Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat orkestrasi pembangunan lintas sektor melalui High Level Meeting (HLM) Kepala Daerah bertema Orkestrasi Pembangunan, sebagai forum strategis sinkronisasi dan harmonisasi program prioritas provinsi dengan kabupaten/kota.
Rapat tingkat tinggi tersebut dipimpin langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, diikuti para bupati dan wali kota se-NTB serta pejabat eselon II pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bertempat di Katamaran Hotel & Resort Senggigi, Lombok Barat, Kamis (13/2/2026).
Dalam pemaparannya, Gubernur menegaskan bahwa HLM menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program unggulan daerah berjalan selaras dengan agenda nasional, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan NTB.
Gubernur memaparkan sejumlah progres strategis yang telah dan sedang dijalankan, meliputi penguatan sektor pendidikan, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, hingga pengembangan pariwisata berkualitas.
Di sektor pendidikan, NTB telah menjalankan Program Sekolah Rakyat sejak 2025 di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa. Pemprov juga menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di Desa Gumantar (Lombok Utara) dan Desa Pandai (Kabupaten Bima) dengan target masing-masing hingga 1.000 siswa, serta menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Garuda di Lombok Timur dan Sumbawa.
Pada bidang ekonomi desa, Gubernur Miq Iqbal menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 1.166 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berbadan hukum di seluruh kabupaten/kota, dengan 50 koperasi model berbasis potensi lokal. Sebanyak 10 koperasi telah memperoleh dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri, sementara Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terbentuk di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemprov NTB mengakselerasi Program Desa Berdaya Transformatif melalui penetapan 106 desa prioritas dan 40 desa berdaya tahun 2026. Program ini didukung 144 pendamping bagi 7.250 kepala keluarga, verifikasi data DTSEN bersama BPS, serta alokasi anggaran bantuan keuangan desa, tenaga pendamping, dan transfer aset produktif. Pada APBD NTB 2026, pemerintah mengalokasikan dana OPD sebesar Rp450,04 miliar yang menjangkau 841 desa/kelurahan, dengan fokus signifikan pada desa miskin ekstrem.
Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari Kopdes Merah Putih, sehingga koperasi menjadi pusat pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan lokal, sekaligus memutus rantai distribusi panjang.
Pada sesi diskusi, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan persoalan pengelolaan sampah di kawasan wisata Tiga Gili serta rencana pembangunan Youth and Sport Center sebagai pusat kegiatan pemuda dan olahraga.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri melaporkan penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem hingga 0,72 persen. Ia juga menyampaikan masih terdapat desa/kelurahan yang belum memiliki lahan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
Sebagai tindak lanjut HLM, Pemprov NTB menetapkan delapan langkah strategis, antara lain penguatan Program Desa Berdaya, pembentukan Satgas Perlindungan Hutan, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, optimalisasi opsen pajak, dukungan program prioritas nasional dan provinsi, penguatan kerja sama regional Bali–NTB–NTT, optimalisasi peran pemerintah daerah sebagai orkestrator pembangunan dan creative financing, serta monitoring dan evaluasi bersama Pemprov dan Pemkab/Pemkot.
Melalui orkestrasi pembangunan ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat menuju NTB Makmur Mendunia.
Redaksi ||
