Media Dinamika Global

Selasa, 17 Februari 2026

Gerakan Bersih Sekolah, Siswa Sambut Ramadan dengan Lingkungan Sehat di SMP Negeri 2 Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Bima melaksanakan gerakan bersih sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh siswa di masing-masing kelas.

Sejak pagi, para siswa tampak antusias membawa sapu, pel, dan alat kebersihan lainnya. Mereka membersihkan ruang kelas, menyapu halaman, mengepel lantai, serta merapikan meja dan kursi. Suasana kebersamaan terlihat jelas saat para siswa saling membantu menyelesaikan tugas kebersihan.

Gerakan ini tidak hanya bertujuan menjaga kerapian sekolah, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pembiasaan sederhana ini, siswa belajar bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Plt. Kepala SMP Negeri 2 Kota Bima, Dra. Fauzah, menyampaikan apresiasi atas semangat siswa dalam menjaga kebersihan sekolah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter. Menjelang Ramadan, kita ingin seluruh warga sekolah memulai dengan lingkungan yang bersih dan hati yang bersih, sehingga proses belajar mengajar semakin nyaman dan penuh semangat,” tuturnya.

Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, diharapkan konsentrasi belajar siswa meningkat serta tercipta suasana sekolah yang lebih harmonis. Gerakan bersih sekolah ini juga menjadi wujud nyata komitmen SMP Negeri 2 Kota Bima dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, siswa membuktikan bahwa kebersihan adalah langkah awal menuju semangat belajar yang lebih baik, khususnya dalam menyambut bulan penuh berkah, Ramadan.(Sekjend MDG)

Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Menyerahkan 1 Paket Toa Untuk Mushollah di Wera


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Muhammad Aditya Ardin Putra Bupati bima, selaku DPD PAN Kabupaten Bima, melaksanakan kegiatan sosial berupa penyerahan satu set paket toa untuk musollah 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17.30 WIB, bertempat di Musollah Al-Isra' Dusun Lewi, Desa Bala.

Kehadiran Muhammad Aditya Ardin disambut dengan hangat oleh Pemerintah Desa Bala yang diwakili oleh Sekretaris Desa Bala, Imawansyah, S.Hut, bersama tokoh sesepuh desa, para ibu-ibu, serta beberapa elemen penting masyarakat Desa Bala.

Penyerahan paket toa dilakukan secara langsung di lokasi Musollah Al-Isra Dusun Lewi dan diterima oleh pengurus masjid setempat. Selain penyerahan bantuan, Muhammad Aditya Ardin Putra Bupati bima juga menyerap aspirasi masyarakat terkait kelanjutan pembangunan Musollah Al-Isra Desa Bala.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh unsur BPD Desa Bala, Muhdar, S.Pd, selaku Ketua BPD sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Isra. Dalam penyampaiannya, beliau mengharapkan adanya dukungan dan bantuan untuk melanjutkan pembangunan musollah yang masih membutuhkan perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Aditya Ardin menyampaikan bahwa Insya Allah beliau akan memberikan bantuan secara pribadi dan meminta agar disampaikan nomor rekening Musollah sebagai tindak lanjut.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, Muhammad Aditya Ardin berpamitan pulang dan berjabat salam dengan seluruh elemen masyarakat yang hadir di musollah tersebut sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. (Sekjend MDG)

Banyak Pegawai PPPK Ngeluh Soal Gaji Tidak Sesuai UMR


Media Dinamika Global.id.--- Banyak pegawai PPPK ngeluh ke saya lewat DM. Keluhannya soal gaji yang menyusut. Aneh, udah ada NIP, kok gaji di bawah UMR, bahkan ada lebih sadis lagi. Mari kita lanjutkan menyuarakan kaum PPPK yang seperti dipinggirkan oleh pemerintah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sebuah negeri dengan bangga berteriak “pendidikan adalah masa depan bangsa”, tapi begitu sampai ke dapur guru, masa depannya disuruh rebus air doang. Inilah episode lanjutan reality show paling absurd sedunia birokrasi. ASN Paruh Waktu, Nama Mentereng, Gaji Menyusut, Hidup Makin Susah, Tapi Disuruh Bersyukur. Opening-nya megah. Pelantikan, NIP resmi, status ASN, wajah-wajah guru berdiri tegap seperti baru menang perang kemerdekaan. Tapi begitu kamera beralih ke rekening, yang muncul cuma angka segaris, tipis, mirip denyut nadi pasien ICU. Masih hidup, tapi nyaris.

Kita mulai dari data biar sakitnya ilmiah. Tahun 2026, di Aceh Utara, ada 8.094 PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah itu, sekitar 5.000 orang “digaji” Rp 200 ribu per bulan. Kata digaji di sini mohon dimaklumi, karena sebelumnya mereka nol rupiah, wak. Nol. Angka sakral yang biasanya dipakai buat nilai ujian atau saldo ATM habis lebaran. Sisanya, sekitar 3.000 orang, sedikit lebih “beruntung”: Rp 350 ribu honor bakti ditambah Rp 750 ribu honor daerah, total Rp 1,1 juta. Alasannya? Fiskal terbatas. Lucu ya, untuk rapat, spanduk, dan seremoni bisa cair, tapi untuk guru, mendadak dompet daerah puasa sunnah.

Geser kamera ke Cianjur. Di sini dramanya lebih sinematik. Ribuan guru PPPK Paruh Waktu menolak tanda tangan kontrak karena gaji cuma Rp 300 ribu. Bukan naik status, ini malah turun kasta. Dari honorer ke ASN, tapi pendapatan malah disunat. Mereka marah, dan wajar. Ini bukan soal angka, ini soal harga diri. Di Sukabumi, hampir 4.000 guru dan tenaga kependidikan turun aksi. Gaji terendah Rp 250 ribu, tertinggi Rp 650 ribu. Ada rencana “hitamkan pendopo”, tapi batal karena muncul spanduk misterius penolak demo. Entah siapa dalangnya, mungkin kelompok spiritual “yang penting ikhlas, wak”.

Sumedang? Ini sudah masuk genre horor komedi. Guru PPPK Paruh Waktu digaji Rp 55 ribu kotor. Setelah dipotong BPJS, bersih Rp 15 ribu. Lima belas ribu, akang. Itu bukan gaji, itu uang jajan bocah SD yang nggak jadi beli mainan. Cukup buat apa? Es teh satu gelas dan gorengan sebiji, itu pun kalau pedagangnya lagi murah hati. Di Kuningan, yang dulu THL Rp 1,5 juta kini turun jadi Rp 1 juta kotor, bersih Rp 950 ribu. Di daerah lain, variasinya makin bikin heran, nol rupiah sementara, Rp 160 ribu, Rp 250 ribu, Rp 350 ribu. Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia sampai angkat suara. Di bawah Rp 500 ribu plus potongan BPJS, guru disuruh hidup pakai apa? Photosynthesis?

Lalu masuklah plot twist yang bikin urat leher tegang. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) langsung mengangkat ribuan pegawai SPPG jadi PPPK penuh waktu per Februari 2026. Gajinya stabil. Koordinator Rp 5–8 juta, ahli gizi Rp 3,5–6 juta, tenaga lapangan Rp 2,5–4,5 juta. Semua full APBN, aman, nyaman, makmur. Sementara guru yang puluhan tahun mendidik anak bangsa? Tetap paruh waktu, jam mengajar 20–30 per minggu, gaji proporsional honor lama yang mini. Komisi X DPR sampai geleng-geleng. Gaji sopir bisa lebih besar dari guru. P2G menyebutnya menyakitkan. Ini bukan iri, ini logika yang terluka.

Padahal aturan sudah jelas, tertulis rapi, wangi tinta baru. KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025, diktum 19–21, tegas menyatakan gaji PPPK Paruh Waktu tidak boleh lebih rendah dari honor sebelumnya. No reduction. Bahkan bisa mengacu UMP/UMK kalau daerah mampu. BKN bilang pemda bisa ambil dari belanja barang dan jasa, dan solusi akhirnya konversi ke PPPK penuh waktu sebelum kontrak habis September 2026. Tapi di lapangan? Banyak daerah tetap cuek. Pusat bilang lindungi, daerah bilang fiskal terbatas, publik bilang syukuri. Guru? Disuruh sabar sambil menahan lapar.

Di titik ini, heran saja tidak cukup. Ini saatnya berpihak. PPPK Paruh Waktu bukan beban, mereka tulang punggung kelas-kelas yang tiap hari menyalakan masa depan. Status mereka sudah ASN, NIP resmi, pengabdian puluhan tahun. Yang kurang cuma keberanian negara untuk adil. Bersatulah, suarakan, tekan DPRD dan DPR RI, desak konversi penuh waktu. Jangan biarkan PPPK cuma jadi singkatan indah tanpa isi.

Karena kalau hari ini kita diam, besok bukan cuma gaji yang dipangkas, harga diri guru ikut habis. Bangsa yang tega membiarkan gurunya hidup dengan Rp 15 ribu sebulan, itu bangsa yang sedang menertawakan masa depannya sendiri.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Segera Lakukan Perbaiki Infrastruktur Jalan Provinsi di Kecamatan Donggo Kab, Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.– Kondisi infrastruktur di Kecamatan donggo, Kabupaten Bima, kian memprihatinkan. Kami masyarakat dan Gerakan Pemuda Kabupaten Bima melontarkan kritik pedas dan desakan keras kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera membenahi ruas jalan provinsi yang kini menyerupai kubangan saat hujan dan jalur debu saat kemarau.

Akses Terputus, Ekonomi Lumpuh

Kami masyarakat donggo Kabupaten Bima, Adimansyah, menegaskan bahwa pembiaran jalan rusak ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk pengabaian hak-hak dasar rakyat. Menurutnya, akses jalan di donggo adalah urat nadi yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil tani warga.

“Kami mendesak Gubernur NTB untuk segera turun tangan. Jangan hanya duduk di balik meja sementara rakyat donggo, bertaruh nyawa di jalanan yang rusak parah. Kami butuh perbaikan hotmix, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan hitungan minggu,” tegas Adimansyah.

Sorotan Tajam masyarakat donggo:

Adimansyah menyoroti beberapa poin krusial yang menuntut perhatian segera:

 * Ancaman Keselamatan: Angka kecelakaan meningkat akibat lubang-lubang maut yang tersebar di sepanjang jalur provinsi.

 * Kelumpuhan Ekonomi: Distribusi hasil pertanian terhambat, memicu biaya logistik tinggi yang merugikan petani lokal.

 * Kekecewaan Publik: Masyarakat terpaksa melakukan swadaya (gotong royong) untuk menambal jalan, sebuah pemandangan yang dianggap sebagai “tamparan” bagi pemerintah provinsi.

Menuntut Langkah Konkret.

Adimansyah, yang juga merupakan putra daerah donggo, menilai respons pemerintah selama ini sangat lamban. Ia memperingatkan bahwa infrastruktur yang layak adalah hak konstitusional warga negara, bukan hadiah dari penguasa.

“Jangan tunggu ada korban jiwa lebih banyak lagi. Kami minta jadwal perbaikan yang transparan, alokasi anggaran yang jelas, dan survei lapangan yang jujur. Rakyat tidak butuh janji manis di musim politik, rakyat butuh aspal yang mulus!” pungkasnya dengan nada tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Soromandi masih menunggu kepastian dari pihak Dinas PUPR Provinsi NTB terkait tindak lanjut atas tuntutan ini. Jika tidak ada respons nyata, gelombang protes dari elemen pemuda dan masyarakat diprediksi akan semakin meluas (SekjendKabupaten Bima NTB – Kondisi infrastruktur di Kecamatan donggo dan jalan Soromandi, Kabupaten Bima, kian memprihatinkan. Masyarakat dan Gerakan Pemuda Kabupaten Bima melontarkan kritik pedas dan desakan keras kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera membenahi ruas jalan provinsi yang kini menyerupai kubangan saat hujan dan jalur debu saat kemarau.

Akses Terputus, Ekonomi Lumpuh

Sekretaris jenderal media Dinamika global ini Kabupaten Bima, Adimansyah, menegaskan bahwa pembiaran jalan rusak ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk pengabaian hak-hak dasar rakyat. Menurutnya, akses jalan di donggo Soromandi adalah urat nadi yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil tani warga.

“Kami mendesak Gubernur NTB untuk segera turun tangan. Jangan hanya duduk di balik meja sementara rakyat donggo bertaruh nyawa di jalanan yang rusak parah. Kami butuh perbaikan hotmix, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan hitungan minggu,” tegas Adimansyah.

Sorotan Tajam adimansyah menyoroti beberapa poin krusial yang menuntut perhatian segera:

 * Ancaman Keselamatan: Angka kecelakaan meningkat akibat lubang-lubang maut yang tersebar di sepanjang jalur provinsi.

 * Kelumpuhan Ekonomi: Distribusi hasil pertanian terhambat, memicu biaya logistik tinggi yang merugikan petani lokal.

 * Kekecewaan Publik: Masyarakat terpaksa melakukan swadaya (gotong royong) untuk menambal jalan, sebuah pemandangan yang dianggap sebagai “tamparan” bagi pemerintah provinsi.

Menuntut Langkah Konkret.

Adimansyah, yang juga merupakan putra daerah donggo, menilai respons pemerintah selama ini sangat lamban. Ia memperingatkan bahwa infrastruktur yang layak adalah hak konstitusional warga negara, bukan hadiah dari penguasa.

“Jangan tunggu ada korban jiwa lebih banyak lagi. Kami minta jadwal perbaikan yang transparan, alokasi anggaran yang jelas, dan survei lapangan yang jujur. Rakyat tidak butuh janji manis di musim politik, rakyat butuh aspal yang mulus!” pungkasnya dengan nada tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat donggo masih menunggu kepastian dari pihak Dinas PUPR Provinsi NTB terkait tindak lanjut atas tuntutan ini. Jika tidak ada respons nyata, gelombang protes dari elemen pemuda dan masyarakat diprediksi akan semakin meluas (Team MDG)

Babinsa Desa Lambu Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Keamanan dan Cuaca Ekstrem


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli sistem keamanan lingkungan (siskamling) di Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Selasa Malam (17/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WITA tersebut dipimpin oleh Serka Bambang selaku Babinsa Desa Lambu, didampingi satu orang anggota. Patroli ini bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi kamtibmas di Kecamatan Lambu.




Patroli melibatkan dua anggota Koramil, tiga aparat desa, enam warga masyarakat, serta turut dihadiri tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Adapun sasaran patroli malam itu meliputi pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat tongkrongan anak muda.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 20.00 WITA saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Lambu. Lima belas menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Pada pukul 20.30 WITA, Babinsa bersama anggota memberikan imbauan kepada masyarakat. Dalam penyampaiannya, warga khususnya kalangan remaja diminta untuk mampu mengontrol emosi dan menjauhi minuman keras yang kerap menjadi pemicu terjadinya perkelahian.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar menghindari segala bentuk penyalahgunaan narkoba maupun barang terlarang lainnya yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

Petugas juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, serta mewaspadai risiko banjir dan tanah longsor, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan desa binaan hingga pukul 21.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Laporan kegiatan ini turut ditembuskan kepada Kasdim 1608/Bima dan Pasi Ter Dim 1608/Bima sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas di wilayah.

(Team.MDG.03)

Jelang Ramadhan 1447 H Pemerintah Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 tahun 2026


Media Dinamika Global.id.-- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari 2026, pemerintah kembali menggulirkan bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Penyaluran ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas daya beli masyarakat rentan, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

PKH dan BPNT merupakan program bantuan rutin dari Kementerian Sosial yang menyasar keluarga miskin dan rentan. Sasaran prioritas meliputi ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas.

Melalui bantuan ini, pemerintah berupaya memastikan kelompok rentan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok. Periode Ramadan dan Lebaran biasanya diikuti lonjakan konsumsi masyarakat. Permintaan bahan pangan meningkat, sehingga harga komoditas tertentu kerap mengalami penyesuaian. Kondisi ini paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Karena itu, pencairan bansos pada awal tahun diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan bansos secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial dengan langkah berikut:

-Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id

-Isi data wilayah sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)

-Masukkan nama lengkap sesuai KTP

-Ketik kode captcha yang tersedia

-Klik tombol “Cari Data”

Khalid Bin Walid SH. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima Mengucapkan


Media Dinamika Global.id.-- Di setiap doa yang terucap di bulan Ramadhan ini, semoga ada nama-nama orang yang kita cintai yang ikut terbawa ke hadirat Allah SWT. Selamat menjalankan ibadah puasa.

"Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan! Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT."

Digerebek Senja Hari, Ibu Rumah Tangga Di Tulang Bawang Simpan Sabu, Satresnarkoba Bongkar Transaksi Gelap Di Way Dente.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Komitmen tanpa kompromi kembali ditunjukkan jajaran Polres Tulang Bawang dalam memberantas peredaran narkotika, Satresnarkoba berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kampung Tua I, Kelurahan Way Dente, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Senin 09 Februari 2026.

Sekira pukul 15.00 WIB, petugas Satresnarkoba menerima informasi dari masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, sekitar pukul 18.00 WIB, tim opsnal langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.

Di sebuah rumah di Kampung Tua I, petugas mendapati seorang perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan penindakan dan mengamankan seorang perempuan berinisial: E (37), Agama: Islam, Pekerjaan: Mengurus rumah tangga, Alamat: Kampung Tua I, Way Dente, Dente Teladas, Tulang Bawang.

Barang Bukti Dari hasil penggeledahan badan, pakaian, dan lokasi sekitar, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa:

1 paket sabu dengan berat brutto 1,06 gram
1 pipa kaca pirek
1 alat hisap (bong)
1 sumbu kompor
1 pipet runcing (skop)
1 korek api gas
2 bungkus plastik klip berisi klip kosong. 

1 tas kecil motif bunga
1 unit handphone
Seluruh barang bukti diakui sebagai milik tersangka dan kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Terancam Pasal Berat Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 01 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait kepemilikan dan penguasaan Narkotika Golongan I bukan tanaman tanpa hak.
Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen penuh memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya. Tidak ada tempat bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba di Tulang Bawang. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” tegas AKBP Yuliansyah.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berani memberikan informasi.

“Peran aktif masyarakat sangat kami apresiasi. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tambahnya.

Saat ini tersangka telah ditahan di Mapolres Tulang Bawang. Penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau bandar besar di balik peredaran sabu tersebut. Sampel barang bukti juga akan segera dikirim ke Labfor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Tulang Bawang menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah harga mati. Siapa pun yang terlibat, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
(Fs/Red) 

Rektor & Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bima Mengucapkan



Media Dinamika Global.id.--Ya Allah, sampaikan kami hingga ujung Ramadhan dengan iman yang utuh dan amal yang diterima. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447H / 2026 M.

Ketua BEM UM Bima, Jadi Narasumber Agenda kaderisasi pustugi UM Bima


Dengan Tema, Dari pengetahuan menuju aksi : Bersama pustugi membangun estafet baru yang berintegritas, berdaya saing dan progrseif.

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Budaya kaderisasi dengan basis scincetifik menunjukan bahwa UM Bima memiliki mahasiswa yang memiliki inisiatif untuk membangun semangat baru bagi generasi untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa.

 Kebutuhan akan ilmu pengetahuan yang komprehensif semakin mendesak bagi generasi muda Indonesia, seiring dengan perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan transformasi digital. Hal ini ditegaskan dalam acara diskusi ilmiah yang diadakan di dalam agenda kaderisasi pustugi UM bima.

Acara yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dan kader pustugi Universitas Muhammadiyah Bima,ini membahas pentingnya memperluas akses pendidikan berkualitas dan sumber daya ilmu pengetahuan bagi generasi muda juga beberapa peserta kaderisasi berpendapat proses belajar mengajar harus memiliki kebaharuan dengan memanfaatkan teknologi dan perkbangan jaman.

 Ketua BEM UM Bima Mufti alhikmatiar menjelaskan bahwa generasi saat ini perlu memiliki pemahaman mendalam tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga keterampilan praktis untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.(Sekjend MDG)