Mataram, Media Dinamika Global.Id.-Harapan untuk bekerja kerap menjadi cahaya bagi keluarga yang tengah berjuang. Namun bagi sejumlah warga Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, cahaya itu berubah menjadi kabut panjang yang menyisakan tanda tanya.
Beberapa warga mengaku pernah dijanjikan kesempatan bekerja di PT Amman Mineral Nusa Tenggara melalui perantara tertentu. Dalam prosesnya, mereka disebut menyerahkan sejumlah uang dengan keyakinan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju pekerjaan yang pasti. Akan tetapi, hingga Februari 2026, pekerjaan yang dijanjikan belum juga terealisasi. Dana yang telah diberikan pun belum kembali, sementara pihak yang sebelumnya aktif berkomunikasi kini dilaporkan sulit dihubungi.
Sebagian warga menyampaikan telah menunggu dalam waktu yang tidak singkat. Ada yang menggunakan tabungan pribadi, bahkan ada yang meminjam dana demi mengejar peluang kerja. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, penantian tanpa kepastian ini menimbulkan keresahan sosial di lingkungan masyarakat.
Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, menyatakan bahwa persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Sejumlah warga Jerowaru saat ini menunggu kepastian. Kami berharap ada penelusuran yang jelas dan terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Jika memang ada oknum yang mencatut nama perusahaan, tentu perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Irfan, transparansi mekanisme rekrutmen menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Ia juga mendorong pemerintah daerah serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur untuk turun langsung mengecek kondisi di lapangan, melakukan pendataan, serta memberikan pendampingan kepada warga yang merasa dirugikan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi atas tantangan peluang kerja di Nusa Tenggara Barat. Tingginya kebutuhan akan lapangan pekerjaan membuat masyarakat sangat berharap pada setiap informasi rekrutmen yang beredar. Karena itu, kejelasan dan pengawasan dinilai penting agar proses ketenagakerjaan berjalan secara adil, transparan, dan tidak membuka celah bagi praktik yang merugikan.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebutkan terkait dugaan tersebut. Warga Jerowaru kini menanti satu hal, kepastian. Sebuah jawaban yang diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang dan memulihkan kembali kepercayaan terhadap proses rekrutmen kerja yang semestinya berjalan secara profesional dan terbuka.
Redaksi ||
