Media Dinamika Global

Senin, 05 Januari 2026

Wali Kota Bima Serahkan Bantuan Rombong PKL kepada Pelaku UMKM


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pemerintah Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyerahan bantuan rombong kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inisiatif Berbasis Aksi (IBA) yang digagas untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Senin, 05 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, SE, menyampaikan bahwa sistem IBA dirancang untuk menciptakan keseimbangan dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami ingin membuktikan bahwa sistem IBA mampu membantu hingga 80% kebutuhan para pelaku UMKM. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat,” ujar beliau.

Wali Kota juga menekankan pentingnya rasa syukur dan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap berdiri bersama, saling mendukung, dan tidak malu untuk terus berinovasi. “Kita harus berdiri di sana, melaksanakan teknik, berbagi, dan terus bergerak maju,” tambahnya.

Penyerahan bantuan rombong ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing para PKL, sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal. Pemerintah Kota Bima juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis dan dukungan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil.

Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkembang.(Sekjend MDG)

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Hadiri Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Perangkat Daerah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Wali Kota Bima bersama Wakil Wali Kota Bima menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor BAPPEDA Kota Bima, dengan dihadiri oleh Sekda Kota Bima, seluruh Staf Ahli, seluruh Asisten, seluruh Kepala OPD, seluruh Kabag, Camat serta Lurah se Kota Bima. Senin, (5/1/2026).

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, meningkatkan sinergi, serta mengevaluasi kinerja perangkat daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bima. 

Dalam rapat koordinasi (Rakor) pertama di bulan Janunari tahun 2026 ini, ada tujuh point penting yang menjadi atensi Pemerintah Kota Bima, sebagaimana yang dipaparkan oleh Sekda Kota Bima, antara lain ; percepatan penyerapan anggaran, percepatan pengajuan UP (uang persediaan), percepatan pengajuan TPP, percepatan belanja barang dan jasa, percepatan belanja modal, evaluasi capaian PAD, dan yang terakhir yakni indeks kota layak huni.

Dalam arahannya, untuk mengatasi perihal di atas sebagaimana yang disampaikan oleh Sekda Kota Bima, Wali Kota Bima mengharapkan adanya kerja sama yang baik lintas sektor, ia menghimbau kepada seluruh Kepala OPD, bahwa pada triwulan pertama ini, seluruh Kepala OPD dapat menjalankan tugas dan tanggungnya dengan baik, bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan seluruh masyarakat Kota Bima.

"Saya berharap pada Kepala OPD terkait, agar seluruh proyek di tahun 2025, dapat selesai di tahun 2026 ini, seperti halnya pembebasan lahan, dan pembuatan drainase untuk mendukung proyek Newfred, taman kota lapangan serasuba, RSUD Kota Bima, PKH Daerah, dan bedah rumah, sekali lagi saya berharap aga proyek-proyek ini dapat rampung di triwulan pertama ini," ujar Wali Kota.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menambahkan bahwa untuk mewujudkan hasil kerja yang baik, diharapkan agar seluruh OPD memiliki satu persepsi, satu pendapat dan satu pandangan yang sama, sebagaimana visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima yang telah tertuang di dalam RPJMD Kota Bima.

"Melalui rakor ini, saya mengajak kita semua, mari kita rubah mindset kita, kita satukan persepsi, kita perkuat sistim kerja kita, sehingga apa yang kita targetkan di tahun ini, bisa tercapai," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan koordinasi lintas OPD, saling memback up antara satu dengan yang lain, terus berinovasi, dan memiliki gebrakan-gebrakan baru. Itu semua menurut Wakil Wali Kota Bima, semata untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan meningkatkan kontribusi untuk kemajuan pembangunan Kota Bima.

Rapat koordinasi berlangsung dengan lancar, dan diisi dengan laporan capaian hasil kerja dari masing-masing perangkat daerah, serta tanya jawab terkait berbagai isu strategis yang dihadapi Pemerintah Kota Bima ke depan.(Sekjend MDG)

Coaching Clinic Proposal Hibah Kemdiktisaintek Pendanaan 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Tingkatkan kualitas dan daya saing proposal hibah Anda melalui Coaching Clinic Proposal Hibah Kemdiktisaintek Pendanaan Tahun 2026 bersama Bapak Dr. Gunawan, M.Pd.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM Akbid Surya Mandiri Bima sebagai upaya penguatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan kompetitif.

Mari bersiap meraih pendanaan 2026 dengan proposal yang lebih terarah, sistematis, dan sesuai panduan Sosialisasi Panduan Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Tahun 2026

LPPM AKBID Surya Mandiri Bima melaksanakan sosialisasi Panduan Pendanaan Penelitian dan PkM Kemendiktsaintek sebagai upaya peningkatan kesiapan dosen dalam menyusun proposal hibah tahun pendanaan mendatang.

Kegiatan ini juga membahas rencana bedah proposal bersama reviewer internal serta kebijakan pengelolaan dana hibah di tingkat institusi.

Semoga kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di AKBID Surya Mandiri Bima.(Sekjend MDG)


15 Warga Wera - Ambalawi Terdampak Banjir, Terima Bantuan Huntara

Bima,Mediadinamikaglobal.id - Pasca bencana banjir yang terjadi di kecamatan Wera dan Ambalawi awal Februari tahun 2025 lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, pemukiman warga dan kerugian pada sejumlah sektor. Berdasarkan hasil asesment Tim BPBD,  terdapat 15 rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi yang perlu mendapatkan penanganan khusus.

Terkait hal tersebut agar warga terdampak mendapatkan hunian yang layak, Bupati Bima Ady Mahyudi  dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memperjuangkan realisasi bantuan bagi warga tersebut pada  Badan Penanggulangan  Bencana Nasional (BNPB).

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) oleh BNPB bagi korban terdampak bencana banjir di kecamatan Wera dan Ambalawi sangat penting karena menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi korban  yang rumahnya tidak dapat dihuni lagi.

Bantuan Huntara membantu korban bencana memiliki tempat tinggal yang stabil, sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan dan rehabilitasi dan mendorong percepatan memulihan kegiatan ekonomi warga terdampak". ungkap Bupati Bima.

Terima kasih kepada BNPB RI  yang telah menyalurkan dana pembangunan  Huntara dan juga jajaran BPBD yang turut memperjuangkan realisasi dana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana  (Kalak) BPBD kabupaten Bima yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Muhammad Nurul Huda, ST memaparkan, sebanyak 15 unit hunian sementera (Huntara) Type 36 m² dengan  total nilai Rp. 532,8 juta yang bersumber dari  bantuan Dana Siap Pakai BNPB Tahun Anggaran 2025 untuk warga korban Bencana Hidrometeorologi (Banjir Bandang, Angin Kencang dan Tanah Longsor) yang terjadi di Kecamatan Wera dan Ambalawi pada Tanggal 2 dan 3 Februari 2025 lalu sudah selesai dibangun oleh BNPB".

Sabtu (3/1) BPBD kabupaten Bima telah melakukan pengecekan fisik 100% sekaligus penyerahan kunci kepada semua korban bencana". Demikian ungkap Nurul Huda.

Dijelaskan Nurul Huda, 9 unit lokasi Huntara tersebar di Desa Nangawera Kecamatan Wera dan 2 unit diDesa Mandala Wera.

Demikian halnya di kecamatan Ambalawi, 1 unit Huntara tersebar di desa Mawu, 2 unit di desa Talapiti dan 1 unit di desa Kole Ambalawi.

BPBD Kabupaten Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Hj. Mahdalena, S.S, anggota DPR RI yang telah mendukung dan memfasilitasi pembangunan Huntara di kedua kecamatan tersebut. (Mdg05)

Minggu, 04 Januari 2026

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Pedagang Diatas Trotoar Sepanjang Jalan Senopati Jatimulyo Ditertibkan.


Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.id || Pemerintah desa jatimulyo kecamatan jatiagung kabupaten lampung selatan melalui kepala dusun dan Pol PP kecamatan Jatiagung melaksanakan Himbauan atau teguran secara lisan kepada para pedagang yang berdagang diatas trotoar sepanjang jalan P. senopati desa jatimulyo untuk tidak berdagang diatas trotoar atau berdagang yang terlalu dekat dengan badan jalan yang menimbulkan kemacetan parah saat jam sibuk sore har, Senin 05 Januari 2025.

Teguran dan Himbauan yang disampaikan oleh Pol PP maupun Kepala Dusun ini berdasarkan Laporan maupun keluhan masyarakat dan penguna jalan yang mana para pedagang yang berjualan diatas trotoar atau dekat badan jalan raya mengakibatkan penyempitan jalan sehingga menambah faktor kemacetan sepanjang jalan senopati. 

Selanjutnya, teguran dan Himbauan yang dilaksanakan kepada para pedagang ini juga berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dalam Pasal 28 Ayat (2) jo. Pasal 25 ayat (1) yang menerangkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang mampu menimbulkan gangguan pada fungsi jalan adapun yang dimaksud ialah trotoar yang disediakan untuk para pejalan kaki.

Teguran dan himbauan ini sebagai langkah awal penertiban yang dilakukan agar bisa di patuhi oleh semua para pedagang agar segera mengeser atau memindahkan dagangannya untuk tidak diatas trotoar atau terlalu dekat dengan badan jalan. 

jika tidak mengindahkan teguran dan himbauan hari ini, maka kami sebagai penegakkan Perda akan melakukan tindakan tegas untuk menertibkan semua para pedagang sepanjang jalan senopati desa Jatimulyo, ujar salah satu Pol PP. 

Himbauan dan teguran yang disampaikan oleh Pol PP agar pedagang yang berdagang agar bisa berkerjasama untuk bisa mengeser dagangan mundur kebelakang agar tidak diatas trotoar atau deket badna jalan aspal hingga mengganggu penguna jalan dan menimbulkan kemacetan disebabkan ruas jalan yang menyempit.

Selain itu para pedagang disini disinyalir juga tidak memiliki izin dari desa jatimulyo, makanya kita secara persuasif dan secara humanis meminta kepada para pedagang untuk kerjasama mengikuti himbauan atau teguran kita agar bisa mengeser dagangannya demi kebaikan bersama, tutupnya. (Fs/Red) 

Sosialisasi Program Unggulan JELITA “Jemput Literasi dan Wisata Edukasi” Perpustakaan Daerah Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Salam literasi! Kota Bima adalah kota dengan potensi luar biasa, dan kunci utama untuk membuka potensi tersebut adalah pengetahuan. Namun, kami memahami bahwa terkadang kesibukan dan jarak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mengakses gudang ilmu di perpustakaan. Rabu 31 Desember 2025

Oleh karena itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menghadirkan sebuah terobosan baru, sebuah inovasi yang membawa ilmu langsung ke hadapan Anda. JELITA bukan sekadar layanan perpustakaan biasa. Ini adalah sebuah komitmen untuk menghidupkan budaya membaca dengan cara yang lebih menyenangkan, interaktif, dan inklusif.

Program ini memiliki dua pilar utama, Jemput Literasi, Kami tidak lagi menunggu pengunjung datang. Mobil Mini Bus Perpustakaan kami akan bergerak aktif menjemput bola, mendatangi sekolah-sekolah, taman baca, hingga pelosok kelurahan di Kota Bima untuk mendekatkan buku kepada anak-anak dan masyarakat. Wisata Edukasi, Kami mengubah persepsi bahwa perpustakaan itu membosankan. Melalui wisata edukasi, kami mengundang sekolah dan komunitas untuk berkunjung ke gedung perpustakaan dengan agenda yang dikemas menarik—mulai dari storytelling, Library Tour, hingga pengenalan teknologi informasi.

Literasi adalah jembatan menuju kesejahteraan. Mari kita dukung dan manfaatkan program JELITA ini, Kita jadikan Kota Bima sebagai kota Literat yang cerdas dan berkarakter.(Sekjend MDG)

Larang Ngajar Guru Honorer Picu Krisis Pendidikan, Imam Sofian: Negara Ciptakan Pengangguran Terdidik


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Dapartemen Pengembangan Organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (DPO LMND) menilai kebijakan pelarangan guru honorer mengajar di sekolah negeri serta praktik perumahan guru honorer merupakan kebijakan keliru, tidak adil, dan mencerminkan kegagalan negara dalam mengelola sektor pendidikan dan ketenagakerjaan secara berkeadilan.

DPO LMND, Imam Sofian mengatakan, Guru honorer bukan masalah tetapi korban sistem. Guru honorer selama ini menjadi tulang punggung pendidikan, khususnya di daerah terpencil dan sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Justru mereka mendapatkan larangan mengajar tanpa solusi yang jelas berarti.

"Hak guru atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, mengancam keberlangsungan proses belajar siswa, melepaskan tanggung jawab negara dalam pemenuhan layanan pendidikan," ucapnya.

Lanjut Imam Sofian, negara seolah mencuci tangan atas persoalan yang justru diciptakan oleh kebijakan rekrutmen dan perencanaan pendidikan yang tidak matang.

"Ironi pendidikan: cetak sarjana, tapi hilangkan lapangan kerja," tuturnya.

Setiap tahun, sambung imam Sofian, ribuan sarjana pendidikan dan non-pendidikan dicetak, namun negara gagal menyediakan lapangan kerja yang memadai, menyusun peta kebutuhan tenaga pendidik jangka panjang, mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kebutuhan sosial.

"Dampak dari itu semua, lahirlah pengangguran terdidik, sebuah ironi di tengah jargon peningkatan kualitas SDM dan Negara gagal mengelola transisi kebijakan," terangnya.

LMND menilai beberapa poin kebijakan pemerintah:

1. Bersifat elitis dan administratif, tidak berpijak pada realitas lapangan

2. Tidak disertai skema transisi yang adil bagi guru honorer

3. Mengabaikan prinsip keadilan sosial dan hak atas pekerjaan

4. Reformasi pendidikan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan guru dan lulusan muda.

Tuntutan LMND:

1. Hentikan larangan mengajar dan perumahan guru honorer tanpa solusi yang adil

2. Angkat guru honorer secara bertahap menjadi ASN/PPPK dengan mekanisme transparan dan manusiawi

3. Susun peta kebutuhan tenaga pendidik nasional berbasis daerah dan jangka panjang

4. Buka lapangan kerja pendidikan dan non-pendidikan bagi lulusan sarjana

5. Jadikan pendidikan sebagai hak publik, bukan sekadar objek regulasi birokratis

DPO LMND, Imam Sofian  menegaskan bahwa pendidikan tidak akan maju dengan meminggirkan guru, dan negara tidak boleh terus memproduksi sarjana tanpa menjamin masa depan mereka. Jika kebijakan ini terus dipaksakan, maka negara sedang membangun krisis sosial baru: pengangguran terdidik dan rusaknya sistem pendidikan publik.

"Kami akan terus bersama guru honorer dan kaum muda terdidik dalam memperjuangkan pendidikan yang adil, demokratis, dan berpihak pada rakyat," tegasnya.

Redaksi ||

JELITA Menjemput Siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Layanan Jelita Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bima menmeput siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima, dalam layanan ini siswa yang hadir berjumlah 50 orang dan di temani 5 orang guru yang di koordnir oleh ibu Ica Haryati S.Pd, dalam hal ini di terima langsug oleh kabid Layanan Perpustakaan Kota bima. Kamis 4 Desember 2025.

Pada Kesempatan ini para siswa mendapatkan layanan jelita, Layanan Bus Perpustakaan adalah program perpustakaan bergerak yang dirancang untuk:

Menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

Mendekatkan akses buku dan literasi bagi anak-anak, pelajar, dan umum.

Memberikan layanan perpustakaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan utama.Dengan Bis Jelita ini para siswa merasa nyaman, menyenangkan dan bergembira(Sekjend MDG)

15 Warga Wera - Ambalawi Terdampak Banjir, Terima Bantuan Huntara


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Pasca bencana banjir yang terjadi di kecamatan Wera dan Ambalawi awal Februari tahun 2025 lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, pemukiman warga dan kerugian pada sejumlah sektor. Berdasarkan hasil asesment Tim BPBD, terdapat 15 rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi yang perlu mendapatkan penanganan khusus.

Terkait hal tersebut agar warga terdampak mendapatkan hunian yang layak, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memperjuangkan realisasi bantuan bagi warga tersebut pada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) oleh BNPB bagi korban terdampak bencana banjir di kecamatan Wera dan Ambalawi sangat penting karena menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi korban yang rumahnya tidak dapat dihuni lagi.

Bantuan Huntara membantu korban bencana memiliki tempat tinggal yang stabil, sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan dan rehabilitasi dan mendorong percepatan memulihan kegiatan ekonomi warga terdampak". ungkap Bupati Bima.

Terima kasih kepada BNPB RI yang telah menyalurkan dana pembangunan Huntara dan juga jajaran BPBD yang turut memperjuangkan realisasi dana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD kabupaten Bima yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Muhammad Nurul Huda, ST memaparkan, sebanyak 15 unit hunian sementera (Huntara) Type 36 m² dengan total nilai Rp. 532,8 juta yang bersumber dari bantuan Dana Siap Pakai BNPB Tahun Anggaran 2025 untuk warga korban Bencana Hidrometeorologi (Banjir Bandang, Angin Kencang dan Tanah Longsor) yang terjadi di Kecamatan Wera dan Ambalawi pada Tanggal 2 dan 3 Februari 2025 lalu sudah selesai dibangun oleh BNPB".

BPBD kabupaten Bima telah melakukan pengecekan fisik 100% sekaligus penyerahan kunci kepada semua korban bencana". Demikian ungkap Nurul Huda. Sabtu (03/01/26) 

Dijelaskan Nurul Huda, 9 unit lokasi Huntara tersebar di Desa Nangawera Kecamatan Wera dan 2 unit diDesa Mandala Wera.

Demikian halnya di kecamatan Ambalawi, 1 unit Huntara tersebar di desa Mawu, 2 unit di desa Talapiti dan 1 unit di desa Kole Ambalawi.

BPBD Kabupaten Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Hj. Mahdalena, S.S, anggota DPR RI yang telah mendukung dan memfasilitasi pembangunan Huntara di kedua kecamatan tersebut. (Tim)

SDN 56 Tolobali melakukan Kunjungan Edukasi di Perpustakaan Daerah Kota bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Layanan Jelita Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bima menmeput siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima, dalam layanan ini siswa yang hadir berjumlah 50 orang dan di temani 5 orang guru yang di koordnir oleh ibu Ica Haryati S.Pd, dalam hal ini di terima langsug oleh kabid Layanan Perpustakaan Kota bima. Kamis, 4 Desember 2025.

Tujuan Kunjungan mereka adalah dalam rangka meningkatkan Literasi dan Numerasi siswa di Perpustakaan, dalam Kunjungan ini para siswa di arahkan untuk membaca sebuah buku dan merangkum buku tersebut menjadi sebuah jurnal dan akan di presentasikan sebagai hasil refleksi dalam kunjungannya.

Pada Kesempatan ini para siswa mendapatkan layanan jelita, Layanan Bus Perpustakaan adalah program perpustakaan bergerak yang dirancang untuk:

Menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

Mendekatkan akses buku dan literasi bagi anak-anak, pelajar, dan umum.

Memberikan layanan perpustakaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan utama.Dengan Bis Jelita ini para siswa merasa nyaman, menyenangkan dan bergembira.(Sekjend MDG)