Simak Isbat Idul Fitri 2026 Selengkapnya - Media Dinamika Global

Rabu, 18 Maret 2026

Simak Isbat Idul Fitri 2026 Selengkapnya


Jakarta, Media Dinamika Global.id.— Menjelang penghujung Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia semakin antusias menantikan kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026. Sidang isbat menjadi momen krusial yang dinanti masyarakat untuk menentukan kapan 1 Syawal 1447 H resmi ditetapkan oleh pemerintah. 

Lantas, kapan sidang isbat digelar? Dan bagaimana perbedaan penetapan Lebaran versi NU dan Muhammadiyah tahun ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menjadwalkan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang ini direncanakan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Proses sidang isbat akan terbagi dalam beberapa tahapan penting:​Pemaparan posisi hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah Indonesia Sidang tertutup yang dihadiri perwakilan ormas Islam dan pakar astronomi Konferensi pers pengumuman hasil keputusan oleh Menteri Agama Sidang isbat sendiri menggunakan basis integrasi data hisab dan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia sebagai wujud peran pemerintah menjembatani perbedaan dinamika keilmuan di tanah air.​

Hari Raya Idul Fitri 2026 Muhammadiyah Jatuh pada Tanggal 20 Maret Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.​Berdasarkan hasil hisab, setelah ijtimak pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC, terdapat wilayah di bumi yang telah memenuhi Parameter Kalender Global, yakni tinggi bulan lebih dari 5° dan elongasi minimal 8°. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H menurut Muhammadiyah ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026.​Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal. Melalui metode ini, penentuan awal bulan Hijriah dapat dilakukan sejak jauh hari tanpa perlu menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Hari Raya Idul Fitri 2026 NU Diprediksi Jatuh pada Tanggal 21 Maret Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) belum menentukan jadwal resmi 1 Syawal 1447 H. NU menggunakan metode rukyat hilal (pengamatan bulan sabit secara langsung) dengan perhitungan hisab sebagai alat bantu.Namun, berdasarkan Kalender Almanak NU, Lebaran Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini juga selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kemenag yang memperkirakan tanggal yang sama. 

Jadwal resmi versi NU baru akan diumumkan setelah adanya hasil rukyah oleh Lembaga Falakiyah PBNU dan hasil sidang isbat oleh pemerintah pada 19 Maret 2026. Jika prediksi ini akurat, maka Malam Takbiran secara nasional akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026.Mengapa Ada Perbedaan Tanggal Lebaran NU dan Muhammadiyah? Perbedaan tanggal Lebaran antara NU dan Muhammadiyah berakar pada perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. 

Muhammadiyah NU / Pemerintah Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal  Rukyat Hilal + Hisab Prediksi 1 Syawal Jumat, 20 Maret 2026  Sabtu, 21 Maret 2026 Penetapan Sudah ditetapkan via Maklumat PP  Menunggu sidang isbat 19 Maret Dasar Keputusan Parameter Kalender Global  Kriteria Imkanur Rukyah MABIMS Data Hilal 19 Maret 2026: Belum Memenuhi Kriteria MABIMS Berdasarkan data pemerintah dan BMKG, tinggi hilal pada 19 Maret 2026 saat Maghrib berada di kisaran 0° 54' 27" hingga 3° 7' 52" dengan elongasi sekitar 4° 32' 40" hingga 6° 6' 11". Sementara itu, data falak NU menunjukkan angka yang hampir sama.Kondisi ini belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang mensyaratkan minimal tinggi 3° di ufuk barat dan elongasi 6,4° saat matahari terbenam. 

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin juga memperkirakan Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret karena hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.Dengan demikian, Ramadan 2026 berpotensi digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri versi pemerintah serta NU kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.Apakah Lebaran 2026 Bisa Serentak? Berdasarkan data astronomi yang ada, Idul Fitri 2026 diperkirakan tidak dirayakan secara bersamaan di Indonesia. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada Jumat, 20 Maret, sementara NU dan pemerintah diprediksi menetapkan Sabtu, 21 Maret 2026.Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai penetapan resmi dari pemerintah pada Kamis, 19 Maret 2026. Kepastian final baru akan diketahui setelah Menteri Agama mengumumkan keputusan sidang isbat tersebut.Demikian informasi lengkap mengenai jadwal sidang isbat 2026 serta tanggal Hari Raya Idul Fitri versi NU dan Muhammadiyah.(Team)

Comments