KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.– Dalam upaya mewujudkan visi internasionalisasi lulusan, SMKN 2 Kota Bima melakukan langkah strategis melalui program unggulan "Bridge to Nippon" di awal tahun 2026. Kepala SMKN 2 Kota Bima, bersama jajaran Humas dan Bursa Kerja Khusus (BKK), melakukan kunjungan koordinasi ke tiga instansi kunci: Disnakertrans Kota Bima, BLK Kota Bima, dan LPTK Nichini Kaigo School.
Sinkronisasi Regulasi dan Pelatihan
Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan alur penempatan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya Jepang. Di Disnakertrans Kota Bima, pihak sekolah berfokus pada pemahaman regulasi dan tata cara pemberangkatan agar seluruh alumni yang mengikuti program ini terlindungi secara hukum dan administratif.
Sementara itu, di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bima, agenda utama adalah sinkronisasi kurikulum pelatihan. Tujuannya agar standar kompetensi yang diajarkan di sekolah selaras dengan pelatihan di BLK, sehingga menciptakan transisi yang mulus bagi alumni sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
Mengenal Lebih Dekat LPTK Nichini Kaigo School
Sebagai mitra strategis dalam penguasaan bahasa dan keterampilan khusus, tim SMKN 2 Kota Bima juga mengunjungi LPTK Nichini Kaigo School. Kunjungan ini bertujuan untuk:
Mendapatkan informasi akurat mengenai proses pembelajaran intensif, meninjau fasilitas dan metode pendidikan karakter bagi calon pekerja migran, memastikan standar skill yang dibutuhkan pasar kerja Jepang dapat dipenuhi oleh para siswa.
"Program Bridge to Nippon bukan sekadar mengirim alumni bekerja, tapi memberikan kepastian masa depan melalui alur yang benar dan kemitraan yang kredibel," ujar perwakilan pihak sekolah.
Peluang Emas Alumni 2026
Melalui kolaborasi ini, SMKN 2 Kota Bima berharap alumni tahun 2026 memiliki jalur karir yang jelas untuk menjadi tenaga kerja profesional di Jepang, khususnya di sektor-sektor yang sedang berkembang pesat.
Fathur Rahman, ST, M.M.Inov kepala SMK Negeri 2 Kota Bima sebagai penggagas program menjelaskan bahwa Program 'Bridge to Nippon' bukan sekadar jembatan fisik, melainkan jembatan mimpi bagi siswa kami. Kami ingin lulusan SMKN 2 Kota Bima tidak hanya jago di bengkel lokal, tapi juga diakui oleh industri raksasa di Jepang. Ini adalah langkah nyata kami dalam melakukan link and match dengan standar internasional."
Sementara itu Kepala Disnakertrans Kota Bima, Bapak Taufikurrahman, M.AP saat diminta tanggapannya tentang program sekolah mengatakan "Kami dari Pemerintah Kota Bima melalui Disnaker sangat mengapresiasi terobosan SMKN 2 Kota Bima. Program Bridge to Nippon ini adalah solusi konkret dalam menekan angka pengangguran terbuka di tingkat lulusan SMK. Kami mendukung penuh pemberangkatan tenaga kerja muda yang memiliki skill spesifik seperti siswa teknik kita ini."(Sekjend MDG)
