Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung Melaksanakan Kegiatan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) Berupa Inpres Jalan Daerah (JD) Tahun Anggaran 2023 dan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasional Sementara Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2024 kepada Tiga Kabupaten diantaranya Lampung Selatan, Tulang bawang dan Lampung Timur berlokasi di ruang rapat kantor BPJN Lampung, Senin 02 Maret 2024.
Dalam Kesempatan ini Usai kegiatan serah Terima Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Lampung, Bapak Muhammad Ali Duhari, S.T., M.I., M.Sc..memberikan penjelasan bahwa BPJN Lampung sedang menyiapkan sejumlah program strategis pada tahun 2026 untuk menjaga kondisi infrastruktur jalan nasional di Provinsi Lampung baik di Provinsi, Kota maupun di daerah, jelasnya.
"total panjang ruas jalan nasional di Provinsi Lampung yang akan ditangani panjang nya mencapai 1.298 kilometer, dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, BPJN Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp615 miliar.
Anggaran ini terdiri dari dana APBN sekitar Rp503 miliar serta dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp112 miliar. "Total anggaran tersebut terbagi dalam 43 paket pelkerjaan.
untuk SBSN terdapat 5 paket yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya.
dengan nilai Rp112 miliar. Sementara itu, dengan nilai 112 miliyar APBN mencakup 38 paket dengan nilai sekitar Rp503 miliar," Ali danuri menambahkan.
Rencana kerja pada tahun 2026, BPJN Lampung menargetkan sejumlah kegiatan utama, di antaranya preservasi jalan sepanjang 1.249 kilometer sebagai fokus prioritas utama.
Disamping itu, akan dilakukan rekonstruksi jalan sepanjang 15,83 kilometer, rehabilitasi mayor 7,3 kilometer, serta rehabilitasi minor sepanjang 25,53 kilometer.
Total penanganan efektif yang akan dilaksanakan mencapai 48,66 kilometer. "Di sektor jembatan, kami juga menargetkan preservasi sepanjang 11.956 meter terhadap 436 unit.
Menargetkan preservasi sepanjang 11.956 meter terhadap 436 unit jembatan yang tersebar di berbagai ruas jalan nasional.
Pemeliharaan dilakukan secara rutin maupun berkala guna untuk keamanan dan kelayakan fungsi jembatan. terdapat satu proyek pembangunan jembatan yang saat ini masih berjalan, yakni Jembatan Way Kandis.
Pada tahun 2025, BPJN Lampung tercatat sekitar Rp592 miliar, preservasi menjadi fokus utama dalam penanganan jalan nasiona Hal ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di masa mendatang.
"Kalau preservasi tidak dilakukan, maka akan menjadi beban di tahun berikutnya.
Oleh karena itu, seluruh ruas baik Lintas Barat, Lintas Timur, maupun Lintas Tengah tetap menjadi prioritas," jelasnya. Namun demikian, BPJN Lampung mengakui bahwa kondisi kemantapan jalan di Lintas Tengah saat ini masih menjadi yang terendah dibandingkan dua lintas lainnya.
Dengan kondisi tersebut, alokasi anggaran untuk Lintas Tengah berpotensi lebih besar guna meningkatkan kualitas jalan.
"Untuk tahun 2026, belum ada program pembangunan jalan baru. Fokus utama tetap pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan yang sudah ada agar tetap mantap dan aman dilalui masyarakat," tutupnya. (Fs/Red)