Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sekolah SMAN 1 Palibelo harus membina siswa menghindari penyalahgunaan narkoba, Namun mengeluarkan siswa yang ketahuan menyalahgunakan narkoba dari sekolah dipandang bukan tindakan yang tepat. Selain dapat merusak mental dan peluang anak untuk memperbaiki diri, tindakan ini juga bisa dianggap sebagai upaya melemparkan masalah baru kepada sekolah lain yang akan menampung anak bersangkutan. Demikian amanat Badai NTB di di hadapan para kepala SMAN 1 Palibelo, saat memberikan materi dalam Kegiatan MPLS di halaman sekolah setempat, Selasa (14/07). Lebih lanjut, badai NTB menyampaikan siswa SMAN 1 Palibelo kabupaten bima penyalahguna narkoba harus didekati secara persuasif. Jika siswa tersebut dikeluarkan nantinya dia akan lebih sulit diawasi, dikontrol, dan dikhawatirkan tingkat kecanduannya akan semakin parah, atau dia akan menyebarkan perilaku negatif kepada anak lain.
Menghadapi anak seperti ini, badai NTB mengimbau pihak sekolah memanfaatkan fasilitas rehabilitasi yang sudah disediakan pemerintah, baik itu di BNNP, maupun BNN Kota dan Kabupaten, serta di klinik-klinik, puskesmas, dan rumah sakit yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI.
Rehabilitasi ada dua cara, yaitu rawat jalan dan rawat inap. Kalau rawat jalan, si anak akan kita kenai wajib lapor selama delapan kali. Jadi dia masih bisa melakukan aktifitas sehari-sehari termasuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah SMAN 1 Palibelo.
Kalau rawat jalan, si anak akan kita kenai wajib lapor selama delapan kali. Jadi dia masih bisa melakukan aktifitas sehari-sehari termasuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kalau rawat inap, kita titipkan di RSUD daerah bima NTB sampai sembuh, lalu kita akan kembalikan lagi kepada keluarga dan sekolah untuk kembali dibina dan diawasi, terangnya.
Ia pun mengingatkan UU No. 35 Tahun 2009 pasal 60 menerangkan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda merupakan tanggung jawab semua pihak. Pendidik, menurutnya, merupakan profesi yang dihormati di mata masyarakat sehingga lebih didengar dan dipatuhi.Mohon peran ini dilaksanakan baik di sekolah, maupun di lingkungan tempat tinggalm masing-masing imbaunya.
Badai NTB mengingatkan kepala sekolah dan guru SMAN 1 Palibelo untuk bahu membahu bersama orang tua siswa menjaga anak-anak jauh dari bahaya narkoba, Baik guru maupun orang tua juga harus selalu meningkatkan pengetahuannya tentang apa itu narkoba, apa saja jenis-jenisnya dan bagaimana pencegahan serta cara mengatasinya.
Badai NTB yang juga membawakan materi meminta para Kepala Sekolah melakukan pembentukan relawan di sekolah masing-masing, berikut ruangan khusus sebagai tempat konsultasi siswa akan permasalahan mereka sehari-hari, Ia juga mengimbau para kepala sekolah untuk mewaspadai segala bentuk aktifitas mencurigakan dari para bandar, pengedar, kurir atau pihak-pihak tak bertanggung jawab yang hendak masuk dan meracuni pikiran anak dan remaja dengan narkoba.
Generasi muda ini harus kita selamatkan, sebab mereka adalah penerus masa depan bangsa. Hal ini sudah merupakan tanggung jawab kita bersama, pungkas badai NTB.
Dalam kesempatan ini Badai NTB menyatakan kepada pihak-pihak sekolah SMAN 1 Palibelo Agar harus bekerjasama dengan BNNK kota bima dan BNNK kabupaten bima tersebut, salah satunya memuat kerjasama dalam pembentukan relawan anti narkoba dan pelaksanaan kampanye dan penyebaran informasi P4GN di setiap sekolah. "Stopnarkoba".
Terima kasih banyak kepada keluarga besar SMAN 1 Palibelo yang sudah mengundang saya untuk bersilahturahmi dan berdialog dengan siswa-siswi, Sarome sakali Koba nahu Ragi, SMAN 1 PALIBELO badai NTB bongkar bandar, bongkar bandar tutupnya.(Sekjend MDG)









