Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Pasang Papan Edukasi, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Tinggalkan Warisan Kepedulian di Desa Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Jejak pengabdian tak selalu berbentuk bangunan megah atau program bernilai besar. Terkadang, sebuah papan sederhana yang berdiri di sudut kampung mampu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang datang membawa harapan, ilmu, dan kepedulian.

Semangat itulah yang diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 melalui pemasangan papan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap dusun di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sebanyak empat papan edukasi dipasang di empat dusun sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga agar membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa papan edukasi tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas desa, melainkan sarana pembelajaran yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami memasang empat papan edukasi, masing-masing satu di setiap dusun. Harapan kami sederhana, semoga masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang," ujarnya.

Nova menjelaskan, sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, ranting, hingga kotoran hewan. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan buatan yang sulit terurai, seperti plastik, botol kaca, kaleng, besi, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan lainnya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran di masa depan.

"Papan edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki panduan sederhana dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Kami berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga papan edukasi tersebut agar tetap berdiri kokoh dan terus memberikan manfaat meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

"Ketika nanti kami kembali ke kampus dan tak lagi berada di Desa Baru, semoga papan ini tetap berdiri. Bukan karena papan itu istimewa, tetapi karena ia menjadi saksi bahwa kami pernah hadir, belajar bersama masyarakat, dan mengabdi dengan sepenuh hati," ucap Nova.

Bagi Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55, pengabdian bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, ilmu yang dibagikan akan terus bertumbuh ketika diterapkan, dan kepedulian akan tetap dikenang ketika menghadirkan manfaat.

Di kemudian hari, mungkin nama-nama mahasiswa KKN itu akan terlupakan. Namun setiap kali mata warga memandang papan edukasi tersebut, akan selalu ada pesan sederhana yang terus berbicara tanpa suara.

Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Itulah warisan paling berharga yang ingin ditinggalkan oleh Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 untuk Desa Baru-bukan sekadar papan informasi, melainkan semangat kepedulian yang diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah mereka pulang.

Redaksi |

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Camat Alas Hadiri Pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional, Diselenggarakan Mahasiswa KKN UMMat Desa Kalimango

Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menghadiri pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01, berempat di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Turnamen yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMMAT dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan olahraga dan permainan tradisional di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UMMAT, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam wawancara di sela-sela pertandingan, Camat Alas mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UMMAT, khususnya Kelompok 01 Desa Kalimango dan Kelompok 55 Desa Baru, yang dinilainya telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang hampir seluruhnya berhasil direalisasikan.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa KKN dari UMMAT telah menunjukkan kontribusi yang sangat positif. Hampir seluruh program kerja mereka telah terlaksana dengan baik. Momentum HUT RI ini mereka aktif menjadi penyelenggara berbagai kegiatan, mulai dari lomba seni hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional," ujar Dr. Usman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

"Kegiatan seperti ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya melalui berbagai permainan tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menghidupkan pusat-pusat keramaian yang berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kecamatan Alas, Dr. Usman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalimango, Pemerintah Desa Baru, serta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Alas yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil V, Sri Wahyuni, yang memberikan dukungan penuh dan menjadi sponsor terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dr. Usman menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi lomba sendok kelereng, balap karung, pukul periuk, latihan drum band, hingga persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ia menambahkan, Lapangan Sport Center Desa Kalimango selalu menjadi tuan rumah, dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT RI 2026.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Alas juga telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memeriahkan HUT RI, di antaranya gerak jalan yang akan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026, karnaval pada 17 Agustus, serta berbagai perlombaan olahraga dan pentas seni yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Alas.

"Melalui kegiatan ini, camat berharap semangat gotong royong, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya lokal ini terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.

Redaksi |

Rabu, 29 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan
pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.

Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Redaksi |

Kamis, 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan di SMPN 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong

Foto bersama usia kegiatan, (Ist/Surya)

Piong, Bima, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 03 Angkatan ke- 40 menggelar sosialisasi bertajuk “Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Membangun Generasi Taat Hukum, Cerdas, dan Sehat melalui Pencegahan Pernikahan Dini, Penyalahgunaan Narkoba, dan Edukasi Swamedikasi” di SMP Negeri 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum dan kesehatan, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya swamedikasi yang benar.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanggar dan diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan remaja. Selain itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, serta pentingnya penggunaan obat secara mandiri sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pernikahan dini, narkoba, dan penggunaan obat yang tepat.

Selanjutnya, sosialisasi digelar di Kantor Desa Piong dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Piong dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sementara itu, Pihak Puskesmas Sanggar memaparkan materi tentang pencegahan pernikahan dini yang mencakup aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kemi juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan rasional, mulai dari pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, mengenali jenis obat bebas, hingga memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua KKN UMMat Kelompok 03, Aditia Ramdani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan remaja, dapat memahami dampak negatif pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta lebih bijak dalam melakukan swamedikasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Redaksi |

Rabu, 22 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Laksanakan Program Kerja Kreativitas Anak Usia Dini di TK Super Semar

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat melaksanakan Proker, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global – Semangat keceriaan dan kreativitas memenuhi ruang belajar TK Super Semar, Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, saat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 Desa Baru melaksanakan program kerja Kreasi Kreativitas Anak Usia Dini, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak usia dini tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan anak sebagai pondasi awal dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Terlihat para siswa TK Super Semar begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menuangkan imajinasi dan kreativitasnya melalui berbagai gambar yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan memberikan arahan sehingga anak-anak dapat mengekspresikan ide serta kemampuan mereka dengan bebas.

Sejumlah anggota KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru diwakili Tiara, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini sekaligus melatih keberanian mereka dalam berkarya dan berekspresi.

"Masa kanak-kanak merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan. Melalui kegiatan mewarnai dan menggambar ini, kami ingin membantu menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta rasa percaya diri mereka sejak dini," ujar Tiara.

Menurut Tiara, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kreativitas yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat para mahasiswa yang dengan sabar mendampingi setiap peserta.

"Momen ini menjadi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun kami sebagai mahasiswa KKN yang sedang menjalankan pengabdian kepada masyarakat," tutur perempuan asal Pekat kabupaten Dompu ini.

Pihak TK Super Semar menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMMat tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menambah motivasi belajar anak-anak melalui metode yang kreatif dan interaktif.

Program Kreativitas Anak Usia Dini ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Baru. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berani berkarya, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik diharapkan dapat terus terjalin demi mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai aset berharga bangsa.

Redaksi |