Media Dinamika Global

Selasa, 20 Januari 2026

STIKES Yahya Bima Bekerjasama dengan RSUP Mataram NTB Guna Meningkatkan Program Tridharma Perguruan Tinggi


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.– STIKES Yahya Bima, Harmonis - Amanah - Jujur - Inovatif. menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RSUP Mataram NTB, Dalam meningkatkan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua PTS sepakat menjalin kerjasama dalam hal kemajuan bersama dibagian Penjaminan Mutu, Perpustakaan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Penandantanganan oleh Rektor 

Kunjungan STIKes Yahya Bima disambut hangat oleh Kepala Dirut dan Pejabat Struktural di lingkungan RSUP Mataram NTB. Hadir dalam acara ini Wakil Dirut RSUP Mataram, Ketua & Wakil Ketua STIKes Yahya Bima Dekan, Kaprodi, LPM, LPPM, PUI, UPT Laboratorium & CBT, Pustakawan dan beberapa orang staf kedua institusi.

Stikes Yahya Bima bekerjasama dengan RSUP Mataram,

Sebanyak 98 orang mahasiswa/mahasiswi Program Studi Profesi Ners secara resmi di terima oleh Wakil Direktur RSUP Mataram , untuk melaksanakan kegiatan Praktik Profesi di dampingi oleh Ketua Stikes Yahya Bima Muslimah, S.Hi.,MH dan Ketua Program Studi Profesi Ners Supriadin, S.Kep.,M.Kep.

Kegiatan praktik profesi bertujuan untuk mengembangkan Kompetensi mahasiswa yang profesional, Sehat dan Berkemajuan.(Sekjend MDG)

STIKES Yahya Bima Gelar Inovasi Gizi Berbasis Kearifan Lokal di Penapali Kec, Woha


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Tiga mahasiswa Pendidikan profesi bidan Fakultas bidan STIKES Yahya Bima(STIKyabi), 3 bidan, menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Mereka berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Ilmiah KSE JUARA 2025, yang diselenggarakan oleh fakultas kedekteran provinsi NTB, kegiatan ini mulai tanggal 29 Desember--24 Januari 2026 di penapali kecamtan Woha, kabupaten bima.

Kompetisi bergengsi ini mengusung tema “Innovate for Nusantara: Transformasi Ekosistem Nasional untuk Implementasi Kesejahteraan yang Inklusif dalam Pembangunan Berkelanjutan”, dengan fokus tim USK pada subtema Gizi dan Kesehatan.

Ke 3 bidan ini merupakan pengurus aktif Ikatan Mahasiswa Berprestasi Fakultas bidan STIKES Yahya Bima , selama ini konsisten terlibat dalam riset sosial dan inovasi kesehatan masyarakat.

Dalam karya, Kekuatan Laut dan Daun Ajaib”, 3 bidan memperkenalkan inovasi pangan lokal berbasis ikan kembung dan daun katuk. Inovasi ini diformulasikan menjadi produk bubuk instan bergizi tinggi, hadir sebagai solusi konkret untuk menekan angka stunting di Bima NTB melalui pendekatan menyeluruh—dari edukasi gizi hingga penguatan ekonomi lokal.

Lebih dari sekadar produk pangan, KELADA merupakan bagian integral dari program edukasi gizi terpadu yang menyasar kelompok rentan seperti remaja putri, calon pengantin, dan ibu menyusui, dimulai sejak masa pranikah hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Produk ini dirancang dalam bentuk bubuk instan yang praktis, tahan lama, dan ekonomis, serta dilengkapi dengan QR code berisi video edukatif seputar gizi dan stunting.

Program ini mengusung model kolaboratif multipihak: nelayan dan petani lokal sebagai penyedia bahan baku, tenaga kesehatan dan posyandu sebagai penggerak edukasi, serta Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai mitra dalam pemberdayaan edukasi pranikah. Dengan demikian, KELADA tak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga pada kemandirian ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Prestasi dan Dampak Nyata

“Kami ingin menunjukkan bahwa solusi untuk masalah besar seperti stunting sebenarnya bisa dimulai dari sekitar kita. Gizi lokal, edukasi yang tepat, dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa produk tidak hanya akan berhenti di lomba, tetapi telah dirancang untuk dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

“ bukan akhir, tapi awal dari gerakan kolaboratif menyehatkan bangsa. Prestasi ini kami persembahkan untuk masyarakat Aceh dan seluruh anak Indonesia yang berhak atas masa depan sehat dan cemerlang,”

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu bersaing dalam forum ilmiah nasional. Selain mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), karya ini juga menunjukkan bahwa generasi muda penapali mampu menciptakan solusi berbasis riset, teknologi, dan empati sosial.

Prestasi ini tuai apresiasi. Nr, Nurul jannah S.Kep. selaku ketua KA prodi menyatakan, karya tersebut mencerminkan semangat interdisipliner yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan hari ini: berpikir ilmiah, bertindak sosial, dan berinovasi berbasis kearifan lokal.

“ bukan hanya solusi pangan, tetapi cerminan kepedulian terhadap akar masalah gizi di komunitas. Fakultas sangat bangga dan akan terus mendukung inovasi-inovasi serupa,” sebut Rina.

Ke depan, ke 3 tim bidan ini tengah merancang pengembangan produk ke tahap produksi skala rumahan berbasis UMKM, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, KUA, dan lembaga pendidikan.

Selain itu, mereka membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta, lembaga filantropi, dan NGO untuk memperluas distribusi ke wilayah-wilayah rawan stunting di NTB maupun di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan STIKES Yahya Bima, mengharapkan, mudah mudahan ke 3 profesi bidan ini menjadi model inovasi terintegrasi yang bisa direplikasi di berbagai daerah dengan kondisi serupa, sebagai bagian dari strategi nasional menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2027.

“Dengan prestasi ini, STIKES Yahya Bima tidak hanya menegaskan kapasitas akademik mahasiswanya, tetapi juga memperkuat kontribusi civitas akademika dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Program studi Profesi Bidan melakukan Kegiatan Stase Case Project: Inovasi Gizi Reproduksi Berbasis Kearifan Lokal di desa Penapali. Mahasiswa memanfaatkan Daun kelor dan bandeng untuk mencegah terjadinya stunting.

“Semoga langkah inspiratif ini menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk berpikir lokal, berdampak nasional, dan membangun Nusantara yang lebih sehat, kuat, dan mandiri,”(Sekjend MDG)

Polres Bima Kota Optimalkan Patroli Blue Light Tekan Potensi Aksi Kriminalitas di Malam Hari


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Piket Fungsi Gabungan Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam hari di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 Wita, Patroli dipimpin oleh Pamapta III IPDA ZULKARNAIN, dengan melibatkan personel dari berbagai fungsi.

Patroli Blue Light bertujuan untuk meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, sehingga mampu memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

Personel piket fungsi gabungan melaksanakan patroli Blue Light sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, dan juga merupakan langkah Preemtif dan Preventif Polres Bima Kota dalam rangka melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Dengan dilaksanakannya patroli Blue Light secara rutin, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota tetap aman, kondusif, dan terkendali, khususnya pada malam hari.(Sekjend MDG)


Penerimaan Mahasiswa Baru STIKES Yahya Bima tahun Ajaran 2026


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Masa depan tidak menunggu. Mulailah langkah besarmu hari ini, karena satu pilihan hari ini menentukan masa depanmu esok.

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026 telah dibuka. Bersama kami, jadilah generasi unggul, berkompeten, dan siap menghadapi dunia profesional dibidang Kesehatan.

Desa Harus Menjadi Pusat Layanan Data


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.— Demikian salah satu poin penting Focus discussion Group (FGD) Perumusan Rancangan Peraturan Bupati tentang Sistem Informasi Desa (SID) secara virtual yang dihelat Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima bekerja sama dengan Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) Jumat (23/10).

Koordinator Provinsi NTB Program KOMPAK Anja Kusuma mengungkapkan komitmen bagi penerapan sistem informasi desa secara berkelanjutan di Kabupaten Bima yang sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Desa diharapkan menjadi titik pusat pelayanan data. Untuk ini, KOMPAK memperkenalkan SID sejak tahun 2016 lalu dan telah didukung oleh 68% desa dari 191 desa di Kabupaten Bima sudah menerapkan SID.

“Sejauh ini sudah dibentuk Forum Operator Sistem Informasi Desa (FORSID) Kabupaten Bima yang melaksanakan kegiatan terintegrasi dengan KOMPAK dan ditujukan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan”. Terang Aja.Dalam FGD yang dipandu M. Ridho Makruf tersebut, Koodinator KOMPAK NTB ini menjelaskan, SID secara prinsip memperlancar pelayanan administrasi desa seperti terkait perizinan yang bisa diselesaikan dalam hitungan menit termasuk juga publikasi sejumlah informasi yang berkaitan dengan potensi desa.

Dirinya berharap FORSID bisa berbagi tentang praktek baik pengelolaan pembangunan berbasis informasi desa kepada semua pihak maupun desa lainnya. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima Fahrurahman SE,. M.Si dalam sambutannya saat membuka FGD tersebut secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KOMPAK dalam memperbaiki layanan dasar dan penguatan peran masyarakat sipil di Kabupaten Bima.

Sejalan dengan upaya ini kata Fahru, Pemerintah Daerah melalui instansi yang dipimpinnya berkomitmen untuk tetap mendukung keberlanjutan program yang dijabarkan KOMPAK.

Dijelaskan Fahrurahman, dalam kerangka sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) mengharuskan adanya sinkronisasi semua kebijakan baik di level desa, kecamatan maupun kabupaten.

 Pada FGD diikuti 41 peserta yang berasal dari perangkat daerah terkait, Perwakilan KOMPAK, perangkat desa dan operator SID itu Kadis Kominfostik Kabupaten Bima ini mengungkapkan pentingnya keberadaan regulasi ini.

“Terkait dengan Rancangan Perbup ini, pemerintah daerah berkewajiban untuk memfasilitasi karena diperlukan sumber informasi yang valid terutama sebagai dasar hukum bagi pengambilan kebijakan. Jelasnya FGD menampilkan tiga orang narasumber yaitu Kepala Dinas komunikasi Informatika dan statistik Kabupaten Bima, Fahrurahman SE,. M.Si membahas Kebijakan dan Strategi Pengembangan SID, sedangkan dua narasumber lainnya, Kabid Kelembagaan Pengembangan Adat dan Sosial Budaya DPMD Firman S.Sos memaparkan topik “Pengembangan dan Kelembagaan Pengelolaan SID” serta Plt. Kabid Sandi dan Statistik Muh. Irfan ST,. M.Eng menyajikan materi “Integrasi, penguatan kapasitas dan pembiayaan SID”.(Sekjend MDG)

Rapat Pembahasan Program Kokurikuler Semester Genap tahun Ajaran 2025/2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Tim Guru Kokurikuler mengadakan rapat pembahasan program kegiatan kurikuler semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu, 13 Januari 2026. Rapat dimulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga selesai di Ruang Tunggu Kepala Sekolah.

Rapat dihadiri oleh seluruh Bapak/Ibu Guru yang tergabung dalam Tim Kokurikuler serta dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Dedy Rosadi, M.Pd., M.Sc. dan Wakil kepala sekolah bidang kurikulum Sucipto S.Pd, Dalam pertemuan ini, berbagai program kegiatan kokurikuler yang akan dilaksanakan selama satu semester ke depan dibahas secara komprehensif.

Kepala Sekolah, Bapak Dedy Rosadi, menyampaikan harapannya agar seluruh program yang disusun mampu memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi peserta didik. Beliau menekankan pentingnya keterpaduan antara pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler, agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki keterampilan sosial, kreativitas, dan sikap kepemimpinan yang kuat.

mengingatkan perlunya kolaborasi lintas pembina kegiatan agar setiap program berjalan efektif serta evaluasi berkala dilakukan untuk perbaikan berkelanjutan.

Rapat berlangsung hangat namun terstruktur, dengan beberapa usulan konkret dari para guru yang siap dimatangkan dalam tim kerja.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, tim berharap seluruh kegiatan kokurikuler semester genap mampu memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan karakter dan prestasi peserta didik.(Sekjend MDG)

Upacara Bendera dan Rapat Dinas SMAN 1 Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. — SMAN 1 Kota Bima Senin pagi 19 Januari 2026 seluruh warga sekolah berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan Upacara Bendera rutin yang menjadi bagian dari pembinaan karakter dan budaya sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Sucipto, S.Pd.yang menjadi pembina upacara kali ini.

Dalam amanatnya, Bapak Sucipto menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus pembinaan minggu ini, antara lain 

Menanamkan kembali nilai-nilai patriotisme, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meningkatkan hubungan interaksi yang bersifat humanis, menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, saling menghargai dan saling menghormati di lingkungan sekolah.

Penegakan disiplin dalam proses belajar mengajar, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih bertanggung jawab dan memiliki etos kerja yang baik.

Persiapan pelaksanaan ujian praktik bagi siswa kelas XII, agar peserta didik mampu menghadapi ujian dengan persiapan yang matang dan optimal.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Dinas yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bima, Bapak Dedy Rosadi, M.Pd., M.Sc.

Dalam arahannya, Kepala Sekolah menegaskan beberapa hal penting sebagai pedoman kerja para guru dan tenaga pendidik di sekolah, yaitu

Menegaskan komitmen mendidik dan melayani siswa dengan sepenuh hati, sekaligus memperkuat kedisiplinan baik dalam pembelajaran maupun interaksi di lingkungan sekolah.

Mematangkan persiapan ujian praktik bagi siswa kelas XII, agar pelaksanaan berjalan lancar sesuai standar akademik.

Kegiatan upacara dan rapat dinas ini dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan,sebagai wujud sinergi seluruh elemen sekolah untuk mencapai visi pendidikan yang unggul dan berkarakter.(Sekjend MDG)

Serka Bambang,Babinsa Lambu Gelar Patroli Siskamling, Jaga Keamanan Wilayah


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Babinsa Lambu Serka Bambang bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Selasa malam, 20 Januari 2026.

Kegiatan patroli yang dimulai pukul 19.30 WITA tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli Siskamling ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya dua orang anggota Koramil, tiga orang aparat desa, delapan orang masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan sinergi yang baik dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta tempat-tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan anggota Koramil 1608-03/Sape menuju Desa Lambu pada pukul 19.30 WITA. Setibanya di Desa Lambu pada pukul 20.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan situasi wilayah secara menyeluruh.



Pada pukul 20.30 WITA, anggota Koramil memberikan imbauan kepada warga Desa Lambu agar senantiasa waspada, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan serta menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang.

Kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.15 WITA dan berlangsung dengan aman, tertib, serta kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan sebagai bahan laporan.

Dengan adanya patroli ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu tetap terjaga dengan baik.

(Team.MDG.03)

Komisi III DPR RI Dalami Dugaan Penyimpangan Aparat dalam Perkara Arifin Gandawijaya


JAKARTA, Media Dinamika Global.id. — Komisi III DPR RI mencermati dugaan kriminalisasi yang melibatkan oknum aparat penegak hukum dalam perkara sengketa tanah yang menjerat Arifin Gandawijaya. Isu tersebut dinilai serius karena menyangkut integritas penegakan hukum serta dugaan adanya perlindungan terhadap praktik mafia tanah. Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama kuasa hukum Arifin Gandawijaya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2025). Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa laporan tersebut menjadi perhatian serius lembaganya karena melibatkan sejumlah institusi penegak hukum.

“Ya intinya masalah hari ini adalah laporan dari Pak Arifin Gandawijaya mengenai kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum-oknum penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, notaris, dan pengadilan yang melindungi kepentingan dan mafia tanah,” katanya. Kasus ini bermula dari perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) tanah seluas 51.000 meter persegi senilai Rp2,5 miliar yang dilakukan Arifin Gandawijaya dengan almarhum Jeje Adiwirya pada 15 April 2015. Setelah pihak penjual meninggal dunia, ahli waris menolak sejumlah dokumen yang muncul dalam proses jual beli tersebut.

Penolakan ahli waris didasarkan pada dugaan kejanggalan dalam penulisan nama serta pencantuman pihak-pihak yang dinilai tidak seharusnya tercantum dalam surat pernyataan. Situasi tersebut kemudian berujung pada laporan kepolisian yang menetapkan Arifin Gandawijaya sebagai tersangka dugaan pemalsuan surat. Kuasa hukum Arifin Gandawijaya, Hotma Bhaskara Nainggolan, menyampaikan bahwa kliennya memperoleh surat pernyataan tersebut dari notaris yang ditunjuk oleh pihak penjual tanah. Dokumen itu juga disertai tanda terima sebagai bagian dari proses administrasi.

Hotma menambahkan, ketika pihaknya berupaya mengonfirmasi dokumen tersebut kepada notaris yang bersangkutan, seluruh berkas dinyatakan hilang. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat adanya kejanggalan dalam penanganan perkara. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah penawaran terkait pembatalan perjanjian jual beli tanah tersebut. Konsisten dari tingkat kepolisian, kejaksaan. Kami itu selalu ditawarkan pengembalian uang dua kali lipat seandainya kami mau membatalkan PPJB. Kalau tidak, perkara ini lanjut. Memang selalu diancam gitu,” ujar Hotma.

Menanggapi paparan tersebut, Habiburokhman menegaskan bahwa Komisi III DPR RI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi langsung terhadap proses hukum pidana yang sedang berjalan. Namun demikian, dugaan pelanggaran prosedur dan kejanggalan dalam penegakan hukum akan menjadi perhatian serius lembaganya.

“Tentu Komisi III tidak bisa intervensi langsung terhadap proses hukum yang sedang berjalan di pidana. Tapi dugaan-dugaan pelanggaran dalam proses tersebut kita akan respons. Nanti kita inventarisir dan kita akan respon. Memang kita nggak bisa intervensi ke persoalan hukumnya tapi kejanggalan-kejanggalan ini tentu menjadi objek bagi kita di Panja,” kata Habiburokhman. Habib menambahkan, kasus Arifin Gandawijaya akan didalami dalam kerangka kerja Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan. Langkah ini diambil karena persoalan serupa dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan lintas institusi penegak hukum serta pihak-pihak eksternal.

Komisi III DPR RI menegaskan komitmennya untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prinsip keadilan, akuntabilitas, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan, khususnya dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan sengketa tanah dan dugaan praktik mafia tanah.(Sekjend MDG)

Penyegaran Birokrasi SBD: Bupati Ratu Wulla Resmi Lantik 12 Pejabat Eselon II"


TAMBOLAKA, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi melakukan penyegaran birokrasi pada awal tahun 2026. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.b) di Aula Kantor Bupati SBD, Senin (19/01/2026).

Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Wakil Bupati SBD Dominikus A.R. Kaka, Wakil Kepala Kepolisian Resor SBD, Komandan Kodim 1629/SBD, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula Wakil Ketua DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo dan Yusuf Bora, guna menyaksikan pengambilan sumpah jabatan tersebut.

Dalam Sambutanya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial rutin. Ia menyebut momentum ini sebagai bagian integral dari sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, transparan, dan akuntabel.

"Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan kompetitif. Kami sangat memperhatikan objektivitas kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, hingga integritas para kandidat sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan," tegas Bupati Ratu Wulla.

Lebih lanjut, Beliau menjelaskan bahwa seleksi ini dibuka hingga tingkat nasional dan antar kabupaten/kota dalam provinsi sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten SBD dalam menerapkan Sistem Merit secara konsisten.

Proses seleksi dilakukan melalui empat tahapan pengukuran yang ketat:

Penilaian Rekam Jejak: Untuk membedah integritas dan kinerja masa lalu.

Penilaian Asesmen: Mencakup kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.

Penilaian Makalah: Menguji ide dan gagasan inovatif yang relevan dengan jabatan.

Wawancara Akhir: Penilaian menyeluruh oleh panitia seleksi.

Seluruh tahapan tersebut telah melalui verifikasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah mengantongi persetujuan teknis dari BKN, Pejabat Pembina Kepegawaian kemudian menetapkan satu nama terbaik dari tiga besar calon yang direkomendasikan panitia seleksi.

Bupati juga memberikan peringatan keras bahwa jabatan ini tidak bersifat permanen tanpa hasil. Para pejabat yang dilantik akan dievaluasi secara berkala berdasarkan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

"Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pembinaan, rotasi, hingga pemberhentian jika kinerja tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan," tambahnya.

Adapun 12 pejabat yang resmi dilantik hari ini adalah:

1. Frimery A.P.B Keremata, M.Si – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.

2. Ariyanto M. Dangga Loma, S.STP – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

3. Bangun Munthe, S.IP – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

4. Yohanis Umbu Deta, ST, M.Si – Kepala Dinas Perumahan Rakyat.

5. Paulina K. Maghu, S.Pt – Kepala Dinas Pendidikan.

6. Oktavianus Taruna Muda, S.St – Kepala Dinas Pendapatan.

7. Yohanis Ganti Akal, S.KM – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan.

8. Benyamin Kaba, SE – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

9. Ignasius Leha, ST – Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah.

10.drh. Heryanto B. Bora – Kepala Dinas Perikanan.

11. Stefanus Malo, S.IP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana.

12. Heribertus D. Hakalolu, S.Sos – Kepala Dinas Pariwisata.

Dengan dilantiknya wajah-wajah baru ini, masyarakat menaruh harapan besar pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Sumba Barat Daya sepanjang tahun 2026.(Sekjend MDG)