Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Februari 2026

Kadis Dikbudpora Bima Bersuara Soal Kabid PTK Ico Rahmawati Jadi Tersangka Dugaan Pungli Tunjangan Guru 3T


Bima Media Dinamika Global.id.-- Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Syahrul, angkat bicara terkait penetapan Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Ico Rahmawati sebagai tersangka dugaan pemerasan dan pungutan liar (pungli) tunjangan guru daerah terpencil.

Syahrul mengaku hanya mengetahui bahwa Ico Rahmawati dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Ia menyatakan belum menerima informasi resmi mengenai status tersangka yang disematkan kepada bawahannya tersebut.

“Sesuai surat panggilan, Ico Rahmawati diperiksa polisi sebagai saksi dugaan pemotongan tunjangan guru tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hanya itu yang kami tahu,” ujar Syahrul, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, Ico Rahmawati dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Bima pada Kamis (26/2/2026). Syahrul menegaskan bahwa pihak dinas belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait peningkatan status hukum yang bersangkutan.

Diketahui, Ico Rahmawati juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima.

Sebelumnya, penyidik Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB resmi menetapkan Ico Rahmawati sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan pungli terhadap guru penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah serta melalui mekanisme gelar perkara.(Sekjend MDG)

Kadikbudpora Bima Buka Suara soal Kabid PTK Tersangka Pemerasan Guru


Bima, Media Dinamika Global.id.- Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Syahrul, mengakui Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) inisial IR, diperiksa polisi. Syahrul mengaku tak tahu IR telah ditetapkan tersangka kasus pemerasan tunjangan guru terpencil.

"Yang kami tahu, yang bersangkutan (IR) memang dipanggil oleh Polisi," ucap Syahrul Sabtu, (28/2/2026).

Menurut Syahrul, IR dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Bima, pada Kamis (26/2/2026). Ia tak mengetahui IR yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima itu sudah ditetapkan tersangka dalam kasus pemerasan tunjangan guru terpencil.

"Sesuai surat panggilan, IR diperiksa polisi sebagai saksi dugaan pemotongan tunjangan guru tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hanya itu yang kami tahu," katanya.

Diberitakan sebelumnya tunjangan khusus untuk guru di daerah terpencil diduga disunat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB menetapkan Kabid PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima inisial IR sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli) dan pemerasan

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes FX Endriadi mengatakan IR diduga melakukan pemerasan terhadap penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT) di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah dan menggelar perkara.

"Saudari IR kami tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dan pungli, terhadap guru SD penerima tunjangan khusus daerah terpencil di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima," kata Endriadi, Jumat (27/2/2026).

Endriadi menjelaskan praktik pemerasan itu berlangsung sejak 2019 hingga 2025. Sebanyak 18 guru SD yang tercatat sebagai penerima tunjangan menjadi korban.

Dalam setiap pencairan, IR diduga meminta uang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Pemotongan dilakukan saat tunjangan cair, baik per bulan maupun per tiga bulan.

"Hasil pemeriksaan sementara, (pemotongan TKGDT) per bulan dan per tiga bulan," sebutnya.

Kerap Minta Bingkisan

Selain melakukan pemerasan tunjangan, IR diduga kerap meminta oleh-oleh (bingkisan) kepada guru-guru terpencil di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Baik yang PNS, PPPK, maupun non-ASN.

Selama ini, juga meminta bingkisan. Seperti madu, kopi, dan sarung," ucap seorang guru SMP di Tambora inisial B Menurut B, jika guru-guru terpencil tak menuruti keinginan dan permintaan IR, dipastikan proses pencairan tunjangan guru terpencil termasuk sertifikasi terhambat dan menuai kendala. Praktik tersebut sudah berlangsung cukup lama.

"Wajib kami turuti selama ini. Jika tidak IR akan marah dan mengancam menunda pencairan tunjangan," imbuh B.

 Redaksi 

Jumat, 27 Februari 2026

Kunjungi SMKN 1 Gerung, Gubernur NTB: Link and Match Jadi Kunci Penguatan SMK


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.– Kunci utama penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah penerapan link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengunjungi SMKN 1 Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Di hadapan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua yang hadir, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadikan SMK sebagai solusi terhadap persoalan pengangguran di daerah.

“Kita ingin SMK tidak lagi menjadi penambah pengangguran, tetapi menjadi pemberi solusi terhadap pengangguran. Karena itu, link and match antara SMK dengan dunia usaha itu wajib hukumnya,” tegasnya. (26/2/26)

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemprov NTB telah menyiapkan subsidi biaya sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi lebih dari 400 siswa, dan akan ditambah pada anggaran perubahan.

“Kita ingin anak-anak lulus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa sertifikat kompetensi. Dengan sertifikat itu, mereka lebih mudah masuk dunia kerja, bahkan bisa digunakan untuk bekerja di luar negeri,” jelas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal. 

Dirinya menambahkan, bahwa sejumlah sertifikasi LSP di Indonesia telah diakui secara internasional, termasuk di bidang pengelasan. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMK NTB untuk bersaing di pasar kerja global.

Selain itu, Pemprov NTB juga tengah mendorong keterlibatan siswa SMK dalam proyek-proyek pemerintah daerah, khususnya di bawah Dinas PUPR, agar siswa memiliki pengalaman kerja sebelum lulus.

“Kalau anak-anak SMK bisa terlibat dalam proyek pemerintah, maka saat menulis CV mereka sudah punya pengalaman kerja. Itu akan meningkatkan daya tawar mereka di pasar kerja,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mendorong SMK untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan serta pengembangan unit produksi sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyoroti peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berkembang pesat di NTB. Ia menyebutkan adanya kesenjangan signifikan antara permintaan dan suplai, terutama untuk komoditas seperti telur.

“Produksi kita baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan MBG. Ini peluang besar bagi SMK, baik jurusan tata boga, pertanian, maupun peternakan. SMK harus bisa menjadi bagian dari solusi,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi sekolah terkait sarana dan prasarana, Gubernur memastikan bahwa revitalisasi SMK menjadi prioritas Pemprov NTB dan akan dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, yang turut mendampingi kunjungan, menyampaikan bahwa penguatan SMK merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTB.

“Kami ingin setiap SMK memiliki keunggulan spesifik yang menjadi pintu masuk lulusan ke dunia kerja. Dengan sertifikasi dan kerja sama industri, kita optimistis SMK di NTB akan semakin kompetitif,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah.

Redaksi ||

Sabtu, 21 Februari 2026

Keluarga Besar SMKN 3 Kota Bima Gelar Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Keluarga besar SMKN 3 Kota Bima menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan penuh khidmat di Aula SMKN 3 Kota Bima, Jumat (23/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para guru, pegawai, serta seluruh murid SMKN 3 Kota Bima, 23 Januari 2026

Acara terselenggara atas kerja sama panitia OSIS dan Rohis SMKN 3 Kota Bima di bawah bimbingan Bapak dan Ibu Guru selaku pembina. Suasana religius sudah terasa sejak sebelum acara dimulai, yang diisi dengan lantunan salawat oleh anggota Rohis SMKN 3 Kota Bima, dan kembali dilantunkan setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh murid yang tergabung dalam Rohis SMKN 3 Kota Bima. Lantunan ayat suci tersebut menambah kekhusyukan suasana di dalam aula.

Selanjutnya, Kepala SMKN 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd., MM, menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia, terutama dalam menjalankan kewajiban salat lima waktu.

Acara inti diisi dengan ceramah agama sekaligus doa yang disampaikan oleh Ustadz H. Dedy Wahyuddin, S.Kep., M.Ked.Trop. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan tentang peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Ustadz Dedy juga menekankan bahwa dalam peristiwa tersebut Allah SWT memberikan perintah salat lima waktu secara langsung kepada Rasulullah SAW.

Beliau mengingatkan pentingnya salat sebagai tiang agama dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para siswa diajak untuk menjaga salat tepat waktu, memahami maknanya, serta menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu bagi seluruh keluarga besar SMKN 3 Kota Bima.

Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat karakter religius para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.(Sekjend MDG)

Selasa, 20 Januari 2026

SDN 01 Tente Diduga Kurang Perawatan, Warga Soroti Kebersihan Lingkungan Sekolah.

Bima. Media Dinamika Global.Id_Kondisi lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menuai sorotan dari masyarakat sekitar. Sekolah yang berada di jalur utama dan jantung ibu kota kabupaten tersebut dinilai kurang mendapatkan perawatan yang semestinya.

Pantauan di lokasi menunjukkan area depan sekolah, termasuk tugu dan pagar, dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi dan menutupi sebagian fasilitas sekolah. Kondisi tersebut terkesan dibiarkan tanpa penanganan oleh pihak sekolah.

Padahal, SDN 01 Tente merupakan salah satu sekolah penggerak yang seharusnya menjadi contoh bagi sekolah lain, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan kebersihan sekolah di wilayah Kecamatan Woha.

Masyarakat sekitar menyayangkan kondisi tersebut. Menurut mereka, lingkungan sekolah yang bersih dan terawat sangat penting untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar serta menciptakan kesan positif bagi masyarakat.

“Seharusnya kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah diperhatikan, baik di dalam kelas maupun di luar area sekolah. Tapi kondisi SDN 01 Tente saat ini terlihat seperti tidak terurus dan seakan-akan tidak ada aktivitas,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap pihak terkait, baik kepala sekolah maupun dewan guru, dapat segera mengambil langkah untuk membenahi lingkungan sekolah demi menciptakan suasana belajar yang nyaman serta menjaga citra sekolah sebagai lembaga pendidikan.(Mdg/04)

Senin, 19 Januari 2026

Warga Sekolah SDN Inpres Kumbe Keluhkan Kekurangan Kursi dan Meja Belajar.

Woha, Bima. Media Dinamika Global.Id_ Warga sekolah SDN Inpres Kumbe yang terletak di Desa Risa, Kecamatan Woha, mengeluhkan kekurangan sarana belajar berupa kursi dan meja siswa. Dari enam ruang kelas belajar (RKB) yang tersedia, hanya sebagian kecil yang memiliki kursi dan meja yang layak digunakan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa fasilitas yang memadai. Kekurangan kursi dan meja ini diketahui telah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pihak sekolah.

Kepala SDN Inpres Kumbe, Arsyad, S.Pd, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera memberikan perhatian dan bantuan.

“Kami sangat berharap adanya bantuan kursi dan meja belajar agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan nyaman dan optimal bagi para siswa,” ujar Arsyad. Pada media ini selasa tanggal (20/1/26).

Pihak sekolah berharap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan tersebut dapat segera direalisasikan demi menunjang kualitas pendidikan serta kenyamanan belajar siswa di SDN Inpres Kumbe.(Mdg/04)