Media Dinamika Global

Sabtu, 07 Februari 2026

Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SDN 21 Tolomundu Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Tes Kemampuan Akademik (TKA) SDN 21 Tolomundu Kota Bima merupakan asesmen baru yang akan dijalankan pertama kali tahun ini. Sebagai instrumen pengukuran kompetensi akademik, TKA dirancang untuk mengukur penguasaan konsep inti dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) murid-murid siswa SDN 21 Tolomundu Kota bima, Sabtu 07 February 2026.

Karena sifatnya yang baru, wajar jika muncul pertanyaan, kebingungan, bahkan rasa khawatir dari berbagai pihak—baik guru, murid, maupun orang tua. Untuk itu, penting bagi setiap aktor pendidikan memahami perannya dalam mendukung SDN 21 Tolomundu Kota bima persiapan menghadapi TKA.

Artikel ini merangkum sejumlah tips praktis yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing pihak.

Bagi guru, tantangan utama adalah keterbatasan waktu persiapan dan kebutuhan adaptasi terhadap format asesmen baru. Meski begitu, materi yang diujikan sebenarnya tidak keluar dari apa yang sudah dipelajari di kelas, karena TKA mengukur capaian akademik sesuai kurikulum. Di sisi lain, guru sering kali menjadi tumpuan harapan dari sekolah, murid, dan orang tua siswa SDN 21 Tolomundu Kota bima.

Langkah yang dapat dilakukan guru antara lain:

Pahami informasi resmi tentang TKA. Ikuti sosialisasi dari dinas atau sekolah, pelajari kerangka asesmen, dan gunakan sumber belajar yang relevan, termasuk di Ruang Murid.

Integrasikan materi ke dalam pembelajaran. Sisipkan latihan soal berbasis HOTS, gunakan sumber belajar beragam, dan arahkan murid untuk memperkuat konsep inti. Guru juga dapat memanfaatkan Ruang Murid sebagai salah satu sumber belajar digital yang menyediakan materi sesuai kurikulum.

Edukasi orang tua. Jelaskan apa itu TKA, bagaimana cara mendukung anak di rumah, dan arahkan pada sumber belajar yang mendukung penguatan pemahaman konsep.

Dampingi murid dengan empati. Validasi rasa khawatir mereka, ciptakan pembelajaran dan latihan yang menyenangkan, serta berikan apresiasi atas usaha mereka.

Untuk Murid: Belajar Bertahap, Jaga Mental dan Fisik

Murid sering kali bingung harus mulai belajar dari mana, ditambah tekanan dari lingkungan yang dapat membuat cemas. Kunci persiapan adalah konsistensi dan fokus pada pemahaman konsep.

Tips persiapan untuk murid:

Atur strategi belajar. Buat jadwal setiap hari (20–30 menit), pahami konsep dasar dari berbagai sumber, tandai topik yang masih sulit, dan diskusikan dengan guru atau kelompok belajar. Untuk memperkuat konsep, murid dapat menggunakan materi di Ruang Murid sebagai tambahan belajar mandiri.

Latihan bertahap. Mulailah dari soal per topik, lakukan “simulasi mini,” dan biasakan menjelaskan ulang ke teman untuk memperkuat pemahaman.

Jaga kondisi mental dan fisik. Tidur cukup, lakukan peregangan ringan, praktikkan teknik pernapasan untuk menenangkan diri, dan jangan ragu berbagi perasaan dengan guru, teman, atau orang tua.

Untuk Orang Tua: Dukung Proses Belajar Anak, Ciptakan Lingkungan yang Kondusif

Kekhawatiran orang tua sangat wajar, terutama karena waktu persiapan singkat dan keterbatasan sumber daya. Namun, dukungan orang tua berperan penting dalam keberhasilan anak.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:

Pahami informasi TKA dengan benar. Ikuti sosialisasi dari sekolah, hindari miskonsepsi, dan konsultasikan dengan guru bila ada hal yang belum jelas. Orang tua juga dapat mengakses pusat informasi TKA di Ruang Murid untuk mendapatkan pemahaman yang tepat.

Bangun suasana belajar yang nyaman. Sediakan ruang belajar yang rapi dan tenang, pastikan anak berada dalam kondisi prima, dan hindarkan dari gangguan.


Dampingi kemajuan anak. Dorong rutinitas belajar singkat setiap hari, luangkan waktu untuk berbincang santai mengenai perasaan anak, berikan asupan bergizi, dan fasilitasi dengan berbagai sumber belajar gratis. Orang tua juga bisa mengarahkan anak untuk belajar mandiri menggunakan materi Sumber Belajar di Ruang Murid.

Ringkasan Peran dan Fokus

Aktor

Fokus Utama

Langkah Praktis

Guru

Mendampingi murid sesuai kemampuan

Pahami informasi resmi, integrasikan ke pembelajaran, edukasi orang tua, dampingi murid dengan empati

Murid

Belajar bertahap dengan konsisten

Atur strategi belajar harian, lakukan latihan bertahap, jaga mental dan fisik

Orang Tua

Menciptakan lingkungan belajar kondusif

Pahami informasi dengan benar, dukung suasana belajar, dampingi kemajuan anak

Persiapan TKA bukan hanya tanggung jawab murid, melainkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar. Dengan langkah yang terarah, suasana yang tenang, serta dukungan berkelanjutan, murid dapat menghadapi TKA dengan lebih percaya diri.

Kegiatan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dihadiri oleh orang tua/wali siswa, Ketua Komite Sekolah bapak Zainuddin Muksin, MM, Pengawas Pembina Ibu Vivy Sumanti, M.Pd, serta Ibu Kepala Sekolah Sulami, S.Pd.


Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua/wali siswa terkait pelaksanaan TKA, meliputi tujuan, mekanisme, serta peran orang tua dalam mendampingi dan memotivasi siswa menghadapi TKA.(Sekjend MDG)



Ops Keselamatan Krakatau 2026 Digelar Masif, Sat Lantas Polres Tulang Bawang Turun Langsung Jaga Keselamatan Pengguna Jalan Lintas Timur Sumatra.

Tulang Bawang – Mediadinamikaglobal.Id || Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Satuan Lalu Lintas Polres Tulang Bawang melaksanakan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 secara intensif di wilayah hukumnya, Sabtu 07 Februari 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Lintas Timur Sumatra KM 119, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, ini melibatkan personel dari Subsatgas 2, Subsatgas 3, dan Subsatgas 4, yang diterjunkan langsung ke lapangan sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Operasi ini menyasar pengendara roda dua maupun roda empat, dengan mengedepankan tindakan humanis namun tegas, berupa pengaturan arus lalu lintas, penindakan pelanggaran melalui teguran tertulis, hingga kegiatan edukatif “Polisi Menyapa” kepada para tukang ojek di Terminal Menggala.

Tak hanya itu, personel Sat Lantas juga membagikan leaflet imbauan keselamatan berlalu lintas sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Operasi Keselamatan Krakatau 2026 ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Kami mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, namun tetap melakukan penindakan secara humanis agar masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegas AKP Ayu.

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, serta mampu meminimalisir potensi kecelakaan di wilayah hukum Polres Tulang Bawang.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, dan mengutamakan keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Operasi Keselamatan Krakatau 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi terwujudnya Indonesia yang lebih aman dan berkeselamatan.( Fs/Red) 

Siapakah Yang Tanggungjawab Dana Bumdes Doridungga Rp 40 Juta Diduga Di Korupsi Tahun lalu


Media Dinamika Global.id.– Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima tahun 2016-2019 dipertanyakan masyarakat. Karena pengelolaan dana sebesar Rp 40 juta belum bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Dana puluhan juta itu diduga disalahgunakan saat Bumdes di bawah kendali WA (inisial) tahun 2016-2019. Hingga saat ini belum diketahui pengelolaan serta peruntukannya.

Ketua Karang Taruna Desa Doridungga, Suwarno mengatakan pengurus Karang Taruna beserta masyarakat telah meminta kejelasan terkait keberadaan anggaran Bumdes yang dikelola selama tiga tahun, dengan nominal yang disediakan desa sejumlah Rp 67 juta lebih.

“Dari sekian banyak anggaran itu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan Bumdes. Kami minta dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu segera dikembalikan,” terang Suwarno, Minggu (26/1).

Suwar, sapaan ketua Karang Taruna Doridungga menilai tata kelola keuangan selama ini tidak tertib admistrasi serta pemanfaatannya nihil. Patut dipertanyakan dari sekian anggaran itu hanya terpakai Rp 24 juta.

“Dari besaran anggaran Rp 67 juta lebih itu tidak jelas penyaluran pembagiannya. Dari kesepakatan awal masyarakat beserta unsur pemerintah desa, dana itu diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat dengan sistem pinjam. Kepentingannya agar uang itu bisa berputar,” ungkapnya.

Sebagai catatan, pengurus Bumdes yang lama dibawa komando WA memang benar memberikan sistem pinjam uang kepada masyarakat. Tetapi hanya separuh dari anggaran itu yang dikelola dengan sistem simpan pinjam. Sementara sisanya Rp 40 juta masih misterius penggunaannya.

“Mestinya waktu pengembalian dana awal harus ditentukan, sehingga anggaran yang dikelola terukur. Tapi nyatanya tidak pernah jalan,” cetusnya.

Ia mengungkapkan setiap peminjam diberikan sesuai dengan permintaan. Jumlahnya variatif, bahkan ada yang melebihi dari standar yang tentukan. Sehingga model pembagiannya tidak merata.

Parahnya lagi, pengelolaan keuangan itu tidak pernah terbuka kepada sesama pengurusnya. “Setiap pengeluaran uang tidak pernah ada jalur koordinasi dengan sesama pengurus. Bendaharanya pun mengaku tidak pernah tau keluar masuknya uang,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Suwar mengatakan, dirinya sudah mengingatkan kembali soal dana tersebut. Termasuk meminta desa agar memanggil WA terkait pertanggungjawaban uang Rp 40 juta tersebut. “Sayangnya uang itu masih belum ada kejelasan sampai sekarang,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Doridungga, Jubaid A Wahab mengatakan, untuk mengetahui penggunaan anggaran bumdes lama itu, desa akan memanggil dan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan.

“Kita masih menunggu klarifikasi dua pengurus Bumdes yang lama. Yang paling penting bendaharanya. Karna dia yang tahu persis keluar masuknya uang serta jumlah besarnya keseluruhan yang sudah di kembalikan,” ucap Kades Doridungga.(Sekjend MDG)

Babinsa Desa Poja Korami 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Babinsa Desa Poja, Serka Sudirman, bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Sabtu malam, 7 Februari 2026. 

Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30 Wita dalam rangka memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Patroli tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain dua orang anggota Koramil, satu orang aparat desa, empat orang masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta tempat-tempat tongkrongan anak muda yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.



Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 20.00 Wita, saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Setibanya di lokasi pada pukul 20.15 Wita, petugas langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Pada pukul 20.20 Wita, Babinsa memberikan imbauan kepada warga Desa Poja, khususnya kepada kalangan pemuda, agar menghindari konsumsi minuman keras, menjauhi narkoba serta barang-barang terlarang lainnya yang dapat berdampak negatif bagi diri sendiri maupun keluarga. Selain itu, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan, mengingat potensi terjadinya banjir, tanah longsor, serta bahaya korsleting listrik akibat air hujan yang merembes ke dalam rumah.

Selanjutnya, pada pukul 20.30 Wita, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul

(Team.MDG.03)

Serka Toto Bersama Enam Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Gelar Patroli Keliling, Berikut Himbauanya.


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Babinsa Kelurahan Nitu Serka Toto pimpin apel pengecekan Personil yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Rabu, (04/02/26)

Apel pengecekan Personil tersebut di hadiri oleh 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae yang sekaligus akan melaksanakan Patroli di sejumlah Kelurahan.

Ada enam Kelurahan yang menjadi sasaran Patroli Cipta Kondisi yang akan dilaksanakan yaitu :

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Kegiatan dimulai pada Pukul 21.10 Wita, seluruh Personil Patroli melaksanakan Apel pengecekan. Usai melaksanakan Apel seluruh Personil Patroli bergerak menuju sasaran, guna melaksanakan patroli keliling, Star dari Kelurahan Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua


Sepanjang perjalanan dalam melaksanakan Patroli, Anggota menghimbau sekaligus mengajak masyarakat terutama anak-anak muda atau remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. 

Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, yang tentunya mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mencegah penggunaan knalpot resing, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, 

Selain tidak menggunakan knalpot resing Anggota juga menghimbau kepada masyarakat yang berkendara agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan kegiatan Patroli keliling, sekitar Pukul 21,48 Wita, Anggota Patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasanae, dan kegiatan pun selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Anggota Gegana Brimob Riau Sabet Perak di Kejurnas Karate Piala Menpora 2026

JEPARA — Prestasi membanggakan ditorehkan personel Korps Brimob Polda Riau. Anggota Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Riau, Bripda Fadlur Rahman Asnawi, berhasil meraih medali perak pada ajang Kejuaraan Nasional Karate Piala Menpora Championship 2026.


Kejuaraan nasional bergengsi tersebut digelar di GOR Gedung Wanita, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 6–8 Februari 2026. Ajang ini diikuti atlet-atlet karate terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.


Bripda Fadlur Rahman Asnawi yang mewakili kontingen Polda Riau turun di kelas Kumite +84 Kg Senior Putra Prestasi. 


Dengan tinggi badan 174 cm dan berat badan 85 kg, atlet muda dari Detasemen Gegana Brimob ini tampil impresif dan mampu bersaing ketat hingga babak final, sebelum akhirnya mengamankan medali perak.


Capaian tersebut menjadi bukti bahwa personel Brimob Polda Riau tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya karate, di tingkat nasional.


Ditempat terpisah, Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anggotanya.


"Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Bripda Fadlur Rahman Asnawi atas prestasi yang diraih. Ini merupakan hasil dari disiplin, kerja keras, dan semangat juang yang tinggi. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Sat Brimob Polda Riau dan institusi Polri,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).


Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Brimob Polda Riau untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun di bidang prestasi lainnya.


“Kami mendorong seluruh personel untuk terus berlatih dan berprestasi. Semoga ke depan Brimob Polda Riau semakin banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.


Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Brimob Polda Riau dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berprestasi, sejalan dengan semangat profesionalisme Polri.

KNPI NTB: Stabilitas Keamanan Kunci Sukses Event dan Pembangunan Daerah


MATARAM, Media Dinamika Global.id. — Ketua Dewan Pengurus Daerah I Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD I KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2029, Haerunnisa, mengajak seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-NTB untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di seluruh wilayah NTB.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan daerah, sekaligus faktor penting dalam menyukseskan berbagai agenda strategis yang akan berlangsung di NTB sepanjang tahun 2026.

Menurut Haerunnisa, pemuda memiliki posisi yang sangat strategis sebagai agen perubahan sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, ia menilai seluruh OKP harus bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan mengedepankan semangat kolaborasi demi menjaga suasana yang aman, damai, dan sejuk.

“KNPI NTB mengajak seluruh OKP untuk bersama-sama menjaga kamtibmas yang kondusif. Stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda,” ujar Haeunnisa.

Lebih lanjut, Haerunnisa menyoroti pentingnya peran pemuda dalam mendukung kesuksesan berbagai event yang digelar di NTB, baik event berskala daerah maupun nasional. Ia menyebut KNPI NTB siap mendukung penuh kesuksesan berbagai event strategis seperti Bau Nyale, perayaan Imlek, hingga rangkaian kegiatan Ramadan, agar seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Ia menilai, kelancaran setiap event tersebut akan memberikan dampak positif yang besar bagi daerah, mulai dari penguatan citra NTB sebagai daerah yang aman dan ramah, hingga peningkatan sektor pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Event-event besar ini membawa nama NTB ke tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, dukungan dari pemuda sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh makna,” katanya.

Khairunnisa juga menekankan bahwa momentum perayaan keagamaan dan budaya harus dijadikan sebagai sarana memperkuat toleransi, persatuan, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat NTB. Menurutnya, pemuda harus menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan saling menghormati.

“Perayaan Imlek, pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, hingga tradisi Bau Nyale adalah wujud kekayaan budaya dan toleransi kita. Pemuda harus hadir sebagai penjaga harmoni dan jembatan persatuan,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Haerunnisa berharap KNPI bersama seluruh OKP dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan NTB yang aman, damai, dan berdaya saing menuju NTB makmur mendunia.

“Dengan kamtibmas yang terjaga dan event yang sukses, kita tidak hanya menunjukkan kedewasaan pemuda NTB, tetapi juga memperkuat fondasi NTB yang maju, harmonis, dan berkelanjutan,” pungkas Haerunnisa usai menghadiri pelantikan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan DPD I KNPI NTB periode 2026–2029 yang berlangsung di Hotel Lombok Garden, Mataram, belum lama ini. 

Acara ini bertema pemuda dan asta cita; mengawal bonus demografi menuju Indonesia Emas. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kepemudaan sekaligus penegasan arah gerak KNPI NTB ke depan.

Dari Rumah Sakit Khusus ke RS Umum, RS Mutiara Sukma Masuki Babak Baru


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Rumah Sakit Mutiara Sukma, Jumat (6/2). Momentum ini sekaligus menandai transformasi RS Mutiara Sukma yang resmi berubah status dari rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur didampingi jajaran direksi meresmikan Gedung Rehabilitasi baru serta meluncurkan motto pelayanan terbaru, “Melayani Seperti Ingin Dilayani.”

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan Presiden terkait pentingnya pembenahan tata kelola rumah sakit. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan rumah sakit dalam menata manajemen dan organisasinya secara profesional.

“Kemarin para kepala daerah dikumpulkan oleh Bapak Presiden. Salah satu isinya adalah harapan agar kita memperbaiki tata kelola rumah sakit. Jika rumah sakit tidak mampu menata dirinya dengan baik, jangan harap bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Gubernur.

Gubernur menilai, di usia ke-36 tahun, RS Mutiara Sukma menunjukkan kematangan organisasi dengan melakukan transformasi yang bersifat substantif. Ia menyebut RS Mutiara Sukma sebagai salah satu dari lima rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB yang paling membanggakan karena berani melakukan perubahan mendasar, bukan sekadar perubahan simbolik.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari manajemen hingga petugas pendukung seperti petugas parkir dan office boy. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan harus dilandasi niat pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan transformasi rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan gedung, tetapi terutama oleh sikap, etika, dan komitmen seluruh sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

Redaksi

Tak Lagi Bergantung pada Jawa, NTB Mulai Bangun Industri Ayam Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir



Sumbawa, Media Dinamika Global.id.//  Pemerintah resmi memulai pembangunan Integrated Poultry Industry atau industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pelaksanaan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (6/2/2026).

Program strategis ini digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Danantara Indonesia dan BUMN Pangan, dengan dukungan pendanaan nasional. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Industri ayam terintegrasi ini dirancang mencakup seluruh rantai nilai perunggasan, mulai dari pembibitan ayam (Grand Parent Stock, Parent Stock hingga Final Stock), pembangunan pabrik pakan, penyediaan obat hewan, rumah potong unggas, cold storage, sistem logistik, hingga jaringan pemasaran. BUMN Pangan juga berperan sebagai off-taker untuk menjamin penyerapan hasil produksi peternak.

Pendanaan nasional mendukung investasi sekitar Rp20 triliun untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai provinsi, termasuk NTB. Selain itu, peternak rakyat, koperasi, dan skema kemitraan dilibatkan dengan target kontribusi sekitar 3 persen dari kapasitas nasional, yang didukung pembiayaan hingga Rp50 triliun.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa persoalan utama sektor peternakan di NTB bukan terletak pada kemampuan masyarakat, melainkan pada penguasaan sektor hulu dan hilir yang selama ini masih didominasi industri besar dari luar daerah.

“Beternak adalah budaya orang NTB. Yang belum kita kuasai selama ini adalah hulu dan hilir, terutama DOC dan pakan. Dengan hadirnya industri ayam terintegrasi ini, kita ingin mengakhiri ketergantungan dari luar daerah sekaligus memperkuat ekonomi NTB,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga menekankan bahwa program ini menjadi jawaban strategis atas meningkatnya kebutuhan pangan, seiring keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB yang telah melampaui target nasional dengan lebih dari 600 dapur MBG aktif.

“Demand sudah ada dan sangat besar. Sekarang tugas kita memastikan supply-nya cukup agar tidak terjadi inflasi. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat produksi,” tegasnya.

Untuk mendukung percepatan program, Pemprov NTB telah menyiapkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 3 persen yang disubsidi, khususnya bagi sektor peternakan pendukung MBG.

Sebagai produsen jagung terbesar ketiga nasional, NTB memiliki keunggulan bahan baku pakan, di mana jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan unggas. Pemerintah daerah juga mendorong riset formulasi pakan berbasis sumber protein lokal seperti kelor dan maggot guna mengurangi ketergantungan impor bungkil kedelai.

“Kita ingin pakan 100 persen berbasis bahan baku NTB. Tidak ada lagi jagung kita kirim keluar, lalu kembali ke NTB dalam bentuk pakan dengan harga berlipat,” tambah Gubernur Miq Iqbal 

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Ma’mun, menyampaikan bahwa program ini merupakan terobosan pemerintah atas arahan langsung Presiden untuk membangun ekosistem perunggasan nasional yang merata.

“Fokus BUMN adalah pada DOC dan pakan, dua aspek paling fundamental yang selama ini menjadi kendala daerah. Dengan kehadiran BUMN, peternak tidak lagi kesulitan DOC, harga lebih terjangkau, dan usaha menjadi berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Ma’mun, NTB memiliki modal sosial dan sumber daya yang kuat, namun selama ini masih bergantung pada pasokan dari Jawa. Melalui program ini, akan dibangun farm base terintegrasi dengan dukungan kajian kelayakan dari Boston Consulting Group guna memastikan model bisnis yang dikembangkan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Selain mendorong produksi, program ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penyediaan program magang gratis bagi generasi muda, dengan target pembentukan sekitar 1,1 juta unit peternakan ayam pedaging dan 700 ribu unit peternakan ayam petelur secara nasional.

Melalui industrialisasi perunggasan terintegrasi, pemerintah menargetkan peningkatan produksi nasional, penciptaan lapangan kerja, pengurangan ketimpangan kesejahteraan, serta penguatan kemandirian sektor peternakan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Redaksi

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung


Mediadinamikaglobal.id|JAKARTA – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi" Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.


Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog." Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.


Lik/////