Media Dinamika Global

Sabtu, 30 Agustus 2025

Ketua LMND NTB Dorong Pemerintah Buka Langkah Bersuasif dan Dialog


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Melihat eskalasi gerakan aksi demonstrasi di berbagai daerah baru-baru ini, utamanya di Jakarta, membuat banyak pihak terpantik. Mulai dari munculnya fenomena bendera OnePiece, ucapan-ucapan pejabat nasional yang kontroversial, tingkah laku anggota DPR yang tak elok, hingga tragedi tewasnya seorang ojol yang terlindas mobil rantis Brimob/Polri.

Berbagai variabel ini membuat banyak unsur lintas sektor masyarakat merasa gerah dan gusar atas perilaku tidak baik yang dilakukan oleh oknum-oknum di institusi-institusi negara. Paling menyayat hati dan sangat geram bagi masyarakat Indonesia ialah peristiwa meninggalnya seorang Ojek Online (OJOL) bernama Affan yang usianya relatif muda. Ia tewas di lindas oleh Mobil Rantis Brimob yang pada saat itu melakukan pengamanan terhadap Aksi Demonstrasi di Pejompongan.

Aksi yang seharusnya tidak menelan Korban Jiwa ini menjadi penyulut akumulasi keresahan masyarakat di berbagai daerah. Lantaran kelalaian dan tidak professionalnya oknum driver Rantis Brimob pada saat pengamanan aksi. Ini mungkin simalakama juga. Satu sisi, Rantis Brimob bermaksud menghalau aksi massa yang mereka anggap diluar batas. Di sisi lain juga kalau Rantis Brimob tidak segera bergerak, khawatir akan dihabisi amukan massa aksi.

Pertanyaan pertama bagi saya adalah, apakah tindakan pembubaran paksa ini tindakan yang sudah terukur atau tidak ?

Kedua, apakah tindakan menurunkan Rantis ini berlandaskan perintah ?

Ketiga, seberapa berbahayanya aksi massa yang dilakukan oleh elemen gerakan di Pejompongan?

Keempat, mengapa mahasiswa dan elemen gerakan lainnya melakukan aksi demonstrasi?.

Jangan heran jika masyarakat di berbagai daerah ikut menggelar aksi unjuk rasa sebagai salah satu bentuk solidaritas. Bahkan sampai melakukan pembakaran Kantor-kantor lembaga kenegaraan. Tak hanya dibakar, juga dijarah isi atau fasilitas di dalam kantor. Sebetulnya, ini cukup disayangkan karena butuh puluhan sampai ratusan milyar biaya untuk membangun ulang dan memperbaiki semuanya.

Ini merupakan tanda bahwa terdapat sekat antara masyarakat dengan perwakilannya di Legislatif. Pasalnya, kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR, memicu kemarahan publik hingga terjadi mobilisasi gerakan yang lumayan besar. Masyarakat merasa tidak terwakilkan aspirasinya, malah justru menaikkan tunjangan anggota DPR. Ditambah lagi, ada kemungkinan operasi dari pihak atau elit tertentu yang memang ingin membuat negara ini chaos.

Oleh karena itu, kami EW LMND NTB menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang dialami Alm. Affan dan Keluarga.

2. Polri harus bertanggungjawab penuh atas kematian Affan baik dari sisi hukum, maupun tanggung jawab moral.

3. Polri harus menjamin kelayakan hidup bagi keluarga korban.

4. Copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

5. Copot Kapolda NTB Hadi Gunawan.

6. Mengajak Pemimpin Nasional dan Daerah untuk mengerti suasana kebatinan masyarakat Indonesia.

7. Mendorong Pemerintah Daerah NTB untuk mengambil langkah persuasif dan Dialog bersama masyarakat.

8. Mengecam tindakan represif APH dengan alasan apapun.

9. Mengutamakan dan mendahulukan kepentingan dan atau fasilitas untuk perekonomian rakyat. (*).

Danrem 162/Wira Bhakti Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Anarkis di DPRD NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id ||  Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S. Sos., memimpin langsung pengamanan unjuk rasa di wilayah NTB yang berujung anarkis. Aksi demonstrasi yang melibatkan Aliansi Mahasiswa, Rakyat NTB, dan Ojek Online (Ojol) NTB ini berlangsung di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) NTB dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Sabtu (30/08/25).

Aksi dimulai pukul 10.40 WITA di depan Mapolda NTB dengan jumlah massa mencapai 1.000 orang. Mereka menuntut pencopotan Kapolri dan revolusi institusi kepolisian, serta meminta pernyataan sikap dari Kapolda NTB terkait insiden kematian seorang pengemudi ojol di Jakarta.

Situasi mulai memanas ketika massa yang anarkis merangsek masuk ke area Mapolda NTB, menurunkan bendera Merah Putih, dan melemparkan batu ke gedung utama. Mereka juga merusak fasilitas negara, termasuk mematahkan tiang bendera. Akibat situasi yang tidak terkendali, aparat kepolisian mulai melakukan tindakan penghalauan dengan mengerahkan Pasukan Pengendalian Huru-Hara (PHH) Brimob.

Setelah berhasil mundur dari Mapolda NTB, massa bergeser ke Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram. Di lokasi ini, aksi semakin tidak terkendali. Massa melemparkan air mineral, batu, dan kayu ke arah gedung dan aparat. Mereka juga membakar ban bekas, kursi, serta sebagian area gedung DPRD NTB.

Melihat situasi yang semakin parah, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief segera tiba di lokasi bersama Wakapolda NTB, Danlanal Mataram, Danlanud Zam, Dansat Brimob, dan Dandim 1606/Mataram. Pasukan tambahan dikerahkan dari Yonif 742/SWY dan Kodim 1606/Mataram untuk membantu aparat kepolisian mengendalikan situasi. Di bawah komando Brigjen Arief, pasukan gabungan berhasil menenangkan massa yang sudah tidak terkendali.

Dalam pernyataannya, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah NTB. Beliau menegaskan bahwa TNI hadir untuk membantu Polri dalam mengamankan unjuk rasa yang sudah mengarah ke tindakan anarkis dan merusak fasilitas publik.

“Kami sangat menyayangkan aksi unjuk rasa yang seharusnya menjadi sarana penyampaian aspirasi justru berujung pada tindakan anarkis. TNI tidak akan menoleransi perusakan fasilitas negara, sebab fasilitas tersebut adalah milik rakyat. Kami hadir untuk memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat, serta melindungi aset-aset negara dari tindakan perusakan,” ujar Danrem.

Beliau juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi dan menghindari provokasi yang dapat merugikan semua pihak. Setelah massa bubar, situasi kembali kondusif dan aman. (Surya Ghempar).

SEMMI Cabang Bima Ultimatum Negara: Copot Kapolri, Bubarkan DPRD!

 


Bima, NTB. Media Dinamika Global.id. Tragedi tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam demonstrasi di Jakarta 28 Agustus lalu terus memantik gelombang amarah rakyat dari Sabang sampai Merauke. Tidak terkecuali di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima melalui ketuanya, Hairul, mengeluarkan pernyataan sikap keras: Kapolri harus bertanggung jawab dan bila perlu segera dicopot dari jabatannya. DPRD juga harus dibubarkan karena kehilangan legitimasi di mata rakyat.

Tragedi yang Menghantam Nurani Bangsa

Kematian Affan Kurniawan, seorang warga biasa yang tidak terlibat dalam aksi, menjadi simbol betapa aparat keamanan telah kehilangan arah. Alih-alih menjaga keselamatan, kendaraan taktis Brimob justru menabrak dan menggilas nyawa rakyat.

“Affan adalah simbol penderitaan rakyat yang ditindas oleh sistem. Nyawanya hilang bukan karena kejahatan, tapi karena kebrutalan negara. Kapolri tidak bisa hanya minta maaf—tanggung jawabnya adalah moral, politik, dan hukum. Bila perlu, Kapolri harus segera dicopot,” tegas Hairul, Ketua SEMMI Cabang Bima, Sabtu (30/8/2025).

DPRD: Lembaga yang Kehilangan Marwah

Dalam pernyataannya, Hairul juga menuding DPRD sebagai lembaga yang tidak lagi layak disebut wakil rakyat. Menurutnya, parlemen di daerah maupun pusat hanya menjadi stempel kepentingan elit, melupakan penderitaan masyarakat.

“DPRD hari ini telah berkhianat. Mereka mengabaikan jeritan rakyat, sibuk dengan tunjangan dan fasilitas mewah di tengah rakyat yang kelaparan. Lembaga seperti itu sudah tidak punya legitimasi moral. Jalan terbaik adalah dibubarkan!” ucap Hairul dengan suara lantang.

Aksi 1 Desember: Gelombang Rakyat Akan Bangkit

SEMMI Cabang Bima memastikan akan memobilisasi mahasiswa dan masyarakat sipil untuk turun ke jalan pada Senin, 1 Desember 2025, tepat di depan gedung DPRD Kota dan Kabupaten Bima. Aksi ini akan menjadi manifestasi kemarahan rakyat, sekaligus tanda bahwa demokrasi tidak bisa lagi dipermainkan oleh elit dan aparat represif.

“Aksi kami bukan sekadar demonstrasi. Ini adalah panggilan sejarah, suara rakyat yang terampas, dan perlawanan terhadap sistem yang busuk. Dari Bima, kami bersuara untuk Indonesia: Copot Kapolri, Bubarkan DPRD!” seru Hairul.

Gelombang Nasional: Demokrasi di Ujung Tanduk

Gelombang protes akibat tragedi Affan tidak hanya terjadi di Jakarta. Di Bali, NTB, hingga berbagai kota lain, aksi solidaritas terus berkobar. Gedung DPRD di beberapa daerah bahkan terbakar oleh amarah massa. Permintaan maaf Presiden Prabowo dan Kapolri dinilai tidak cukup meredam kekecewaan rakyat.

Laporan Reuters menyebut, ribuan mahasiswa berikrar melanjutkan aksi hingga tuntutan dipenuhi (Reuters

). Sementara AP News melaporkan, sedikitnya tiga orang tewas akibat bentrokan, dengan gedung parlemen daerah di Jawa dan Sumatera dibakar massa (AP News).

Tiga Tuntutan SEMMI Cabang Bima

Kapolri dicopot – karena gagal menjaga nyawa rakyat dan mencederai demokrasi.

DPRD dibubarkan – karena tidak lagi menjadi rumah aspirasi rakyat.

Reformasi sistem pengamanan aksi – untuk menghentikan pola represif dan menjamin keselamatan dalam penyampaian aspirasi.

Affan Adalah Api Perlawanan

“Affan bukan sekadar korban, ia adalah api perlawanan. Dari tragedinya, lahir kesadaran bahwa negara sedang berada di jalan yang salah. Jika negara terus tuli terhadap suara rakyat, maka rakyatlah yang akan mengguncang pilar-pilar kekuasaan. Dari Bima kami berseru: demokrasi harus diselamatkan, dan itu dimulai dengan mencopot Kapolri serta membubarkan DPRD!” tutup Hairul. (Tim)

Ketua Kampus STIPAR Dr. Abustam S.sos SH.MH Sampaikan Pesan Ini ke Maba dalam Penutupan PKKMB STIPAR Soromandi Bima


Sambutan dan Penutupan PKKMB STIPAR 2025 oleh ketua stipar Abustam S,sos,SH.MH

Soromandi NTB, Media Dinamika Global.id.—Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPAR) tahun 2025 resmi berakhir pada Sabtu malam (30/08) di Halaman lapangan Kampus stipar Soromandi bima, Acara ini ditutup oleh ketua stipar Abustam S,sos.SH. MH dengan pesan penting yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan dan etika, sejalan dengan tema Lustrum Stipar Soromandi bima Kampus Matupa “Sehat Bahagia Prestasi Mendunia”.

kegiatan tersebut hadir juga Ketua yayasan STIPAR, Dr. Abustam S.sos,SH,MH, Najamuddin M.M wakil ketua III, furkan M.pd wakil rektor 1, Ernawati S.pdi wakil II, Dosen Dosen Pembimbing, Pembina UKM, Ketua LPM STIPAR, ketua BEM STIPAR, Wakil ketua BEM, Panitia, serta mahasiswa- mahasiswi pkkmb.

Dalam sambutannya, ketua stipar Abustam S,sos SH.MH mengingatkan para mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan rasionalitas, tetapi juga moralitas. “Selain mengembangkan rasionalitas, harus memiliki moralitas. Orang yang selalu mengembangkan moralitas dengan dukungan rasionalitas yang terawat biasanya memiliki kepekaan sehingga tidak mudah meremehkan orang lain, tidak suka menjelekkan orang lain tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.

PKKMB tahun ini diikuti oleh 100 orang mahasiswa baru dari jenjang S1 mahasiswa Pascasarjana nanti. Ketua Pelaksana PKKMB STIPAR 2025, Ely Ardiansyah menyatakan bahwa UKM kegiatan ini berlangsung dengan sukses luar biasa. “Peserta PKKMB sejumlah 100 orang, dari S1 serta Pascasarjana telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian acara dengan sukses,” jelasnya.

Selain itu, dalam penutupan PKKMB 2025 ini, juga UMK kopi diselenggarakan orientasi bagi 39 Unit Kegiatan Mahasiswa di  UKM kopi stipar Soromandi bima Kampus Matupa. Tidak hanya sebatas perkenalan, 39 UKM tersebut turut menampilkan gelar prestasi dan performance di hadapan para mahasiswa baru. Kegiatan ini ditutup pada pukul 12.00 dan UKM kopi dilanjutkan dengan open house pada pukul 13.00, di mana mengadakan open house di tenda-tenda yang berjejer di halaman lapangan lingkungan stipar Soromandi bima Kampus Matupa .

Laporan Ketua Pelaksana PKKMB STIPAR 2025, Ely Ardiansyah


Menutup acara, Ely Ardiansyah memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa baru. “Selamat datang mahasiswa baru, selamat menempuh perkuliahan di stipar Soromandi bima, UKM kopi Kampus Matupa kita yang tercinta. Mari mengukir prestasi untuk masa depan gemilang. Sehat Bahagia Prestasi Mendunia,” tuturnya.(Sekjend MDG)

Adakan Tasyakuran dan Ramah Tamah, ini Pesan Wakil Bupati Pesawaran Antonius.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Bapak Antonius Muhammad Ali, SH melaksanakan kegiatan Tasyakuran dan Ramah tamah atas dilantiknya sebagai Wakil Bupati Pesawaran Bersama Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian Pada Rabu 27 Agustus 2025 yang lalu oleh Gubernur Lampung Bapak Rahmat Mirzani Djausal, Kegiatan Tasyakuran ini dilaksanakan dikediaman pribadi wakil bupati berlokasi di Nusa Indah 6 Way Dadi Baru Kecamatan Sukarame, Sabtu 30 Agustus 2025.

Dalam kegiatan tasyakuran ini isi dengan Takziah dan ramah tamah. 

Saat diwawancarai, wakil bupati pesawaran bapak Antonius Muhammad Ali, SH menyampaikan, Alhamdulillah hari ini, saya secara pribadi mengadakan kegiatan tasyakuran dan ramah tamah atas pelantikan saya sebagai wakil bupati pesawaran bersama ibu Nanda Andira Bastian sebagai bupati pesawaran beberapa hari yang lalu, ujarnya. 

Tak lupa, saya ucapkan terimakasih kepada semua undangan yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir dikediaman saya hari ini, selain ada kegiatan takziah kita juga melaksanakan ramah tamah, tambahnya. 

Saat disinggung soal 100 hari kerja kedepan, wakil bupati menegaskan, saya bersama ibu bupati Nanda Indira "pokoknya Gass, langsung turun kelapangan, seperti hari ini kita dapat laporan telah terjadinya longsor di lempasing berbatasan dengan kota Bandar Lampung. 

"Saya diperintah oleh ibu Bupati Nanda langsung ke lokasi berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PU untuk Berkoordinasi juga dengan Pemkot Bandar Lampung karna lokasi longsor yang berbatasan langsung dengan kota Bandar Lampung. 

Ibu Bupati Nanda juga nanti sore akan turun langsung ke lokasi longsor untuk meninjau dan melihat langsung lokasi longsor tersebut, intinya Insya allah pada pemerintahan Nanda- Antonius gerak cepat dalam merespon hal hal yang terjadi pada masyarakat, maupun hal pembangunan dan kemajuan kabupaten pesawaran kedepan. 

Terakhir, pesan saya dan bersama ibu bupati Nanda, mohon doanya baik dari keluarga besar, partai pendukung dan seluruh masyarakat pesawaran agar bersama sama mendoakan kami, Insya allah menjadi pemimpin yang amanah, istiqomah dan terpenting membuat kabupaten pesawaran maju dan lebih baik lagi kedepan dengan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat, tutup wakil bupati pesawaran Antonius. ( Fs/Red) 

Gekrafs NTB Gandeng Kementerian Ekraf RI Gelar Festival Permainan Rakyat (Perak) NTB 2025

Ketua Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global.Id || Dalam rangka menjaga, merawat dan melestarikan Permainan Rakyat NTB, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar Festival Permainan Rakyat (PERAK) NTB 2025. Acara yang mengangkat tema “Lestari Permainan Rakyat NTB” ini, dilandaskan pada satu keinginan kuat untuk menjadikan permainan rakyat tidak sekedar hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan nilai-nilai dan norma-norma sosial serta memperkuat identitas daerah dan masyarakat.

Ketua Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menyampaikan kekhawatirannya bahwa dari waktu kewaktu permainan rakyat mulai tergerus, dan semakin tidak diminati oleh kalangan muda. “Kekhawatiran kami, permainan rakyat kita mulai ditinggalkan. Terutama oleh kalangan muda, padahal permainan rakyat tidak saja berfungsi hiburan, tetapi sarat dengan nilai-nilai sosial dan bersifat mendidik. Jadi, harus terus kita jaga dan lestarikan. Festival Permainan Rakyat yang akan digelar Gekrafs NTB ini adalah salah satu caranya,”Terang Yeyen. Ia pun menambahkan pentingnya upaya-upaya kreatif mengembangkan permainan rakyat. “Permainan rakyat ini harus dikemas secara kreatif, dan festival ini mencoba melibatkan dan menjangkau banyak pihak, termasuk penyajiannya akan mengikutsertakan banyak subsektor ekonomi kreatif sehingga menjadi satu kesatuan yang menarik dan diminati,” jelas Yeyen.

Acara yang akan digelar pada tanggal 20 – 21 September 2025 ini rencanannya akan dilaksanakan di ex bandara selaparang. “Acaranya akan kami gelar 2 hari di ex bandara selaparang. Tanggal 20-21 September 2025 dengan melibat delegasi permainan rakyat dari 10 kabupate/kota yang ada di NTB. Namun terbuka juga bagi komunitas seni budaya, komunitas kedaerahan, maupun komunitas seni pertunjukan untuk berpartisipasi dalam acara festival ini,”Kata Ketua Panitia, Adi Apriady. 

Menurut Ketua panitia penyelenggara, Adi Apriady, bahwa acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, Bapak Ahmad Ridha Sabana, serta kolaborasi dengan banyak pihak. Mulai dari komunitas musik, fotografi, film, videografi, media online dan televisi, pelaku UMKM, komunitas arsitek serta private sektor lainya.

“Jadi, di acara Festival Permainan Rakyat ini ada beberapa side event lainnya yang melibatkan kawan kawan subsektor ekonomi kreatif lainnya. Ada Talk show, ada expo Ekraf, sinema rakyat, musik dan kontes foto serta seni pertunjukan yang akan menghibur pengunjung,” terang Adi. 

“Saat ini kami sedang dalam tahap persiapan, dan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak, mohon dukungannya ya,” tutup Adi. (Surya Ghempar).

Sutono Dinilai Pilihan Tepat sebagai Ketua PDIP Lampung

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Dinamika politik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung memanas. Proses penjaringan calon Ketua DPD dan DPC yang seharusnya berlangsung demokratis, justru disebut-sebut diwarnai tekanan dan intrik politik.

Sejumlah pengurus anak cabang (PAC) mengaku mendapat tekanan untuk hanya mengusung nama tertentu seperti SN, KA, atau UA. Ancaman pemberhentian dari jabatan sebagai Ketua atau Sekretaris PAC pun disebut menghantui mereka.

Tidak hanya itu, anggota fraksi PDI Perjuangan juga dikabarkan dikerahkan untuk mengintimidasi PAC agar tidak mengusulkan nama Sutono, Sekretaris DPD PDIP Lampung, sebagai calon ketua.

“Bagi anggota fraksi yang membangkang, ancamannya adalah sanksi PAW alias dicopot dari jabatannya sebagai wakil rakyat,” ungkap salah satu sumber internal.

Praktik tersebut menuai kritik tajam. Beberapa kader menilai langkah itu telah mencederai semangat demokrasi yang menjadi jantung perjuangan partai banteng moncong putih.
“Ini terang benderang mengkhianati demokrasi,” tegas salah seorang kader.

Di tengah pusaran intrik ini, nama Sutono justru kian mencuat. Sosok yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Lampung itu dinilai banyak pihak sebagai figur alternatif yang mampu membawa angin segar bagi partai.

Selama memimpin struktur, Sutono disebut berhasil merapikan manajemen internal partai, menghidupkan agenda konsolidasi secara lebih sistematis, hingga aktif membuka ruang diskusi kebangsaan di kampus-kampus. Kedekatannya dengan kalangan muda, akademisi, hingga petani, membuatnya dianggap sebagai tokoh yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat.

“PDIP Lampung membutuhkan pemimpin yang punya konsep jelas untuk memenangkan Pemilu 2029. Sutono adalah sosok cerdas, berintegritas, pekerja keras, dan mampu mempersatukan semua pihak,” ujar salah seorang tokoh internal.

Dengan latar belakang nasionalis yang kuat serta kedekatan dengan para senior PDIP di Lampung, Sutono diyakini bisa menjaga harmoni sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bung Karno ke dalam tubuh partai.

“Jika Sutono menjadi Ketua DPD, saya yakin PDIP akan kembali merebut kemenangan di Lampung pada Pemilu 2029,” pungkas sumber tersebut. 
( Fs/Red) 

Pemerintah Kota Bima Gelar IMTAQ : Tingkatkan Nilai Spritialitas Di Lingkungan Kerja

 

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pemerintah Kota Bima kembali menggelar kegiatan pembinaan iman dan takwa (Imtaq) yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Hadir dalam kegiatan Imtaq ini, Staf Ahli Bidang Kesra Kemasyarakatan dan SDM, Suharni, SE., Kegiatan ini dilaksanakan Jum'at pagi, bertempat di Masjid M. Nur  A. Latif  Kantor Wali Kota Bima. Kegiatan Imtaq ini di gelar sebagai upaya Pemerintah Kota Bima, untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan etika kerja dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Jum'at, 29 Agustus 2025.

Kegiatan Imtaq merupakan wadah refleksi dan penguatan mental spiritual bagi seluruh pegawai, baik ASN maupun tenaga honorer lingkup Pemerintah Kota Bima. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan dapat tercipta aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini diawali dengan yasinan bersama, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama, yang disampaikan oleh Ustaz H. Taufikurrahman. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan jama'ah, untuk senantiasa meningkatkan keimanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain mempererat silaturahmi antar pegawai, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial, dan membentuk karakter aparatur, serta meningkatkan semangat kerja yang dilandasi dengan iman.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh, seluruh Staf Ahli, seluruh Kabag, seluruh Kepala OPD, seluruh Kabag, Camat, dan Lurah se Kota Bima. Kegiatan Imtaq ini di tutup dengan doa, dengan harapan, dapat meningkatkan semangat kerja, dan meningkatkan nilai spiritual seluruh Pegawai lingkup Pemerintah Kota Bima.(Sekjend MDG)

Asisten III Hadiri Gerakan Pangan Murah Serentak dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI

 




Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kota Bima menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di Lapangan Serasuba Kota Bima. Sabtu, 30 Agustus 2025.

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten III Setda Kota Bima Drs. H. M. Saleh yang sekaligus mewakili Pemerintah Kota Bima membuka secara resmi kegiatan GPM. Turut mendampingi, Kadis Kominfotik, Kadis Ketahanan Pangan, serta Camat dan Lurah se-Kecamatan Rasanae Barat.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima dan Kepala Perum Bulog Sub Divre Bima. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten III Setda Kota Bima menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah nyata pemerintah dalam merespons ketidakstabilan harga yang dipicu oleh ketidakstabilan pasokan pangan.

"Pemerintah hadir untuk mengambil peran dan menjalankan fungsinya agar masalah pasokan tidak mengganggu kestabilan harga. Tugas utama pemerintah adalah memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Karena itu, sebagai aparatur pemerintah, kita harus mendukung sepenuhnya pelaksanaan GPM ini," ungkapnya.

Ia juga berharap Gerakan Pangan Murah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Dengan adanya GPM, masyarakat tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mari kita semua mendukung program ini agar tidak ada lagi kesenjangan harga antara pasar dengan harga yang ditetapkan pemerintah, sehingga manfaatnya benar-benar maksimal bagi masyarakat," harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Asisten III secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Pangan Murah Serentak dalam rangka HUT Kemerdekaan RI secara resmi saya nyatakan dibuka."

Pelaksanaan GPM tidak hanya dipusatkan di Lapangan Serasuba, tetapi juga serentak di seluruh kecamatan dengan lokasi di masing-masing kantor camat.(Sekjend MDG)

Jumat, 29 Agustus 2025

Polisi Amankan 7 Oknum Brimob terkait Driver Ojol Tewas Ditabrak Mobil Rantis, Berikut Nama-namanya


JAKARTA, Media Dinamika Global.id.--Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyebutkan sebanyak 7 oknum polisi telah diamankan terkait tewasnya driver ojek online berinisial AK yang diduga ditabrak mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob. Korban ditabrak dan dilindas saat aksi demo di Penjompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

"Tentunya saat ini pelaku sudah kita amankan yang saat ini dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," ujar Karim dalam konferensi pers di RSCM Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dini hari.

"Pelaku sudah kita amankan berjumlah tujuh orang," sambungnya.

Dia memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan akan melibatkan pihak eksternal dalam prosesnya.

"Kita akan penanganannya transparan dengan melibatkan pihak eksternal dan informasikan terus menerus terkait penanganan masalah ini," katanya.

Tujuh oknum polisi yang diamankan:

1. Kompol C

2. Aipda M

3. Bripka R

4. Briptu D

5. Bripda M

6. Baraka Y

7. Baraka D.