran Ogoh-Ogoh sebagai simbol penyucian diri dan lingkungan dari energi negatif menjelang Catur Brata Penyepian.

“Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penyucian alam dan diri dari hal-hal buruk, menuju kehidupan yang lebih harmonis,” ujar salah satu tokoh adat di lokasi.

Tepat pukul 18.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.
(Fs/Red) 

Pesta Ekstasi Digerebek, 5 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Dompu


Dompu, Media Dinamika Global — Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dompu berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis pil ekstasi (inex) dalam sebuah operasi yang digelar pada Rabu (18/3/2026) dini hari.

Penangkapan tersebut berlangsung sekitar pukul 01.30 Wita di sebuah kos-kosan yang berlokasi di Lingkungan Salama, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Kelima terduga diamankan berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Adapun lima terduga yang diamankan masing-masing berinisial:

1. MBD, laki-laki, 22 Th, Islam, mahasiswa, Alamat Kel. Karijawa Kec/Kab.Dompu

2. EN, perempuan, 29 Th, Islam, Wiraswasta, Alamat Kel. Karijawa Kec/Kab Dompu.

3. UA, perempuan, 22 Th, Islam, Mahasiswa, Alamat Desa Doro Melo Kec.Manggelewa Kab. Dompu.

4. DR, perempuan, 30 Th, Islam, Irt, Alamat Kel. Bada Kec./ Kab. Dompu.

5. MA, laki-laki, 28 Th, Islam, Mahasiswa, Alamat Kel. Karijawa Kec./ Kab. Dompu.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat pada Selasa (17/3/2026) yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan berupa dugaan pesta narkotika di salah satu kos-kosan di Lingkungan Salama.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Lidik Satresnarkoba Polres Dompu BRIPKA Iwan Setiawan bersama tim opsnal langsung melakukan patroli dan pemantauan di sekitar lokasi. Saat melakukan penyelidikan, tim mendengar suara musik keras dari arah kos-kosan yang dicurigai.

Dengan teknik penyergapan secara senyap, tim mendekati lokasi melalui area persawahan dan melakukan observasi. Setelah memastikan adanya aktivitas mencurigakan, tim segera melakukan penggerebekan dan mengamankan lima orang yang berada di dalam dan sekitar kamar kos.

Dalam proses penggeledahan yang disaksikan oleh dua orang saksi umum, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa pil ekstasi yang disimpan di dalam kotak rokok, tiga unit telepon genggam, serta uang tunai.

Barang Bukti yang Diamankan:

-1/2 butir pil diduga ekstasi dalam kotak rokok merek ESSE

-6 butir pil ekstasi dalam dua klip plastik dalam kotak rokok merek Sempurna

-Uang tunai sebesar Rp108.000

-3 unit telepon genggam

Selanjutnya, para terduga beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Dompu guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H. membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut cepat atas informasi masyarakat.

“Kami membenarkan telah mengamankan lima orang terduga terkait penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi. Saat ini seluruhnya sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Satresnarkoba Polres Dompu,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi atas kesigapan anggota dalam merespons laporan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja cepat dan profesional anggota Satresnarkoba yang sigap menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Ini menunjukkan komitmen Polres Dompu dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Polres Dompu menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Dompu serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi menjaga generasi muda.

Redaksi |

Kepala Kepolisian Resor Bima Kota Beserta Seluruh Jajarannya Mengucapkan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Kepala Kepolisian Resor Bima Kota Beserta Staf, Jajaran dan Bhayangkari mengucapkan Selamat.

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948

“Selamat Hari Raya Nyepi, Semoga Hari Suci ini membawa Kedamaian dan Harmoni Dalam Hidup Kita”



Simak Isbat Idul Fitri 2026 Selengkapnya


Jakarta, Media Dinamika Global.id.— Menjelang penghujung Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia semakin antusias menantikan kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026. Sidang isbat menjadi momen krusial yang dinanti masyarakat untuk menentukan kapan 1 Syawal 1447 H resmi ditetapkan oleh pemerintah. 

Lantas, kapan sidang isbat digelar? Dan bagaimana perbedaan penetapan Lebaran versi NU dan Muhammadiyah tahun ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menjadwalkan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang ini direncanakan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Proses sidang isbat akan terbagi dalam beberapa tahapan penting:​Pemaparan posisi hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah Indonesia Sidang tertutup yang dihadiri perwakilan ormas Islam dan pakar astronomi Konferensi pers pengumuman hasil keputusan oleh Menteri Agama Sidang isbat sendiri menggunakan basis integrasi data hisab dan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia sebagai wujud peran pemerintah menjembatani perbedaan dinamika keilmuan di tanah air.​

Hari Raya Idul Fitri 2026 Muhammadiyah Jatuh pada Tanggal 20 Maret Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.​Berdasarkan hasil hisab, setelah ijtimak pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC, terdapat wilayah di bumi yang telah memenuhi Parameter Kalender Global, yakni tinggi bulan lebih dari 5° dan elongasi minimal 8°. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H menurut Muhammadiyah ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026.​Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal. Melalui metode ini, penentuan awal bulan Hijriah dapat dilakukan sejak jauh hari tanpa perlu menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Hari Raya Idul Fitri 2026 NU Diprediksi Jatuh pada Tanggal 21 Maret Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) belum menentukan jadwal resmi 1 Syawal 1447 H. NU menggunakan metode rukyat hilal (pengamatan bulan sabit secara langsung) dengan perhitungan hisab sebagai alat bantu.Namun, berdasarkan Kalender Almanak NU, Lebaran Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini juga selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kemenag yang memperkirakan tanggal yang sama. 

Jadwal resmi versi NU baru akan diumumkan setelah adanya hasil rukyah oleh Lembaga Falakiyah PBNU dan hasil sidang isbat oleh pemerintah pada 19 Maret 2026. Jika prediksi ini akurat, maka Malam Takbiran secara nasional akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026.Mengapa Ada Perbedaan Tanggal Lebaran NU dan Muhammadiyah? Perbedaan tanggal Lebaran antara NU dan Muhammadiyah berakar pada perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. 

Muhammadiyah NU / Pemerintah Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal  Rukyat Hilal + Hisab Prediksi 1 Syawal Jumat, 20 Maret 2026  Sabtu, 21 Maret 2026 Penetapan Sudah ditetapkan via Maklumat PP  Menunggu sidang isbat 19 Maret Dasar Keputusan Parameter Kalender Global  Kriteria Imkanur Rukyah MABIMS Data Hilal 19 Maret 2026: Belum Memenuhi Kriteria MABIMS Berdasarkan data pemerintah dan BMKG, tinggi hilal pada 19 Maret 2026 saat Maghrib berada di kisaran 0° 54' 27" hingga 3° 7' 52" dengan elongasi sekitar 4° 32' 40" hingga 6° 6' 11". Sementara itu, data falak NU menunjukkan angka yang hampir sama.Kondisi ini belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang mensyaratkan minimal tinggi 3° di ufuk barat dan elongasi 6,4° saat matahari terbenam. 

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin juga memperkirakan Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret karena hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.Dengan demikian, Ramadan 2026 berpotensi digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri versi pemerintah serta NU kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.Apakah Lebaran 2026 Bisa Serentak? Berdasarkan data astronomi yang ada, Idul Fitri 2026 diperkirakan tidak dirayakan secara bersamaan di Indonesia. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada Jumat, 20 Maret, sementara NU dan pemerintah diprediksi menetapkan Sabtu, 21 Maret 2026.Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai penetapan resmi dari pemerintah pada Kamis, 19 Maret 2026. Kepastian final baru akan diketahui setelah Menteri Agama mengumumkan keputusan sidang isbat tersebut.Demikian informasi lengkap mengenai jadwal sidang isbat 2026 serta tanggal Hari Raya Idul Fitri versi NU dan Muhammadiyah.(Team)