Media Dinamika Global

Senin, 24 Maret 2025

Wali Kota Bima Terima Silaturahmi Bersama MUI Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima menerima kunjungan silaturahmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima dalam rangka membahas berbagai isu sosial, termasuk pencegahan narkoba dan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Senin, 24 Maret 2025.

Dalam pertemuan yang digelar di Ruangan Kerja Wali Kota Bima tersebut, Ketua MUI Kota Bima menyampaikan bahwa amanah yang diberikan oleh Wali Kota Bima kepada MUI merupakan tanggung jawab besar. Salah satu fokus utama adalah menyosialisasikan bahaya narkoba kepada jamaah masjid. "Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Ketua MUI.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima mengungkapkan apresiasi kepada MUI atas peran aktifnya dalam menjaga moral dan kesadaran masyarakat. Ia juga menyoroti masalah banjir yang kerap melanda Kota Bima, yang membutuhkan biaya pemulihan yang sangat besar. Oleh karena itu, ia mengajak MUI untuk ikut mengampanyekan gerakan menanam pohon serta pola hidup bersih kepada masyarakat.

“Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan, pilah dengan baik. Setiap khutbah dan tausiah, mari kita suarakan gerakan kebersihan dan reboisasi," tegas Wali Kota.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya ketahanan keluarga dalam melawan penyalahgunaan narkoba. “Jadikan narkoba sebagai musuh bersama. Pemerintah Kota Bima juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap peredaran minuman keras,” tambahnya.

Di akhir pertemuan, Wali Kota Bima meminta doa dan dukungan dari para ulama agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik dan berlaku adil dalam mengayomi masyarakat.(Sekjend MDG)

Silaturahmi FKUB, Dorong Gerakan Moral Dan Toleransi Beragama


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima menerima silaturahmi dari pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima dalam rangka membahas program kerja dan upaya peningkatan kerukunan antar umat beragama. Senin 24 Maret 2025 di Ruang Kerja Wali Kota Bima.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan FKUB menyampaikan rencana moderasi beragama bagi siswa-siswi di Kota Bima, serta sosialisasi tentang FKUB di Kecamatan Rasanae Timur dan Asakota. Selain itu, FKUB juga berencana melakukan survei indeks kerukunan sebagai bagian dari dialog kebangsaan yang mereka inisiasi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima mengapresiasi kehadiran FKUB dan upaya yang dilakukan untuk menjaga harmoni sosial. Ia juga menitipkan pesan moral agar setiap kegiatan FKUB turut menyuarakan isu-isu penting seperti kebersihan lingkungan serta pencegahan penyalahgunaan minuman keras (miras) dan narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

“Kita harus bangkitkan kembali kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan moral. Ini tugas kita bersama,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota Bima mengungkapkan rencana pemerintah untuk meluncurkan gerakan moral bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bima. Ia menegaskan pentingnya membangun toleransi beragama yang lebih kuat dan berharap dukungan dari semua pihak, termasuk FKUB.

"Saya yakin, jika ini terus disuarakan, maka kesadaran masyarakat akan tumbuh. Mudah-mudahan di tahun 2025 kita bisa mengubah wajah Kota Bima menjadi lebih baik dan maksimal dalam menangani berbagai permasalahan sosial," tutupnya.(Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Hadiri Penyerahan Bantuan Sosial Dan Sembako


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima H. A.  Rahman H. Abidin, SE menghadiri Penyerahan Bantuan Sosial Sandang dan Sembako Penyandang Disabilitas Terlantar dan Lanjut Usia Terlantar di Kantor Dinas Sosial Kota Bima, Senin 24 Maret 2025.

H. A. Rahman sangat mengapresiasi program ini karena sebagai salah satu tempat untuk bertemu dan bersilaturahmi bersama penyandang disabiltas di Kota Bima.

 

Aji Man sapaan akrabnya menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Bima kepada masyarakat.

 

"Terima kasih kepada Dinas Sosial, Pekerja Sosial dan PSM yang telah bekerja semaksimal mungkin dan tolong bantuan ini diberikan bukan atas kedekatan," jelasnya.

 

Pemberian bantuan yang hanya sekali setahun ini lanjutnya, diharapkan dapat terus ditingkat menjadi dua atau tiga kali dalam setahun. Sehingga penyandang disabilitas, masyarakat yang kurang mampu mendapatkan manfaat ini secara merata.

 

Ia meminta agar masyarakat yang hadir untuk selalu mendoakan pimpinan daerah agar terus amanah dan adil dalam memimpin. Selain itu, Aji Man menekan agar bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

"Saya minta agar Dinas Sosial memilih orang-orang bukan karena kedekatan sosial tapi kepada masyarakat yang berhak menerimanya, walaupun kecil dapat bermanfaat bagi mereka," tutupnya.

 

Sementara itu, Yuliana, S.Sos selaku Kepala Dinas Sosial Kota Bima melaporkan bahwa yang menerima bantuan ialah 70 orang Penyandang Disabilitas, 30 laki-laki menerima sembako, baju muslim dan sarung, 40 Perempuan menerima mukena.(Sekjend MDG)

 

Untuk Lansia terlantar ada sebanyak 80 orang, 40 laki-laki menerima baju muslim dan 40 perempuan menerima mukena dan sejadah. Untuk Gelandangan/Pengemis sebanyak 10 orang menerima sarung dan selimut.

 

Sedangkan untuk 35 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan 60 Anak terlantar mendapatkan baju muslim.( Sekjend MDG ).

Pemkot Bima Dorong Bulog Serap Jagung Petani Sesuai HPP


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025 tentang harga gabah dan jagung sesuai HPP 2025, untuk HPP gabah kering sebesar Rp. 6.500 per kilogram, HPP jagung pakan sebesar Rp5.500, pemerintah Kota Bima mendorong Bulog benar-benar memastikan semua produksi jagung petani di Kota Bima diserap sesuai HPP.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bima H A Rahman didampingi Wakil Wali Kota Bima saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT Kota Bima yang dirangkaikan dengan rakor stabilisasi pangan dan inflasi, bertempat di Aula Maja Labo Dahu kantor Wali Kota, Senin, 24 Maret 2025.

"Saya minta dinas teknis segera panggil Bulog untuk diskusikan dan memastikan soal ini. Mengingat puncak panen jagung petani kita pada April-Mei 2025 ini," ujar Wali Kota Bima.

Pemerintah Kota Bima juga menegaskan meminta kepada para pengusaha yang menyerap jagung petani untuk dapat menyesuaikan harga sesuai keputusan pemerintah yang menetapkan untuk HPP gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram, HPP jagung Rp. 5.500 per kilo.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengatakan, sudah saatnya pemerintah menangani hal ini secara kongkret dan terukur. Ia juga meminta dinas teknis saat ini untuk mulai memetakan berapa gudang jagung disiapkan bulog yang sudah siap untuk menampung hasil jagung petani.

"Antisipasi dari sekarang, awasi betul-betul jika ada pengusaha nakal yang memanfaatkan kadar air jagung, jangan sampai petani dirugikan. Saya minta Satgas pangan Kota Bima perhatikan betul soal ini," tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan target secara nasional yang akan diserap oleh Bulog, untuk jagung sebanyak 1 juta ton dan gabah kering sebanyak 3 juta ton. Langkah ini dalam rangka mewujudkan asta cita pemerintah pusat terkait ketahanan pangan.(Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Apresiasi Baznas Salurkan Zakat Kepada 1.640 Mustahik


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin menghadiri acara Pendistribusian Zakat Fitrah Tahun 2025 Baznas Kota Bima, bertempat di kantor Baznas Kota Bima, pada Senin, 24 Maret 2025.

Turut hadir pada pendistribusian zakat oleh Baznas tersebut antara lain, Wali Kota Bima, Ketua dan Komisioner Baznas Kota Bima, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, Plt. Camat Mpunda dan Lurah se Kecamatan Mpunda.

Wali Kota Bima H A Rahman, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Baznas Kota Bima. Ini luar biasa sekali, apalagi dibagikan tiap tahun kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menegaskan, kedepan tidak hanya zakat profesi dan zakat fitrah yang didorong, orang kaya juga dapat kita dorong yang mungkin selama ini mereka salurkan zakatnya langsung kepada masyarakat.

Wali Kota Bima menginginkan kedepan pihaknya mengajak dan mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan keuangan yang lebih agar menitipkan zakat melalui Baznas, sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaatnya.

"Alhamdulillah di bulan berkah, bapak dan ibu tidak sendiri. Ada pemerintah, ada baznas, ada dinsos. Jangan lihat nilainya, tapi ada kepedulian dan rasa cinta dari pemerintah kepada masyarakat," kata Wali Kota dihadapan masyarakat penerima manfaat.

Ketua Baznas Kota Bima, H. Nurdin Mansyur dalam laporannya menyampaikan, penerima manfaat pada pendistribusian zakat yang bersumber dari zakat profesi ASN pemerintah Kota Bima tahun 2025 sebanyak 1.640 orang/mustahik se Kota Bima. Hari ini pembagiannya mulai di Kecamatan Mpunda.

"Penerima zakat sore ini di Kecamatan Mpunda sebanyak 400 orang, 40 per kelurahan, terdiri dari 30 fakir miskin, 5 janda tua dan 5 guru ngaji. Masing-masing menerima beras 5 kg dan uang tunai 100 ribu," ujarnya.

H. Nurdin mengaku bahwa kegiatan pendistribusian zakat ini rutin dilakukan pihaknya tiap tahun. Selain fakir miskin, janda tua dan guru ngaji, ada juga mualaf 100 orang sebagai penerima manfaat. Sebelum lebaran idulfitri ini disalurkan.

"Terima kasih kepada muzaki yang membayarkan zakatnya melalui Baznas, semoga dicatat sebagai ladang pahala di sisi Allah SWT," pungkasnya.(Sekjend MDG)

Kasus Polsek Kayangan, Polda NTB Turunkan Tim Propam


Mataram, Media Dinamika Global.Id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menurunkan tim khusus dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait peristiwa di Mapolsek Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, pada 17 Maret 2025.

Langkah ini menyusul meninggalnya seorang warga Dusun Sangiang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, berinisial RW yang diduga melakukan bunuh diri setelah konon mendapat tekanan dari oknum anggota Polsek Kayangan. Kejadian tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pada penyerangan terhadap Mapolsek.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., menyatakan bahwa pihaknya sangat serius menangani kasus ini dan menekankan pentingnya pengusutan secara menyeluruh dan transparan. “Kami langsung menurunkan tim dari Bidang Propam untuk memeriksa seluruh anggota yang diduga terlibat. Tidak boleh ada ruang bagi pelanggaran hukum di tubuh Polri,” tegasnya di Mataram, Senin 24 Maret 2025.

Kapolda juga menjelaskan bahwa mutasi terhadap Kapolsek Kayangan, Iptu Dwi Maulana Kurnia Amin, S.H., serta sejumlah anggota lainnya, dilakukan untuk mempermudah jalannya pemeriksaan tanpa hambatan struktural. Mutasi tersebut dituangkan dalam Surat Telegram Kapolda NTB tertanggal 21 Maret 2025.

Tim Propam Polda NTB kini tengah bekerja intensif melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya terhadap personel yang bertugas saat kejadian, tetapi juga terhadap sistem kerja dan pola pengawasan internal di lingkungan Polsek Kayangan.

“Langkah ini bukan hanya penegakan disiplin, tapi juga sebagai bentuk koreksi internal demi menjaga marwah institusi. Jika terbukti melanggar, akan ada sanksi tegas sesuai aturan,” kata Kapolda.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu liar di media sosial. “Percayakan prosesnya kepada kami. Polda NTB berkomitmen menangani kasus ini dengan profesional, terbuka, dan berkeadilan,” pungkasnya. (Surya Ghempar).

Pemerintah Ubah Skema BPJS Kesehatan, Kelas 1,2,3 Jadi Begini !


Jakarta. Media Dinamika Global.Id.- Pemerintah akan melakukan perubahan pada sistem kelas dari BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan menyusul akan diterapkannya kelas rawat inap standar atau KRIS.

"Kalau sekarang kan konsep sosial gotong royong nya banci, karena yang kaya bayar lebih dia harus dapat lebih bagus, itu bukan asuransi sosial dong," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu

Skema KRIS ini, kata Budi akan lebih mencerminkan prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional karena antara yang miskin dengan kaya sama-sama mendapatkan layanan dengan ruang rawat inap setara meski skema tarif iurannya berbeda.

"Asuransi sosial itu, harusnya yang kaya itu bayar lebih untuk tanggung yang miskin, jangan dia bayar lebih minta lebih, nah konsep itu menurut saya harus diluruskan dengan KRIS," ungkapnya.

Dengan skema itu, Budi mengatakan, orang yang kaya akan ditetapkan limit plafon layanan kesehatannya di BPJS Kesehatan. Dengan begitu, ketika ia ingin mendapatkan layanan yang lebih seperti ruang rawat inap VIP harus menggunakan skema campuran asuransi dengan swasta yang telah terintegrasi dengan layanan asuransi BPJS Kesehatan.

Budi mengatakan, mekanisme itu terlaksana dengan combine benefit antara asuransi kesehatan swasta dengan BPJS Kesehatan hanya khusus untuk orang-orang kaya. Skemanya ialah si orang kaya membayar asuransi hanya ke pihak asuransi swasta dan sisa porsinya dibayarkan pihak asuransi swasta ke BPJS Kesehatan.

"Kita sudah bikin mekanismenya dengan OJK dan BPJS adalah Budi Sadikin misalnya bayar BPJS, bayar Jasindo, atau karena Jasindo lebih besar, setiap orang yang ambil asuransi swasta dia harus ada porsi yang dibayarkan ke BPJS, jadi si orang ambil asuransi gak usah pusing dan BPJS gak pusing nagih," tuturnya.

"Jadi dari sisi user bayarnya satu, kalau dia sakit, datang ke rumah sakit dia kan gak mungkin ambil kelas bawah, dia pasti ambil tinggi," ucap Budi seperti dikutip cnbc indonesia

Budi mengatakan, skema asuransi ini penting diterapkan supaya porsi belanja kesehatan Indonesia yang saat ini masih minim ditanggung asuransi bisa porsinya mendominasi, yakni 80%. Dengan artinya ketika belanja kesehatan pada 2023 senilai Rp 614 triliun, maka Rp 491 triliunnya harus sudah ditanggung asuransi, saat ini porsinya baru sekitar 32%.

"Jadi maksudnya swasta masuk bukan kita mau kapitalis atau mau apa, kita mau bagi semangat gotong royong ini coba dong yang mampu enggak bebani BPJS untuk habiskan jatah BPJS yang harusnya untuk orang-orang lebih bawah," tuturnya.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, konsep ini yang pada akhirnya membuat sistem KRIS tidak menghilangkan sistem layanan kelas di rumah sakitnya. Sebab, dengan iuran tunggal satu tarif di BPJS Kesehatan nantinya, akan tetap memberikan layanan kesehatan yang sama dalam konsep KRIS.

"Sebenarnya tidak berarti bahwa semua tempat tidur dalam satu rumah sakit itu KRIS, tidak, karena dalam aturannya itu untuk RS pemerintah cuma 60%, artinya 60% dari seluruh tempat tidur itu masih ada yang kelas 1 kelas 2 masih ada yang VIP dan ini lah yang dimungkinkan oleh pak menkes tadi kris itu betul-betul semua ditanggung BPJS," ucap Abdul Kadir.

Bila kelas mampu ingin mendapatkan pelayanan kesehatan lebih, khususnya untuk ruang rawat inap, maka bisa memanfaatkan skema combine benefit dengan menambah asuransi swasta untuk layanan kesehatannya.

"Jadi saat dia naik kelas, ke kelas 1, 2 di sini yang berfungsi combine benefitnya tadi sebenarnya, jadi yang dibayar BPJS KRIS nya itu, untuk swasta itu cuma 40% yang diminta," paparnya.(mij/mij)

Minggu, 23 Maret 2025

Kades Pandai Kukuhkan Pengurus Himpunan Mahasiswa Pandai.

Pengurus Himpunan Mahasiswa Pandai usai di kukuhkan oleh Kades Pandai, Syahir Maha Putra, Spd. Minggu (23/03)

Bima. Media Dinamika Global.Id_kades Pandai, Sahir Maha Putra, Spd, Kukuhkan Pengurus Himpunan Mahasiswa Pandai, pada hari minggu tanggal (23/03) di aula kantor Desa Pandai Kecamatan Woha. Berjalan dengan hikmad.

Kades Pandai, Syahir Maha Putra, Spd, Menyampaikan,  Pengukuhan Pengurus HMP yang tergabung dari sejumlah  mahasiswa dari berbagai kampus perguruan tinggi itu, Selain sebagai sebuah wadah untuk mempersatukan sejumlah mahasiswa Desa Pandai, Organisasi  HMP  juga  sebagai wadah untuk membangun Desa. Ujar Sahir biasa di sapa.

Sahir Mengajak pada mahasiswa untuk dapat berkolaborasi dengan baik bersama  Pemdes untuk sama-sama membangun Desa Pandai yang kita cintai bersama.

"Selamat kepada teman teman pengurus himpunan mahasiswa dan aari kita sama- sama memberikan dedikasih kita bersama untuk kemajuan desa kita tercinta". Harapnya.(mdg/04).

Resmi Turun! Harga Bahan Bakar Minyak BBM Senin 24 Maret 2025, Berlaku di Seluruh Indonesia


Jakarta. Media Dinamika Global.Id.- PT Pertamina diketahui kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak atau BBM. Diketahui kebijakan penyesuaian harga ini berlaku mulai tanggal 1 Maret 2025. 

Kali ini, penyesuaian harga diketahui kembali dilakukan dengan menurunkan sejumlah harga Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Dua jenis BBM yang mengalami penurunan harga diantaranya adalah Pertamina Dex dan Dexlite. Sebagai contoh di Jawa Tengah, harga Pertamina Dex yang semula adalah Rp 14.800 kini menjadi Rp 14.600 atau terjadi penurunan harga Rp 200 per liternya.

Sementara Dexlite di Jawa Tengah yang semula seharga Rp 14.600 menjadi Rp 14.300 atau terjadi penurunan harga Rp 300 per liternya.

Dikutip dari Kompas.com melalui Fadjar Djoko Santoso selaku Vice President Corporate Communivation Pertamina mengungkapkan jika harga BBM setiap bulannya akan dilakukan update harga.

"Setiap bulan harga BBM diupdate. Untuk penyesuaian harganya bisa dicek di laman resmi Pertamina," ujar Djoko Santoso.

Melalui laman resminya, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Kepmen tersebut merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Berikut Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Maret 2025:

Update Harga BBM Terbaru Per 1 Maret 2025

Aceh

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.300 
Pertamina Dex: Rp 14.600

Free Trade Zone (FTZ) Sabang

Pertamax: Rp 11.800
Pertalite: Rp 10.000
Dexlite: Rp 13.100

Sumatera Utara

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950
Dexlite: Rp 14.650

Sumatera Barat

Pertamax Turbo: Rp 14.650
Pertamax: Rp 13.500
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 15.250
Dexlite: Rp 14.950

Riau

Pertamax Turbo: Rp 14.650
Pertamax: Rp 13.500
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 15.250
Dexlite: Rp 14.950

Kepulauan Riau

Pertamax Turbo: Rp 14.650
Pertamax: Rp 13.500
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 15.250
Dexlite: Rp 14.950

Free Trade Zone (FTZ) Batam

Pertamax Turbo: Rp 13.350
Pertamax: Rp 12.300
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 13.900
Dexlite: Rp 13.600

Jambi

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950
Dexlite: Rp 14.650

Bengkulu

Pertamax Turbo: Rp 14.650
Pertamax: Rp 13.500
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 15.250
Dexlite: Rp 14.950

Sumatera Selatan

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950
Dexlite: Rp 14.650

Bangka Belitung

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950

Lampung

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950
Dexlite: Rp 14.650

DKI Jakarta

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.600
Dexlite: Rp 14.300

Banten

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.600
Dexlite: Rp 14.300

Jawa Barat

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.600
Dexlite: Rp 14.300

Jawa Tengah

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.300
Dexlite: Rp 14.300

Yogyakarta

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.600
Dexlite: Rp 14.300

Jawa Timur

Pertamax Turbo: 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.300 
Pertamina Dex: Rp 14.600. 

Bali

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.300 
Pertamina Dex: Rp 14.600. 

Nusa Tenggara Barat

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 13.700
Pertamax: Rp 12.900

Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.300 
Pertamina Dex: Rp 14.600. 

Nusa Tenggara Timur

Pertamax Turbo: Rp 14.000
Pertamax Green: Rp 19.700
Pertamax: Rp 12.500
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.300 
Pertamina Dex: Rp 14.600 
Solar non-subsidi: Rp 14.200.

Kalimantan Barat

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Kalimantan Tengah

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Kalimantan Selatan

Pertamax Turbo: Rp 14.650
Pertamax: Rp 13.500
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.950 
Pertamina Dex: Rp 15.250. 

Kalimantan Timur

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950.

Kalimantan Utara

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 15.150
Dexlite: Rp 14.950

Sulawesi Utara

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950.

Gorontalo

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Sulawesi Tengah

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Sulawesi Tenggara

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Sulawesi Selatan

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 Pertamina 
Dex: Rp 14.950.

Sulawesi Barat

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Maluku

Pertalite: 10.000
Pertamax: Rp 13.200 
Dexlite: Rp 14.650. 

Maluku Utara

Pertamax: Rp 13.200 
Dexlite: Rp 14.650. 
Pertalite: 10.000

Papua

Pertamax Turbo: Rp 14.350
Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650. 

Papua Barat

Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650 
Pertamina Dex: Rp 14.950. 

Papua Selatan

Pertalite: 10.000
Pertamax: Rp 13.200 
Dexlite: Rp 14.650. 

Papua Pegunungan

Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650

Papua Tengah

Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Dexlite: Rp 14.650

Papua Barat Daya

Pertamax: Rp 13.200
Pertalite: 10.000
Pertamina Dex: Rp 14.950
Dexlite: Rp 14.650

(*)

Kepala Pasar Sila Harap Pedagang Jangan Buang Sampah Sembarangan Dan Ciptakan Pasar Bersih


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-            Kepala Pasar Sila Mengajak Pedagang Jangan Buang Sampah Sembarangan Dan Ciptakan Pasar Bersih. Kondisi ini makin parah setelah tidak adanya Kesadaran dari Pengguna Pasar atau Pelaku Pasar yang kerap kali Membuang Sampah Sembarangan, padahal Kebersihan itu adalah sebagian daripada Iman. Senin, 24 Maret 2025.

Setelah Aksi nyata yang dilakukan oleh PLT Kepala Pasar Sila Kemarin ( Ahad, 23/04/25 ) Bersama Para Pegawainya Memungut Sampah yang dibuang bukan pada Tempatnya, kini Bang Yudha Sapaannya Melakukan Rapat Evaluasi terkait Himbauan agar Pelaku Pasar Tidak sembarang membuang Sampah tersebut.

Meskipun belum ditetapkan sebagai Kepala pasar Sila untuk Wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima,  Wahyudi M.Tayeb atau akrab dipanggil Bang Yuda, terlihat penuh tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan pasar yang bersih. 

Wahyudi mengajak pedagang sekaligus pelaku pasar dan masyarakat untuk menjaga kebersihan pasar demi terciptanya lingkungan yang nyaman dan bersih terutama sekali  sampah- sampah di sekitar tempat berjualan. Seperti Dikutip redaksi portalntb.net

" Pasar  adalah untuk mempertemukan penjual dan pembeli, memperlancar distribusi, dan menciptakan harga keseimbangan. Pasar juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, mendorong inovasi, dan meningkatkan pendapatan nasional. oleh karena demikian, sambung Bang Yuda, demi 

kenyamanan konsumen meningkat, Aktivitas perdagangan berjalan, pelaku pasar  diutamakan  untuk tetap menjaga lingkungan pasar yang bersih misalnya , membuang sampah pada tempatnya serta membersihkan tempat berjualan dan sekitarnya dari sampah/sisa dagangan yang tak terpakai. "jelasnya. (***)