Dompu, Media Dinamika Global.id.--Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Syirajuddin, SH, menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.
Di mata kalangan guru, periode awal kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan sebutan BBF–DJ ini dinilai membawa sejumlah terobosan strategis.
Ketua PGRI Kabupaten Dompu, Mukmin, S.Pd.I., M.Pd., menilai satu tahun pemerintahan BBF–DJ telah menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat fondasi pendidikan di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Meski diwarnai tantangan dan dinamika, berbagai program unggulan berhasil dijalankan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat pendidikan.
Salah satu program yang mendapat apresiasi luas adalah Literasi Al-Qur’an yang kini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di seluruh satuan pendidikan. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi pembiasaan positif yang membentuk karakter peserta didik serta memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah
Selain itu, peluncuran Kurikulum Muatan Lokal Dompu menjadi tonggak penting yang telah lama dinantikan. Setelah puluhan tahun menjadi wacana, kurikulum tersebut akhirnya terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat sebagai bagian dari penguatan identitas dan jati diri Dou Dompu. Langkah ini dinilai strategis dalam menanamkan nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Program pembagian seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP juga mendapat respons positif. Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada pengurangan beban ekonomi orang tua, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Di sisi kesejahteraan tenaga pendidik, Mukmin menegaskan adanya respons cepat pemerintah daerah terhadap hak-hak guru. Di antaranya pembayaran gaji bagi guru non-PNS yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi beban 24 jam pelajaran sehingga dapat menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Tak hanya itu, pencairan TPG, termasuk TPG THR dan TPG 13, disebut lebih cepat dibandingkan beberapa daerah lain di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam dan implementasi Kurikulum Muatan Lokal Dompu.
Meski berbagai capaian telah diraih dalam satu tahun pertama, kalangan guru berharap konsistensi dan keberlanjutan program tetap dijaga. Terutama dalam penguatan kepemimpinan di satuan pendidikan agar reformasi yang telah berjalan tidak terhenti di tengah jalan.
“Satu tahun ini menjadi fondasi yang baik. Harapannya, program-program yang sudah berjalan dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi kualitas pendidikan Dompu yang lebih maju,” ujar Mukmin.
Satu tahun mungkin belum cukup untuk menuntaskan seluruh agenda pembangunan, namun di mata guru, kepemimpinan BBF–DJ telah memberi arah yang jelas bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Dompu. (Sekjend MDG)
