Media Dinamika Global

Sabtu, 20 September 2025

Penantian Tak Kunjung Pasti Sarkadi Tempati Gubuk Tak Layak Huni

 


Tanggamus, MediaDinamikaGlobal.id Pernah mengajukan Rumah Layak Huni Sarkadi (45) yang telah menghuni rumah selama lima belas tahun di pekon Napal Kecamatan Bulok kabupaten Tanggamus mengharapkan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) dari pemerintah, Sabtu, (20/09/25).

Sarkadi (45) bercerita, dua tahun lalu pemerintahan pekon Napal pernah mengajukan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat ( PUPR) Bidang Penyediaan Perumahan Tanggamus, dengan harapan bisa masuk dalam program pemugaran rumah, namun sampai saat ini belum mendapatkan giliran.

“Saya berharap, Pemkab Tanggamus mau turun melihat keadaan rumah saya yang sebenarnya, yang nyaris roboh sehinga membuat was-was kami, terlebih saat hujan disertai angin,” jelasnya, (Sabtu 20/9/2025).

Pasangan suami istri ini juga berharap mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), untuk membantu meringankan beban hidup mereka.

Sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan. Apalagi, sampai saat ini mereka hanya mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah berupa uang senilai beras 10 kilogram, melalui kantor pos, dan belum mendapatkan bantuan lain.

Di dusun Napal, pekon Napal Kecamatan Bulok ini,  Sarkadi (45) bersama istri dan anaknya menempati rumah berukuran 5×8 meter persegi, berdinding geribik usang berlantai tanah dan beratap genteng tua itu,  jelang 15 tahun sudah telah di lalui.

Oleh karena itu ia sangat membutuhkan bantuan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, melalui program bedah rumah agar impian memiliki rumah layak huni terwujud.

Konfmasi ke-Kepala Pekon Napal melalui sambungan telpon di nomor +62 821-8554-xxxx sampai berita ini ditayangkan komunikasi belum tersambung, dan sebelumnya berita ini telah tayang di Ayolampung.id & grafiknews.com Sabtu sore 20/09/25.


Yunt/APPI

Sosok Yurike Sanger, Istri Ke-7 Soekarno Tutup Usia di Umur 81 Tahun, Menikah Jelang Kejatuhan Suami


header Image

Pasca kabar duka terkait meninggalnya istri Soekarno, Yurike Sanger, kisah hidup istri ketujuh Sang Proklamator pun disorot.

Poso Sulawesi Tengah, Media Dinamika Global.id.--Yurike Sanger dikabarkan meninggal dunia di San Gorgonia Memorial Hospital, California, Amerika Serikat, Rabu (17/9/2025) akibat menderita kanker payudara.

Perempuan kelahiran Poso, Sulawesi Tengah, pada tahun 1945 tutup usia di umur 81 tahun. 

Yurike berasal dari keluarga dengan darah campuran Jerman–Manado, sehingga penampilannya kerap disebut berwajah blasteran.

Sejak muda, Yurike dikenal memiliki paras cantik, cerdas, sekaligus anggun. 

Ia tumbuh di masa-masa Indonesia baru merdeka, ketika Bung Karno tengah berada di puncak kepemimpinan sebagai Presiden pertama.

Pada 6 Agustus 1964, Yurike resmi menikah dengan Soekarno. 

Saat itu, usianya baru 19 tahun, sedangkan Bung Karno berusia 63 tahun. 

Namun pernikahan mereka dilakukan tidak semegah pernikahan presiden pada umumnya dan berlangsung di tengah situasi politik yang mulai memanas menjelang kejatuhan Bung Karno di 1965–1966. 

Meski demikian, kedekatan keduanya cukup menyita perhatian kalangan terdekat istana.

Soekarno Jatuh

Setelah kejatuhan Soekarno pada akhir 1960-an, kehidupan pribadi Yurike ikut berubah. 

Ia tidak lagi menempati posisi sebagai pendamping presiden dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dari pernikahannya dengan Bung Karno, ia dikaruniai seorang putra bernama Yudhi Sanger, yang kemudian menetap di Amerika Serikat.

Sejak itu, sosok Yurike jarang tampil di hadapan publik. 

Ia lebih memilih hidup tenang di luar sorotan media, meskipun sesekali muncul dalam acara keluarga besar Soekarno atau wawancara terkait sejarah masa lalu.

Belakangan Yurike memilih menetap di California, Amerika Serikat, bersama anak dan cucunya. 

Ia dikenal sebagai sosok ibu dan oma yang penuh kasih sayang bagi keluarganya.

Meski jauh dari Indonesia, Yurike tetap menyimpan ikatan emosional dengan tanah air dan kisahnya sebagai bagian dari keluarga besar Soekarno. (Sekjend MDG)

Festival Perak NTB Tunjukan Tradisi Budaya dan Ekonomi Kreatif


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Festival Perak NTB, yang diselenggarakan di Auditorium Kampus UIN Mataram pada tanggal 20-21 September 2025, merupakan acara yang sangat berharga bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dipimpin oleh Adi Apriadi selaku Ketua Pelaksana, festival ini bertujuan untuk menampilkan kekayaan tradisi budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif daerah.

Acara ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni yang memukau, mulai dari tarian tradisional yang menggambarkan keindahan budaya lokal. Selain pertunjukan, festival ini juga menampilkan pameran kerajinan tangan yang dibuat oleh para pengrajin lokal, mencerminkan keahlian dan kreativitas masyarakat NTB.

Bazar yang disediakan dalam festival ini menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk mereka, termasuk kuliner khas yang menggugah selera dan inovasi produk lokal. Dengan demikian, Festival Perak tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di NTB.

Adi Apriadi menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman, pengusaha, dan pemerintah. "Ia berharap festival ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya lokal, serta terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif," ucapnya saat diwawancara langsung sejumlah awak media cetak dan online. Sabtu, (20/09/2025).

Festival Perak NTB adalah langkah nyata untuk mengangkat dan melestarikan warisan budaya, serta memajukan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan berkontribusi pada pembangunan NTB. (Surya Ghempar).

Dugaan Motif Karena Alasan Kesal Dengan Hasil Audit Inspektorat Soal ADD


Moment Jumpa Pers Kasus Pembakaran Kantor Inspektorat Kabupaten Bima, Sabtu (20/9/2025)

 Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Tertanggal 7 Agustus 2025 sekitar pukul 03.25 dini hari waktu setempat, Bima dihebohkan  oleh peristiwa terbakarnya Kantor Inspektorat Kabupaten Bima. Pasca terbakarnya seluruh gedung Inspektorat Kabupaten Bima yang menghanguskan seluruh dokumen serta sejumlah fasilitas lainya (antara lain komputer dan meja kerja), berbagai spekulasipun bermunculan terutama di beranda Media Sosial (Medsos).

Dalam kasus ini, Polres Bima Kota dibawah kendali Kapolres AKBP Didik Putra Kuncoro, S.IK, M.Si pun tak tinggal diam. Tim Gabungan (Timgab) yang melibatkan seluruh Satuan Kerja (Satker) Polres Bima Kota yang antara lain Satreskrim pun dibentuk guna mengungkap pemicu utama terbakarnya Instansi Pemerintah tersebut.

Tak hanya itu, Polres Bima Kota pun menghadirkan Tim Laboratorium Forensik Labfor Denpasar-Bali pun dihadirkan di Kota Bima guna mengindentifikasi total untuk memastikan pemicu terbakarnya Kantor Inspektorat Kabupaten Bima. Hasil penelusuran Media Online www.visionerbima.com mengungkap, sejumlah Barang Bukti (BB) pun berhasil diamankan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim labfor Denpasar-Bali.

Bersamaan dengan hal itu, Penyidik gabungan Satreskrim Polres Bima Kota dibawah kendali Kasat, AKP Dwi Kurniawan, S.TrK, S.IK melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap sejumlah saksi. Antara lain beberapa orang dari Kantor Inspektorat Kabupaten Bima.

Setelah melwati berbagai proses dan tahapan sangat serius, profesional, terukur dan bertanggungjawab akhirnya Timgab Polres Bima Kota dan pihak Labfor Denpasar-Bali pun akhirnya berhasil menjawab berbagai pertanyaan dan spekulasi terkait insiden menghebohkan Nusantara itu. Teka-teki yang lebih dari satu bulan lamanya belum diisi dalam kaitan itu pun akhirnya terjawab.

Dari hasil kerja keras selama kurang dari 50 hari, terhitung sejak Kantor Inspektorat Kabupaten Bima itu terbakar pun terkuak “dalangnya” yakni oknum Kades Poja Kecamatan Sape-Kabupaten Bima, berinisial RD, SE (35). Dalam kasus ini, RD diduga tidak sendirian. Tetapi juga melibat dua orang terdugalainya. Yakni SH (22) dan anak dibawah umur berinisial DP (17). Dan keduanya terduga merupakan warga asal Kecamatan Sape-Kabupaten Bima alias “kaki tangan RD”.

Seiring berjalanya waktu, ketiga terduga pelaku telah ditetapkan secara resmi sebagai tersangka dan diancam dengan sanksi pidana selama 12 tahun penjara. Dan jejak perjalanan ketiga tersangka mulai dari pintu masuk Kota Bima hingga berhasil membakar Kantor Inspektorat Kabupaten Bima diakui terekam secara detail oleh CCTV yang sudah diamankan oleh Timgab dan Labfor Denpasar-Bali.

Pertanyaan soal motif dibalik peristiwa yang dinilais angat memalukan ini pun kini terjawab. RD sebagai “dalangnya” mengaku membakar Kantor Inspektorat Kabupaten Bima karena merasa kesal dengan hasil audit Tim Inspektorat Kabupaten Bima terkait dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Poja senilai Ratusan Juta Rupiah. Dan dalam kasus ini pula, dibeberkan bahwa RD berpotensi besar menjadi tersangka.

Masih soal peristiwa “pembakaran” Kantor Inspektorat Kabupaten Bima, 4 hari lalu (16/9/2025) Bima dihebohkan oleh informasi tentang ditangkapnya ketiga tersangka dimaksud oleh Tim Puma Satreskrim Polres Bima yang dikendalikan oleh Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Dwi Kurniawan, S.Trk, S.IK melalui Katim Puma, Aiptu Hero Suharjo. Usai dibekuk, ketiganya langsung dikerangkeng ke dalam sel tahanan Polres Bima Kota.

Tersangka (RD)Guna menjelaskan secara detail tentang kasus dugaan tindak pidana kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime) ini, Sabtu (20/9/2025) Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoroi, S.IK, M.Si yang didampingi Kasat Reskrim setempat, AKP Dwi Kurniawan, S.TrK, S.IK serta sejumlah PJU lain menggelar kegiatan Konferensi Pers. Pada moment tersebut, Polisi juga menghadirkan ketiga tersangka dimaksud.

Didik mengungkapkan, ketiga terduga pelaku kini telah ditetapkan secara resmi sebagai tersangka. Penetaoan ketiganya sebagai tersangka yang setelah kasusnya dilakukan gelar perkara. Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Bima Kota.

“Tiga orang tersangka tersebut telah ditahan secara resmi. Sementara tersangka lain berinisial DP juga kini masih ditahan di Mapolres Manggarai Barat (Mabar)-NTT (tahanan titipan). Yang bersangkutan belum bisa dibawa ke Mapolres Bima Kota karena kendalam cuaca pada penyeberangana dari Mabar ke Bima,” tandas Didik.

Didik menegaskan, ketiga tersangka dierat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 187 huruf 1 KUHP tentang pembakaran gedung dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Sementara untuk tersangka berinisial SH, dijerat dengan pasal 187 huruf 1 Juncto pasal Pasal 55 KUHP.

“Dugaan motif RD memabakar Kantor Inspektorat karena merasa kecewa dengan hasil audit terhadap pengerjaan proyek yang dikerjakan menggunakan ADD Desa Poja. Tersangka (RD) merasa sakit hati lantaran Tim Inspektorat Kabupaten Bima tidak melakukan audit keseluruhan hasil pekerjaan proyek yang dikerjakannya,” beber Didik sembari menyatakan bahwa seluruh BB terkait kasus pembakaran tersebut sudah diamankan oleh pihaknya.

Didik mengulas, atas kejadian itu Kantor Inspektorat Kabupaten Bima ludes terbakar. Seluruh ruangan, berbagai dokumen penting, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), arsip, laptop, perabotan, dan sarana-prasarana lainnya juga hangus karena dilalap si jago merah (api). Dalam kasus ini ujar Didik, Pemkab Bima mengalami kerugian sekitar Rp2,5 Miliar.

“Kendati seluruh dokumen fisik hangus terbakar, namun pihak Inspektorat Kabupaten Bima masih bisa melanjutkan proses audit. Sebab, mereka masih memiliki salinan digital yang sangat aman. Dan untuk saat ini, aktivitas pihak Inspektorat dipindahkan ke bekas Pendopo lama Bupati Bima,” tandas Didik.

Didik kembali membeberkan, RD bukan saja diduga kuat terlibat dalam kasus pembakaran Kantor Inspektorat Kabupaten Bima. Tetapi yang bersangkutan juga dilaporkan oleh masyarakat terkait kasus dugaan korupsi ADD Desa Poja. Dan kasus ini, diakjui kini masih dalam tahapan Penyelidikan.

“Kasus dugaan korupsi ADD Poja tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh masyarakat. Dan terkait kasus ini pula, kami masih mendalaminya,” pungkas Didik. (Waketum MDG/Sekjend MDG)

Ramaikan Festival Parak NTB, Sandiaga Uno Ajak Warga Saksikan Permainan Rakyat Besok di Auditorium UIN Mataram


Mataram, Media Dinamika Global.Id ||  Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB 2025 siap digelar meriah pada Minggu (21/9/2025) di depan Auditorium UIN Mataram. Acara ini akan menghadirkan beragam permainan tradisional khas Nusantara yang sarat nilai budaya, sekaligus menjadi ruang nostalgia untuk mengenang masa kecil penuh kebersamaan.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak masyarakat NTB untuk hadir dan memeriahkan festival tersebut. Menurutnya, Festival Perak bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum penting untuk melestarikan budaya dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

“Permainan rakyat membawa kita kembali ke masa lalu, ke akar budaya yang penuh nilai gotong royong. Saya mengajak seluruh masyarakat NTB untuk hadir besok di UIN Mataram, ramaikan Festival Perak, sekaligus dukung ekonomi kreatif lokal,” ujar Sandiaga.

Senada dengan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa permainan rakyat tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi.

“Permainan rakyat bukan hanya nostalgia, tetapi bisa menjadi identitas lokal yang bernilai ekonomi. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Gekrafs NTB yang menghadirkan Festival Perak sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, sekaligus peluang usaha baru,” jelas Menparekraf.

Rangkaian Permainan Rakyat yang Bisa Dinikmati:

Festival Perak NTB 2025 akan menyuguhkan sejumlah permainan tradisional khas daerah, antara lain:

Mpa’a Gopa – permainan lompat kotak dengan satu kaki yang populer di Dompu dan Bima.

Main Cungkit – permainan berkelompok dari Lombok Timur yang mengandalkan ketangkasan memukul dan menangkap kayu kecil.

Tapa Gala – permainan menghadang lawan dengan membentangkan tangan, khas Dompu dan Bima.

Main Tali – permainan lompat tali berputar yang populer di Lombok Barat.

Main Benteng, Main Ayam, Berempuk, hingga Balap Tengkulak – permainan khas yang membawa penonton bernostalgia ke masa lalu.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati expo ekonomi kreatif, pentas musik, sinema rakyat, hingga kontes kreator foto dan video.

Dengan dukungan Gekrafs NTB, Pemerintah Provinsi NTB, dan mitra terkait, Festival Perak 2025 diproyeksikan menjadi agenda budaya tahunan yang akan diperluas ke skala nasional mulai tahun 2026.

Ajak Keluarga, Nikmati Nostalgia Bersama!

Bagi masyarakat Mataram dan sekitarnya, inilah kesempatan emas untuk bernostalgia dengan permainan rakyat sambil mendukung karya anak muda NTB.

Besok, jangan lewatkan keseruan Festival Perak NTB 2025 di depan Auditorium UIN Mataram. Datang bersama keluarga, ramaikan acara, dan buktikan bahwa permainan rakyat tetap hidup dalam budaya kita!. (Surya Ghempar).

Festival Parak NTB Diapresiasi oleh Sandiaga Unu dan Menparekraf RI, Budaya Jadi Motor Ekonomi


Mataram, Media Dinamika Global.Id ||  Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB 2025 resmi dibuka di Kota Mataram dengan semarak. Ajang ini tidak hanya menampilkan beragam permainan tradisional khas Nusantara, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan destinasi wisata budaya.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya Festival Perak NTB yang digagas Gekrafs NTB. Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi momentum penting dalam melestarikan budaya, memperkuat identitas bangsa, dan membuka peluang usaha baru. 

“Permainan rakyat adalah warisan leluhur yang penuh nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk generasi muda kita. Saya yakin Festival Perak NTB akan menciptakan lapangan kerja baru, peluang usaha beragam, serta memperkuat posisi NTB sebagai pusat ekonomi kreatif nasional dan destinasi super prioritas,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengajak masyarakat NTB menjadikan festival ini sebagai ruang inovasi dan kolaborasi agar budaya lokal tetap hidup sekaligus memberi manfaat ekonomi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya dalam sambutan virtualnya juga menegaskan dukungan penuh terhadap Festival Perak NTB 2025. Ia menyebut permainan rakyat memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif yang besar.

“Permainan rakyat bukan hanya hiburan, melainkan warisan budaya yang menumbuhkan kreativitas dan memperkuat perekonomian masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Gekrafs NTB yang membuktikan bahwa ekonomi kreatif bisa tumbuh kuat melalui budaya daerah yang mengakar,” kata Menparekraf.

Festival Perak NTB 2025 menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti Tapa Gala, Mpa’a Gopa, Mpa’a Gantao, Main Ayam, Berempuk, Main Benteng, hingga Balap Tengkulak. Selain itu, pengunjung juga disuguhi expo ekonomi kreatif, sinema rakyat, pentas musik, hingga kontes kreator foto dan video.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang hadir langsung menegaskan, ekonomi kreatif memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian global. Ia mendorong generasi muda agar mampu mengemas ulang warisan budaya agar tetap relevan bagi masa kini.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemprov NTB, komunitas lokal, dan pelaku ekonomi kreatif, Festival Perak NTB 2025 diharapkan menjadi ajang budaya berskala nasional yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. (Surya Ghempar).


Festival Perak NTB 2025: Melestarikan Budaya Lokal di Tengah Arus Digital


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Festival Perak (Permainan Rakyat) NTB 2025 resmi digelar di Auditorium UIN Mataram, 20–21 September 2025. Dengan mengusung tema “Pelestarian Budaya Lokal dalam Menghadapi Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang revitalisasi warisan budaya tradisional di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif menghadirkan Festival Perak sebagai salah satu bentuk ikhtiar melestarikan budaya daerah. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya nostalgia masa lalu, tetapi juga wadah kebangkitan kreativitas yang mampu mendorong lahirnya inovasi baru.

“Selama saya berkeliling, saya menemukan banyak hidden gem, mutiara-mutiara terpendam dari industri kreatif NTB. Festival seperti ini memberi ruang agar mereka yang belum pernah mendapat panggung bisa tampil. Tahun depan kita dorong dengan sistem open bidding agar semakin banyak karya lahir dari berbagai pelosok NTB,” ujar Gubernur.

Dirinya juga menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi harus memberi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.

 “Kita tidak boleh sekadar menjadi tukang pos sejarah. Budaya harus hidup, berkembang, dan relevan dengan zaman. Inovasi kebudayaan adalah kunci agar warisan kita tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi,” tambahnya.

Ketua DPW Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menyampaikan bahwa Festival Perak lahir dari keprihatinan terhadap punahnya permainan rakyat yang sarat nilai luhur. Digitalisasi, katanya, bukanlah lawan, tetapi mitra untuk melestarikan sekaligus memperluas dampak permainan rakyat.

“Permainan rakyat bisa hadir kembali, tidak hanya dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif. Local is the new luxury. Target kami ke depan bukan hanya Perak NTB, tapi Perak Nusantara, menghadirkan permainan rakyat dari 38 provinsi,” tegasnya.

Dirinya menambahkan bahwa misi utama Festival Perak adalah menjadikan budaya lokal sebagai inspirasi ekonomi kreatif di era digital.

“Digital bukan musuh, justru mitra. Kami ingin agar permainan tradisional bisa tampil di layar gadget, menjadi viral, dan menginspirasi lahirnya start-up budaya. Kehadiran Gubernur NTB menjadi tanda bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli terhadap warisan budaya kita,” ujarnya.

Festival ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan permainan rakyat sebagai identitas budaya NTB, sekaligus inspirasi untuk melahirkan produk kebudayaan baru yang relevan di era digital. (Surya Ghempar).

Dukung MotoGP Mandalika, Pemuda Pancasila NTB Ajak Jaga Kondusifitas Daerah


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Nusa Tenggara Barat (PP NTB) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2025.

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB, Eddy Sophiaan, menilai perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika merupakan momentum penting bagi provinsi untuk meningkatkan citra positif di kancah internasional.

"Ini momen luar biasa, penghargaan besar bagi Nusa Tenggara Barat, sehingga penyelenggaraan MotoGP ini sudah jelas harus kita dukung," ujar Eddy Sophiaan saat diwawancarai di Mataram, Sabtu (20/9/2025).

Eddy mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan ajang MotoGP Mandalika. Menurutnya, kehadiran ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan perekonomian lokal. Dampak positifnya akan dirasakan mulai dari sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"MotoGP Mandalika bukan hanya sekadar ajang balapan motor bergengsi, melainkan momentum strategis untuk mengangkat nama NTB ke panggung dunia. Keuntungannya bisa kita rasakan di berbagai bidang, terutama peningkatan ekonomi dan wisata," jelasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ajang bertaraf internasional ini membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk para pemuda. Eddy juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta sikap ramah masyarakat NTB kepada para wisatawan.

“Kita harus welcome dan ramah kepada wisatawan yang datang. Ini daerah kita, maka nama baiknya harus kita jaga,” katanya.

Selain itu, Eddy mendorong agar penyelenggara MotoGP Mandalika turut melibatkan pemuda dan warga lokal. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat akan memberikan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kemandirian mereka dalam mengorganisasi event berskala besar.

“Kami berharap penyelenggara melibatkan warga lokal untuk berkiprah dalam menyukseskan MotoGP. Dengan begitu, pemuda bisa belajar, berkembang, dan mandiri sesuai keterampilan yang dimiliki,” tutupnya.

Sebagai informasi, MotoGP Mandalika 2025 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada 3–5 Oktober 2025. (*).

Gubernur Iqbal Dorong Ekonomi Kreatif NTB, Festival Permainan Rakyat Jadi Panggung Anak Muda


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Festival Permainan Rakyat (Perak) resmi dibuka di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/9/2025), dengan menghadirkan beragam permainan tradisional, pameran ekonomi kreatif, hingga pertunjukan seni budaya. 

Kegiatan ini diinisiasi Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTB dan mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB, BRI, NTB Syariah, serta berbagai komunitas lokal.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat, serta jajaran Forkopimda termasuk perwakilan Kapolda NTB dan Danrem 162/WB.

NTB Pelopor Festival Perak Nasional

Ketua Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menjelaskan bahwa Festival Perak ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Gekrafs di Senayan beberapa waktu lalu. NTB menjadi provinsi pertama yang menindaklanjuti MoU tersebut dengan Festival Perak NTB. 

“Kami khawatir permainan rakyat semakin tergerus zaman. Padahal, permainan ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga punya potensi nilai ekonomi. Di era digitalisasi, permainan rakyat bisa di-update, bukan sekadar nostalgia, tapi menjadi identitas lokal yang bernilai,” ujarnya.

Yeyen juga menargetkan pada tahun 2026, NTB siap menjadi tuan rumah Perak Nusantara dengan menghadirkan permainan rakyat dari 38 provinsi se-Indonesia.

Gubernur NTB: Ekonomi Kreatif adalah Masa Depan

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian global.

“Nilai ekonomi kreatif dunia mencapai USD 2,3 triliun, menyumbang 3,3 persen PDB global. Ini membuktikan industri berbasis kreativitas individu semakin diakui. NTB punya banyak mutiara tersembunyi yang harus diberi panggung,” tegasnya.

Iqbal juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi tanpa meninggalkan nilai sejarah budaya.

“Ekspresi budaya jangan stagnan. Biarkan anak-anak muda mengkreasikan ulang permainan rakyat sehingga tetap relevan dan bisa diwariskan,” tambahnya.

Festival Perak NTB menghadirkan berbagai permainan tradisional khas Nusantara seperti Tapa Gala, Mpa’a Gopa, Mpa’a Gantao, Main Ayam, Berempuk, Cungkit, Main Tali, Manok Kurung, Main Benteng, hingga Balap Tengkulak.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati Expo Ekraf, obrolan ekonomi kreatif, sinema rakyat, pentas musik, hingga kontes foto dan video kreator.

Dengan semangat kolaborasi, Festival Perak diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga tonggak lahirnya industri kreatif baru berbasis budaya lokal. (Surya Ghempar).

Hampir Sirna di Tengah Asa Yang Lelah Warga Pematangsawa

 


Tanggamus  –MediaDinamikaGlobal.id  Warga Kecamatan Pematangsawa Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, menyambut dengan suka cita, kabar akan rencana pembangunan jalan tembus yang layak, pada rapat pembahasan rencana pembangunan bersama Sekretaris daerah (Sekda) Suaidi  di ruang rapatnya.

Mungkin bisa di katakan, mimpi jadi  kenyataan bagi masyarakat di delapan pekon (desa) daerah Kabupaten Tanggamus (Lampung). Selama ini seakan pungguk merindukan bulan bagi masyarakat Tanggamus, akan ada nya jalan tembus yang layak di wilayah tersebut. Kini mulai mendekati kenyataan akan terwujud, di bawah pimpinan bupati Moh. Saleh Asnawi.

Dengan adanya rencana jalan tembus ini, tentu warga di Pematangsawa dipenuhi rasa optimisme baru. Senyum dan kegembiraan warga, seakan menjadi saksi, bahwa mimpi mereka untuk mendapatkan akses jalan layak perlahan akan menjadi nyata.

Proyek ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah, atas kepemimpinan Bupati Tanggamus Saleh Asnawi, bukti nyata kepeduliannya untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah pesisir penghujung Pematangsawa bagian selatan. Jalur ini akan menjadi penghubung utama, warga dari berbagai pekon menuju pusat keramaian kota.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekdakab Tanggamus Suaidi, serta dihadiri Sekretaris Inspektorat Gustam, Kepala Pelaksana BPBD Irvan Wahyudi, Camat Pematangsawa Syaifuddin Sarip, dan sembilan kepala pekon dari wilayah selatan, yakni Waynipah, Teluk Brak, Karang Brak, Tirom, Kaurgading, Way Asahan, Martanda, Tampangmuda, dan Tampangtua, Rabu 17/09/25.

Jalan baru tersebut rencana nya akan dibuka dari arah Waynipah menuju pekon Tampangtua, menggantikan jalur setapak yang selama ini sulit dilalui kendaraan. Akses darat, yang memadai ini diharapkan menjadi urat nadi baru transportasi masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan.

Sekdakab Tanggamus, (Suaidi) menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan pelosok.

“Pemerintah daerah, akan memastikan perencanaan dan pelaksanaan sesuai ketentuan, serta tetap melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya,” tegas Sekda.

Camat Pematangsawa, Syaifuddin Sarip, menekankan pentingnya persiapan status lahan, para kepala pekon diminta segera berkoordinasi dengan masyarakat, untuk menyiapkan dokumen hibah tanah, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum.

“Dengan adanya jalan darat ini, wilayah selatan Pematangsawa akan lebih berkembang. Akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam akan semakin terbuka dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kabupaten Tanggamus menargetkan, pembukaan badan jalan dimulai pada tahun anggaran mendatang setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi. Warga delapan pekon pun berharap proyek besar ini benar-benar terealisasi dan menjadi penopang utama kemajuan kehidupan mereka.

Ketua Apdesi DPK Pematangsawa, (Aprial) bersama seluruh kepala pekon menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Tanggamus.

“Masyarakat kami sangat senang, bahkan bersyukur, dan kebahagiaan yang tak terhingga mendengar kabar baik ini. Kami percaya pembangunan jalan tembus yang layak akan membawa perubahan besar bagi kemajuan warga. Ada delapan pekon penghujung kecamatan Pematangsawa, khususnya di wilayah selatan,” tuturnya.

Yunt/APPI