Media Dinamika Global

Senin, 27 Oktober 2025

Anggota DPRD NTB Ahmad Dahlan Salurkan Bantuan Dana Aspirasi untuk Pembangunan Masjid dan Irigasi Desa Palama


Palama, NTB, Media Dinamika Global.id.– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Dahlan, Alhamdulillah telah menyalurkan bantuan dana aspirasi untuk pembangunan Masjid dan Irigasi Desa Palama, kacamata Donggo, kabupaten Bima.

Anggota DPRD Provinsi NTB, Ahmad Dahlan menjelaskan bahwa dana aspirasi ini merupakan bentuk komitmen dari pemerintah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan fasilitas ibadah dan irigasi sebagai kebutuhan masyarakat. “Saya berharap dengan adanya pembangunan masjid dan irigasi ini, masyarakat dapat lebih mudah menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan, seosial, dan lainnya,” jelasnya. Senin, (27/10/25).

Pembangunan masjid di Desa Palama diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan bagi warga.

"Begitu juga dengan adanya irigasi, semoga masyarakat bisa manfaatkan sebagai baik-baik mungkin," ujarnya.

Lanjut Ahmad Dahlan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen saya untuk meningkatkan fasilitas umum yang mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. 

"Saya berharap sumbangan ini dapat membantu masyarakat Desa Palama dalam mewujudkan tempat ibadah yang layak dan nyaman dan masyarakat bisa manfaatkan irigasi sesuai dengan kebutuhan," tuturnya.

Saya percaya, dengan adanya masjid dan irigasi, kita dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah dan sosial masyarakat. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi semua.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Palama atas kerjasama dan dukungannya," pungkasnya.

Sementara, Pengurus masjid juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ahmad Dahlan dan pemerintah atas bantuan ini. Semoga pembangunan masjid dan irigasi dapat berjalan lancar,” kata salah satu pengurus masjid.

Tak hanya itu, Kepala Desa Palama, Gajali, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ahmad Dahlan, anggota DPRD NTB, atas sumbangan yang telah diberikan untuk pembangunan masjid dan irigasi di Desa Palama. 

Sumbangan ini sangat berarti bagi kami dan akan membantu mewujudkan impian masyarakat untuk memiliki tempat ibadah yang layak. "Kami menghargai perhatian dan dukungan Bapak terhadap perkembangan desa kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak dan senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah," ucap singkat Kepala Desa Palama. (Surya Ghempar).

Putra Rangga Julkarnain S.pdi, M.pd Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bima, Raih Juara 2 Lomba Bahasa Mbojo Tingkat Provinsi NTB


Mataram, Media Dinamika Global.id. —   Muh. Fakhrurozi Julkarnain  Prestasi membanggakan kembali datang dari Kota Bima. Muh. Fakhrurozi Julkarnain, putra dari Rangga Iskandar Julkarnain, Kepala Pelaksana Baznas Kota Bima, berhasil meraih Juara 2 Lomba Mendongeng Bahasa Mbojo Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Mataram pada Senin, 27 Oktober 2025.

Fakhrurozi tampil memukau dengan pembawaan percaya diri dan kemampuan berbahasa Mbojo yang fasih. Cerita yang ia bawakan mengangkat nilai-nilai lokal dan budaya Bima, membuat para juri terkesan dengan gaya penyampaiannya yang ekspresif dan penuh penghayatan.

Putra orator ulung itu seolah mewarisi bakat sang ayah. Rangga Iskandar Julkarnain dikenal luas sebagai sosok komunikatif dan inspiratif di berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Kini, sang anak mengikuti jejak tersebut dengan menorehkan prestasi di dunia seni dan literasi.

“Lahir dari sang orator ulung, kini Muh. Fakhrurozi menjelma menjadi Rangga Iskandar Julkarnain Junior,” ujar salah satu juri seusai penyerahan penghargaan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa minat terhadap bahasa daerah dan budaya lokal masih kuat di kalangan generasi muda Bima. Pemerhati budaya berharap, capaian Fakhrurozi bisa menginspirasi anak-anak lain untuk mencintai bahasa dan tradisi Mbojo.(Sekjend MDG)

Lomba Menggambar untuk Siswa Kelas 1–3 SDN 1 Melayu Kota Bima oleh Pediasure Cabang Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.–Suasana penuh keceriaan terlihat di SDN 1 Melayu Kota Bima pada kegiatan Lomba Menggambar yang diselenggarakan oleh Pediasure Cabang Bima, Sabtu (04/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 dengan antusiasme yang tinggi

Dengan tema seputar kreativitas anak, para peserta menuangkan imajinasi mereka melalui gambar penuh warna. Lomba ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah keterampilan seni sejak dini, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta menampilkan ekspresi positif anak-anak.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SDN 1 Melayu Ibu Juriah, S.Pd menyampaikan apresiasinya kepada Pediasure Cabang Bima yang telah peduli terhadap pengembangan potensi siswa.

 “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas dan keberanian anak dalam berkarya,” ungkapnya.

Selain itu, panitia dari Pediasure Cabang Bima juga memberikan hadiah menarik bagi para pemenang. Hal ini diharapkan dapat semakin memotivasi siswa untuk terus berkreasi dan berprestasi.

Acara berlangsung meriah dengan dukungan para guru dan orang tua yang turut hadir memberi semangat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pihak sekolah dan mitra dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam proses belajar mereka.(Sekjend MDG)

Murid SDN 1 Melayu Kota Bima Raih Juara 1 Lomba Pidato Nggahi Mbojo pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Salsabilah, siswi SDN 1 Melayu Kota Bima, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato Nggahi Mbojo pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kota Bima, 13 Oktober Tahun 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Bima ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa dan budaya Mbojo, melalui kompetisi antar pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Bima.

Dalam lomba tersebut, Salsabilah tampil memukau dengan penguasaan bahasa daerah yang baik, ekspresi yang kuat, serta penyampaian yang penuh semangat. Penampilannya berhasil menarik perhatian para dewan juri dan mengantarkan dirinya menjadi juara pertama dengan nilai tertinggi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan Ibu Rosdiniyati, S.Pd, selaku guru pembina yang dengan sabar melatih dan memotivasi Salsabilah dalam setiap tahap persiapan lomba.

Atas prestasi gemilang ini, Salsabilah berhak melaju mewakili Kota Bima ke ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2025.

Kepala SDN 1 Melayu Kota Bima Ibu Juriah,S.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian bahasa daerah masih kuat di kalangan generasi muda. Kami berharap Salsabilah dapat terus berprestasi dan membawa nama baik Kota Bima di tingkat provinsi,” ujarnya.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Salsabilah menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya untuk terus mencintai dan melestarikan bahasa serta budaya daerah Mbojo.(Sekjend MDG)

Tingkatkan Semangat Gotong Royong, SMPN 2 Kota Bima Gelar Upacara Bendera Bertema “Kerja Sama”


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Suasana pagi Senin (tanggal kegiatan) di halaman SMP Negeri 2 Kota Bima berlangsung khidmat. Seluruh guru dan siswa mengikuti upacara bendera dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan rutin setiap hari Senin ini mengangkat tema “Kerja Sama” sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.

Bertindak sebagai pembina upacara, H. Guntur, S.Pd dalam amanatnya menyampaikan pentingnya kerja sama dalam mencapai keberhasilan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa dengan semangat gotong royong, segala tantangan dapat dihadapi dengan lebih ringan dan hasilnya pun lebih maksimal.

“Kerja sama bukan hanya dalam hal besar, tapi juga dalam hal kecil seperti menjaga kebersihan kelas, mendukung teman yang kesulitan belajar, dan menaati tata tertib sekolah,” ujar H. Guntur, di hadapan peserta upacara.

Upacara berjalan dengan lancar dan tertib hingga akhir. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMPN 2 Kota Bima semakin memahami pentingnya nilai kebersamaan, solidaritas, dan saling membantu demi menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan produktif.(Sekjend MDG)

Guru SMPN 2 Kota Bima Ikuti Sayembara 7KAIH: Wujud Nyata Gerakan Literasi Karakter


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Salah satu guru inspiratif dari SMP Negeri 2 Kota Bima, Ibu Puspita Hardining,S.Pd berhasil mengikuti Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Karakter melalui Buku Pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk menumbuhkan karakter positif dan kebiasaan baik pada peserta didik melalui literasi dan pembiasaan nilai-nilai luhur bangsa. Melalui sayembara ini, para guru didorong untuk berinovasi dalam menerapkan tujuh kebiasaan hebat anak Indonesia di lingkungan sekolah.

Ibu Puspita Hardining mengusung gagasan “Gerakan Literasi Karakter melalui Buku Pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Hebat” sebagai bentuk praktik baik yang sudah ia jalankan di sekolah. Program ini menekankan pentingnya pembiasaan membaca, menulis refleksi karakter, dan berdiskusi nilai-nilai kebajikan setiap minggu. Sebelum kegiatan berjalan, pihak sekolah bersama guru juga melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa agar gerakan ini mendapat dukungan penuh dari rumah.

Menurut beliau, literasi karakter tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga membentuk kepribadian, disiplin, dan empati siswa. Melalui kebiasaan positif yang tertuang dalam buku pembiasaan, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi hebat yang berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.

Kepala SMPN 2 Kota Bima Bapak Jumadil Akbar, S.Pd memberikan apresiasi atas partisipasi dan dedikasi Ibu Puspita dalam kegiatan tersebut. “Partisipasi guru dalam sayembara ini menjadi bukti bahwa guru SMPN 2 Kota Bima tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Kegiatan Sayembara 7KAIH ini menjadi momentum penting dalam menguatkan budaya literasi dan karakter di sekolah. Harapannya, gerakan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak guru serta siswa untuk menjadi pribadi yang hebat, unggul, dan bermanfaat bagi sesama — sebagaimana pesan Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(Sekjend MDG)

Tingkatkan Kinerja dan Peduli Lingkungan, OSIS-MPK SMPN 2 Kota Bima Gelar Rapat Konsolidasi


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Dalam rangka memperkuat peran dan tanggung jawab pengurus, SMP Negeri 2 Kota Bima menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi kinerja OSIS serta MPK, Senin (tanggal kegiatan), bertempat di salah satu ruang kelas sekolah. Kegiatan ini juga membahas persiapan program penghijauan sekolah yang akan melibatkan seluruh warga sekolah.

Rapat dipimpin oleh para pembina OSIS dan MPK yang memberikan arahan serta motivasi kepada para pengurus agar lebih solid, aktif, dan inovatif dalam menjalankan program kerja. Evaluasi dilakukan terhadap kegiatan yang telah terlaksana, sekaligus membahas rencana kegiatan berikutnya, termasuk program penghijauan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kerja sama di kalangan pengurus OSIS dan MPK. Selain itu, program penghijauan menjadi langkah nyata siswa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah,” ujar salah satu pembina OSIS dalam arahannya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Diharapkan melalui rapat ini, OSIS dan MPK SMPN 2 Kota Bima semakin kompak dan mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, dan berkarakter.(Sekjend MDG)

Krisis Hukum di Halsel: Kursi Goyang yang Hampir Retak Oleh: Rafsanjani M. Utu Kabiro Halmahera Selatan, mediadinamikaglobal.id


Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan — Di panggung kekuasaan lokal, kadang hukum tampak seperti dekorasi, indah dilihat, tapi mudah digeser bila tidak sesuai naskah penguasa. Begitulah aroma politik yang kini menyeruak dari Kabupaten Halmahera Selatan, usai pelantikan empat kepala desa yang seharusnya sudah “tamat riwayat hukumnya” lewat putusan pengadilan.

Empat kursi kecil di desa seakan menampar satu kursi besar di kabupaten. Pelantikan ini tidak hanya mengguncang meja administrasi, tapi juga menggoyang tiang legitimasi seorang kepala daerah.

Dan seperti biasa, ketika hukum berbicara dengan suara rendah, kekuasaan sering menjawab dengan mikrofon yang lebih besar.

*Sandiwara di Balik Pelantikan*

Pelantikan empat kepala desa ini sejatinya sederhana, sebuah prosesi formal yang biasanya hanya menarik perhatian keluarga dan panitia konsumsi. Namun kali ini, perhatian publik tertarik bukan karena sambutan Bupati yang berapi-api, melainkan karena aroma pelanggaran hukum yang begitu tajam.

Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) membaca peristiwa ini bukan sebagai kesalahan teknis, tetapi bentuk pembangkangan terhadap hukum negara.

Mereka menyebutnya “cacat hukum”, “penyalahgunaan wewenang”, bahkan ada yang berani menyebut: “ini sinyal awal pemakzulan.”

*Ketika Putusan Pengadilan Tak Lagi Sakral*

Putusan PTUN yang telah jelas membatalkan SK pelantikan lama, kini seolah jadi lembaran kertas yang bisa dilipat dan disimpan di laci.

Bagaimana mungkin keputusan yang telah inkracht bisa diabaikan begitu saja, diganti dengan SK baru yang substansinya sama?

Apakah hukum kini sekadar formalitas administratif, cukup diganti nomor SK, maka dosa administrasi pun ikut terhapus?

Sungguh satir, negeri ini mengajarkan hukum sebagai panglima, namun di lapangan justru hukum yang dijadikan anak buah oleh kekuasaan.

*Lembaga Pengawas yang Lebih Suka Diam'

DPRD Halmahera Selatan tampaknya masih menikmati kursinya yang empuk, sementara rakyat bertanya-tanya:

Apakah pengawasan sudah mati rasa, ataukah sedang menunggu angin politik berembus ke arah yang aman? Dua kali RDP tanpa hasil bukan sekadar catatan buruk, tapi tanda bahwa fungsi kontrol telah kehilangan giginya.

Padahal, di atas kertas konstitusi, lembaga ini punya kewenangan untuk menegur, menindak, bahkan memakzulkan bila perlu. Namun sayangnya, kertas tetaplah kertas, mudah dibaca, jarang dijalankan.

*LBH, Logika, dan Tafsir yang Tergelincir*

Lucunya, dalam pusaran ini muncul pula tafsir hukum versi “alternatif”, yang menyebut pelantikan itu sah.

Tentu tafsir seperti ini sah-sah saja, selama tidak menabrak logika dasar hukum: bahwa putusan pengadilan bersifat mengikat, bukan sekadar saran.

Namun ketika tafsir hukum berubah menjadi alat pembenaran kekuasaan, maka kita tidak sedang menegakkan hukum, tapi sedang menulis ulang definisinya. Dan di situlah satire menjadi nyata, bukan di panggung teater, tapi di ruang pemerintahan.

Empat Desa, Satu Krisis Moral*

Empat kepala desa ini hanyalah permukaan dari sebuah gejolak moral yang lebih dalam. Pelantikan yang semestinya jadi simbol keadilan desa justru menjadi cermin betapa rapuhnya integritas birokrasi.

Kursi kekuasaan memang masih berdiri, tapi suaranya sudah berderit. Retaknya mungkin belum terlihat, namun bunyinya sudah mulai terdengar pelan, tapi pasti.

Penutup: Ketika Kursi Tak Lagi Kokoh

Bupati boleh berpidato tentang pembangunan, loyalitas, dan tanggung jawab. Namun sejarah selalu mencatat dengan tinta sinis: bahwa kekuasaan tidak tumbang karena kritik keras dari luar, melainkan oleh keangkuhan yang lahir dari dalam.

Kursi kekuasaan di Halmahera Selatan kini bukan hanya goyah, ia sudah mulai retak. Dan bila hukum terus dijadikan hiasan, bukan pedoman, maka bukan tak mungkin kursi itu suatu hari patah oleh beratnya kesalahan sendiri.

Oleh: afsanjani M. Utu

Kabiro Halmahera Selatan, Media Dinamika Global. Id

Disclaimer Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dalam kapasitas jurnalistik yang bersifat analitis dan satir.

Tidak bermaksud menyerang pribadi atau lembaga mana pun, melainkan sebagai bentuk kritik konstruktif terhadap kebijakan publik sesuai dengan amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Segala interpretasi di luar konteks ini bukan tanggung jawab redaksi.



Tim_////

Minggu, 26 Oktober 2025

Akbid Surya Mandiri Gelar Monev Kemdiktisaintek Secara Zoom Meeting Tahun 2025


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun 2025 

Dilaksanakan secara daring (Zoom Meeting) pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima di bawah koordinasi Ka. LPPM Ibu Zahratul Hayati, S.KM., MPH.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur AKBID Surya Mandiri Bima, Ibu Bdn. Nurul Qamarya, SST., M.Kes. serta menghadirkan Reviewer Nasional, beliau Dr. Gunawan, M.Pd., yang memberikan arahan, evaluasi, dan penguatan kualitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Monev ini, diharapkan mampu untuk meningkatkan mutu pelaksanaan penelitian dan PkM, memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah, mendorong dosen untuk menghasilkan karya inovatif dan aplikatif serta mendukung pencapaian kinerja institusi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi

Terima kasih kepada seluruh tim pelaksana, dosen peserta hibah, serta reviewer atas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas riset di lingkungan AKBID Surya Mandiri Bima. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberlanjutan menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.(Sekjend MDG)


Suasana Ujian Tengah Semester Universitas Muhammadiyah Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Ini Adalah hari perdana UM bima mengadakan ujian tengah semester (UTS) tengah semester bagi para mahasiswa, semua program studi. Ujian tengah semester kuliah adalah yang di adakan di tengah semester untuk mengukur pemahaman mahasiswa UM bima terhadap materi perkuliahan selama satu semester. Hasil UTS berkontribusi pada nilai Akhir mata kuliah dan IPK mahasiswa UM, UTS juga merupakan bagian penting dari Evaluasi Akhir untuk menentukan kelulusan mahasiswa pada mata kuliah tertentu.

Ujian tengah semester (UTS) adalah kegiatan Akademis yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa perguruan tinggi dalam menyelesaikan studinya. Sekaligus bentuk Evaluasi akhir mata kuliah yang menekankan pada Aspek kognitif untuk menentukan kelulusan mahasiswa pada tiap mata kuliah. UTS dilaksanakan di akhir semester setelah semua proses belajar-mengajar selesai.

Secara umum, saryat untuk mengikuti UTS sama dengan pelaksanaan UTS. Namun ada satu syarat khusus bagi mahasiswa yang mengikuti UTS yaitu memenuhi syarat kehadiran perkuliahan minimal 75% atau maksimal Empat kali ketidak hadiran dari total pertemuan kuliah.

Tujuan UTS yaitu sebagai pengukur pemahaman mahasiswa UM bima terhadap materi kuliah selama Satu Semester. Hasil UTS akan dihitung dalam penentuan nilai Akhir tengah mata kuliah dan IPK. UTS juga bertujuan untuk mengasah nalar dan logika berpikir mahasiswa, ujian tengah semester di UM bima akan berlangsung selama Satu Minggu beberapa hari kedepannya.

UTS (Ujian tengah semester) Memiliki peran penting sebagai penentu dalam sistem Evaluasi pendidikan baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. UTS tidak hanya sekedar ujian, tetapi juga menjadi tolak ukur pemahaman dan kompetensi siswa setelah menjalani Satu Semester pembelajaran.

Agar bisa melaksanakan UTS dengan baik mahasiswa perlu memahami materi yang akan di ujikan dalam UTS dengan baik, baik melalui belajar mandiri maupun diskusi dengan teman Atau Dosen. Dan terutama sangat penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental dengan istirahat yang cukup agar dapat menghadapi UTS dengan Optimal.(Sekjend MDG)