Kearifan Lokal dalam Revitalisasi Hutan di Parado Untuk Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat - Media Dinamika Global

Selasa, 03 Februari 2026

Kearifan Lokal dalam Revitalisasi Hutan di Parado Untuk Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat


Parado NTB, Media Dinamika Global.id.// Ancaman kerusakan dan deforestasi yang kian meningkat, menjadi sebuah kekhawatiran terutama bagi masyarakat sekitar hutan. Dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan pembabatan hutan tersebut ketersediaan pemenuhan kehidupan seperti sandang, pangan, dan papan. Tetapi, masih terdapat kelompok orang yang sangat peduli akan keberlangsungan hutan yaitu Masyarakat Adat. Menurut UU No. 32 Tahun 2009 mendefinisikan Masyarakat Hukum Adat adalah sekelompok masyarakat yang secara turun temurun bermukim di wilayah geografis tertentu karena adanya ikatan pada asal-usul leluhur, adanya hubungan yang kuat dengan lingkungan hidup, serta adanya sistem nilai yang menemukan pranata ekonomi, politik, sosial, dan hukum. Mereka memiliki kebiasaan dan kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang diwariskan secara turun temurun dan menjaganya agar dapat tersedia hingga masa yang akan mendatang. 

 Arti. dari kata parado. atau paradise. adalah firdaus atau (surga) dan rato. ( adalah raja). 

Artinya secara kalimat parado salahsatunya tempat para raja yang dikenal dengan sejuk dan hutan yang begitu lebat dan dingin hasil dari alam itu sendiri 

  Secara turun temurun masyarakat adat parado sudah dibekali dengan aturan mengenai pengusahaan dan pengelolaan sumberdaya alam yang dimiliki oleh warga parado, dulu pada Tahun 2000 an ada beberapa pohon yang mampu menghidupkan masyarakat yang ada di parado salahsatunya kemiri dan duren yang menjadi salah satu pendapatan asli dari masyarakat parado, kab Bima, kec. Parado

Di parado memiliki hutan yang kaya akan keragaman jenis populasi di dalamnya, namun seiring dengan berjalannya waktu parado menjadi hutan yang paling terancam di dunia. Terkikisnya hutan karena benebangan liar dan masuknya, PT.SUMBAWA TIMUR MINING menjadikan faktor utama yang diperkirakan 70-75 persen dari kayu yang dipanen ditebang secara liar. Dari perspektif ekonomi, penebangan liar telah mengurangi pendapatan dan devisa Negara serta diperkirakan. Dilain sisi penebangan liar dan masuknya tambang tersebut dapat mengakibatkan kurangnya resapan air yang dapat mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.

Dampak penebangan hutan secara liar dan dan masuknya tambang diantaranya adalah:

Ancaman Isolasi 5 Desa: Kondisi ini mengancam akses transportasi dan mengakibatkan ketimpangan sosial berpotensi menyebabkan warga di lima desa di wilayah Parado terisolasi.

1. Respons Darurat: Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Dinas PUPR perlu segera turun ke lapangan untuk menilai tingkat kerusakan dan melakukan penanganan darurat agar akses jalan tidak benar-benar terputus total.

2. Mitigasi Fisik: Diperlukan perbaikan jalan dengan struktur yang lebih kuat dan penanganan tebing/lereng yang labil untuk mencegah pergeseran tanah lanjutan.

3. Koordinasi Lintas Sektor: Mengingat jalur tersebut adalah jalan provinsi, koordinasi antara Pemkab Bima dan Pemprov NTB sangat diperlukan untuk percepatan perbaikan.

4. Kajian Geologi: Melakukan kajian terhadap kondisi tanah di atas lereng untuk mendeteksi potensi pergeseran susulan dan memastikan keamanan warga.

Ketua umum (PMDPW) PERSATUAN MAHASISWA DAN PEMUDA PARADO WANE mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 Wita, di So Sambi Lambe, Desa Paradowane, Kecamatan Parado.

Ketua umum (PMDPW) PERSATUAN MAHASISWA DAN PEMUDA PARADO WANE mengatakan Longsor ini Akibat pergeseran tanah, badan jalan mengalami retakan dan terbelah sepanjang kurang lebih 100 meter. Saat ini hanya kendaraan roda dua yang masih bisa melintas,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026). dikarenakan:

Hilangnya kesuburan tanah mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Hingga nutrisi dalam tanah mudah menguap. Selain itu, hujan bias menyapu sisa-sisa nutrisis dari tanah. Oleh sebab itu, ketika tanah sudah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi hal yang sulit dan budidaya di lahan tersebut menjadi tidak memungkinkan.


Turunnya sumber daya air juga menjadi bagian dari dampak penebangan hutan secara liar dikarenakan pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air melalui akar pohon penyerapan air yang kemudian dialirkan ke daun, kemudian menguap dan dilepaskan ke lapisan atmosfer. Ketika pohon ditebang dan daerah tersebut menjadi gersang, maka taka da lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air, dengan demikian akhirnya menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya air. Sedangkan salasatu pendapatan dari hasil air itu sendiri banyak desa yang memproduksi air dengan bertanam jagung dan bawang dari hasil air di parado itu sendiri salasatu. desa.pela. simpasai. sie.tangga.sakuru. tente.

Punahnya keanekaragaman hayati, meskipun hutan tropis hanya seluas 6% dari permukaan bumi tetapi sekitar 80-90% dari spesies ada di dalamnya. Akibat penebangan liar yang dilakukan secara besar-besaran ada sekitar 100 spesies hewan menurun setiap ari, keanekaragaman hayati dari berbagai daerah salasatu nya di parado hilang dalam skala besar.

Mengakibatkan banjir dan longsor hutan yang bergungsi sebagai penyerap air tidak dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi.


KETUA UMUM, (PMDPW) PERSATUAN MAHASISWA DAN PEMUDA PARADO WANE

Menegakkan Terhadap. Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Provinsi NTB, perlu segera mengatasi bencana pergeseran tanah dan longsor yang terjadi di jalur Tente-Parado, Kabupaten Bima, NTB, karena situasi terkini pada akhir Januari 2026 menunjukkan kondisi yang semakin serius. 


Comments


EmoticonEmoticon