![]() |
| SMAN 1 Mataram, (Geogle) |
Mataram, Media Dinamika Global - Dugaan ketidakberesan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Mataram kembali mencuat. Seorang wali murid mengeluhkan perubahan status kelulusan anaknya yang semula dinyatakan diterima melalui jalur domisili, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi tidak lulus.
Wali murid, enggan memberikan nama, sebut saja IF mengaku kecewa dengan proses penerimaan yang dinilainya tidak transparan. Menurutnya, perubahan status tersebut dijelaskan oleh pihak sekolah sebagai akibat gangguan sistem.
“Anak saya awalnya dinyatakan lolos jalur domisili, tetapi beberapa jam kemudian statusnya berubah menjadi tidak diterima. Alasannya karena sistem error,” ujar kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengaku mempertanyakan penyebab perubahan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia menduga adanya siswa titipan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
“Saya meminta pihak sekolah membuka data siswa yang dinyatakan lulus agar proses ini transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mataram belum dapat ditemui saat sejumlah awak media mendatangi sekolah. Melalui stafnya, disampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat.
Keterangan kemudian diberikan oleh Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Mataram, Lalu Abdul Hayi. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Kami melaksanakan seluruh tahapan sesuai juknis. Juknis itu menjadi dasar hukum kami dalam pelaksanaan SPMB,” ujarnya.
Saat ditanya terkait dugaan adanya siswa titipan, Abdul Hayi membantah adanya praktik tersebut di lingkungan sekolah. Namun, ia mengakui pihak sekolah menerima sejumlah nama siswa yang dikirim melalui dinas terkait.
“Kalau soal dugaan titipan, kami tidak ada menerima titipan. Tetapi memang ada nama-nama siswa yang dikirim oleh dinas dan kami layani. Informasinya juga diketahui oleh dinas,” katanya.
Terkait permintaan data siswa yang dinyatakan lulus, Abdul Hayi mengatakan pihak sekolah tidak berani memberikan daftar nama peserta yang lulus.
“Total siswa yang diterima sebanyak 512 orang. Namun untuk data nama-nama siswa yang lulus, kami tidak berani memberikan,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait pernyataan mengenai adanya nama-nama siswa yang dikirim kepada pihak sekolah maupun dugaan ketidakberesan dalam proses SPMB tersebut.
Redaksi |
