Media Dinamika Global

Minggu, 22 Februari 2026

Uang Raib, Janji Menguap! Warga Jerowaru Terjebak Penantian Panjang Rekrutmen Misterius Tanpa Kepastian


Mataram, Media Dinamika Global.Id.-Harapan untuk bekerja kerap menjadi cahaya bagi keluarga yang tengah berjuang. Namun bagi sejumlah warga Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, cahaya itu berubah menjadi kabut panjang yang menyisakan tanda tanya.

Beberapa warga mengaku pernah dijanjikan kesempatan bekerja di PT Amman Mineral Nusa Tenggara melalui perantara tertentu. Dalam prosesnya, mereka disebut menyerahkan sejumlah uang dengan keyakinan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju pekerjaan yang pasti. Akan tetapi, hingga Februari 2026, pekerjaan yang dijanjikan belum juga terealisasi. Dana yang telah diberikan pun belum kembali, sementara pihak yang sebelumnya aktif berkomunikasi kini dilaporkan sulit dihubungi.

Sebagian warga menyampaikan telah menunggu dalam waktu yang tidak singkat. Ada yang menggunakan tabungan pribadi, bahkan ada yang meminjam dana demi mengejar peluang kerja. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, penantian tanpa kepastian ini menimbulkan keresahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, menyatakan bahwa persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

“Sejumlah warga Jerowaru saat ini menunggu kepastian. Kami berharap ada penelusuran yang jelas dan terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Jika memang ada oknum yang mencatut nama perusahaan, tentu perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Irfan, transparansi mekanisme rekrutmen menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Ia juga mendorong pemerintah daerah serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur untuk turun langsung mengecek kondisi di lapangan, melakukan pendataan, serta memberikan pendampingan kepada warga yang merasa dirugikan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi atas tantangan peluang kerja di Nusa Tenggara Barat. Tingginya kebutuhan akan lapangan pekerjaan membuat masyarakat sangat berharap pada setiap informasi rekrutmen yang beredar. Karena itu, kejelasan dan pengawasan dinilai penting agar proses ketenagakerjaan berjalan secara adil, transparan, dan tidak membuka celah bagi praktik yang merugikan.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebutkan terkait dugaan tersebut. Warga Jerowaru kini menanti satu hal, kepastian. Sebuah jawaban yang diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang dan memulihkan kembali kepercayaan terhadap proses rekrutmen kerja yang semestinya berjalan secara profesional dan terbuka.

Redaksi ||

Cuaca Mendukung, Semangat Satgas TMMD 127 Kodim 0421/LS Tetap Menyala.


Pesawaran - Mediadinamikaglobal.Id || Cuaca yang cerah dan mendukung di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Khylau, Kabupaten Pesawaran, menjadi penyemangat bagi Satgas TMMD 127 Kodim 0421/LS untuk terus mengenjot target pekerjaan rabat beton. Mereka bekerja keras dengan semangat yang tinggi, mengmix semen, mengangkut pasir, dan memasang batu.

Dengan cuaca yang cerah, Satgas TMMD 127 Kodim 0421/LS dapat bekerja lebih efisien dan efektif. Mereka berharap dapat menyelesaikan pembangunan rabat beton ini sebelum musim panen berikutnya, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani di Desa Gunung Rejo.

Kapten Inf Oyong, Dan SSK TMMD 127 Kodim 0421/LS, mengatakan bahwa cuaca yang mendukung ini sangat membantu mereka dalam bekerja. "Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan rabat beton ini dengan baik dan tepat waktu," katanya.

Pembangunan rabat beton ini sangat penting bagi petani di Desa Gunung Rejo, karena akan membantu mereka mengangkut hasil panen dan lalu lintas orang dengan lebih mudah dan efisien. Satgas TMMD 127 Kodim 0421/LS berharap dapat menyelesaikan pembangunan ini dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Dengan semangat yang tinggi dan cuaca yang mendukung, Satgas TMMD 127 Kodim 0421/LS yakin dapat menyelesaikan pembangunan rabat beton ini dengan sukses. Mereka akan terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Desa Gunung Rejo. (Fs/Red) 

Sabtu, 21 Februari 2026

Pemprov NTB Luruskan Informasi Harga Cabai Rawit Merah, Ajak Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi kenaikan harga cabai rawit merah yang disebut-sebut menembus Rp200 ribu per kilogram di sejumlah wilayah Pulau Lombok.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap adanya kenaikan harga cabai rawit merah. Namun, berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan data resmi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), kenaikan tersebut bersifat fluktuatif dan tidak merata di seluruh pasar.

“Hasil penelusuran kami bersama perangkat daerah terkait menunjukkan bahwa memang ada kenaikan harga cabai rawit merah, tetapi tidak terjadi secara umum di seluruh pasar besar di Pulau Lombok hingga Rp200 ribu per kilogram,” jelas Aka, sapaan akrab Ahsanul Khalik.

Ia merinci, berdasarkan pantauan di Pasar Mandalika Bertais, harga cabai rawit merah sejak Senin (16/2/2026) berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram, sempat naik menjadi Rp105 ribu, kemudian turun kembali ke Rp100 ribu. Pada Jumat (20/2) harga naik menjadi Rp140 ribu, Sabtu mencapai Rp170 ribu, dan kembali turun pada Ahad (22/2/2026) ke angka sekitar Rp120 ribu per kilogram.

Selain itu, hasil pengecekan langsung di Pasar Masbagik dan Pasar Paok Motong Lombok Timur, kemudian Pasar Renteng Praya Lombok Tengah menunjukkan harga cabai rawit merah masih berada pada kisaran Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Sementara di Kota Mataram, harga Rp200 ribu per kilogram sempat ditemukan di satu titik, yakni Pasar Dasan Agung dan ini terjadi  sehari setelah ramai berita kenaikan harga cabai di beberala media, namun tidak terjadi di pasar-pasar lainnya.

Menurut Aka, angka Rp200 ribu per kilogram yang ramai diperbincangkan publik umumnya berasal dari harga pedagang keliling yang menjual cabai rawit merah Rp50 ribu per seperempat kilogram. Jika dikalkulasikan, harga tersebut setara Rp200 ribu per kilogram, namun itu bukan harga rata-rata pasar, dan harga untuk pedagang keliling perumahan ini tentu bisa difahami pasti berbeda dengan harga di pasar.

“Kami perlu meluruskan agar masyarakat mendapat gambaran yang utuh. Ada kenaikan, iya. Tapi tidak merata dan tidak berlangsung di semua pasar,” tegasnya.

Aka menjelaskan, kenaikan harga saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, kondisi panen yang belum merata akibat cuaca, serta dinamika distribusi. Situasi seperti ini, lanjutnya, hampir selalu terjadi setiap tahun pada bulan puasa.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari pengepul hingga pedagang, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Pemerintah mengajak semua pihak menjaga suasana Ramadhan dengan tetap mengedepankan kepedulian sosial. Mari kita jaga harga tetap logis dan terjangkau, agar masyarakat bisa menjalani ibadah dengan tenang,” ujarnya.

Pemprov NTB, tambah Aka, terus melakukan pemantauan harian harga bahan pokok, berkoordinasi dengan kabupaten/kota, serta menyiapkan langkah-langkah intervensi apabila diperlukan, termasuk melalui pasar murah dan penguatan distribusi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak. Pemerintah hadir, memantau, dan terus berupaya menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan bagi seluruh warga NTB,” pungkasnya.

Redaksi ||

Destinasi MICE dan UMKM: Langkah Optimis NTB Membangun Pariwisata Berkelanjutan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- 22 Februari 2026 - Dari pesona alamnya, ruang konvensi, hingga beranda rumah penduduk, denyut pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) kini terasa lebih utuh. Mengalir dari panggung MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) ke nadi ekonomi masyarakat secara langsung. Dibalik geliat itu, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya agar pariwisata tidak tumbuh meninggalkan jejak kerusakan. Setiap langkah pembangunan pariwisata diarahkan pada prinsip berkelanjutan.

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan ekonomi dan pariwisata NTB mesti berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. 

Hal tersebut tercermin dalam tahun pertama pemerintahan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP. Waktu yang singkat untuk membuktikan semangat kerja di tengah fluktuasi destinasi nasional. Namun, Provinsi NTB berhasil membuktikan capaiannya tak hanya berbicara soal jumlah kunjungan wisatawan melalui sektor MICE, tetapi juga kualitas wisatawan, matangnya penyelenggaraan event, dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat lokal, serta kelestarian alam melalui pariwisata berkelanjutan.

Gubernur Iqbal menegaskan komitmennya menjadikan NTB sebagai destinasi kelas dunia melalui sektor MICE sebagai strategi unggulan dalam menggenjot pertumbuhan pariwisata. Langkah ini tak sekadar memperbanyak agenda pertemuan dan pameran, tetapi membangun ekosistem wisata berbasis event yang berdampak luas bagi masyarakat.

Miq Iqbal, sapaan Gubernur NTB, menyatakan penguatan MICE merupakan strategi sadar untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisata, bukan hanya kuantitas.

“Kita ingin pariwisata NTB naik kelas. MICE adalah instrumen strategis untuk mendatangkan wisatawan berkualitas, memperpanjang lama tinggal, dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Gubernur NTB.

*NTB Kian Mantap sebagai Episentrum Event 2025–2026*

Melalui sektor MICE, Pemprov NTB terus menegaskan posisinya sebagai bagian dari pusat sport tourism dan event internasional di Indonesia. Sepanjang 2025 hingga 2026, berbagai ajang bergengsi nasional dan dunia digelar pada sejumlah destinasi unggulan, terutama kawasan Mandalika di Lombok.

Pada 2025, NTB menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional VIII (Fornas VIII) yang menghadirkan ribuan pegiat olahraga masyarakat dari seluruh Indonesia. Pada sektor motorsport, ajang dunia MotoGP Indonesia kembali dilaksanakan di Sirkuit Mandalika dan menyedot perhatian penggemar balap internasional. Tak hanya olahraga, NTB juga menggelar Indonesia Gastrodiplomacy Series 2025 yang mempertemukan diplomasi dan promosi kuliner daerah di panggung global. Sepanjang tahun, puluhan agenda pariwisata daerah turut memperkuat target kunjungan wisatawan.

Memasuki 2026, kalender event NTB semakin padat. Ajang lari berskala nasional dan internasional, Pocari Sweat Run Lombok, dijadwalkan kembali berlangsung di Mandalika. Dunia balap mobil internasional hadir pula melalui GT World Challenge Asia, memperkuat citra NTB sebagai destinasi motorsport kelas dunia. Pada sisi budaya, tradisi tahunan Bau Nyale Festival tetap menjadi magnet wisata yang memadukan kearifan lokal dan daya tarik pariwisata.

Rangkaian event tersebut menjadi bukti konsistensi NTB dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis event. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, UMKM, dan promosi budaya ke tingkat nasional maupun global.

*Menggenjot Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan*

Tantangan pariwisata NTB adalah rata-rata lama tinggal wisatawan yang masih relatif singkat. Melalui MICE, pemerintah mendorong agar peserta kegiatan tak hanya datang untuk menghadiri forum, tetapi juga menikmati destinasi wisata.

Strategi yang disiapkan meliputi integrasi paket wisata pra dan pasca-event, pelibatan desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif, serta penyusunan kalender event sepanjang tahun. Gubernur NTB menekankan keberhasilan MICE bukan diukur dari banyaknya agenda, melainkan dampak ekonominya.

“Target kita bukan sekadar ramai. Adapun yang kita kejar adalah multiplier effect. Setiap kegiatan harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga memperkuat sinergi dengan kementerian, asosiasi perhotelan, pelaku event organizer, serta dunia usaha untuk aktif melakukan bidding berbagai kegiatan nasional dan internasional. Pada sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas, termasuk pelatihan hospitality, manajemen event, dan sertifikasi profesi. 

Langkah ini sekaligus menempatkan NTB sebagai destinasi MICE yang memiliki diferensiasi kuat. Perpaduan antara profesionalitas penyelenggaraan acara dan pengalaman wisata berbasis alam dan budaya. Dengan strategi tersebut, NTB menargetkan pertumbuhan kunjungan wisata yang lebih stabil, peningkatan okupansi hotel sepanjang tahun, serta penguatan citra daerah sebagai destinasi kelas dunia.

“NTB memiliki alam yang indah dan masyarakat yang ramah. Dengan MICE, kita bukan hanya mengundang orang datang, tetapi mengajak mereka kembali dengan pengalaman yang berkesan,” tandasnya.

Melalui penguatan sektor MICE, NTB melangkah mantap membangun pariwisata yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga kokoh sebagai penggerak ekonomi daerah yang dampaknya dirasakan langsung masyarakat.

Capaian Pariwisata Provinsi NTB di Tahun Pertama Iqbal-Dinda

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, tingkat hunian kamar hotel bintang sepanjang 2025 menunjukkan tren stabil dan meningkat pada periode penyelenggaraan event. Pada Oktober 2025, okupansi hotel bintang mencapai 43,51 persen. Angka tersebut merefleksikan geliat pertemuan, konferensi, dan pameran yang tersebar di Lombok maupun Sumbawa. Kepala BPS Provinsi NTB dalam keterangannya menyebutkan pola peningkatan hunian kamar berkorelasi dengan agenda MICE.

“Kegiatan meeting dan event berskala nasional maupun internasional memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Dampaknya terasa langsung pada pergerakan tamu dan lama tinggal,” ujarnya.

Rata-rata lama tinggal tamu hotel berbintang yang mendekati dua hari menjadi sinyal positif. Artinya, peserta event tak sekadar datang untuk rapat, tetapi juga memperpanjang masa tinggal untuk menikmati destinasi wisata sekitar—mulai dari pantai, desa wisata, hingga pusat ekonomi kreatif. Capaian NTB tak berhenti pada angka-angka okupansi. Dibalik ruang-ruang konferensi dan ballroom hotel, terdapat komitmen yang lebih besar yaitu menjadikan pariwisata sebagai aspek yang berkelanjutan.

Konsep sustainable tourism mulai diterapkan secara lebih terstruktur pada 2025. Sejumlah venue MICE mendorong pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan produk lokal dalam konsumsi acara, serta pelibatan UMKM dan komunitas desa wisata sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Event-event besar tak lagi berdiri terpisah dari masyarakat, melainkan terhubung langsung dengan ekonomi lokal.

Pada kawasan Gili dan pesisir selatan Lombok, pelaku industri pariwisata semakin aktif dalam kampanye kebersihan laut dan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Upaya ini memperkuat citra NTB sebagai destinasi yang tak hanya indah, tetapi bertanggung jawab pula terhadap lingkungan.

Pasar domestik tetap menjadi penopang utama sepanjang 2025, dengan pergerakan wisatawan nusantara yang berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya event internasional dan promosi destinasi hijau NTB di berbagai forum.

Bagi Pemprov NTB, keberhasilan sektor MICE bukan semata soal banyaknya agenda yang terselenggara, tetapi tentang efek berganda (multiplier effect) yang ditimbulkannya. Setiap konferensi membawa peluang bagi hotel, penyedia transportasi, penyelenggara acara, UMKM kuliner, perajin lokal, hingga pemandu wisata.

Tahun 2025 dengan demikian menjadi babak penting dalam transformasi pariwisata NTB. Dari ruang-ruang rapat yang penuh diskusi hingga pantai-pantai yang dijaga kelestariannya, NTB memperlihatkan bahwa pertumbuhan dan keberlanjutan, bukanlah dua kutub yang saling bertentangan.

Di tengah dinamika industri pariwisata nasional, NTB menegaskan posisinya sebagai destinasi MICE sekaligus laboratorium wisata berkelanjuta. Tempat pertemuan bisnis, keindahan alam, dan komitmen terhadap lingkungan berjalan beriringan.

*Dampak Langsung Masyarakat*

Setiap agenda besar yang digelar di NTB dalam satu tahun terakhir tak lagi sekadar menjadi tontonan atau seremoni olahraga. Dibalik ramainya tribun dan padatnya ruang konvensi, sektor MICE terbukti menghadirkan dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM lokal.

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di kawasan Mandalika, yang merupakan bagian dari kalender MotoGP, mencatat sekitar lebih dari 140 ribu penonton sepanjang akhir pekan balapan. 

Selama periode tersebut, okupansi hotel di zona Mandalika dilaporkan mencapai 100 persen, sementara tingkat hunian hotel di Pulau Lombok berada di atas 90 persen. Estimasi perputaran ekonomi selama ajang tersebut, mencapai sekitar Rp4,8 triliun, tersebar pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga produk ekonomi kreatif. Ribuan tenaga kerja lokal terlibat langsung dalam operasional acara, dan ratusan UMKM diberi ruang berjualan di dalam dan sekitar kawasan sirkuit.

Dampak serupa juga terlihat saat penyelenggaraan Fornas VIII 2025 di NTB, momentum sport tourism besar dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Ajang yang diikuti lebih dari 18.000 peserta dari 38 provinsi itu mendorong perputaran ekonomi lebih dari Rp800 miliar. Aktivitas peserta dan pendamping yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota memicu lonjakan permintaan hotel, transportasi, konsumsi, hingga jasa pendukung lainnya.

Dampaknya terasa hingga ke pelaku usaha kecil. Selama Fornas berlangsung, ribuan tenaga kerja lokal terlibat, baik secara formal maupun informal, dengan estimasi sekitar 9.500 lapangan kerja sementara, tercipta. Sektor ritel dan pusat perbelanjaan di Mataram mencatat pula kenaikan kunjungan sekitar 11 persen, dengan peningkatan pendapatan dilaporkan melonjak hingga 80–100 persen dibandingkan periode normal. UMKM kuliner, penyedia cendera mata dan jasa transportasi menjadi pihak yang paling merasakan peningkatan transaksi.

Efek serupa terlihat pula pada penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2025 yang dipusatkan di kawasan Mandalika. Event lari tersebut diikuti lebih dari 9.000 pelari dari ratusan kota di Indonesia. Kehadiran peserta dan pendamping tak hanya memadati arena lomba, tetapi juga mendorong okupansi hotel dan penginapan di Lombok. Data mencatat terjadi peningkatan jumlah penumpang di Bandara Lombok sekitar 3 persen selama periode kegiatan berlangsung.

Pemerintah daerah memperkirakan dampak ekonomi dari Pocari Sweat Run 2025 menembus lebih dari Rp50 miliar, terutama dari sektor konsumsi, akomodasi, transportasi, dan belanja produk lokal. Rangkaian event ini memperlihatkan pola yang sama. Agenda olahraga berskala nasional digelar, manfaatnya tak berhenti di arena pertandingan, tetapi menjalar ke warung makan, penginapan keluarga, penyedia jasa kendaraan, hingga perajin lokal. Bagi masyarakat NTB, sport tourism kini menjadi suatu penggerak nyata ekonomi daerah yang dirasakan langsung di tingkat akar rumput.

Data BPS NTB menunjukkan pada Oktober 2025 tingkat hunian kamar hotel bintang di NTB mencapai 43,51 persen, dengan lebih dari 120 ribu tamu tercatat menginap dalam satu bulan. Rata-rata lama tinggal yang mendekati dua hari menjadi indikator event-event besar berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi yang lebih meluas.

Rangkaian event tersebut memperlihatkan pola yang sama: setiap kegiatan MICE dan sport tourism menciptakan efek berganda. Hotel terisi, penerbangan bertambah, kendaraan sewa laris, warung makan ramai, dan produk kerajinan lokal lebih banyak terjual. Bagi masyarakat NTB, terutama UMKM, event tidak lagi sekadar agenda tahunan, melainkan momentum nyata untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.

Dalam konteks inilah, sektor MICE di NTB berkembang bukan hanya sebagai strategi mendatangkan wisatawan, tetapi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal. Menghubungkan panggung event berskala nasional dan global dengan dapur-dapur UMKM berbagai pelosok desa dan sudut kota.

Redaksi  ||

Petani Menguat, Desa Bergerak: Wajah Baru Ekonomi NTB di Tengah Tantangan Kemiskinan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- 20 Februari 2026 - Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang berada di persimpangan penting transformasi ekonomi desa. Di satu sisi, struktur ekonomi masih kokoh bertumpu pada sektor pertanian. Di sisi lain, industri mikro dan konektivitas digital mulai membuka jalan baru menuju kesejahteraan yang lebih merata. Data terbaru menunjukkan, dari 1.180 desa/kelurahan di Nusa Tenggara Barat, sebanyak 943 desa atau 79,92 persen masih menggantungkan penghasilan utama pada sektor pertanian. Angka ini menegaskan denyut ekonomi NTB tetap berakar kuat pada sektor agraris, terutama subsektor tanaman pangan yang menjangkau 798 desa. Namun desa-desa di NTB tak lagi berjalan dalam pola lama semata.

Dibalik dominasi pertanian, geliat ekonomi baru mulai terlihat. Sebanyak 1.155 desa telah memiliki Industri Mikro dan Kecil (IMK) dan 195 desa berkembang menjadi sentra industri. Fenomena ini paling terasa di Kabupaten Lombok Timur, yang mencatat konsentrasi sentra industri tertinggi di NTB. Industri kecil berbasis lokal ini menjadi jembatan antara produksi primer dan nilai tambah. Hasil pertanian tidak lagi hanya dijual mentah, tetapi mulai diolah, dikemas, dan dipasarkan lebih luas. Desa perlahan bergerak dari sekadar produsen bahan baku menjadi pelaku ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Transformasi ini semakin diperkuat oleh akses digital yang hampir merata. Seluruh desa/kelurahan di NTB telah terjangkau sinyal internet, dengan 1.139 desa menikmati jaringan 4G/5G. Konektivitas ini menjadi fondasi penting digitalisasi UMKM, pemasaran hasil tani hingga akses informasi harga pasar. Pertanian yang kuat, IMK yang tumbuh, dan internet yang menjangkau desa. Kombinasi ini menjadi modal besar bagi percepatan pemerataan ekonomi.

Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di NTB tercatat 654,57 ribu orang atau 11,78 persen. Angka ini turun 4,03 ribu orang dibanding September 2024, dengan penurunan 0,13 poin persen. Garis kemiskinan NTB naik menjadi Rp.556.846 per kapita per bulan, meningkat 3,05 persen. Biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar semakin tinggi. Struktur garis kemiskinan menunjukkan 75,86 persen disumbang oleh kebutuhan makanan. Komoditas seperti Beras, Telur Ayam Ras, Daging Ayam Ras, Cabai Rawit, hingga Rokok Kretek dan Rokok Filter menjadi penyumbang utama.

*Kabar Baik dari Petani, NTP Menguat*

Di tengah tantangan tersebut, kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Desember 2025 tercatat 134,14, naik 4,50 persen dibanding bulan sebelumnya. Karena NTP di atas 100, berarti petani mengalami surplus, angka ini menunjukkan daya beli dan margin usaha petani membaik secara signifikan.

Kenaikan terbesar datang dari subsektor Hortikultura dengan NTP mencapai 255,85 menjadi motor utama peningkatan kesejahteraan petani. Disusul tanaman pangan (125,53), peternakan (112,94), perikanan (106,82), dan perkebunan rakyat (102,59). Seluruh subsektor berada dalam posisi surplus. Artinya, di tingkat produsen, pendapatan petani relatif lebih kuat dibanding biaya yang dikeluarkan. Jika tren ini konsisten dan diiringi penguatan hilirisasi serta stabilitas harga, sektor pertanian dapat menjadi lokomotif penurunan kemiskinan yang lebih cepat pada masa mendatang.

*Momentum Transformasi Desa*

Gambaran besar ekonomi NTB, menunjukkan dinamika yang menarik.

Desa yang agraris, tetapi mulai terdorong ke arah diversifikasi.

Kemiskinan menurun, namun dipengaruhi harga pangan.

Kesejahteraan petani membaik, terutama pada subsektor Hortikultura.

Digitalisasi membuka peluang percepatan nilai tambah.

Ke depan, penguatan hilirisasi pertanian dan agroindustri desa menjadi kunci. Produk Hortikultura unggulan perlu didorong masuk ke rantai pasok modern, didukung cold storage, pengemasan, hingga pemasaran digital. Stabilisasi harga pangan juga harus menjadi strategi utama pengendalian kemiskinan.  Adapun di NTB, harga Cabai dan Beras bisa menentukan nasib ribuan keluarga.

NTB sedang bergerak. Ada pula Program Desa Berdaya yang menyasar pengentasan kemiskinan ekstrem secara gradual pada 106 desa di NTB. Dari desa yang bertumpu pada sawah dan ladang, menuju desa yang terhubung, produktif, dan mandiri. Jika momentum ini terus terjaga, transformasi ekonomi desa bukan hanya wacana. Melainkan jalan nyata menuju kesejahteraan yang lebih merata. 

Redaksi ||

Setahun Kepemimpinan Iqbal–Dinda Menguatkan Udara, Laut, dan Jalan Daerah


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- 21 Februari 2026 - Satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Iqbal–Dinda, menjadi periode penting konsolidasi konektivitas wilayah. Melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB, pemerintah daerah mempercepat pembukaan akses transportasi udara, laut, dan darat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan layanan publik.

Hasilnya mulai terasa nyata sepanjang 2025. Mobilitas masyarakat meningkat, jalur-jalur strategis kembali hidup, dan NTB kian terkoneksi dengan pusat-pusat pertumbuhan nasional maupun internasional.

*Langit NTB Kembali Ramai*

Sektor penerbangan menjadi salah satu indikator paling jelas dari kebangkitan konektivitas NTB. Sepanjang 2025, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) melayani 2.497.163 penumpang, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 2.377.410 penumpang. Rata-rata, bandara kebanggaan masyarakat NTB ini melayani lebih dari 208 ribu penumpang per bulan atau hampir 7 ribu orang per hari.

Tak hanya jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga tumbuh 5,9 persen, dari 24.879 penerbangan pada 2024 menjadi 26.337 penerbangan di tahun 2025. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan maskapai sekaligus gairah perjalanan masyarakat dan wisatawan menuju NTB.

Momentum ini diperkuat dengan pembukaan tujuh rute penerbangan baru sepanjang 2025, yakni Banjarmasin, Palangkaraya, Labuan Bajo, Malang, Banyuwangi, Waingapu, dan Tambolaka. Jumlah tersebut melampaui capaian 2024 yang hanya membuka empat rute baru. Kehadiran maskapai TransNusa dengan rute Lombok–Denpasar–Lombok turut memperluas pilihan perjalanan, terutama bagi pelaku pariwisata dan bisnis.

Bagi pemerintahan Iqbal–Dinda, penguatan konektivitas udara bukan sekrdar soal angka statistik. Ini adalah pintu masuk investasi, pariwisata, dan pertumbuhan UMKM lokal yang bergantung pada kelancaran mobilitas manusia dan barang.

*Jalur Laut Bangkit, Wisata Bergerak*

Dari langit, perhatian pemerintah juga diarahkan ke laut sebagai urat nadi transportasi antar pulau di NTB.

Kabar baik datang dari Pelabuhan Lembar. Sepanjang 2025, jumlah penumpang luar negeri meningkat hingga 28 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini menandai mulai pulihnya arus wisatawan mancanegara melalui jalur laut, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai gerbang maritim kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, rute strategis Sape–Labuan Bajo mencatat pertumbuhan signifikan. Total penumpang sepanjang 2025 mencapai 32.633 orang, naik 22,4 persen dibandingkan 2024 yang hanya 26.676 penumpang. Jalur ini menjadi simpul penting integrasi pariwisata antara Pulau Sumbawa dan destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Peningkatan ini tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, pelaku transportasi lokal, hingga UMKM di sekitar pelabuhan.

*Jalan Terang, Akses Makin Aman*

Di darat, Pemerintah Provinsi NTB memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan melalui pemasangan 447 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Program ini menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan jalan yang lebih aman, terutama pada malam hari, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan-kawasan strategis. Bagi wilayah yang selama ini minim penerangan, kehadiran PJU menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam pelayanan publik.

*Transportasi dengan Sentuhan Kemanusiaan*

Tak hanya membangun infrastruktur, tahun pertama Iqbal–Dinda juga diwarnai terobosan layanan berbasis empati sosial. Salah satunya melalui Program Penyeberangan Ambulans Gratis di lintasan Kayangan–Pototano.

Pada Desember 2025, program ini melayani 63 unit ambulans, dan meningkat menjadi 96 unit pada Januari 2026. Angka ini mencerminkan kebutuhan riil masyarakat lintas pulau terhadap akses layanan kesehatan yang cepat dan terjangkau.

Bagi pasien rujukan dan keluarga mereka, program ini bukan sekedar fasilitas transportasi, melainkan harapan hidup yang dipercepat oleh kebijakan publik yang berpihak.

*Fondasi Menuju NTB yang Terkoneksi*

Berbagai capaian di sektor perhubungan sepanjang 2025 menegaskan arah kebijakan Iqbal–Dinda: membangun NTB dari konektivitas. Dari udara, laut, hingga darat, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap wilayah terhubung, setiap potensi terbuka, dan setiap warga mendapat akses yang lebih adil.

Transportasi tidak lagi dipandang sebagai sektor teknis semata, melainkan sebagai pengungkit utama pembangunan daerah. Ketika bandara ramai, pelabuhan hidup, dan jalan terang, maka ekonomi bergerak, pariwisata tumbuh, dan kualitas hidup masyarakat ikut meningkat.

Setahun memang waktu yang singkat. Namun langkah-langkah awal ini telah menanam fondasi penting bagi NTB yang lebih terhubung, lebih inklusif, dan lebih kompetitif di tingkat nasional maupun regional.

Di bawah kepemimpinan Iqbal–Dinda, perhubungan bukan hanya soal berpindah tempat—tetapi tentang membuka masa depan.

Redaksi  ||

Personel Piket Sat Polairud Polres Bima Bantu Nelayan Bagan Angkut Hasil Tangkapan ke Mobil Box


Bima, Media Dinamika Global.id.– Wujud kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Personel Piket Sat Polairud Polres Bima. Bertempat di wilayah pesisir Teluk Bima, anggota Sat Polairud turut membantu para nelayan bagan dalam proses pemindahan hasil tangkapan ikan dari perahu ke mobil box yang akan didistribusikan ke Kabupaten Sumbawa Besar dan Kota Mataram, Minggu 22 februari 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan saat para nelayan selesai melaksanakan aktivitas penangkapan ikan dan bersandar di pesisir Teluk Bima. Melihat proses bongkar muat yang membutuhkan tenaga tambahan, personel piket Sat Polairud secara sigap turun tangan membantu mengangkat box-box berisi ikan dari perahu ke kendaraan pengangkut.


Kasat Polairud Polres Bima, AKP Hari Purnomo, S.E., menyampaikan bahwa kehadiran anggota di tengah masyarakat pesisir merupakan bagian dari tugas pelayanan Polri.

“Sat Polairud tidak hanya melaksanakan patroli dan pengawasan perairan, tetapi juga hadir membantu masyarakat nelayan dalam aktivitasnya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Proses pemindahan hasil tangkapan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Box-box berisi ikan segar yang telah dipacking selanjutnya dimuat ke dalam mobil box untuk dikirim ke Kabupaten Sumbawa Besar dan Kota Mataram guna memenuhi kebutuhan distribusi pasar.


Para nelayan menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh personel Sat Polairud. Kehadiran polisi di tengah aktivitas mereka dinilai sangat membantu, terutama dalam mempercepat proses bongkar muat serta memberikan rasa aman di wilayah pesisir.

Selain membantu proses pengangkutan, personel Sat Polairud juga memberikan imbauan kepada para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Teluk Bima.


Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bima melalui Sat Polairud dalam membangun sinergitas dengan masyarakat pesisir serta mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional.

Dengan terjalinnya kebersamaan antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah perairan hukum Polres Bima tetap aman, tertib, dan kondusif.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Miq Iqbal: SPPG di Pesantren Kunci Kemandirian Ekonomi Umat


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.-​Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap ke-4 di Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi digelar di Halaman Pondok Pesantren Darul Qur'an, Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (21/2/2026).

​Agenda ini menandai peresmian 41 unit SPPG, di mana 36 unit berlokasi di wilayah NTB dan sisanya tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG dibentuk oleh PBNU.

​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menyoroti perubahan paradigma ekonomi yang dibawa oleh kehadiran SPPG. Menurutnya, pemerintah kini menggunakan "logika terbalik" dengan menciptakan permintaan (demand) terlebih dahulu di tingkat hilir sebelum membenahi sisi hulu.

​"Dulu, petani sering ragu menanam sayur atau memelihara ikan karena takut tidak ada pembeli atau harga anjlok saat panen. Hari ini, Presiden menciptakan permintaannya dulu melalui MBG. Sekarang di pasar, pedagang sayur sudah punya posisi tawar tinggi karena barang mereka pasti diborong untuk kebutuhan gizi ini," ujarnya.

Meski disambut positif, tingginya permintaan ini memicu tantangan baru berupa kenaikan harga akibat kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan (supply). Gubernur mengakui bahwa saat ini masyarakat mulai merasakan kenaikan inflasi.

​"Ini bukan salah program MBG-nya, tapi kita yang harus lebih cepat mengantisipasi ketersediaan pasokan. Karena itu, mulai Mei mendatang, Pemprov NTB akan melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat," tambahnya.

​Langkah konkret yang akan diambil meliputi pengembangan greenhouse untuk sayuran skala kolektif maupun rumah tangga, budidaya ikan (nila, patin, dan ikan laut) dengan sistem bioflok, hingga optimalisasi ayam petelur.

Selain urusan gizi, Lalu Iqbal menekankan pentingnya peran pesantren dalam mengelola SPPG. Ia melihat peluang besar bagi pesantren untuk mencapai kemandirian finansial dan menciptakan ekosistem ekonomi tertutup (closed-loop ecosystem).

​"Pesantren tidak perlu lagi bergantung pada bantuan luar karena punya penghasilan tetap (fixed income) dari SPPG. Jika jamaah diberdayakan untuk memelihara ayam petelur atau menanam cabai, maka kebutuhan dapur SPPG bisa terpenuhi dari internal mereka sendiri," jelasnya.

​Ia berharap ke depannya pesantren tidak hanya mengelola dapur, tetapi juga merambah ke industri derivatif seperti pabrik roti hingga peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu.

​"Jika target seribu dapur tercapai, bayangkan kekuatan ekonomi keumatan yang tercipta. Ini adalah awal yang baik untuk penguatan ekonomi berbasis pesantren," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Umum PB NU Pusat, KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan peresmian 41 SPPG ini masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG yang dibentuk oleh PB NU.

"Jadi sekarang sudah mencapai hampir 200 SPPG yang sudah beroperasi dan sekian ratus lagi sedang berproses dalam sistem BGN sehingga tidak terlalu lama target 1.000 SPPG yang sudah dicanangkan bersama Ketua BGN bisa tercapai," ungkapnya.

Dijelaskan ini adalah kali ke - 4 diresmikan pertama di Cirebon, Jember, dan Batang sekarang di NTB untuk ke -4 kalinya.

Ditegaskan pula untuk memastikan para penerima manfaat yaitu para santri harus dijaga kualitas gizi dan pelayanan lainnya karena bukan secara statistik melainkan tergantung anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bukan hanya soal angka statistik melainkan tergantung anak-anak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena mereka ini adalah masa depan bangsa," tegasnya.

Redaksi  ||

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Salurkan Bantuan dan Perintahkan Mitigasi Komprehensif


Lombok Timur, Media Dinamika Global.Id— Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Baznas NTB, serta Dinas Sosial turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memantau langsung proses pemulihan penghidupan masyarakat pascabencana. Dalam peninjauan lapangan, rombongan juga mengidentifikasi penyebab banjir yang diketahui dipicu sedimentasi lumpur dan batuan di alur sungai. Pendangkalan yang cukup parah membuat elevasi dasar sungai hampir sejajar dengan lahan sekitar, sehingga saat debit air meningkat, luapan cepat masuk ke permukiman warga.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menilai perlu segera dilakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen yang kemudian dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul kanan dan kiri sepanjang aliran sungai. Upaya ini diharapkan dapat mencegah luapan air kembali terjadi saat hujan deras.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTB melalui BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta makanan ringan bagi anak-anak. 

Selain itu, Gubernur Miq Iqbal memberikan bantuan khusus berupa perbaikan tempat pengolahan tempe di Dusun Batumpak yang rusak akibat banjir, disertai dukungan modal pembelian bahan baku kedelai guna membantu memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di sela peninjauan, Gubernur menerima laporan darurat dari perwakilan warga Desa Madayin yang datang langsung ke lokasi. Warga melaporkan adanya sumbatan aliran sungai akibat tumbangnya beberapa pohon besar yang tersangkut di jembatan dan berpotensi memperparah banjir bila hujan kembali turun. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Provinsi NTB segera menerjunkan tim ke Desa Madayin untuk melakukan pembersihan material kayu dan sampah menggunakan gergaji mesin (genset chainsaw) agar aliran air kembali lancar.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa banjir di Desa Obel-Obel merupakan kejadian dengan pola berulang hampir setiap tahun. Karena itu, ia memerintahkan BPBD dan perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna merumuskan solusi jangka menengah dan jangka panjang.

“Kita tidak bisa hanya menangani saat bencana terjadi. Harus ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif, mulai dari normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga penataan kawasan hulu. Saya minta BPBD dan OPD terkait berkoordinasi erat dengan Pemkab Lombok Timur agar pencegahan ke depan lebih optimal,” tegas Gubernur.

Pemprov NTB berharap, melalui penanganan terpadu lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, risiko banjir di wilayah tersebut dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pemulihan yang berkelanjutan.

Redaksi  ||

Anggota Koramil 1608-01/Rasanae. Himbauan Tidak Melakukan Tindakan Meresahkan Selama Di Bulan Puasa


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin pimpin apel pengecekan yang Personil bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' timur Kota Bima, dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Sabtu, (21/02/26)

Patroli tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin dengan dihadiri 6 Anggota Koramil 1608-01/Rasana'e. Sasaran Patroli Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin adalah.

1. Kelurahan kumbe 

2. Kelurahan Rabangodu Utara  

3. Kelurahan Jatiwangi 

Sekitar Pukul 21.00 Wita, usai melaksanakan Apel, Personil Patroli bergerak menuju sasaran dengan star dari Kelurahan Kumbe menujun sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam kegiatan ini, Personil Patroli tidak hanya sekedar melaksanakan Patroli dengan mengendarai sepeda motor saja, namun juga memberikan imbauan kepada masyarakat.

Himbauan diberikan terutama anak-anak muda agar senantiasa bersinergi dengan baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di sepanjang jalan Sukarno Hatta.

Adapun upaya yang diharapkan dalam hal ini, tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum' menghindari perkelahian, balap liar, dan penggunaan knalpot bising, tidak mengonsumsi minuman keras maupun narkoba.

Juga mengajak masyarakat, khususnya agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan ibadahnya Shalat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan. 

Ditekankan agar tidak ada yang bermain petasan, membuat keributan, atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. 

Selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas, dan segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Dalam kegiatan tersebut Anggota juga menemukan sekelompok warga Kellurahan Jatiwangi yang melaksanakan lomba lari pada saat Bulan Suci Ramadan, agar segera membubarkan diri, demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta menghormati suasana ibadah di Bulan Ramadan. Selain itu, diimbau kepada para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang menjalankan Ibadah.

Setelah itu, pada Pukul 21.50 Wita Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot.

Sekaligus dihimbau agar diharapkan dapat mematuhi aturan lalu lintas. Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan Patroli dan memberikan himbauan kepada Warga masyarakat, seluruh Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae, dan kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)