Media Dinamika Global

Jumat, 20 Februari 2026

Pelaku Pemerkosaan di BTN Tambana Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pihak Polri telah menegaskan komitmen untuk melakukan penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap anggotanya yang terlibat kasus asusila atau kekerasan seksual. 

UU TPKS: Indonesia kini memiliki Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang digunakan bersama KUHP untuk menjerat pelaku kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan.

KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023): KUHP baru (berlaku efektif pada 2026) memperbarui dan memperluas definisi serta ancaman pidana terkait perkosaan (Pasal 473 ayat (1) pidana penjara paling lama 12 tahun).

Seorang Polisi di Polres Bima Kota dilaporkan karena melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Bima. Peristiwa tersebut terjadi di BTN Tambana Kota Bima, tempat tinggal Pelaku. 

Kejadian tersebut bermula saat Pelaku membohongi Korban dengan alibi meminta bantuan kepada Korban untuk mengantarnya membelikan perabotan rumah dengan alasan Pelaku tidak mengetahui dengan pasti jalan di Bima karena ia adalah pendatang. 

Merasa iba, Korban kemudian membantu Pelaku dengan cara mengantar Pelaku ke toko perabotan. Namun, di tengah jalan, Pelaku mengatakan jika perabotan tersebut telah dibeli oleh temannya. Lalu, Pelaku meminta tolong kepada Korban untuk membantunya merapikan perabotan di Kediaman Pelaku, dan Korban menolak karena pada dasarnya ia hanya membantu Pelaku untuk mengantarkan Pelaku ke tempat toko perabotan sebagaimana janji awal. Namun, karena Pelaku memaksa dan meminta tolong, akhirnya korban bersedia untuk membantu pelaku. 

Namun, ternyata itu hanya tipu muslihat dari Pelaku. Ia kemudian menutup pintu BTN dan melancarkan aksinya kepada Korban. Korban sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindar, namun karena letak BTN Pelaku sangat jauh dari pemukiman dan gelap gulita, korban tidak bisa melakukan pembelaan. Dan akibat dari tindakan pelaku, korban sampai hamil. 

Korban meminta pertanggungjawaban dari Pelaku atas perbuatan nya, namun pelaku justru menyuruh korban untuk melaporkan ke Polisi jika berani. Dan pelaku mengatakan bahwa ia tidak takut dilaporkan atas tindakannya. 

Tidak ada niat baik dari pelaku, Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres Bima Kota dan melaporkan di Provos Polres Bima Kota. Kini, Polres Bima Kota kembali dalam sorotan akibat perbuatan polisi ini setelah mantan Kasat Narkoba dan Kapolres Bima Kota ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana Narkotika dan dilakukan PDTH oleh Polri.(Armanul Haqim ketua Harian LSM Media Dinamika global)

Dari Desa Hingga Jalan Lintas Sumatera, Bhayangkari Tulang Bawang Tebar Cinta Dan Kepedulian.


Tulang Bawang– Mediadinamikaglobal.Id || Gelora kepedulian menggema dari pelosok desa hingga denyut nadi Jalan Lintas Sumatra! Bhayangkari Cabang Tulang Bawang kembali menorehkan aksi sosial yang sarat makna melalui kegiatan Bhayangkari Peduli, menghadirkan cinta dan perhatian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di bulan suci Ramadhan.

Dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Tulang Bawang, Ny. Citra Yuliansyah, kegiatan dimulai di Desa Bawang Tirto Mulyo. Dengan penuh empati, beliau bersama pengurus Bhayangkari membagikan nasi kotak dan takjil kepada para lansia. Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut, saat satu per satu paket diserahkan dengan senyum dan doa.

Aksi kemanusiaan ini kemudian merambah ke Jalan Lintas Sumatra depan Mako Polres Tulang Bawang. Para pengguna jalan yang melintas dibuat terkesan dengan kepedulian Bhayangkari yang turun langsung membagikan takjil menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran Bhayangkari menjadi oase di tengah padatnya arus lalu lintas.

Tak berhenti di sana, Ibu Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Tulang Bawang, Ny. Radena David, melanjutkan kegiatan di Desa Jaya Makmur serta di Jalan Lintas Sumatra Unit 2 Tulang Bawang. Dengan semangat yang sama, nasi kotak dibagikan kepada para lansia dan masyarakat sekitar sebagai bentuk perhatian yang tulus dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, perwakilan Bhayangkari Cabang Tulang Bawang menegaskan bahwa kegiatan ini adalah komitmen nyata Bhayangkari dalam memperkuat nilai kemanusiaan.

“Bhayangkari tidak hanya hadir sebagai pendamping tugas Polri, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial. Dari desa hingga jalan lintas, kami ingin memastikan bahwa keberadaan Bhayangkari membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi penguat semangat untuk terus berbagi.

“Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Melalui Bhayangkari Peduli, kami ingin menebar cinta, mempererat silaturahmi, dan memperkuat solidaritas sosial demi Tulang Bawang yang lebih harmonis.

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan empati masih menyala terang. Dari desa yang tenang hingga jalan lintas yang ramai, Bhayangkari Cabang Tulang Bawang membuktikan bahwa kepedulian tak mengenal batas wilayah. (Fs/Red) 

Gunakan Kendaraan Roda Dua, Sejumlah Personil Gelar Patroli Cipta Kondisi Di Enam Kelurahan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Sejumlah Personil Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Tanjung Serma Samsurizal bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Jum'at, (20/02/26/

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 6 Anggota Koramil 1608-01/Rasanae dengan di pimpin oleh Babinsa Tanjung Serma Samsurizal dengan sasaran kegiatan Patroli sebagai berikut.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Rabangodu Utara 

5. Kelurahan Lewirato 

6. Kelurahan Dara

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Apel pengecekan Personil Pukul 21.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menujun sepanjang jln Sukarno Hatta dengan menggunakan Roda dua"

Dalam kegiatan tersebut, Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Juga melaksanakan pemeriksaan terhadap warga yang menggunakan knalpot resing, selain himbauan untuk tidak menggunakan knalpot resing, warga juga diharapkan agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan Patroli dan memberikan himbauan kepada Warga masyarakat, seluruh Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae, dan kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Tiga Pilar Strategis NTB 2026: Perangi Kemiskinan, Perkuat Pangan, Genjot Pariwisata


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam menjalankan pemerintahan daerah berbasis tiga pilar utama yang sejalan dengan visi misi kepala daerah serta program nasional. Tiga pilar tersebut yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan hal tersebut dalam rapat pimpinan Polda NTB di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Jumat (20/2/2026).

Menurut Miq Iqbal sapaan orang nomor satu di NTB ini, bahwa Gubernur dan Bupati selain sebagai kepala daerah, juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan program daerah harus selaras dan mendukung agenda nasional.

Pilar pertama dengan menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di NTB mendekati angka 12 persen, dengan kemiskinan ekstrem sekitar 2 persen. Dari estimasi jumlah penduduk hampir 6 juta jiwa, sekitar 720 ribu orang masih berada dalam kategori miskin.

Tercatat terdapat 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Bahkan di lebih dari 300 desa lainnya masih terdapat kantong-kantong kemiskinan ekstrem, yakni desa dengan lebih dari 20 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Berbagai persoalan sosial seperti stunting, pernikahan dini, narkoba hingga perdagangan manusia dinilai berakar dari kemiskinan. “The mother of all social problems is poverty. Ibu dari semua masalah sosial adalah kemiskinan. Maka penyelesaiannya harus dimulai dari sana,” tegas Gubernur Iqbal.

Salah satu program unggulan dalam pengentasan kemiskinan adalah Desa Berdaya. Dari total 106 desa kategori miskin ekstrem dan absolut, penanganan dilakukan bertahap sebanyak 40 desa per tahun.

Pendekatannya langsung menyasar kepala keluarga miskin ekstrem. Tahun ini, sekitar 7.000 kepala keluarga di 40 desa menjadi prioritas intervensi.

Langkah pertama adalah verifikasi dan validasi data penerima agar bantuan tepat sasaran. Selanjutnya, dilakukan identifikasi potensi penghidupan yang memungkinkan setiap kepala keluarga memperoleh penghasilan minimal Rp1 juta per bulan, sehingga mampu keluar dari garis kemiskinan.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah mendorong setiap desa memiliki minimal satu greenhouse untuk memastikan produksi sayur dan cabai dapat berlangsung sepanjang tahun. Langkah ini juga sebagai respons atas tingginya permintaan pasar yang kerap memicu lonjakan harga komoditas.

Pemprov NTB mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, perguruan tinggi, TNI-Polri hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi menyukseskan program Desa Berdaya.

Dengan konstruksi tiga pilar yang saling terintegrasi, pengentasan kemiskinan sebagai tujuan utama serta ketahanan pangan dan pariwisata sebagai solusi, maka NTB optimistis mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan mewujudkan desa-desa yang berdaya serta mandiri.

Untuk mengatasi kemiskinan, Pemprov NTB mengoptimalkan pilar kedua dan ketiga, yakni ketahanan pangan dan pariwisata. Sektor pertanian, peternakan, agroforestri hingga agro maritim dipandang sebagai kekuatan historis NTB. Begitu pula pariwisata yang telah lama menjadi andalan daerah.

Pendekatan ini juga diselaraskan dengan program nasional seperti MBG yang mengedepankan penciptaan permintaan (demand) sebelum meningkatkan produksi (supply). Jika sebelumnya pemerintah fokus pada produksi lalu mencari pasar, kini permintaan lebih dulu dipastikan agar petani tidak kesulitan menjual hasil panen.

Fenomena anjloknya harga saat panen raya menjadi pelajaran penting. Melalui pendekatan baru, pemerintah daerah didorong meningkatkan produksi sekaligus memastikan pasar tersedia, guna mencegah gejolak harga dan inflasi.

Pemprov NTB menargetkan pada Juli mendatang suplai kebutuhan pokok strategis seperti sayur, telur, dan ikan telah terpenuhi 100 persen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Pemprov NTB mengakui tantangan terbesar ada pada komoditas susu. Pengembangan sapi perah dinilai tidak mudah karena membutuhkan kawasan dataran tinggi dan prosesnya memakan waktu hingga dua tahun. Karena itu, fokus percepatan saat ini diarahkan pada komoditas telur, ikan, dan sayur.

“Kita dikejar waktu. Juli harus sudah 100 persen suplai aman, maka percepatan jadi kunci”, tegasnya.

Upaya percepatan ini diintegrasikan dengan skema pembiayaan melalui Bank NTB Syariah. Penerima bantuan produktif akan dievaluasi per siklus usaha dengan sistem kategorisasi merah, kuning, dan hijau.

Kelompok hijau yang dinilai berhasil dan produktif dapat langsung mengakses pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Saat ini Bank NTB telah menyiapkan dana awal KUR sebesar Rp30 miliar untuk kredit sektor produktif/UMKM, serta tengah diajukan tambahan Rp20 miliar untuk PMI dan buruh migran. Dukungan pembiayaan untuk sektor peternakan juga akan menyusul dengan nilai lebih besar yaitu 3 persen.

Skema ini diharapkan memperkuat keberlanjutan program ketahanan pangan, sehingga intervensi pemerintah tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut pada pembiayaan usaha mandiri.

Selain ketahanan pangan, pariwisata menjadi pilar ketiga dalam strategi pembangunan NTB. Daerah ini dinilai memiliki potensi alam kelas dunia yang menjadi daya tarik utama.

Pemerintah daerah mencatat peningkatan konektivitas udara dengan dibukanya tujuh rute domestik baru. Dalam waktu dekat, NTB juga menargetkan pembukaan rute internasional menuju Darwin, Perth dan Bangkok, serta penjajakan ke sejumlah kota lain di kawasan Asia dan Australia.

Strategi utama yang diperkuat adalah pengembangan Meeting, Incentive, Convention, and Event (MICE) melalui penyelenggaraan event berskala besar. Pengalaman penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) sebelumnya menunjukkan dampak signifikan. Kehadiran sekitar 22 ribu wisawatan mampu mendorong kenaikan kunjungan wisata dari 9,9 persen menjadi 12 persen pada bulan berikutnya.

Pemerintah menilai wisatawan domestik memberikan dampak belanja (spending) yang lebih besar bagi ekonomi lokal dibanding wisatawan internasional, karena konsumsi mereka langsung menyentuh UMKM, kuliner, dan sektor informal.

Tahun ini, sejumlah event besar telah disiapkan termasuk penyelenggaraan Pocari Sweat Run, MotoGP dan beberapa agenda nasional lainnya. Pemerintah juga mendorong lebih banyak kementerian dan lembaga menggelar kegiatannya di NTB.

Salah satu tantangan dalam pengembangan event adalah proses perizinan keamanan yang dinilai masih rumit dan memakan waktu, bahkan untuk event berskala besar harus melalui Mabes Polri.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Polda untuk menyusun sistem perizinan yang lebih sederhana, transparan, dan memiliki kepastian biaya. Model indeks biaya berdasarkan skala kegiatan tengah dirumuskan agar pelaku usaha mendapatkan kepastian prosedur dan kepastian anggaran.

“Bagi pelaku usaha, yang terpenting adalah kepastian prosedur dan kepastian biaya. Kalau itu jelas, mereka bisa memasukkannya dalam perencanaan usaha,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan integrasi ketahanan pangan, pembiayaan produktif, penguatan konektivitas serta strategi event pariwisata, Pemprov NTB optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026.

Pemprov NTB menyoroti pentingnya penguatan keamanan destinasi wisata seiring meningkatnya kunjungan dan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sejumlah kasus pencurian infrastruktur seperti kabel lampu jalan, baterai, hingga komponen penerangan di kawasan wisata selatan NTB menjadi perhatian serius. Bahkan, infrastruktur yang baru dipasang kerap hilang dalam hitungan hari.

“Kalau hari ini kita pasang lampu, besok kabelnya sudah tidak ada atau baterainya hilang. Ini jadi tantangan serius, terutama di wilayah selatan,” ungkapnya.

Berbeda dengan wilayah utara yang relatif aman, kawasan selatan masih menghadapi gangguan keamanan berulang. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan serta merusak citra daerah.

Sebagai langkah strategis, Pemprov NTB mengusulkan pembentukan Polisi Pariwisata untuk memperkuat pengamanan objek wisata dan infrastruktur pendukungnya. Pemprov siap mendukung peningkatan kapasitas personel, termasuk penyediaan peralatan dan penguatan infrastruktur bagi satuan yang ditugaskan khusus di sektor pariwisata. Koordinasi dengan jajaran kepolisian daerah terus dilakukan guna merumuskan skema terbaik.

“Kami ingin ada kepastian sistem pengamanan destinasi. Pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa rasa aman,” tegasnya.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa keberhasilan tiga pilar pembangunan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh aparat keamanan.

Selain isu keamanan pariwisata, pemerintah daerah juga menyoroti perkembangan kebijakan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sejak 2024, pemerintah pusat mendelegasikan sebagian kewenangan pengelolaan IPR kepada pemerintah provinsi, sebuah langkah yang dinilai jarang terjadi dalam pola hubungan pusat-daerah.

Pemprov NTB menegaskan tidak ingin kewenangan tersebut disalahgunakan. Spirit utama pengelolaan IPR adalah menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai kita dikenang sebagai generasi yang mewariskan lingkungan rusak kepada anak cucu kita”, ujarnya.

Karena itu, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur pengawasan serta regulasi lingkungan sebelum implementasi berjalan optimal. Saat ini, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) terkait IPR tengah dipercepat bersama DPRD.

Perda induk dan aturan turunannya ditargetkan menjadi landasan praktik pertambangan rakyat yang tertib, berkelanjutan, serta berpihak pada masyarakat. Bahkan sejumlah daerah lain disebut mulai mempelajari langkah NTB dalam merancang tata kelola IPR.

Pemprov NTB menegaskan seluruh agenda pembangunan baik penguatan ketahanan pangan, percepatan pariwisata, maupun tata kelola pertambangan rakyat memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, DPRD, dan masyarakat. Ke depan, NTB menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjamin kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

“Apapun keberhasilan yang kita capai nanti, itu adalah keberhasilan kita bersama”, tutupnya.

Redaksi ||

Keluarga Besar LANAL Mataram Mengucapkan Selamat


Media Dinamika Global.id.-- dirgahayu polisi militer ke-80 TNI Angkatan Laut 20 tahun 2026.

"Dengan Jiwa Pengabdian dan semangat penegak hukum yang humanis, Polisi militer angkatan Laut siap mendukung TNI angkatan Laut yang adaptif, Profesional dan berdaya saing Global."

Memagar Keliling Lapangan di Tahun Baru dengan Semangat Baru Bagi Generasi dan Masyarakat Desa Kiwu.


Kiwu, Media Dinamika Global.id.-- Panitia Bola Kiwu beserta janjaran serta di bantu oleh masyarakat pada umumnya melaksanakan pemagaran keliling Lapangan Bola Kiwu atau dengan istilah bahasa Renovasi Lapangan guna mempersiapan untuk membangun Turnamen Semi Futsal Se-Pulau Sumbawa yang Insya Allah akan di laksanakan mulai bulan Mei atau Juni 2026 mendatang.

Proses pemagaran keliling tentu berangkat dari Inisiatif bersama dan di hendel langsung oleh Ketua Panitia Galang Ardi, Sekertaris Panitia Hafidz Muh Ihsan serta di Kawal langsung oleh Ketua KT Desa Kiwu Simbu Petualang Lestari.

Pemagaran yang di mulai sejak Rabu, 01 Jan 2026 kini sedikit membuahkan hasil sesuai yang di harapkan, kita masih menunggu bantuan kawat dari pihak PT ABB untuk mengelilingi Lapangan, untuk tiangnya sudah kita pasang bersama masyarakat. Ujar Ketua Panitia.

Kami berharap dalam persiapan kegiatan turnamen semacam ini kita harus tanamkan semangat kita sejak awal starnya kegiatan sampai pada puncak kegiatannya nanti.(Sekj

end MDG)

Bau Busuk Dana DAK 2022 Meledak! Dikbud NTB Resmi Dilaporkan ke Polda


Mataram, Media Dinamika Global – Dugaan praktik monopoli proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan SMA Tahun Anggaran 2022 di Nusa Tenggara Barat akhirnya pecah ke ranah hukum. Aliansi Pemuda Pemerhati Pembangunan NTB resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda NTB, Kamis (19/2/2026).

Laporan yang diajukan AP3 NTB menyoroti dugaan dominasi penyedia barang dan jasa yang sama pada sejumlah paket pekerjaan di berbagai sekolah, khususnya di Pulau Sumbawa. Mereka menilai terdapat pola berulang dalam penunjukan supplier yang terkesan terkonsentrasi pada badan usaha tertentu.

Berdasarkan dokumen penetapan supplier DAK Dikbud NTB 2022 yang dihimpun, sejumlah nama badan usaha dan toko muncul berulang kali sebagai penyedia di berbagai sekolah, mulai dari Kabupaten Sumbawa, Dompu hingga Bima. Temuan ini menguatkan dugaan adanya pengaturan sistematis dalam proses pengadaan.

Dokumen tersebut juga merujuk pada surat resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB tertanggal 15 Juli 2022 bernomor 981/PPK-PSMA-Dikbud/2022 perihal Usulan Supplier yang ditujukan kepada kepala SMAN/SMAS penerima DAK Fisik 2022. Dalam surat itu disebutkan bahwa usulan supplier dijadikan referensi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengetahui kemampuan penyedia di sekitar sekolah.

Namun, hasil telaah menunjukkan sejumlah penyedia tidak hanya muncul pada satu sekolah, melainkan menguasai banyak paket di berbagai daerah. Bahkan dalam beberapa kasus, urutan penyedia terlihat bergilir, tetapi nama badan usaha yang muncul tetap sama.

Koordinator Umum AP3 NTB, Hamdan, menilai pola tersebut bukan kebetulan administratif.

“Kalau polanya berulang di banyak sekolah dan kabupaten dengan nama penyedia yang itu-itu saja, patut diduga ada pengaturan. Ini indikasi kendali terpusat,” tegasnya.

Selain dugaan monopoli, AP3 NTB juga menyoroti struktur anggaran DAK Fisik SMA 2022. Dari total sekitar Rp190 miliar, hanya Rp156 miliar dialokasikan untuk pekerjaan fisik. Selisih sekitar Rp34 miliar dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

“Karena bersumber dari APBN, setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan. Transparansi itu bukan pilihan, melainkan kewajiban,” ujar Hamdan.

AP3 NTB meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan pelanggaran terkait penyalahgunaan wewenang, persekongkolan proyek, hingga potensi kerugian negara. Mereka juga mendesak klarifikasi terbuka dari Dikbud NTB mengenai komponen penggunaan anggaran di luar pekerjaan fisik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dikbud NTB belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi redaksi masih menunggu respons dari pihak terkait.


Redaksi |

Babinsa Desa Sari Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Sape


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling pada Jumat (20/2/2026) malam di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut dipimpin oleh Babinsa Desa Sari, Serda Junaidin, bersama satu orang anggota Koramil.

Patroli ini bertujuan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut dua orang anggota Koramil, tiga aparat desa, enam warga masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta lokasi yang kerap dijadikan tempat tongkrongan anak muda. Pada pukul 20.00 WITA, anggota Koramil bergerak menuju Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, dan tiba 15 menit kemudian untuk melaksanakan pemantauan situasi wilayah.

Sekitar pukul 20.30 WITA, anggota Koramil memberikan imbauan kepada warga Desa Sari. Dalam penyampaiannya, petugas mengingatkan masyarakat, khususnya para remaja, agar mampu mengendalikan emosi dan menjauhi minuman keras yang kerap menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan. Warga juga diimbau untuk menghindari segala bentuk penyalahgunaan narkoba maupun barang terlarang lainnya karena dapat berdampak negatif bagi diri sendiri dan keluarga.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

Pada pukul 20.40 WITA, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.30 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial dan komitmen aparat kewilayahan dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.

(Team.MDG.03)

Ketua DWP Kabupaten Bima Beserta Jajaran Pengurus Mengucapkan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Marhaban ya Ramadhan, Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.

Semoga Ramadhan menguatkan hati, melembutkan jiwa, menumbuhkan kebaikan dalam setiap peran kehidupan. Semoga setiap ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal ‘alamin

Kepemimpinan Pasangan Yang dikenal Membawa Terobosan Strategis Khususnya di Sektor Pendidikan


Dompu, Media Dinamika Global.id.--Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Syirajuddin, SH, menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.

Di mata kalangan guru, periode awal kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan sebutan BBF–DJ ini dinilai membawa sejumlah terobosan strategis.

Ketua PGRI Kabupaten Dompu, Mukmin, S.Pd.I., M.Pd., menilai satu tahun pemerintahan BBF–DJ telah menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat fondasi pendidikan di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Meski diwarnai tantangan dan dinamika, berbagai program unggulan berhasil dijalankan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat pendidikan.

Salah satu program yang mendapat apresiasi luas adalah Literasi Al-Qur’an yang kini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di seluruh satuan pendidikan. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi pembiasaan positif yang membentuk karakter peserta didik serta memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah

Selain itu, peluncuran Kurikulum Muatan Lokal Dompu menjadi tonggak penting yang telah lama dinantikan. Setelah puluhan tahun menjadi wacana, kurikulum tersebut akhirnya terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat sebagai bagian dari penguatan identitas dan jati diri Dou Dompu. Langkah ini dinilai strategis dalam menanamkan nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Program pembagian seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP juga mendapat respons positif. Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada pengurangan beban ekonomi orang tua, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Di sisi kesejahteraan tenaga pendidik, Mukmin menegaskan adanya respons cepat pemerintah daerah terhadap hak-hak guru. Di antaranya pembayaran gaji bagi guru non-PNS yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi beban 24 jam pelajaran sehingga dapat menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Tak hanya itu, pencairan TPG, termasuk TPG THR dan TPG 13, disebut lebih cepat dibandingkan beberapa daerah lain di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam dan implementasi Kurikulum Muatan Lokal Dompu.

Meski berbagai capaian telah diraih dalam satu tahun pertama, kalangan guru berharap konsistensi dan keberlanjutan program tetap dijaga. Terutama dalam penguatan kepemimpinan di satuan pendidikan agar reformasi yang telah berjalan tidak terhenti di tengah jalan.

“Satu tahun ini menjadi fondasi yang baik. Harapannya, program-program yang sudah berjalan dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi kualitas pendidikan Dompu yang lebih maju,” ujar Mukmin.

Satu tahun mungkin belum cukup untuk menuntaskan seluruh agenda pembangunan, namun di mata guru, kepemimpinan BBF–DJ telah memberi arah yang jelas bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Dompu. (Sekjend MDG)