Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima, Jasmin, menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya aksi konflik antar-kampung dan penutupan jalan yang terjadi di wilayah Bima belakangan ini. Ia mengimbau semua pihak untuk waspada terhadap kemungkinan adanya pihak ketiga yang menunggangi situasi tersebut.
Jasmin mengungkapkan kekhawatirannya bahwa rentetan konflik ini sengaja disusupi oleh "sponsor kepentingan gelap". Menurutnya, jika konflik ini terus meluas ke desa-desa dan kecamatan lain, fokus aparat dan masyarakat dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Bima bisa terganggu.
"Jangan sampai semangat kita dalam pemberantasan pasar gelap narkoba menjadi abai karena energi habis terkuras untuk menangani konflik antar-wilayah," tegas Jasmin.
Secara mengejutkan, Jasmin juga menyoroti adanya kaitan antara tensi global, seperti konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, terhadap kondisi psikis masyarakat di tingkat lokal. Ia menilai ketegangan dunia tersebut secara tidak langsung menyumbang "spirit psikologis" yang negatif di tengah krisis kepercayaan (trust) masyarakat saat ini.
Ia mengistilahkan kondisi kehidupan sosial kekinian seperti "cermin pecah", di mana terjadi krisis kepercayaan yang mendalam. "Semoga ini hanya ilusi di tengah stres efisiensi yang kita alami saat ini," tambahnya.
Guna meredam situasi, Jasmin mendesak institusi Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Bima untuk bertindak cermat, tepat, dan cepat dalam memetakan akar masalah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh, masukan, serta doa kepada Kapolres Bima Kota, Kapolres Bima Kabupaten, dan Dandim Bima.
"Mari beri dukungan agar beliau-beliau tetap kuat dan mampu menjawab harapan masyarakat. Damailah Bimaku," tutupnya dalam pesan yang kini menjadi sorotan publik tersebut.(Team MDG)
