Media Dinamika Global

Senin, 01 September 2025

Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjaga Lidah, Publik Turun Melawan


Bima, NTB. Media Dinamika Global.Id.-Dinamika negeri hari ini dalam kondisi prihatin, tidak kondusif, situasi tidak dalam keadaan seperti biasanya. Gelombang perlawan rakyat kepada DPR RI secara khususnya dan secara umum kepada pemerintah. Dalam sistem demokrasi, wakil rakyat seharusnya menjadi corong aspirasi, penyambung lidah rakyat, serta penyalur kepentingan publik yang berlandaskan etika dan moral. Namun, realitas di Indonesia justru sering menghadirkan ironi: anggota DPR yang seharusnya berhati-hati dalam berbicara, malah mengeluarkan pernyataan yang melukai, merendahkan, bahkan memicu kemarahan rakyat. Fenomena ini bukan sekadar masalah gaya komunikasi, tetapi cerminan dari krisis moral dan rendahnya sensitivitas wakil rakyat terhadap denyut nadi masyarakat yang mereka wakili.

Ucapan yang sembrono dari seorang pejabat publik tidak pernah berdiri sendiri. Ia lahir dari kultur politik yang penuh arogansi, merasa kebal kritik, dan cenderung memandang rakyat hanya sebagai angka dalam kotak suara. Padahal, kata-kata pejabat memiliki bobot yang lebih berat daripada sekadar obrolan biasa. Setiap pernyataan bisa memperkuat legitimasi atau justru meruntuhkan kepercayaan publik.

Ketika rakyat sedang bergulat dengan masalah ekonomi, kesusahan lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok melambung, dan layanan publik seringkali mandek, mendengar ucapan yang sinis, kasar, atau tidak berempati dari anggota DPR bagaikan garam yang ditabur di luka terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia. Alih-alih menenangkan, justru menyalakan api kemarahan. Tak heran bila kemudian gelombang demonstrasi muncul sebagai bentuk koreksi sosial. Jalanan pun kembali menjadi ruang di mana rakyat bersuara lantang, karena saluran formal di parlemen gagal berfungsi.

Fenomena rakyat melawan akibat lidah anggota DPR yang tidak terjaga ini juga menyingkap persoalan lebih mendasar: absennya budaya keteladanan di tubuh lembaga legislatif. Seolah-olah sebagian politisi lupa bahwa mandat yang mereka emban adalah amanah, bukan privilese untuk berbicara semaunya. Mereka lupa bahwa rakyat yang memberi kursi, juga punya kuasa untuk menggugat dan melawan.

Di sinilah letak pentingnya kesadaran bahwa demokrasi bukan hanya tentang prosedur pemilu, melainkan tentang kepercayaan yang dijaga setiap hari. Jika wakil rakyat gagal menjaga etika berbicara, maka jurang antara rakyat dan parlemen akan semakin menganga. Dan ketika jurang itu semakin lebar, konsekuensinya adalah hilangnya legitimasi lembaga, runtuhnya kewibawaan negara, dan lahirnya perlawanan dari bawah.

Maka, koreksi harus segera dilakukan. Parlemen bukan sekadar panggung retorika, tetapi rumah kebijaksanaan. Anggota DPR perlu belajar kembali seni mendengar, merawat sensitivitas, dan menjaga lidah. Sebab lidah yang tak terkendali bukan hanya melukai harga diri rakyat, tetapi juga menghancurkan fondasi kepercayaan yang menjadi penopang demokrasi.

Rakyat telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam ketika diremehkan. Suara publik yang turun ke jalan adalah pengingat keras bahwa kekuasaan sejati tidak berada di kursi empuk parlemen, melainkan di tangan rakyat yang sewaktu-waktu bisa menarik mandatnya. Wakil rakyat harus sadar: menjaga lidah berarti menjaga martabat demokrasi. Bila tidak, maka rakyatlah yang akan kembali menjadi hakim di jalanan. 

Harapan penulis kepada para pejabat pemerintah/wakil rakyat agar menjadi etika, lisan,tutur kata yang dapat melukai hati rakyat ditengah kondisi bangsa dan Negara yang saat ini dalam tidak dalam keadaan baik-baik saja, segoiayanya pejabat itu merupakan karyawan masyarakat yang diberi amanah untuk bekerja demi kesehjateraan, kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia. Oleh (Muhammad Fakhrur Rodzi, S.IP., M.IP) Lingkar Pinggir Bima.




 


 



Hari Jadi Polwan ke-77, Polwan Polda NTB Perkuat Semangat Humanis


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Setelah sehari sebelumnya digelar doa lintas agama untuk negeri, Senin (1/9/2025) pagi, terasa istimewa di lingkungan Polda NTB. Pasalnya, para Polisi Wanita (Polwan) yang dipimpin langsung Pakor Polwan Polda NTB AKBP Henny Sri Rokhmi Mulyani, S.Pd., bersama para Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Pertama (Pama) Polwan, melaksanakan doa bersama di ruang kerja Kapolda NTB.

Suasana syukur dan kebersamaan itu menjadi penanda peringatan Hari Jadi Polwan ke-77 tahun 2025. Kehadiran Kapolda NTB, Wakapolda, serta Irwasda yang turut menyampaikan ucapan selamat menambah hangatnya perayaan sederhana namun penuh makna tersebut.

Sapaan AKBP Henny yang menjabat Kabag RBP Rorena Polda NTB, menyampaikan jika momen ulang tahun Polwan bukan sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi untuk mempertegas peran Polwan di tengah masyarakat.

“Tahun ini kami membawa semangat Polri untuk Masyarakat. Artinya, Polwan hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang mengedepankan empati dan ketulusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam arahan pimpinan Polri, Polwan diminta terus menanamkan nilai profesionalisme, integritas, dan keberanian, namun tetap menghadirkan kelembutan yang menjadi kekuatan khas perempuan.

Tak hanya itu, rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan juga diisi dengan kegiatan sosial dan aksi humanis. Bagi AKBP Henny, langkah-langkah sederhana itu menjadi simbol pendekatan yang penuh kehangatan antara Polwan dan masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat, menjadi teladan, serta menginspirasi generasi muda. Di era yang penuh tantangan, Polwan dituntut berani berinovasi dan beradaptasi, namun tetap teguh pada jati diri sebagai pelindung dan pengayom,” ungkapnya.

Melalui doa bersama dan semangat kebersamaan itu, Polwan Polda NTB berharap ke depan semakin aktif dalam transformasi sosial, pemberdayaan perempuan, serta memperkokoh semangat pengabdian untuk masyarakat. (Surya Ghempar).

Pasca Unras, NTB Tetap Kondusif, Polda NTB Apresiasi Semua Pihak


Mataram, Media Dinamika Global.Id ||  Suasana kondusif terus terjaga di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pasca aksi unjuk rasa (unras) yang sempat digelar di Gedung DPRD Provinsi NTB, Sabtu (9/8/2025) lalu. Hingga hari ini, Senin (1/9/2025), kondisi keamanan tetap aman terkendali.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., Senin (1/9/2025), melalui keterangan persnya menyampaikan jika aparat kepolisian bersama seluruh elemen masyarakat, telah berkolaborasi menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika penyampaian aspirasi.

“Alhamdulillah, NTB tetap kondusif. Unjuk rasa yang berlangsung di berbagai titik bisa berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini adalah buah kerja sama kita semua,” ujar Kombes Pol. Kholid di Mataram.

Sejumlah aksi unras yang berlangsung di beberapa kabupaten/kota di NTB, Senin (1/9/2025), juga berjalan dengan lancar dan damai, seperti Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Lombok Tengah menggelar aksi di Mako Polres Lombok Tengah dan DPRD Lombok Tengah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat bersama Masyarakat Peduli KSB menggelar aksi damai di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Aksi unras dari kelompok OKP yang tergabung dalam Cipayung Plus, juga berlangsung kondusif di Kabupaten Lombok Timur. Pun, aksi damai HMI Dipo Cabang Mataram yang berpusat di Kantor Gubernur NTB, DPRD Kota Mataram berjalan dengan tertib.

Selain itu, aksi unras juga di laksanakan di Bimakota, Bima Kabupaten, Sumbawa, Lombok Utara dan Lombok Barat berlangsung aman, tertib dan situasi Kamtibmas terpantau kondusif. 

Kombes Pol. Kholid menegaskan jika semua kegiatan tersebut, mendapat pengawalan dari aparat kepolisian sesuai SOP pengamanan unjuk rasa.

“Kami hadir untuk memastikan penyampaian pendapat berjalan aman, baik bagi peserta aksi maupun masyarakat umum,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Kabid Humas Polda NTB mengimbau seluruh elemen masyarakat, untuk tetap menjaga suasana damai dan kondusif di wilayah NTB.

“Kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, tetapi mari kita lakukan dengan cara-cara yang tertib, santun, dan tidak merugikan orang lain. Polri akan selalu hadir untuk mengawal dan melindungi masyarakat,” pesan Kombes Pol. Mohammad Kholid. (Surya Ghempar).

Wale Mukadar dan Julfikar Terpilih Sebagai Ketua Umum dan Sekjen LMND Periode 2025–2027


Mataram, Media Dinamika Global.Id || 1 September 2025 – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi menutup rangkaian Kongres X yang digelar pada 28–31 Agustus hingga 1 September 2025 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak LMND ke depan, sekaligus menetapkan kepemimpinan baru periode 2025–2027.

Melalui proses pemilihan yang berlangsung terbuka, demokratis, dan penuh semangat musyawarah, mayoritas peserta kongres memberikan mandat kepada Muh. Isnanin (Wale) Mukadar sebagai Ketua Umum LMND, didampingi oleh Julfikar Hasan sebagai Sekretaris Jenderal. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa semangat pembaruan, memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, serta memperluas basis perjuangan di tengah tantangan sosial, politik, dan pendidikan.

Dalam pidato perdananya, Wale Mukadar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tradisi perjuangan LMND yang berpihak pada rakyat. “LMND harus menjadi motor penggerak mahasiswa dalam memperjuangkan demokrasi sejati, melawan ketidakadilan, dan membela kepentingan rakyat. Kepemimpinan ini adalah amanah kolektif yang harus dijalankan dengan keberanian, ketulusan, dan kecerdasan,” tegasnya.

Sementara itu, Julfikar Hasan menambahkan bahwa amanah sebagai Sekretaris Jenderal adalah tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh dedikasi untuk membesarkan organisasi. “Dua tahun ke depan adalah momentum bagi LMND untuk semakin solid, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Kongres X juga mencatat dinamika internal organisasi. Delegasi dari Lampung, Sumatera Selatan, dan Kota Siantar memutuskan untuk melakukan walk out (WO) dari forum. Meski demikian, jalannya kongres tetap berlangsung lancar dan demokratis hingga menghasilkan keputusan final terkait kepemimpinan dan rekomendasi strategis organisasi.

Selain menetapkan kepemimpinan baru, Kongres X menghasilkan sejumlah rekomendasi yang menegaskan komitmen LMND dalam memperjuangkan demokrasi, keadilan sosial, serta kedaulatan bangsa. Dengan kepengurusan yang baru, LMND menegaskan dirinya siap terus berada di garda terdepan perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia. (Surya Ghempar).

*Godams Gelar Aksi Solidaritas, Kapoldasu Temui Massa*


Medan. Media Dinamika Global.id. Massa Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya (Godams) menggelar aksi solidaritas di Mapoldasu, Senin (1/9). Dalam salah satu tuntutannya massa mendesak Kapoldasu, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto berkenan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ojol Sumut atas hilangnya nyawa rekan Ojol, almarhum Affan Kurniawan yang ikut aksi demo beberapa hari yang lalu.

Ratusan driver ojek online yang awalnya berkumpul di Taman Makam Pahlawan Medan dengan mengenakan pita hitam sebagai tanda duka. Dengan tertib dan damai, massa kemudian bergerak menuju Mapolda Sumut menggunakan kendaraan roda dua mereka, dengan sebuah mobil ambulans sebagai kendaraan komando.

Setibanya di Mapolda Sumut, Ketua Godams menyampaikan aspirasi sekaligus tuntutan agar aparat kepolisian lebih humanis dalam pengamanan aksi serta memberikan jaminan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. 

Mereka juga meminta agar seluruh elemen bangsa, mulai dari pejabat pemerintah, DPR RI, hingga tokoh agama, turut hadir merangkul masyarakat untuk menjaga kondusivitas.

“Polri memahami duka yang dirasakan keluarga besar driver online. Bapak Kapolri bersama Presiden dan Wakil Presiden RI juga telah menyampaikan permohonan maaf serta bela sungkawa. Proses hukum terhadap oknum yang terlibat pun sudah berjalan secara transparan. Mari kita jaga persatuan, jangan mudah terprovokasi, dan selalu sampaikan aspirasi dengan damai,” ujar Kapoldasu.

"Hari ini kami menggelar aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa beberapa waktu yang lalu. Kami hadir menyampaikan rasa duka kepada Kapoldasu bagaimana rasa sedih dan kecewa rekan-rekan Ojol atas peristiwa tersebut. Harus kita akui bahwa peristiwa tersebut tidak terlepas dari kelalaian dari petugas yang menangani unjuk rasa. Kami berharap Kapoldasu berkenan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ojol Sumut. Atas nama institusi kepolisian atas kehilangan nyawa salah seorang rekan kami,"jelas Ketua Godams, Agam Zubair pada wartawan, Senin (01/09/25).

Kedua, kata Agam, kami meminta Kapoldasu untuk mengevaluasi seluruh jajaran yang diikutsertakan dalam pengamanan demonstrasi khususnya mereka yang berada di garda terdepan agar tidak terpancing dan tidak melakukan tindakan represif kepada massa pendemo. Kami juga menyampaikan kepada Kapoldasu agar pascakerusuhan di berbagai tempat di Indonesia supaya cepat bertindak untuk mencegah kejadian yang merambat di banyak tempat dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama untuk hadir langsung di tengah masyarakat.  

''Khususnya yang menjadi perhatian anak remaja yang selama ini terkesan ada pembiaran oleh para orang tua dan masyarakat yang sebenarnya bisa dicegah kalau semua bisa dilibatkan untuk tidak ikut serta dalam demontrasi. Inilah sebenarnya sumber pemicu sehingga aksi berujung ricuh,"ungkapnya.

Tadi kita juga sampaikan biang kerok kericuhan di Indonesia adalah DPR. Kita ketahui bersama anggota Legislatif sudah mempertontonkan perilaku yang tidak baik tidak ada empati seakan hilang hati nurani tidak peka terhadap penderitaan rakyat kecil sekarang banyak yang susah. Kita berharap agar DPR bisa segera dibersihkan dari anggota-anggota yang tidak beretika di masyarakat. "Kita juga minta agar Kapoldasu berjanji akan menindak tegas jika ada anggotanya yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai SOP yang berlaku. Kami juga minta pada Kapoldasu aktif untuk mengawasi anggota-anggotanya terutama bagi mereka yang langsung melayani masyarakat. Dan ini momen Polri untuk berbenah,"sebutnya. 

"Kami berpesan kepada seluruh element masyarakat, organisasi dan komunitas ojol yang ada di Sumut untuk tidak terpancing terhadap isu - isu provokasi yang terjadi saat ini dan atas kejadian wafatnya pengemudi Ojol di jakarta, mari kita percayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwewenang" tegasnya.

Sementara, Kapoldasu, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, yang menemui massa Godams langsung disambut antusias. Kapoldasu menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan. Kami aparat kepolisian akan berbenah diri untuk bisa berbuat baik kepada masyarakat. 

 "Semua akan kami sampaikan ke pimpinan Polri. Bahwa kita Polri alat penegak hukum yang harus melakukan tindakan tegas tapi harus humanis,"jelasnya.

Disinggung soal para pelaku Anarcho yang ikut dalam aksi demonstrasi, Kapoldasu akan menindak tegas. "Karena ini sesuai arahan Presiden dan Kapolri jangan sampai Sumut yang begitu baik dihancurkan oleh beberapa oknum sehingga pertumbuhan ekonomi tidak terjadi,"tukasnya.

Aksi solidaritas tersebut ditutup dengan foto bersama antara Kapolda Sumut, jajaran Polda, dan para driver ojol. Tepat pukul 17.00 WIB, massa Godams membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan pesan damai serta harapan besar agar peristiwa tragis tidak kembali terjadi.

Aksi ini menjadi bukti bahwa suara rakyat bisa disampaikan dengan sejuk, dan kepolisian pun hadir merangkul, bukan berhadapan. Semangat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan di Sumatera Utara diharapkan terus terjaga demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. *(Tim)*

Kapolres Dompu Terjunkan 300 Personel, Amankan Aksi unjukrasa Kelompok AMRD di Kantor DPRD


Dompu, Media Dinamika Global.Id || Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Dompu (AMRD) berlangsung aman dan damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Dompu, Senin (01/09/2025). Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi, Kapolres Dompu AKBP SODIKIN FAHROJIN NUR, S.I.K menerjunkan 300 personel Polres Dompu, dengan total kekuatan pengamanan mencapai sekitar 400 personel, termasuk dari unsur TNI Kodim 1614 Dompu, Brimob Kompi 2 Yon C, dan Sat Pol PP.

Kelompok massa aksi AMRD merupakan gabungan dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan seperti HMI MPO, LMND, IMM, GMNI, BMI/SMI, IMKD, serta pemuda dari berbagai desa di Dompu. Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Umum Wahyudin, SE (Abang Jago), bersama Ajun Narfid dan korlap lainnya, dengan estimasi peserta mencapai 150 orang.

Tuntutan Aksi: Soroti Isu Nasional dan Daerah

Aksi damai ini mengangkat dua isu besar:

Isu Nasional:

• Desakan pengesahan RUU Perampasan Aset

• Penolakan kenaikan pajak dan tunjangan DPR

• Reformasi internal POLRI dan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

• Penolakan skema Omnibus Law dalam RUU Ketenagakerjaan

Isu Daerah:

• Sidak kelangkaan dan harga gas elpiji serta pupuk bersubsidi

• Penerbitan Perbup untuk perlindungan petani

• Penanganan serius stunting di Kabupaten Dompu

• Transparansi dana DBH Cukai Hasil Tembakau (DBCHT)

• Solusi terhadap penggusuran pedagang kaki lima

Aksi dimulai dari Masjid Raya Dompu pukul 08.30 WITA dan berlanjut dengan orasi di beberapa titik strategis, sebelum massa tiba di depan Kantor DPRD Dompu sekitar pukul 12.00 WITA. Aparat kepolisian juga melakukan deteksi dini untuk mencegah provokasi dari kelompok luar yang mencoba menyusup.

Sekitar pukul 13.30 WITA, massa aksi berdialog langsung dengan Forkopimda Kabupaten Dompu, yang terdiri dari Bupati Bambang Firdaus, Ketua DPRD Ir. Muttakun, Kapolres Dompu, dan Dandim 1614. Dialog dilakukan secara terbuka di depan gerbang DPRD dan membahas secara detail tuntutan dari massa.

Dalam kesempatan tersebut:

• Bupati Dompu menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan stunting, penertiban PKL yang disertai solusi berupa bantuan 60 unit rombong, dan sidak kepada pengecer LPG dan pupuk yang nakal.

• Ketua DPRD Dompu menyatakan akan menyampaikan aspirasi massa ke DPR RI dan Presiden, khususnya terkait RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan.

Pukul 14.45 WITA, DPRD Dompu mengeluarkan surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 26 anggota DPRD. Surat tersebut kemudian dikirim secara resmi ke Presiden RI dan DPR RI melalui Kantor Pos Dompu, disaksikan langsung oleh Forkopimda dan perwakilan massa aksi.

Usai kegiatan, Kapolres Dompu AKBP SODIKIN FAHROJIN NUR, S.I.K menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terciptanya situasi yang aman selama aksi berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi, organisasi kemahasiswaan, tokoh pemuda, serta unsur Forkopimda yang telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Dompu. Ini adalah bentuk kematangan demokrasi yang patut kita jaga bersama,” ujar Kapolres.

Penutup keterangannya Kapolres mengatakan: Sinergitas Menjadi Kunci

Aksi AMRD hari ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi secara terbuka dapat berlangsung damai jika diiringi dengan komunikasi yang baik antara masyarakat, aparat, dan pemerintah. Dengan sinergi seperti ini, keamanan dan ketertiban di Kabupaten Dompu dapat terus dijaga dalam suasana yang kondusif dan partisipatif. (Surya Ghempar).

Inilah Hasil Kongres X, LMND Tetap Berada di Garis Terdepan


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Kongres X LMND yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, secara resmi menetapkan kepemimpinan baru organisasi. Dalam sidang paripurna terakhir, forum kongres secara mufakat memilih Saudara Yoga Aldo Novensi sebagai Ketua Umum dan Saudara Riski Oktari Putra sebagai Sekretaris Jenderal LMND periode terbaru.

Penetapan kepemimpinan baru ini tidak hanya menjadi keputusan formal organisasi, tetapi juga mengandung mandat ideologis, politik, dan organisasional. Kongres X menegaskan bahwa LMND akan semakin menapak kokoh pada garis massa, berpihak tanpa kompromi pada rakyat tertindas, serta mengambil posisi politik yang tegas terhadap situasi nasional yang kian dikepung oleh krisis ekonomi, represi politik, dan ketimpangan sosial.

LMND menegaskan komitmen untuk terus mengibarkan panji perjuangan demokrasi kerakyatan dan menolak segala bentuk neoliberalisme yang telah menjerat bangsa dalam lingkaran utang, privatisasi, dan eksploitasi. Kongres X menegaskan bahwa hanya dengan mengorganisir massa mahasiswa dan rakyat pekerja secara sistematis, jalan pembebasan nasional dapat digelorakan.

Kongres ini juga menjadi titik balik bagi LMND untuk memperkuat posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku aktif dalam menyikapi problematika nasional. LMND akan terus berada di garis terdepan melawan politik transaksional, oligarki, dan rezim yang mengorbankan kedaulatan rakyat demi kepentingan segelintir elite.

Kepemimpinan baru ini menegaskan perlunya memperkuat struktur LMND dari pusat hingga komisariat sebagai tulang punggung perjuangan. Organisasi tidak boleh hanya berhenti pada simbol perlawanan, melainkan menjadi alat perjuangan yang hidup, berakar di kampus, dan berpadu dengan denyut rakyat di jalanan.

Kongres X dengan tegas menyatakan bahwa LMND bukanlah organisasi yang akan tunduk pada status quo. Justru, dengan kepemimpinan baru ini, LMND siap menjawab tantangan zaman, mengartikulasikan kesadaran mahasiswa, dan mengorganisir perlawanan rakyat. Sejarah telah mengajarkan bahwa perubahan tidak akan lahir dari parlemen yang busuk oleh kepentingan oligarki, melainkan dari kesadaran kolektif massa yang terorganisir.

LMND percaya, jalan akan kesejahteraan rakyat sudah terbuka lebar. Dan kepemimpinan baru ini adalah langkah konkret untuk semakin meneguhkan barisan perjuangan. (Surya Ghempar).

Cipta Kondisi, Polres Tulang Bawang bersama Kodim 0426 Gelar Patroli Skala Besar di Sejumlah Tempat.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Menyikapi dinamika situasi nasional terkini, khususnya aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menggelar patroli gabungan skala besar guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (31/8/2025) sore, dan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Tulang Bawang, Iptu I Ketut Suwardi Artono, S.H, M.M.

Patroli gabungan skala besar tersebut diikuti oleh jajaran personel Polres Tulang Bawang, Kodim 0426 Tulang Bawang dan Sat Pol PP Kabupaten Tulang Bawang.

Usai apel kesiapan, seluruh personel melaksanakan patroli gabungan di sejumlah titik perkantoran Pemerintah, objek vital, dan daerah rawan gangguan Kamtibmas.

Kasi Humas Polres Tulang Bawang, Ipda Bastian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dan upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, seiring dengan perkembangan situasi nasional.

“Kami dari Polres Tulang Bawang bersama unsur terkait melaksanakan patroli gabungan skala besar. Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap segala kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Ipda Bastian, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K, M.H, Senin 01 September 2025.

Ia menegaskan, bahwa sampai saat ini situasi di wilayah hukum Polres Tulang Bawang dalam keadaan aman dan kondusif. 

Namun, lanjutnya, jajaran Kepolisian beserta instansi terkait lainnya tetap siaga penuh, dan meningkatkan intensitas patroli guna mencegah potensi gangguan kamtibmas di Kabupaten yang berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.

Kasi Humas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Mari kita jaga bersama kondusivitas di wilayah kita,” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk turut menjaga ketertiban, serta menjadi penyejuk di tengah masyarakat, guna mencegah potensi konflik sosial.

"Kegiatan patroli gabungan ini akan terus dilakukan secara berkala, sebagai wujud komitmen Polres Tulang Bawang dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat," ungkap Ipda Bastian.

Perwira dengan balok kuning satu di pundaknya ini menambahkan, bahwa kegiatan patroli skala besar ini juga dilaksanakan oleh seluruh Polsek jajaran guna menciptakan sitkamtibmas aman dan kondusif diwilayah hukumnya masing-masing. (Fs/Red) 

Bupati dan Wakil Bupati Tuba Menghadiri Agenda Ngopi Kerukunan FKUB Bersama Forkopimda, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Adat Tulang bawang.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Bupati Tulang bawang bapak Drs. Qudrotul Ikhwan MM dan Wakil Bupati Tulang bawang bapak Hankam Hassan menghadiri Agenda Ngopi kerukunan FKUB bersama Forkopimda Tokoh lintas Agama, Tokoh masyarakat dan Tokoh adat Tulang bawang Dengan Tema " Bersatu  Bangsaku Menuju Indonesia Emas 2045".

Kegiatan ini digelar di Bersua Cafe Unit 2 Banjar Agung Kabupaten Tulang bawang, Senin  01 September 2025.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang bapak Ferli Yulesi SP.,MM.,MT, Forkopimda Tulang bawang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, FKUB, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Adat Tulang bawang. 

Substansi kegiatan ini adalah meningkatkan kekompakan, Persatuan dan kesatuan mewujudkan  visi dan misi menuju Indonesia Emas  Tahun 2045.

Bupati Tulang Bawang menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan hal penting untuk menjaga silaturahim dan kondusifitas ditengah iklim masyarakat majemuk yang ada di Kabupaten Tulang bawang. 

Ditemgah situasi yang cenderung memanas dibeberapa wilayah yang ada di Republik Indonesia saat ini, beliau menghimbau kepada seluruh Aparat untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, mengedepankan sikap humanis dan merangkul semua kalangan untuk Damai aman, nyaman serta guyup dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang bersifat negatif  yang dapat merugikan pihak manapun. 

Beliau juga menghimbau kepada seluruh camat se- Kabupaten Tulang bawang untuk dapat mengajak masyarakat melaksanakan istighotsah dan doa bersama agar situasi negara kita Indonesia yang tercinta ini semakin membaik. 

Dalam kesempatan ini juga Kapolres Tulang bapak AKBP Yuliansyah, SIK, MH menyampaikan bahwa Polres Tulang bawang senantiasa berupaya maksimal dalam melaksanakan pelayanan Keamanan bagi masyarakat Tulang bawang.

Hal ini dilakukan baik secara langsung maupun melalui Media Center Polres Tulang bawang. 

Upaya serius ini dilakukan dengan sungguh-sungguh  demi meraih simpati dan kepercayaan Masyarakat Tulang bawang.

Beberapa insiden yang terjadi di Ibukota dan beberapa wilayah di Indonesia tentu sangat membuat kami terpukul dan bersedih, namun beliau menegaskan bahwa Polres Tulang bawang terus berbuat yang terbaik, mengedepankan sikap yang humanis dan profesional dalam melayani Masyarakat Tulang bawang.

Sebelum menutup Sambutan beliau juga mendoakan agar Kabupaten Tulang bawang dan seluruh Wilayah NKRI semakin membaik dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. 

Wakil Bupati Tulang bawang bapak Hankam Hassan dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa Kita semua harus bisa menangkap since of crisis yang ada dan terus berbenah serta berbuat profesional.

Beliau menambahkan agar seluruh elemen mampu bersinergi dan berkolaborasi membangun Tulang bawang.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa Kebersamaan sangat diperlukan dan ini menjadi Kunci utama menuju Kesuksesan Kabupaten Tulang bawang.(Fs/Red) 

TNI-Polri dan Mahasiswa di Bandar Lampung Kompak Bersihkan Sampah Pasca Unjuk Rasa di DPRD Lampung.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Usai menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Lampung, pemandangan yang menyejukkan hati terlihat di lokasi. Mahasiswa bersama aparat TNI-Polri bahu-membahu membersihkan sampah yang berserakan di sekitar area aksi, Senin 01 September 2025.

Kebersamaan itu menjadi simbol persatuan sekaligus bukti bahwa demokrasi dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Ribuan mahasiswa yang hadir dalam aksi sebelumnya telah menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib dan damai. Setelah tuntutan disampaikan dan diterima oleh Gubernur Lampung didampingi Kapolda Lampung, Pangdam Raden Intan, Forkopimda serta pimpinan DPRD, massa aksi secara perlahan membubarkan diri dengan tertib. Namun, sisa-sisa botol minuman, kertas, dan spanduk masih terlihat menumpuk di badan jalan maupun trotoar depan gedung dewan.

Tak menunggu lama, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay bersama Dandim 0410/KBL Letkol Arm Roni Hermawan turun langsung memimpin personel gabungan membersihkan area.

Momen ini semakin hangat ketika sejumlah mahasiswa tetap tinggal dan bergabung bersama aparat, memungut sampah menggunakan kantong plastik yang telah disiapkan.

“Ini adalah contoh nyata bahwa mahasiswa dan aparat bisa kompak. Aksi sudah selesai dengan aman, dan sekarang kita sama-sama menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar Kombes Pol Alfret.

Kombes Pol Alfret menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa, TNI, dan Polri. 

“Kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan selalu ada, baik saat pengamanan maupun setelah kegiatan,” katanya.

Dengan gotong royong tersebut, halaman dan ruas jalan di sekitar gedung DPRD kembali bersih. Situasi pun kembali normal, arus lalu lintas lancar, dan kawasan bisa digunakan kembali oleh masyarakat.

Aksi bersih-bersih pasca unjuk rasa ini menjadi penutup indah dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa yang berjalan damai. Selain menyalurkan suara, mahasiswa bersama TNI-Polri juga menunjukkan tanggung jawab sosial dalam menjaga ketertiban dan kebersihan kota. ( Fs/Red)