Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Diduga Oknum Kepsek SDN 31 Kota Bima Lakukan Intimidasi LSM Di Lelamase


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Diduga Oknum Kepsek SDN 31 Kota Bima Lakukan Intimidasi LSM Di Lelamase Mengintimidasi Ketua Investigasi LDII. Peristiwa tersebut terjadi Pada Selasa 7 April  2026 sekitar Pukul 09.35 wita. Kegiatan itu berlangsung di Ruangan tersebut.

Sebagai Penyambung Lidah Masyarakat sekitar Ketua LSM Detektif Investigasi Indonesia terus menyuarakan aspirasi Masyarakat melalui Laporannya terkait dengan Pembangunan Gedung Sekolah dan Pagar yang tidak pernah melibatkan stakeholder seperti Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat dan Orang Tua Murid dan lainnya.

Aris Munandar selalu Ketua LSM Detektif Investigasi Indonesia (LDII) mendatangi Oknum Kepala Sekolah SDN 31 Kota Bima yang ada di Lelamase, dengan maksud memastikan hasil laporan masyarakat Lelamase terkait pembangunan gedung sekolah dan pagar sekolah yang dianggap Inprosedural tersebut.

Namun ketika menghadap oknum kepala sekolah tersebut selalu mengelak bahkan mengintimidasi dengan mengatakan bahwa beliau adalah ketua salah satu LSM aktif di kota bima, dengan sikap arogan dan sombongnya beliau mengajak ketua Detektif investigasi Indonesia (LDII) menghadap kelurahan, untuk membantu memberikan penjelasan, 

Bahkan, yang ironisnya lagi Oknum kepala sekolah juga mengatakan dengan lantang bahwa upaya sekolah ingin memagar dengan menggunakan dana bos dari pemerintah walau tanpa koordinasi dengan siapa pun juga.

Kepala sekolah mengatakan bahwa tidak takut sama siapapun bahkan LSM dan pemerintah sekalipun karna saya sudah berpengalaman mengatasi permasalah seperti ini, dan dengan entengnya lagi mengatakan persoalan kecil seperti ini

LSM Detektif Investigasi Indonesia (LDII) dan seluruh masyarakat dan orang tua murid menolak kepala sekolah SDN 31 kota bima yg sekarang berada di lelamase

Karna lapangan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat lelamase untuk kegiatan sosial.. budaya .. dll. Pungkasnya.

Hingga Berita ini di Turunkan, para Pihak terkait belum dapat dikonfirmasi terutama Kepala Dinas terkait serta pihak lainnya. (Team).

Senin, 06 April 2026

SDN Boke Sambut Kepala Sekolah Baru, dengan Visi Misi Mewujudkan Insan yang Respek


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Bima, 06 April 2026– Dalam rangka penyegaran manajemen dan peningkatan mutu pendidikan, Sekolah Dasar Negeri Desa Boke kec, sape.  resmi melantik Bpk Syahrir Faharuddin,S. Pd sebagai kepala sekolah baru menggantikan bapak Arifin, S. Pd. Pelantikan dan serah terima jabatan ini dilaksanakan di kantor Bupati Bima pada 13 Maret 2026 bulan lalu. 

Bpk Syahrir Faharuddin,S. Pd membawa visi misi baru yang sudah disepakati bersama dewan guru-guru dan komite sekolah yaitu RESPEK ( religius, santun, berprestasi dan kolaborasi. Kepala sekolah menjelaskan kenapa religius yang pertama karena landasan dasar manusia sebagai insan yang beriman harus didasari dengan agama, sehingga kedepannya dengan agama yang kita terapkan melalui kegiatan

Imtaq ataupun kegiatan keagamaan harus dijalankan secara optimal sehingga ke depannya siswa di SDN Boke ini menjadi insan yang mulia dan memiliki akhlak yang bermartabat. 

Selanjutnya santun itu terwujud apabila religiusnya ada akan menjadi insan yang ramah sehingga Alhamdulillah pada hari ini siswa kami pada saat mereka datang sekolah, mereka tidak mencari siapa-siapa langsung  mencari guru dimana guru berada, mereka harus melakukan salaman. 

Lanjut kasek, di era perkembangan jaman ini  guru harus mampu meningkatkan mutu pendidikan agar melahirkan siswa berprestasi yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang bertaraf nasional. 

Kreatif itu muncul ketika ada kolaborasi dengan teman sejawat kolaborasi antara guru, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pemangku kepentingan

Kasek juga menambahkan,dalam waktu dekat kami ingin menyelenggarakan Kegiatan ekstra kurikuler di bidang pencaksilat dimana bidang pencaksilat ini adalah murni  dari bangsa kita sendiri sehingga di dalam kegiatan pencaksilat tersebut tertanam jiwa religius, disiplin serta karakter yang tinggi. 

Dan saya patut mengapresiasi dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada Bpk Arifin, S. Pd (Mantan kasek SDN Boke) dan Ibu Irliyana, S. Pd sebagai Pelaksana harian (Plh). yang telah menjalankan roda pendidikan sebelumnya. By. Sekjen LKPK ( E H )

Jumat, 03 April 2026

Keluarga Besar MAN 2 Mengucapkan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Dengan penuh rasa bangga, keluarga besar MAN 2 Bima mengucapkan selamat kepada siswa-siswi kelas XII yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP 2026. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan semangat juang yang luar biasa. 

Semoga langkah awal ini menjadi pintu menuju masa depan yang gemilang. Teruslah belajar, berkarya, dan membawa nama baik almamater di manapun berada. 

Terima kasih kepada bapak/ibu guru dan orang tua yang selalu memberikan dukungan dan doa terbaik. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas X dan XI untuk terus berprestasi.

Senin, 23 Maret 2026

Insentif Tunjangan Daerah Terpencil : Dugaan Pungli di SMPN 2 Soromandi di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kab Bima


Soromandi NTB, Media Dinamika Global.Id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten SMPN 2 Soromandi di Sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima, Provinsi NTB. Setelah terungkap dugaan pemotongan dana Dacil, kini sorotan tertuju pada pengelolaan dana insentif Daerah Terpencil SMPN 2 sai kecamatan Soromandi kabupaten bima (Dacil) yang sejatinya diberikan untuk meringankan beban guru di wilayah terpencil.

Seorang guru di salah satu SMPN 2 Soromandi di Desa Sai di pelosok mengaku harus menyetor Rp4 juta setiap kali menerima insentif Dacil. Dana tersebut, menurut pengakuannya, diserahkan ke Kepala Sekolah dan selanjutnya disebut disetorkan ke salah satu staf Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten bima.

“Tolong ditelusuri. Setiap terima insentif Dacil, kami diminta setor Rp4 juta ke Kepala Sekolah. Katanya untuk staf di bidang GTK,” ungkap guru tersebut kepada tim media, dengan nada prihatin, belum lama ini.

Saat dikonfirmasi, staf Bidang GTK Dikbud Kabupaten bima, membantah keras adanya instruksi atau penerimaan dana setoran dari Kepala Sekolah atau guru.

“Tidak ada yang namanya setoran. Insentif Dacil langsung masuk ke rekening guru masing-masing. Kalau pun ada, paling hanya ucapan terima kasih dari guru, itupun tidak semua dan tidak dipaksa,” jelasnya saat ditemui sebagaimana dikutip media Dinamika global.

Dana Dacil: Hak Guru, Bukan Alat Pungutan

Insentif Dacil merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru PNS daerah yang mengabdi di wilayah-wilayah SMP negeri 2 Soromandi di Desa sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima dengan kondisi geografis sulit. Dana ini adalah bentuk penghargaan dan kompensasi atas tantangan besar yang mereka hadapi di lapangan.

Namun, bila benar terjadi pemotongan atau pungutan tanpa dasar hukum yang jelas, maka hal ini berpotensi masuk kategori pungli, bahkan bisa menyeret pelakunya ke ranah pidana.

Di sisi lain, bahwa ia sering mengumpul dana dari setiap guru yang menerima tunjangan khusus di sekolahnya. Dana tersebut disetorkan ke Dikbud namun ia tidak menyebutkan sama siapa yang menerima dana tersebut.

Oknum yang enggan disebutkan namanya ini juga menjelaskan setiap guru biasanya menyetor sebanyak Rp2.000.000. Namun ada juga beberapa oknum Kepala Sekolah yang menaikan tarif setoran sebanyak Rp4.000.000 setiap guru di SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima.

“Kalau sama saya yang biasa mereka setor paling Rp2.000.000 per orang, tapi ada beberapa Kepala Sekolah biasa mereka minta sampai Rp4.000.000,” jelasnya.

Diduga SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima, menjadi korban pungli oknum Dikbud Kabupaten bima, dengan alasan uang ucapan terima kasih karena sudah diurus untuk mendapatkan tunjangan khusus daerah terpencil.

Jika benar dana tersebut di setor ke salah satu oknum Dikbud Kabupaten bima, mengalir kemana dana tersebut?

Kepala Dinas (Kadis) Dikbud kabupaten bima Syahrul saat dikonfirmasi Redaksi media ini mengatakan, kasus dugaan pungli Dana Insentif Guru Daerah Terpencil saat ini tengah bergulir di Inspektorat Kabupaten bima.

Penjabat Bupati Bima Sambut 33 Kontingen PGRI Peserta Porseni Kolaboratif

“Sementara bergulir belum di periksaan oleh Inspektorat kabupaten bima. Kami masih menunggu hasilnya,” ungkap Suryadi saat dikonfirmasi via telpon selulernya, selasa 24 Maret 2026.

Catatan Redaksi:

Guru di daerah terpencil SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima sudah menghadapi tantangan berat, dari akses yang sulit hingga keterbatasan fasilitas. Ketika hak mereka ikut “dipungut” oleh sistem yang seharusnya melindungi, maka bukan hanya moralitas yang runtuh—tetapi juga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.(Team MDG)

Rabu, 18 Maret 2026

Menggemparkan! Mantan Bendahara SDN 1 Tolowata Selama 20 Tahun: Sekolah Hanya Miliki 1 Laptop dan 1 WC, Dana BOS 2026 Diduga Dibagi-bagikan



Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Menggemparkan! Mantan Bendahara SDN 1 Tolowata Selama 20 Tahun: Sekolah Hanya Miliki 1 Laptop dan 1 WC, Dana BOS 2026 Diduga Dibagi-bagikan. Pengakuan mengejutkan datang dari mantan bendahara Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tolowata, yang juga menjabat sebagai guru di sekolah tersebut. Rabu, 18 Maret 2026

Beliau yang mengaku sebagai Nasarudin telah menjabat selama 4 periode atau sekitar 20 tahun lamanya, mengakui hal ini saat ditemui anggota Lembaga Komunitas pengawas Korupsi (L-KPK) yang melakukan kunjungan ke sekolah yang juga dikenal sebagai Sekolah Aikon Ambalawi.

Selama masa jabatannya yang panjang, tidak tercatat adanya perkembangan atau pembangunan signifikan di sekolah. Kondisi yang memprihatinkan terlihat dari aset sekolah yang hanya berupa satu buah laptop dan satu unit WC yang digunakan bersama seluruh warga sekolah. Kebutuhan mendasar lainnya seperti perlengkapan Alat Tulis Kantor (ATK) dan buku pelajaran juga tidak terpenuhi dengan baik.

Yang lebih mencengangkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pertama yang baru dikeluarkan pada tahun 2026 diduga telah dibagikan kepada para guru. Padahal secara ketentuan, dana BOS bukan diperuntukkan bagi pembagian kepada guru—terutama bagi guru PNS, guru P3K, maupun guru yang menerima SK daerah—melainkan untuk keperluan operasional siswa dan kegiatan sekolah itu sendiri.

Masyarakat dan pihak sekolah mengajukan harapan kepada Inspektorat serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mantan bendahara Nasarudin terkait pengelolaan keuangan dan aset sekolah selama 20 tahun menjabat, yang tidak memberikan perubahan apapun bagi kemajuan SDN 1 Tolowata. By. E H.

Guru SDN 1 Tolowata Keluhkan Potongan dan Keterlambatan THR, Minta BPK & Inspektorat Panggil Bendahara


Bima NTB, Media Dinamika Global.Id.- Rabu, 18 Maret 2026 – Masalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi sorotan di kalangan pendidik di Kabupaten Bima. Banyak guru mengeluhkan jumlah THR yang diterima kurang dari seharusnya, bahkan sejumlah pendidik mengaku belum menerima hak tersebut sama sekali hingga saat ini.

Salah satu guru di SDN 1 Tolo Wata, Kecamatan Ambalawi, menjadi salah satu yang merasakan dampak dari masalah ini. Ia mengaku keberatan dengan adanya potongan besar pada uang THR miliknya. "Sesuai peraturan yang berlaku, uang THR adalah hak kami yang tidak boleh dipotong dengan alasan apa pun. Namun, kenyataannya yang saya terima jauh dari jumlah yang seharusnya. Selain itu, masih banyak rekan guru di sini yang sampai hari ini belum menerima THR sama sekali," ungkap guru tersebut dengan nada kecewa saat diwawancarai, Selasa (18/3).

Kebingungan semakin dirasakan oleh guru tersebut dan rekan-rekannya karena tidak tahu harus mengajukan klaim atau mencari keadilan ke mana. Hal ini diperparah dengan kurangnya transparansi dari bendahara gaji sekolah terkait data distribusi dan pencairan THR kepada para guru. "Kami sudah mencoba bertanya kepada bendahara, tapi tidak ada penjelasan yang jelas dan rincian yang ditunjukkan. Bendahara hanya diam dan tidak mau memberikan informasi yang transparan terkait siapa saja yang sudah menerima dan berapa jumlahnya. Kami benar-benar bingung harus mencari solusi di mana," tambahnya.

Kekhawatiran pun muncul di kalangan guru terkait dugaan adanya praktik yang tidak benar di balik masalah ini. Ada dugaan kuat bahwa para bendahara telah melakukan kerja sama dengan pihak lain, termasuk perbankan dan Kabid TPK Kabupaten Bima. Dugaan ini semakin menguat mengingat Kabid TPK Kabupaten Bima saat ini sedang ditahan oleh pihak berwenang terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Mataram.

Merespons hal ini, para guru memiliki harapan besar agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat segera turun tangan menindaklanjuti keluhan ini. Secara khusus, mereka meminta kedua lembaga tersebut untuk segera memanggil bendahara sekolah atas nama P Sukardin guna mempertanggungjawabkan kejadian ini.

"Kami berharap BPK dan Inspektorat segera merespons keluhan kami. Kami meminta kedua lembaga tersebut untuk segera memanggil P Sukardin selaku bendahara sekolah agar bisa dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan apa yang terjadi terkait potongan dan keterlambatan THR ini. Kami ingin kejelasan dan keadilan terkait hak kami yang seharusnya diterima penuh dan tepat waktu," pungkas guru tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, termasuk P Sukardin selaku bendahara, Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, BPK, maupun Inspektorat terkait keluhan dan permintaan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh para guru.

 Selanjutnya Untuk kebenaran dan detail, kami dari Media ini akan melakukan verifikasi dan wawancara langsung ke pihak yang berwenang tutup. By. E H.